Rekapitulasi Maret 2021

24 minutes 0 7

Bulan Maret kemarin, hanya ada satu tulisan di blog ini, yaitu tentang aktivitas kirim mengirim kartu pos.

kartu Hello Spring dari HelloFresh

Padahal saya sudah meniatkan diri untuk menulis di blog ini minimal sekali setiap pekan.

Maret kali ini saya cukup hectic dan sibuk dengan berbagai hal, sehingga tidak sempat memperbarui tulisan di blog ini, meski sebenarnya banyak hal yang ingin saya bagikan.

Setelah membuka dasbor dan membuka laman tulisan, saya sempat tertegun agak lama, dari mana memulainya, karena mood menulis hilang.

Untuk membangun mood, saya menyempatkan blogwalking ke beberapa blog dan membaca beberapa tulisan tentang Maret, yang membuat saya sedikit bersemangat untuk memulai kembali aktivitas menulis blog.

Memang, memulai kembali kegiatan ngeblog setelah hiatus memang tidak mudah, tapi setidaknya ada langkah kecil untuk memulai kembali.

Situasi Pandemi

poster bertuliskan “kedisiplinan kita adalah obat terbaik” di halte bus Staatsoper

Hingga saat ini, di Jerman masih diberlakukan lockdown, yang mana pada pekan-pekan kemarin cukup memanas kondisi politiknya karena Pemerintah Jerman ingin memperketat, terutama menjelang Hari Raya Paskah, yang akhirnya direvisi dan diperlonggar pada sehari setelah pengumuman karena adanya protes dari warga.

Ini situasinya mirip dengan situasi pelarangan mudik yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia, namun tentu saja penerapan di Jerman terasa lebih ketat.

Warga sepertinya sudah bosan dan frustasi dengan situasi lockdown yang entah kapan berakhirnya yang dimulai sejak November tahun lalu.

Di satu sisi, ancaman gelombang ketiga pandemi mulai terlihat, apalagi angka penularan bukannya turun, tapi justru naik cukup tajam.

Belum lagi varian virus dari Inggris, B117 yang rupanya sudah mendominasi hasil tes di Jerman, membuat situasi makin sulit.

Penerapan lockdown tentu berimbas ke banyak hal, terutama ke ekonomi, di mana Pemerintah Jerman juga lama-lama bakal keteteran juga memberikan bantuan dan subsidi kepada mereka yang terdampak.

iklan vaksinasi di Jerman di halte bus Staatsoper

Situasi makin sulit karena vaksinasi yang diharapkan menjadi senjata untuk mengakhiri pandemi berjalan dengan sangat lambat.

Salah satu penyebabnya adalah produsen vaksin yang tidak bisa memenuhi janji produksi kuota kepada negara-negara Uni Eropa, plus dilaporkannya beberapa efek samping yang ditimbulkan oleh salah satu vaksin.

Belum lagi soal kondisi politik yang cukup memanas, karena tahun ini adalah tahun pemilu, di mana pihak-pihak oposisi mulai menggunakan isu penanganan pandemi ini untuk menunaikan tujuan politiknya.

Situasi terakhir di Jerman yang membuat saya cukup sedih adalah aturan terbaru yang berlaku sejak 31 Maret 2021, di mana masker yang hanya boleh digunakan di Berlin adalah masker FFP2/KN95.

Jika sebelumnya masker bedah atau masker medis diperbolehkan, kali ini masker tersebut juga dilarang, karena dianggap tidak efektif mencegah penyebaran virus.

tanda area wajib menggunakan masker di Hackescher Markt

Alasan saya sebenarnya cukup sederhana, saya sedih dengan sampah masker yang dihasilkan, plus masalah kacamata berembun setiap kali menggunakan masker ini.

Padahal untuk urusan mencegah embun di kacamata, masker Koziol saya sudah sangat pas, meski penyaringnya tidak tersertifikasi KN95, namun diklaim memiliki efektifitas yang setara.

