Masker Koziol Hi Community, Solusi Kacamata Berembun!

7 minutes

Sejak pandemi Covid-19 ini, masker menjadi salah satu barang kebutuhan yang harus dimiliki.

kacamata berembun saat menggunakan masker

Namun sebagai pemakai kacamata, menggunakan masker menimbulkan masalah tersendiri, yaitu kacamata menjadi berembun karena uap nafas yang lolos di sela-sela hidung.

Saya sudah mencoba berbagai cara untuk mengatasi masalah ini, dengan melakukan life hack, macam menggunakan selotip, mengganjal bagian hidung dengan bantalan tisu, dan sebagainya.

Meski cara-cara tersebut bisa dibilang manjur, namun saya merasa ada sesuatu yang salah dengan desain masker yang ada.

Masker kain atau masker bedah yang biasa dibeli dengan murah, juga kadang membuat nafas saya terasa sesak.

Belum lagi efektivitasnya menangkal berbagai partikel, masker kain tentu tidak seefektif masker bedah, yang mana masker bedah juga bisa menimbulkan masalah, yaitu sampah.

postingan Instagram tentang masker Koziol

Saya bertanya-tanya, kenapa tidak ada masker yang bisa mengatasi masalah ini, terutama mencegah uap lolos dan membuat kacamata buram, dan ramah lingkungan.

Hingga suatu saat istri saya sedang menjelajah Instagram, menemukan ada penjual masker yang menurut deskripsinya tidak membuat kacamata berembun.

Masker ini diproduksi oleh Koziol, sebuah produsen perkakas dapur dan alat makan (kitchenware) dari Jerman, yang sering memenangkan penghargaan soal desain.

Istri mendapatkan informasi soal masker ini dari sebuah postingan dari Ankerpunkt, sebuah toko online yang menjual masker ini dengan diskon.

Ankerpunkt merupakan toko online yang mengkhususkan diri menjual barang-barang buatan Jerman, terutama pengrajin dan usaha-usaha kecil Jerman.

Tanpa pikir panjang, kami langsung membeli masker tersebut lewat Ankerpunkt, dengan harga 17,90€ untuk yang satuan, karena ingin mencoba dahulu.

Rupanya masker satuan sudah tidak ada lagi di Ankerpunkt, di mana yang dijual sekarang di situs itu yang bundled berisi 3 buah, yang bila dihitung-hitung memang lebih murah.

Masker satuan masih tersedia di situs Koziol, namun harganya agak lebih mahal dibandingkan dengan di Ankerpunkt.

Masker Koziol Hi Community

kemasan masker Koziol Hi Community

Masker dipesan pada tanggal 17 Juni 2020, dan barang sampai ke rumah melalui kurir DHL pada tanggal 20 Juni 2020.

Kotak kardus Koziol dibungkus lagi oleh sebuah kemasan kardus berwarna putih yang berisi alamat tujuan kami.

Desain kemasan kardusnya cukup menarik, penuh dengan warna dan tidak terkesan kaku.

Setelah kardus dibuka, masker yang terbungkus plastik langsung terlihat.

Selain masker, ada sebuah lembaran panduan dalam Bahasa Jerman, Inggris, Prancis, dan Spanyol.

Panduannya cukup lengkap dan informatif serta bergambar.

tiga lapisan masker Koziol Hi Community

Maskernya sendiri terdiri dari 3 lapisan, lapisan luar, lapisan penapis (filter), dan lapisan dalam.

Kedua lapisan ini terbuat dari silikon lembut yang bisa dicuci dengan sabun atau menggunakan mesin pencuci piring, karena memang pada dasarnya silikon yang digunakan merupakan silikon untuk perangkat makan.

Bagian luar masker, karena saya membeli lewat Ankerpunkt, terdapat tulisan dan logo dari si toko, hitung-hitung promosi.

Untuk mesin pencuci piring, masker ini bisa dicuci dengan air panas minimal bersuhu 60°C dan bisa dikeringkan tanpa diputar (spin-dry).

Lapisan dalam yang terkena kulit terasa lembut dan tidak membuat kulit iritasi.

Sementara penapisnya selain bisa membeli lewat situs Koziol atau Ankerpunkt, bisa juga membeli penapis N95 di Amazon, namun perlu menyesuaikan ukurannya alias dipotong.

panduan penggunaan masker Koziol Hi Community

Selain penapis khusus, jika terpaksa, penapis ini bisa diganti dengan bahan breathable semacam kain, tisu, atau kapas, namun tentu saja tidak seefektif menggunakan penapis khusus.

Karetnya menggunakan karet biasa, yang sekilas mirip dengan karet yang digunakan untuk karet pakaian, namun elastisitasnya tidak terlalu keras dan tidak terlalu longgar.

