Menikmati Mekarnya Sakura di Berlin, Jerman

Tidak hanya di Jepang, festival menikmati mekarnya bunga sakura juga bisa dilakukan di Berlin, Jerman.

Meski jenis sakura yang di Jerman berbeda dengan jenis sakura di Jepang, lebih ke pohon ceri, namun suasana dan kemeriahannya sama.

Festival yang memang khas ala Jepang ini memang tak lepas dari peran serta Jepang pada sejarah penyatuan kembali Jerman.

Sejarah Pohon Ceri (Sakura) di Berlin

pohon ceri sakura (yaezakura)
pohon ceri sakura (yaezakura)

Saat Jerman Barat dan Jerman Timur bersatu pada tahun 1990, jaringan televisi Asahi, Jepang, meluncurkan penggalangan dana dari warga Jepang untuk menyumbangkan pohon ceri (sakura).

Bunga ceri (sakura) yang berwarna merah muda ini memang menjadi lambang perdamaian dan kesatuan.

Dana yang dikumpulkan oleh TV Asahi mencapai saatu itu 140 juta Yen, yang setara dengan 1 juta Euro, yang kemudian digunakan untuk membeli 9.000 batang pohon ceri untuk ditanam di Berlin dan Brandenburg.

Jenis pohon yang ditanam di Berlin dan Brandenburg adalah jenis Yaezakura (cherry blossom) yang mempunyai mahkota bunga berlapis sehingga lebih kokoh dan cantik.

Pohon ceri pertama hasil sumbangan ini ditanam pertama kali pada November 1990 di sekitar Jembatan Glienicker, jembatan yang dikenal sebagai perbatasan Jerman Timur dengan Berlin Barat dan dikenal dengan jembatan mata-mata (the bridge of spies).

Jembatan Glienicker juga menjadi simbol penyatuan kembali Jerman.

Pohon-pohon ceri hasil sumbangan masyarakat Jepang ini ditanam di hampir seluruh penjuru kota, di bawah tanggung jawab dinas pertamanan kota.

Lokasi-lokasi penanaman pohon pun banyak juga dilakukan di taman, bekas-bekas jalur tembok Berlin, rumah sakit, sekolah, perkantoran, hingga makam.

Pada 9 November 2010, delapan pohon ceri terakhir hasil sumbangan ini ditaman di taman Platz des. 9 November 1989 dan dibuka untuk umum.

Meriahnya Japanisches Kirsblütenfest Hanami 2019

pengunjung Kirschblütenfest Hanami 2019t
pengunjung Kirschblütenfest Hanami 2019t

Kami mendatangi festival yang diadakan hanya satu hari, pada 28 April 2019.

Festival yang ke-18 ini bertempat di Berlin Mauerweg Teltow (Lichterfelde), yang dulunya jalur tembok Berlin.

Acara festival sendiri dimulai pada jam 13:00 hingga jam 18:00.

Kami datang ke tempat ini menggunakan S-Bahn nomor S25 dengan tujuan Teltow dan turun di Lichterfelde Süd, kemudian dilanjut jalan kaki selama 15 menit dengan mengikuti petunjuk yang dipasang oleh panitia.

Begitu kami tiba sekitar pukul 15:30, suasana sudah ramai penuh dengan manusia.

Orang-orang berkumpul mengerumuni penjual makanan, mulai dari aneka kuliner Jepang hingga makanan khas Jerman.

Petugas pemadam kebakaran yang bertugas pun tak mau kalah dengan berjualan burger dan sosis (wurst).

penampilan grup musik Shamisen Berlin e.V.
penampilan grup musik Shamisen Berlin e.V.

Terdapat sebuah panggung yang menampilkan berbagai acara. Saat kami datang, sebuah grup musik dari komunitas Shamisen Berlin e.V. memainkan lagu-lagu dengan menggunakan alat musik shamisen.

Di area ini terdapat sekitar 1.100 pohon ceri yang ditanam memanjang, mengikuti jalur bekas tembok Berlin.

Kami akhirnya memilih sebuah tempat di bawah pohon ceri untuk duduk dan memakan bekal yang kami bawa dan gyoza yang kami beli di sebuah lapak pedagang di sini.

Namun karena suasana terlalu ramai, kami akhirnya memutuskan pindah ke taman Platz des. 9 November 1989 di Bornholmer Straße untuk lebih bisa menikmati bunga sakura.

Artikel ini dipublikasikan pada 10 Mei 2019, sekitar 1 bulan yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Belum ada tanggapan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.