Secara harga, masker FFP2/KN95 ini juga cukup murah sebenarnya, sekitar 1€ hingga 2€ per lembar, tergantung kualitas.

Memang masker yang mahal memberikan kenyamanan tersendiri, misalnya nafas tidak begitu sesak dan tidak menimbulkan gatal atau iritasi di kulit.

Salah satu masker FFP2/KN95 favorit kami karena nyaman adalah Kaze Origins, yang cukup mahal namun nyaman dipakai, sehingga kami benar-benar membatasi penggunaan masker ini.

Untuk kebutuhan belanja atau hanya jalan-jalan di sekitar rumah, kami menggunakan masker FFP2/KN95 murah yang kami beli di toko kesehatan, yang tidak senyaman masker Kaze.

Namun meski begitu, menjelang musim panas ini, beberapa warga Jerman tetap ada yang nekat liburan ke Mallorca, Spanyol di tengah situasi pandemi seperti ini.

Mallorca memang semacam menjadi tujuan wisata favorit bagi warga Jerman, bahkan beredar kelakar bahwa Mallorca adalah negara bagian ke-17 setelah 16 negara bagian di Jerman.

Musim Semi dan Musim Panas

bunga sakura mekar di salah satu kafe yang tutup karena pandemi

Omong-omong soal musim panas, bulan Maret dan April merupakan bulan-bulan yang ditunggu karena masuk ke musim semi.

Penerapan DST (Daylight Saving Time) tahun ini yang menandai peralihan waktu dari CET (Central European Time) ke CEST (Central European Summer Time) tahun ini konon katanya bakal menjadi penerapan DST terakhir.

Uni Eropa sendiri sudah memutuskan untuk menghentikan penerapan penggeseran waktu ini pada 2019, namun entah kapan pelaksanaan pastinya, tidak ada yang tahu.

Saya pernah menulis pengalaman saya saat mengalami pergantian waktu musim panas di blog ini.

Bahkan pada 28 Maret 2021 lalu, saya sempat mengabadikan detik-detik pergantian waktu pada pukul 02:00 yang bergeser dari pukul 01:59:59 lalu meloncat ke pukul 03:00:00 di Instagram saya.

Awalnya saya mengira pergantian ini terjadi pada tengah malam, tepat pada pukul 00:00, tapi ternyata tidak.

Dengan pergeseran waktu ini, selisih waktu dengan Jakarta juga bergeser dari 6 jam jadi hanya 5 jam.

Nanti saat waktu musim panas berakhir pada 31 Oktober 2021, waktu berubah dari jam 02:59:59 kembali menjadi jam 02:00:00.

Saya pernah mengabadikan pergantian waktu pada 2020 lalu di Instagram saya.

Meski begitu, ada hal-hal yang sangat saya benci saat musim semi, yaitu serbuk sari yang membuat saya batuk-batuk karena alergi.

Padahal di saat-saat seperti ini, melihat bunga-bunga bermekaran merupakan salah satu cara untuk refreshing.

Termasuk melihat bunga sakura yang banyak tumbuh di Berlin, yang merupakan hadiah dari Pemerintah Jepang sebagai hadiah atas penyatuan Jerman Barat dan Jerman Timur pada tahun 1990.

Namun karena pandemi, festival perayaan mekarnya bunga sakura, seperti pada pesta hanami di Jepang, ditiadakan.

kartu ucapan musim semi dari HelloFresh yang bisa ditanam

Di bulan ini pula, tepat setahun saya bekerja dari rumah karena pandemi.

Kantor saya juga memberikan dukungan terhadap karyawannya dengan mengirimi beberapa hal ke rumah, yang menurut saya patut diapresiasi.

Pada Natal 2020 lalu, kantor mengirimkan bingkisan beserta ucapan selamat liburan menjelang natal ke rumah.

Sebelumnya lagi, pada musim semi beberapa pekan setelah pandemi tahun lalu, kantor mengirimkan surat yang berisi kepingan coklat berbentuk kelinci beserta kartu ucapan merayakan Hari Raya Paskah dan musim semi.

