Mengurus Pengembalian Pajak di Jerman dengan Wundertax

Sebagai wajib pajak, saya berhak untuk mendapatkan pengembalian pajak (Steuerklärung) dari pemerintah Jerman dengan cara mendeklarasikan beberapa pengeluaran yang dianggap mendukung produktivitas.

logo Wundertax
logo Wundertax

Beberapa pengeluaran yang bisa dianggap mendukung produktivitas dan bisa diklaim untuk dikembalikan, antara lain ongkos transportasi ke tempat kerja, pembelian alat-alat bantu pekerjaan, pembelian buku-buku dan biaya seminar atau pelatihan, dan lain sebagainya.

Pajak di Jerman sendiri bisa mencapai hingga 40%, tergantung kelas pajaknya, di mana lajang terkena beban pajak terbesar, sementara jika menikah, kelas pajaknya berbeda dan membayar pajak lebih rendah.

Misal seseorang terkena pajak 40%, dan harus bekerja ke kantor sejauh 20 KM pulang-pergi, berhak mendapat subsidi alias pengembalian uang pajak sebesar 30 sen per kilometer sekali jalan.

Jika jam kerja orang tersebut adalah 220 hari selama setahun, maka ia berhak mendapat subsidi sebesar sebesar 1.320€ (220 hari × 20 KM × 0,30€), dan karena pajaknya 40% maka ia mendapat pengembalian pajak sebesar 528€ (40% dari 1.320€).

struk pembelian barang produksi
struk pembelian barang produksi

Begitu juga dengan pembelian buku, komputer, atau alat pendukung lainnya. Misal pembelian buku, komputer, atau alat pendukung lain seharga 800€, maka ia berhak mendapat pengembalian pajak sebesar 320€ (40% dari 800€).

Intinya, seluruh pengeluaran yang mendukung produktivitas bisa diklaim dan pajaknya dikembalikan.

Pengembalian pajak bisa dilakukan setiap tahun mulai tanggal 1 Januari hingga 31 Juli setiap tahun untuk masa pajak sebelumnya.

Ada tiga cara untuk mengurus pengembalian pajak, yang pertama adalah mengisi formulir dari kantor pajak secara online, menggunakan konsultan pajak, dan menggunakan aplikasi pihak ketiga.

Cara pertama bisa dilakukan menggunakan formulir dari ELSTER, di mana cara ini tidak dipungut biaya, namun harus mengerti Bahasa Jerman dan mengisi formulir yang cukup membingungkan.

aplikasi ELSTER
aplikasi ELSTER

Saya mendaftar dan membuat akun ELSTER niatnya bisa mengurus pengembalian pajak dengan cepat, malah pusing sendiri.

Pilihan kedua, menggunakan jasa konsultan pajak jika pengembalian pajak yang hendak diklaim terlalu rumit, misal pekerja mandiri atau pemilik perusahaan.

Selain menggunakan jasa konsultan pajak yang mahal, juga bisa menggunakan jasa pengurus pengembalian pajak (Lohnsteuerhilfvereine), semacam calo resmi, yang biayanya bisa mencapai 120€.

Namun tentu saja, menggunakan jasa tersebut memerlukan kemampuan berbahasa Jerman, walau kemungkinan ada juga konsultan yang bisa berbahasa Inggris.

Saya sendiri akhirnya memutuskan menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk mengurus pengembalian pajak, karena selain mudah, aplikasi ini menyediakan layanan berbahasa Inggris.

Setidaknya ada 3 aplikasi pihak ketiga yang biasa digunakan ekspatriat di Jerman, yaitu Wundertax, Taxfix, dan SteuerGo.

Perbedaan paling terasa adalah fitur simulasi perhitungan pengembalian pajak, kemudahan pemakaian (tampilan antarmuka aplikasi), dan harga layanannya.

Wundertax mematok harga 34,90€ per pengembalian pajak, Fixtax mematok 34,99€, dan SteuerGo 29,95€.

Dari ketiga aplikasi ini, saya memilih Wundertax, karena selain harganya terjangkau, antarmuka aplikasinya juga mudah.

Awalnya saya mencoba SteuerGo karena murah, namun karena membingungkan, saya kemudian memutuskan menggunakan aplikasi Wundertax.

Taxfix karena paling mahal, meski terpaut hanya 9 sen, namun Wundertax memiliki paket 3 kali pengembalian pajak seharga 84,90€ dan paket 4 kali pengembalian seharga 104,40€, sehingga lebih hemat.

Menggunakan Wundertax

menggunakan aplikasi Wundertax
menggunakan aplikasi Wundertax

Saya mendaftar melalui aplikasi Wundertax, dengan mengisi alamat surel dan mengaktifkannya dengan mengklik tautan yang dikirim.

Kemudian saya mengisi formulir pengembalian pajak melalui situs Wundertax, karena beberapa dokumen yang dibutuhkan ada di MacBook Pro.

Saya melakukan klaim pengembalian pajak ini pada 19 Januari 2020.

Tampilan Wundertax sangat sederhana, di mana setelah masuk langsung ditanya hendak melakukan klaim pengembalian pajak tahun berapa.