Menurut saya karet ini bisa saja diganti dengan karet lain, misal jika hilang atau putus.

Karet ini cukup panjang dan dipakai dengan cara memasukkan ke bagian samping masker untuk mengunci, lalu dililitkan ke belakang kepala, dan diikat.

Ukuran masker ini juga menurut saya pas, menutupi hidung dan mulut saya dengan sempurna dan tidak menyebabkan rasa sesak, meski rasanya masker menutup rapat.

menggunakan masker Koziol Hi Community

Mungkin karena ada rongga di bagian mulut dan udara keluar lewat bagian lubang yang ada di bagian depan.

Benar saja, saat menggunakan masker ini, kacamata saya tidak berembun, karena uap nafas tidak bisa lolos melalui sela-sela hidung dan pipi, karena silikon masker menutup rapat.

Masker ini memiliki sertifikasi dalam urusan sosio-ekonomi dan keberlangsungan lingkungan hidup dari Gesicherte Nachhaltigkeit, SMETABureau Veritas, ISO 9001 TÜV SÜD, dan SEDEX.

Meski begitu, masker ini tidak tersertifikasi FFP (Filtering Face Piece), yang artinya meski masker ini bisa melindungi alat pernafasan, namun tidak ada sertifikasi yang menjamin perlindungan dari virus atau partikel-partikel kecil, seperti pada masker profesional khusus.

Namun untuk perlindungan, rasanya menurut saya cukup, toh masker kain dan bahkan masker bedah yang dijual umum juga tidak menjamin dari masuknya virus dan partikel kecil.

Koziol juga menyatakan bahwa masker ini tidak menggantikan rekomendasi WHO tentang usaha perlindungan dari virus, seperti tetap menjaga jarak minimal 1,5 meter dan mencuci tangan dengan sabun.

9 responses
  1. Gravatar of Antyo®
    Antyo®

    Nah ini yang saya pelukan!
    Selama ini saya pikir hanya orang di negeri tropis lembap yang mengalami, terutama saat berjalan kaki, tapi oh ternyata di negeri Utara juga.

    Embun di kacamata karena embusan napas itu sama mengganggunya dengan embun setelah keluar dari mobil ber-AC.

  2. Gravatar of Bara Anggara
    Bara Anggara

    wah orang yang ngga berkacamata can’t relate nih.. untuk style oke juga maskernya, cuma untuk perlindungan yg lebih baik blm bisa menggantikan masker sensi yaa? 😀

    -traveler paruh waktu

  3. Gravatar of deddyhuang.com
    deddyhuang.com

    kayaknya bakal kepake banget buat kita yang kacamata. Bentuk masker ini menyesuaikan sama lekuk hidung pula 😀

  4. Gravatar of Fanny_dcatqueen
    Fanny_dcatqueen

    Waaahhh kok aku jd pengen nih beli maskernya :D. Kalo dikirim ke indo tp deliverynya yg mahal yaaak :D. Jd pengen kontak sepupuku yg tinggal di Berlin, nitip beli . Tp lagi begini ntah kapan dia pulang ke Indonesia -_-.

    Aku suka maskernya Krn dr bahan silikon itu mas. Jd kayaknya berasa mantep aja dr tebelnya dan kerapatan :D.

  5. Gravatar of Anggie
    Anggie

    Akhirnya beli juga, haha.. Satu masalah selesai, tinggal masalah kedua gimana caranya supaya kacamata ga berembun pas masuk ruangan saat musim dingin 😀

  6. Gravatar of morishige
    morishige

    Masalah embun ini juga saya alami pas pakai helm, Mas Zam. Sekitar 10 menit berkendara, kalau penutup helm diturunkan, mesti mengembun karena uap lolos lewat sela-sela masker. Pas berhenti di bangjo mesti penutup helm selalu tak buka. 😀 Menarik juga nih kayaknya. Kali aja ada masker dengan teknologi sama di Indonesia. 😀

  7. Gravatar of Daeng Ipul
    Daeng Ipul

    Hahaha masalah umum orang berkacamata di musim pandemi…
    untungnya saya tidak banyak berkegiatan di luar ruangan, jadi tidak perlu sering2 pakai masker

  8. Gravatar of Zizy Damanik
    Zizy Damanik

    Masker begini nih yang bener.
    Repot banget memang dikit2 berembun. Kalau kacamata dicopot, gak bisa baca dengan jelas.
    Coba nanti sy cari deh di ecommerce sini. Semoga ada.

Tinggalkan Balasan

This article has been published on 20 Juni 2020 (4 bulan ago). The information provided here might not be accurate.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.