Tahun ini saya mendapat kiriman surat yang berbeda, yaitu sebuah kartu ucapan yang mana kartu tersebut bisa ditanam karena ada biji-biji tanaman yang tertanam di dalam kertas daur ulang tersebut.

Saya sendiri belum tahu hendak menanam di mana, mungkin saya akan menanamnya di taman belakang tempat tinggal saya.

Aktivitas Belanja

notifikasi promo Spring Sale dari Amazon

Karena lockdown, banyak toko-toko yang akhirnya tutup karena aturan pemerintah, membuat aktivitas belanja di toko yang biasanya menjadi aktivitas refreshing juga berkurang.

Namun tentu saja karena kebutuhan, aktivitas belanja secara daring pun meningkat tajam.

Di bulan Maret lalu, saya membeli jaket untuk persiapan musim dingin, karena ada diskon menjelang musim panas.

Salah satu cara untuk mendapatkan harga murah pakaian adalah berbelanja saat off season, dalam artian sesungguhnya.

Membeli jaket musim dingin pada musim panas karena biasanya ada diskon yang lumayan, juga sebaliknya, membeli kaos dan celana tipis musim panas pada musim dingin.

Toko pakaian biasanya menjual obral karena mereka hendak mengganti barang pajangan di toko sesuai dengan musim.

Jika di Indonesia, mungkin mirip dengan istilah cuci gudang, namun karena di Indonesia sepanjang tahun musimnya tidak berubah secara ekstrim, istilah seasonal sepertinya lebih mengacu ke musim hari raya.

membeli jaket peralihan musim

Sebagai orang tropis, jaket saya termasuk sedikit jumlahnya, karena selama di Indonesia, rasanya jaket jarang dipakai karena memang suhunya relatif hangat.

Sementara di sini, saya baru tahu ada istilah jaket peralihan, di mana biasanya suhunya belum begitu dingin atau begitu hangat, sehingga butuh jaket yang agak tipis namun tetap hangat.

Begitu pun saat musim dingin, jaket yang tebal dan hangat, rasanya menjadi benda wajib dimiliki setiap orang.

Itu pun saya sempat bingung karena ternyata jaket ada banyak ragam dan jenis, terutama material seperti jaket hard shell dan soft shell, juga bahan isolatornya seperti down jacket yang isolatornya terbuat dari bulu unggas yang tebal, hingga bahan isolator sintetis yang tipis namun hangat.

Karena saking banyaknya pilihan, terutama yang harganya ramah di kantong, saya pun membuat tabel perbandingan untuk memudahkan saya menentukan pilihan.

Dengan memanfaatkan Google Spreadsheet, saya menuliskan spesifikasi jaket lengkap dengan gambar, harga, dan tautan agar gampang dalam mengambil keputusan.

Rupanya cara yang saya anggap bodoh ini tidak terpikirkan oleh beberapa teman dan ada yang merasa terinspirasi dengan cara saya ini.

Dari sekitar 9 pilihan yang ada, akhirnya saya memilih membeli jaket berwarna kuning, agar mirip dengan tokoh Jonas Kahnwald dari serial Dark.

informasi material pada jaket Superdry

Pilihan saya jatuh ke jaket Superdry seri Fuji yang material bahannya terbuat dari hasil daur ulang 10 botol plastik.

Saya membeli jaket ini langsung dari situs resmi Superdry, sebuah merek fesyen bertema Jepang namun berasal dari Inggris.

Tidak diduga, meski jaketnya termasuk tipis, karena memang jaket peralihan, mengenakan jaket ini rasanya hangat dan nyaman sekali.

Material plastik hasil daur ulang botolnya cukup efektif menahan rasa dingin di sekitar suhu antara 0°C hingga 10°C.

Selain karena butuh, saya menganggap pembelian jaket ini adalah kado ulang tahun saya, karena kami tidak jalan-jalan tahun ini.