Wundertax mendukung pengembalian pajak hingga 4 tahun ke belakang, di mana pada saat ini dari tahun 2019, 2018, 2017, dan 2016.

Informasi yang harus diisi antara lain data diri, informasi pendapatan yang bisa dilihat dari slip gaji, dan yang paling penting, bukti pemotongan pajak (Lohnsteuerbescheinigung).

Saya juga bisa menggabungkan klaim pengembalian pajak istri saya dengan memilih opsi penggabungan deklarasi pajak, karena istri saya saat ini tidak bekerja.

Setelah mengisi informasi pemasukan, Wundertax langsung melakukan perhitungan besaran pengembalian pajak berdasar informasi pajak dan pemasukan saya.

Wow, hasilnya cukup lumayan, nilainya bisa mencapai lebih dari 500€ hingga 1.000€.

Pengeluaran yang mendukung produktivitas juga akan ditanya, termasuk jika sedang mencari pekerjaan, bisa melakukan klaim biaya saat melakukan wawancara pekerjaan, biaya telekomunikasi yang dilakukan saat mencari pekerjaan atau bekerja, dan biaya seminar atau pelatihan ketenagakerjaan.

Jika pengeluaran ini tidak lebih dari 110€, tidak perlu mengisi apa pun, karena secara otomatis sistem akan menghitungnya, namun jika lebih maka pengeluaran ini harus dideklarasikan.

Bagian ini sangat penting untuk pekerja lepas (freelancer) untuk menghitung pengeluaran yang digunakan saat bekerja, misal sewa tempat atau co-working space, biaya listrik, internet, dan sebagainya.

Tentunya dokumen pendukung, misal tagihan atau struk pengeluaran harus disiapkan.

Biaya transportasi ke tempat kerja juga dimasukkan ke aplikasi ini, seperti yang saya tulis sebelumnya, besarannya 0,30€ (30 sen) per kilometer.

Yang menyenangkan, biaya-biaya lain semacam biaya pengasuhan anak, misal menyewa asisten rumah tangga, biaya renovasi rumah, biaya perawatan kesehatan yang tidak ditanggung asuransi, juga bisa dimasukkan untuk dikembalikan pajaknya.

Bahkan biaya saat pindah ke Jerman, terutama untuk ekspatriat, bisa juga dimasukkan untuk kemudian diklaim.

pengembalian pajak menggunakan Wundertax
pengembalian pajak menggunakan Wundertax

Langkah terakhir adalah memasukkan informasi untuk kantor pajak, yaitu nomor pokok wajib pajak (Steuernummer) dan nomor pajak (Steuer-ID), dan akun bank yang nantinya digunakan untuk menerima uang pengembalian pajak.

Untuk mengirim dokumen yang sudah diisi ini ke kantor pajak, Wundertax akan meminta ongkos pembayaran sebesar 34,90€ per pengiriman dokumen pengembalian pajak.

Jika tidak ingin mengeluarkan uang, draft dokumen pengembalian pajak dalam Bahasa Jerman ini bisa diunduh untuk kemudian mengisi sendiri formulir dari ELSTER juga bisa, namun karena saya tidak ingin pusing, saya membayar saja.

Metode pengirimannya pun ada dua cara, pertama secara online, di mana saya harus mengunggah bukti identitas (paspor) dan catatan kependudukan (Anmeldung).

Cara kedua dengan cara mengunduh dokumen yang disediakan Wundertax, menyetaknya, menandatangani, dan mengirimkan dokumen ini ke kantor pajak lewat pos.

Saya memilih cara online, karena saya tidak ingin pusing dengan urusan cetak mencetak dan menghemat kertas.

Wundertax akan melakukan verifikas data, sebelum akhirnya mengirim ke kantor pajak.

Setelah dokumen dikirim, saya perlu menunggu hingga 10 pekan untuk menerima uang pengembalian pajak saya.

Saya memilih paket 3 kali pembayaran karena saya bisa menghemat hingga 19,80€ karena saya melakukan klaim 2 kali, pertama tahun 2018 dan kedua tahun 2019.

Biaya Wundertax ini nantinya bisa diklaim lagi untuk pengembalian pajak di tahun pajak berikutnya.

Menerima uang Pengembalian Pajak

Dalam waktu sekitar dua pekan, kantor pajak akan mengirimkan surat melalui pos yang berisi konfirmasi jumlah uang yang akan dikembalikan.

Angka yang tertulis di surar tersebut sama dengan angka yang muncul di aplikasi Wundertax, namun ada potongan sekian sen yang digunakan untuk keperluan sosial.

Selang beberapa hari setelah menerima surat, uang pengembalian pajak masuk ke rekening bank saya.

Artikel ini dipublikasikan pada 25 Januari 2020, sekitar 3 minggu yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Ada 3 tanggapan
anton 27 Januari 2020 23:35 WIB

wah enaknya

pinggirkali 4 Februari 2020 21:32 WIB

wah, sampeyan rajin mas
biyasane kulo mepet 😛

Muhammad Zamroni 5 Februari 2020 01:27 WIB

jangan suka mepet-mepet, nanti repot

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.