Biasanya setiap tanggal-tanggal istimewa, seperti hari ulang tahun saya atau istri, juga ulang tahun pernikahan, kami selalu merayakannya dengan jalan-jalan, atau minimal melakukan staycation di hotel.

Namun karena pandemi, kami tidak dapat bepergian, sehingga anggaran jalan-jalan kami alihkan ke pembelian barang.

Rupanya istri saya juga memberikan kado ulang tahun yang tidak saya sangka.

kado ulang tahun kaos bergambar Spongebob Squarepants

Kadonya sih sederhana, yaitu sebuah kaos bergambar Spongebob Squarepants favorit saya, lengkap dengan warna yang saya suka, kuning.

Saya memang menyukai serial kartun Spongebob Squarepants, karena menurut saya, cerita di serial kartun tersebut cukup menginspirasi.

Spongebob, tokoh utama serial itu menghadapi dunia orang dewasa dengan caranya sendiri, melihat sudut pandang dengan cara yang selalu “menyenangkan”, meski kadang bagi sebagian orang, cara pandangnya itu aneh, kekanak-kanakan, dan menyebalkan.

Oleh karena itu, saya ingin bisa memiliki cara pandang yang selalu menyenangkan, setidaknya untuk diri saya sendiri, dan saya bisa menikmati masa-masa dewasa saya dengan kekanak-kanakan, yang selalu penuh rasa ingin tahu, memikirkan masalah yang sederhana, dan gembira.

Lucunya, kaos tersebut bertuliskan, “it feels nice to do good” yang saya sangat sepakat dengan tulisan tersebut.

kaos Hacktoberfest lengkap dengan sticker dari para sponsor

Soal kaos, di bulan Maret juga saya menerima kaos hadiah dari acara Hacktoberfest yang saya ikuti pada bulan Oktober 2020 lalu yang diselenggarakan oleh penyedia layanan cloud DigitalOcean.

Ini adalah kaos kedua yang saya terima setelah mengikuti acara tahunan tersebut di tahun 2019 dan tahun 2020.

Selain kaos, saya juga mendapatkan banyak sekali sticker dari para sponsor.

Penyelenggaraan Hacktoberfest sendiri sempat menimbulkan kontroversi, karena banyak peserta yang melakukan spamming demi mendapatkan kaos.

Semangat Hacktoberfest untuk berkontribusi dalam dunia open source dicemari oleh orang-orang yang hanya menginginkan kaos.

Pihak penyelenggara akhirnya bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan baik, dan untungnya saya masih bisa mengikuti kegiatan tersebut meski saya baru sempat submit beberapa pull request di pekan-pekan terakhir.

Saya juga menerima kiriman hoodie hadiah dari GitLab, setelah saya mengikuti survei mereka sebelumnya.

Jalan-Jalan

minuman sahlep dari Turki di Hackescher Markt

Meski di era pandemi, saya sempat melakukan jalan-jalan singkat di seputaran Berlin.

Biasanya kami jalan-jalan ke taman atau tempat terbuka lainnya dan menghindari kerumunan.

Kami juga tidak bisa leluasa berjumpa atau bertemu dengan teman secara fisik, karena aturan lockdown secara tersurat menuliskan pembatasan jumlah orang yang bisa ditemui.

Meski begitu, kami beberapa kali mendatangi tempat keramaian, misalnya pasar di Hackescher Markt yang jauh terasa lebih sepi, karena butuh membeli jajanan.

Pasar Turki yang biasanya ramai baik dari jumlah pedagang dan pengunjung, kini jumlah pedagangnya pun ikutan sepi.

Untungnya pedagang sahlep, minuman khas Turki yang biasa berjualan di Hackescher Markt masih ada.

Minuman seharga 3€ per gelas tersebut terbuat dari susu, madu, vanila, kayu manis, dan tepung yang terbuat dari batang anggrek.

Teksturnya sendiri kental, yang untuk meminumnya harus menunggu saat yang pas.

Jika terlalu panas, minuman ini encer namun bisa membuat mulut terbakar, namun jika terlalu dingin, minuman jadi kental yang teksturnya jadi seperti bubur atau cream soup.

cabang baru The Alley di Wilmersdorf, Berlin

Selain Hackescher Markt, saya juga rela antre saat pembukaan cabang baru The Alley, minuman teh susu boba favorit saya pada 21 Maret 2021, yang populer di kalangan penggemar drama Korea.

Pada acara pembukaan cabang baru di Wilmersdorf, yang lokasinya lebih mudah dijangkau dari tempat tinggal saya tersebut memberikan kesan tersendiri.

Selain diskon sebesar 50% untuk maksimal pembelian 2 produk, ada program undian bagi pengunjung yang beruntung di hari itu, dengan hadiah utama iPhone 12 Pro.

Saya pun rela ikut antre di siang yang dinginnya mencapai 4°C tersebut selama 1 jam sebelum bisa membawa pulang minuman favorit saya tersebut, bahkan melakukan live tweet.

Memang luar biasa sekali antrean di The Alley, saya yang jika di Jakarta sudah sangat malas melihat antrean, ini saya kok ya rela antre sepanjang itu.

Malamnya, akun Instagram The Alley menyiarkan acara pengundian secara langsung, yang acara pengundiannya tipikal Jerman, langsung tanpa banyak sambutan atau acara tidak penting.

kupon undian pembukaan cabang baru The Alley

Saya membayangkan jika di Indonesia, mungkin acaranya bisa lama karena setiap kali ada pengundian hadiah, akan diselingi dengan hiburan atau pejabat yang mengambil nomor yang beruntung.

Dari 2 hari masa promo undian, peserta undian The Alley, yaitu yang datang dan membeli minuman di hari itu mencapai 1.500-an orang, padahal The Alley hanya buka dari jam 12:00 hingga jam 20:00.

Lalu bagaimana dengan nasib undian saya?

Tentu saja saya tidak pernah beruntung memenangkan undian, meski sebenarnya saya lebih berharap mendapat hadiah hiburan berupa bonekanya daripada memenangkan iPhone 12 Pro.

Menulis Ulasan

paket berisi gawai yang siap diulas

Di bulan April ini, rasanya ada banyak harapan dan hal-hal baik lainnya yang semoga terwujud.

Seperti Didut bilang dalam tulisannya, di bulan April saya ingin menulis lebih banyak tentang gadget dan perangkat.

Saya sangat menikmati mengulik dan mengulas gadget alias gawai, lalu membagikan pengalaman saya yang mana siapa tahu bisa menjadi pertimbangan ketika suatu saat membutuhkan gadget tersebut.

Blog saya pilih sebagai media, meski biasanya ulasan begini memang ramai di Youtube, karena selain saya tidak pandai menyunting video, blog menurut saya masih cukup efektif menjadi salah satu media informasi.

Saya tidak berharap jadi semacam tech blogger, karena tujuan saya membagikan ulasan murni hasil dari pengalaman saya.

Memang ada beberapa tulisan ini yang berbayar, namun saya berusaha untuk subyektif, terutama jika saya bisa mencoba sendiri benda tersebut.

Saya sudah memiliki beberapa material untuk ditulis di kategori ulasan, namun lagi-lagi urusan kesibukan membuatnya tertunda.

Semoga saya bisa mewujudkan keinginan saya menulis ulasan yang selain menjadi dokumentasi pribadi saya, siapa tahu bisa berguna.

Jika saya merasa sudah terlalu lama atau tidak lagi relevan, mungkin saya akan mengurungkan niat publikasi tulisan tersebut, seperti saat saya berniat mengulas ponsel Google Pixel 3a yang akhirnya tidak jadi saya publikasikan karena terlalu lama berada di daftar draft dan sudah tidak lagi relevan.

Tentu saja, kesempatan di-endorse oleh brand menjadi sangat kecil karena saya tidak berdomisili di Indonesia, meski saya tidak menutup peluang untuk kerja sama dengan cara yang berbeda.

Pengembalian Pajak

aplikasi Wundertax memudahkan dalam urusan pajak

Bicara pendapatan, bulan Maret lalu saya juga berurusan dengan laporan pajak.

Bedanya, saya dengan senang hati melakukan pelaporan pajak karena saya berharap bisa mendapatkan pengembalian uang pajak.

Dokumen laporan pajak yang saya dapat juga tidak kalah rumit dengan dokumen SPT di Indonesia, ditambah seluruh dokumen berbahasa Jerman.

Secara resmi dan legal, seluruh dokumen memang harus berbahasa Jerman dan tidak ada terjemahan dalam Bahasa Inggris.

Untungnya ada layanan yang memudahkan proses pelaporan pajak ini, tentu dengan membayar dengan jumlah yang murah bila dibandingkan dengan hasil yang didapat dari pengembalian pajak.

Semasa pandemi dan bekerja dari rumah, saya harus menyiapkan sudut kerja saya yang mana saya harus membeli beberapa perangkat pendukung pekerjaan saya.

Benda-benda pendukung pekerjaan seperti monitor, mouse, headphone, printer, hingga iPad yang digunakan istri saya untuk mengikuti sekolah integrasi, uang pajak yang dibayarkan saat membelinya bisa diklaim untuk dikembalikan.

Tentu saja nilainya lumayan, karena memang aturan perpajakan di Jerman, benda-benda yang bersifat produktif bisa dikembalikan pajaknya, karena pajak penghasilannya lumayan besar, bisa sampai 45% seusai dari kelas pajaknya.

Sementara PPN (pajak pertambahan nilai) atau VAT (value added tax) di Jerman besarnya 19%.

Dibandingkan di Indonesia, pajak penghasilan bisa mencapai hingga 30% dan PPN-nya 10%.

Harapan

Demikian beberapa hal yang saya alami di bulan Maret, yang rasanya terlalu banyak yang ingin saya tulis namun tidak sempat.

Harapan saya ke depan tentu semua diberikan kesehatan dalam menjalani masa-masa pandemi penuh tantangan ini.

Tentu saja, saya ingin meluangkan waktu untuk blog ini, karena blog sebenarnya salah satu hobi saya untuk refreshing dari kesibukan pekerjaan.

Namun yang namanya hobi, kadang harus mengalah jika ada hal lain yang lebih penting.

Sampai jumpa di tulisan blog berikutnya!

8 responses
  1. Gravatar of Bayu Kurniawan
    Bayu Kurniawan

    Baca ini dari atas smpe bawah udh ngumpulin beberapa pernyataan dan pertanyaan yang bakal aku tulis di komen.. tapi pas giliran udh smpe box komenn.. “ehh mau ngetik apa tadi…” 😆😆…
    Tapi let’s try..

    Haaaa Mas Zam seru banget bacanya. Yah walaupun kondisi disana yang ternyata masih lockdown pasti bikin semua orang kesusahan. Pemerintah juga pastinya, udah mikirin warga, mikirin ekonomi, endebla-endebla yang berasa nggak ada ujungnya.
    Emng yah satu2nya cara buat melewati semua ini adalah dengan saling peduli dan saling percaya. Tapi kenapa masih ada aja kelompok2 yang berusaha mencari keuntungan di situasi yang sedang kacau balau ini. Di Indonesia pun seperti itu.. hmm 🙄

    Btw, skrang aku baru nggeh DST ternyata begitu cara mainnya 😅. Soalnya yg dijelasin sama Mas Zam yg di email, aku kaya yang ngawang2 gtu ngebayanginnya gimnaa.. ternyata perubahannya blekk.. 1 jam. Kaya magic.. wkwk

    Jaket peralihan yah.. 🤣 aku pun baru dnger.. dan hebat banget itu jaket.. daur ulang botol plastik jadi material jaket.. kerennya udah kelewat keren ini mah. 😄

    Ahhh setuju banget kalau spongebob tuh keren. Pengen juga bisa lihat dan menjalani kehidupan dengan kacamata spongebob. Pasti adem banget ini hati sama otak..

    Duhh ngomongin pajak, jadi ingat kejadian kemarin pas lapor SPT. Astaga ribett banget.. nggk bisa diiunput2. Nggak paham saya. Jadi nyerah deh.. mau nyoba lagi sepertinya maret kemarin udh penutupan. Yah bayar denda lagi 😂😂.

    Btw sehat selalu buat Mas dan keluarga.. stay safe yah..

  2. Gravatar of Didut
    Didut

    Soal pandemi ini dan penanganannya menurutku langkah pertama yang diambil sewaktu virus ini ada akan sangat berpengaruh sekali. Kita bisa lihat perbedaan NZ dan ID hahahaha

    Dan eropa ini walaupun cukup strict tapi tidak seketat NZ dan Cina dulu itu, tentu banyak faktor yang berpengaruh tapi ya memang langkah awal yang diambil menentukan kondisi saat ini.

    Lumayan iri melihat teman di AU yang sekarang sudah bisa cukup ‘bebas’ ke mana-mana tanpa menggunakan masker (walaupun mnrtku resikonya tetap masih ada).

  3. Gravatar of Peri Kecil Lia 🤸🏻‍♀️
    Peri Kecil Lia 🤸🏻‍♀️

    Wkwk sama kayak Bayu, udah baca sampai habis terus lupa mau komentar apa aja tadi 🤣
    Kalau gitu ingin ucapin selamat ulang tahun aja untuk Kak Zam 😁 semoga panjang umur dan sehat selalu. Jadi Kak Zam piscesian atau ariesian? 🤣

  4. Gravatar of Rd
    Rd

    keren sekali bisa bikin rekapan sedetil ini, kang.
    Saya mah boro-boro, posting aja males utk baca ulang, kecuali ada kalimat atau kata yg bener-bener mengganggu haha. Salute, kang!

  5. Gravatar of fanny_dcatqueen
    fanny_dcatqueen

    Haahhh, masker medis dianggab ga efektif ya mas? Masker kn95 di sini lumayan mahal. Soalnya aku skr ini udh ga pake masker kain. Jd tiap bulan pasti nyetok masker medis utk serumah. Apalagi suami tiap HR pasti ke kantor akhir2 ini. Jd kalo tiap HR nyetok kn95 lumayan tuh budgetnya 😀

    Jujurnya yaa, aku LBH bgs nyetok vitamin ato suplemen penguat imun yg bagus, drpd utk masker kn95. Alhamdulillah sih, nth Krn rutin tiap HR konsumsi suplemen, sekeluarga ga prnh sakit selama pandemi. Even pas kami positif, itu juga tanpa gejala samasekali. Jd ga menyebabkan apa2.

    Aku paling suka mas beli peralatan winter pas sdg traveling. Biasanya beli di Jepang. Krn aku selalunya ke Jepang pas February. Di mana itu udh bulan2 mereka diskon gede utk winter gear nya :D. Apalagi kualitas bagus2, dan murah bangettttt. Ga mungkin dpt hrg segitu kalo beli di indonesia sih 😀 . Ato kalo ga sempet beli sana, UNIQLO selalu diskon winter gear nya tiap Desember hahahaha. Lumayan, utk jaket2nya ..:p

  6. Gravatar of Phebie |Essentialist 🍿
    Phebie |Essentialist 🍿

    Wow baru tahu yang tentang masker.
    Info yang menarik. Masnya kalau bikin blogpost sangat panjang dan detail ya. Kaya foto-foto juga. Kita jadi bisa nyangkut ke banyak topik unik…

  7. Gravatar of Ekalagi
    Ekalagi

    Woooow detil bangeeeet. Btw hebat diniatkan seminggu sekali ya, aku mood-mood-an banget. Lol

Tinggalkan Balasan

This article has been published on 6 April 2021 (6 bulan ago). The information provided here might not be accurate.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.