Menggunakan Mouse Logitech MX Master AMZ (versi Amazon)

19 minutes

Masih berkutat soal pernak-pernik kantor, karena selama pandemi ini kemungkinan besar saya akan lebih banyak bekerja dari rumah, maka saya terus membuat nyaman sudut kerja saya.

iklan Amazon Prime Day di Instagram Story

Setelah membeli monitor Philips 245B1/00, saya kembali tergoda oleh Amazon, apalagi pada tanggal 13 hingga 14 Oktober 2020, ada Amazon Prime Day.

Amazon Prime Day ini adalah hari di mana beberapa barang didiskon, namun hanya didapatkan oleh pelanggan Amazon Prime.

Awalnya saya hanya melihat-lihat, karena seperti program promosi lain seperti flash sale di toko online di Indonesia, biasanya barangnya tidak menarik atau tidak saya butuhkan.

Saya sebenarnya lebih menunggu Black Friday, yang biasanya harga yang ditawarkan juga gila-gilaan diskonnya, tidak hanya di toko online tapi juga di toko fisik.

Namun Amazon Prime Day tahun ini juga cukup menggiurkan, apalagi karena saya berlangganan Amazon Prime, saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan.

Untungnya, beberapa barang yang saya incar dan sudah masuk ke wish list saya tidak diskon, sehingga saya tidak terlalu kalap.

Celakanya, saya justru kepincut oleh barang yang awalnya tidak saya butuhkan, salah satunya saat melihat bagian aksesoris komputer dan perkantoran.

Saya melihat mouse Logitech MX Master AMZ (versi Amazon) didiskon hingga hampir 40%, siapa yang tidak tergoda?

kuitansi pembelian mouse Logitech MX Master AMZ dari Amazon

Harga aslinya sekitar 74,99€ didiskon menjadi 46,99€ membuat saya tidak ragu memasukkan ke dalam keranjang belanja.

Sungguh berbahaya sekali ini membuka halaman promo Amazon, terutama di malam hari.

Saya melakukan checkout ini awal-awal promo mulai, sekitar pukul 01:00.

Tak mau rugi, saya lalu mencari-cari barang promo lain yang sekiranya menarik karena tak mau rugi di ongkos kirim yang gratis.

Untungnya, atau sialnya, saya tidak menemukan produk lain yang menarik untuk saya masukkan ke keranjang belanja, karena produknya tidak terlalu saya minati.

Namun untuk mouse ini, saya merasa ini good deal, karena mouse seri MX ini, meski produk lawas, sekitar 5 tahun lalu, masih termasuk jajaran mouse terbaik di kelasnya.

Buat saya, prinsip “menyesal membeli lebih baik daripada menyesal tidak membeli” adalah sesuatu yang perlu ditegakkan.

Tentunya sebelumnya saya juga mempertimbangkan matang-matang, dan keputusan pun sudah bulat, kapan lagi ada kesempatan seperti ini?

Kenapa Membeli Mouse?

posisi tangan saat menggunakan trackpad

Memang sejak menggunakan MacBook Pro sekitar 7 tahun lalu, saya tidak pernah lagi menggunakan mouse karena trackpad MacBook Pro sudah sangat nyaman dan menyenangkan.

Namun sekarang saya merasakan lama-lama capek juga menggunakan trackpad karena posisi tangan saya yang agak miring saat harus mengetik dan menggerakkan cursor.

Konon saya bisa mengalami carpal tunnel syndrome atau telapak tangan dan khususnya ibu jari, cidera karena tekanan posisi yang terus menerus.

Penyakit ini sering dialami oleh orang-orang yang bekerja menggunakan komputer, seperti saya yang minimal menghabiskan waktu 8 jam di depan komputer.

Ah, ini sih sebenarnya hanya alasan yang saya cari-cari saja untuk membeli mouse.

Saya sebenarnya tertarik dengan mouse vertikal yang ergonomis dan nyaman digenggam.

Beberapa merek mouse mengeluarkan seri vertikal ini yang secara bentuk, awalnya terlihat aneh karena posisi menggenggamnya agak tegak.

Saya sempat meminjam dan mencoba mouse Logitech MX Vertical Ergonomic punya teman, dan memang menggunakan mouse vertikal tersebut terasa nyaman, tentu setelah beberapa saat membiasakan diri.

Apalagi melihat Paman Tyo juga sudah menggunakan mouse berdiri tersebut, saya sempat memasukkan mouse tersebut ke daftar keinginan saya di Amazon.

Sayangnya, harga mouse ergonomis tersebut cukup mahal, sekitar 70€ di Amazon membuat saya berpikir kembali.

Mouse Logitech MX Master AMZ

mouse Logitech MX Master AMZ

Seri Master (MX) dari Logitech memang merupakan seri profesional yang didesain untuk dengan presisi dan performa terbaik untuk memperlancar produktivitas.

Selain mouse-nya, saya juga sudah mengincar papan ketik Logitech MX Key, namun sayangnya layout papan ketik yang dijual di Jerman semuanya menggunakan layout Jerman (QWERTZ).

Mouse Logitech MX Master sempat menjadi salah satu mouse terbaik di tahun 2015, sebelum dua tahun kemudian seri MX Master 2S muncul menggeser posisinya, dan kini seri MX Master 3 yang menjadi juara.

Seri MX Master AMZ ini merupakan produk khusus yang merupakan hasil kerja sama Amazon dengan Logitech.

Secara spesifikasi, bentuk, dan seluruh fitur, mouse Logitech MX Master AMZ ini sama persis, bedanya mouse keluaran Amazon ini hanya ada satu warna yaitu menggunakan aksen warna perunggu.

Perbedaan lainnya yaitu tidak adanya tombol konektivitas seperti pada Logitech MX Master, yang mana di mouse versi Amazon, fitur ini sudah otomatis.

Yang paling penting tentu saja, harga mouse seri Amazon lebih murah dengan harga 74,99€ daripada mouse keluaran Logitech yang harganya 94,90€.

Membuka Kemasan

membuka kardus Logitech MX Master AMZ

Setelah menerima paket dari Amazon, saya tentu saja langsung membuka kemasan kardus yang oversized karena standar itu.

Kemasan kardus mouse Logitech MX Master AMZ berwarna hitam berpadu dengan tosca dengan tulisan MX Master For Amazon.

Membuka kemasan kardusnya pun cukup mudah.

Kemasan dibuka dari atas dan langsung terlihat USB dongle Unifying reciver yang merupakan perangkat penerima sinyal 2,4 GHz yang digunakan si mouse untuk berkomunikasi dengan komputer.

Selain menggunakan USB dongle, mouse ini bisa terhubung ke komputer menggunakan Bluetooth

Unifying receiver USB dongle ini selain untuk mouse juga bisa digunakan untuk wireless keyboard Logitech yang lain.

Perangkat penerima ini diselipkan ke lidah pembungkus sebelah kiri.

isi kardus Logitech MX Master AMZ

Di dalam kardus, selain perangkat mouse seberat 145 gram juga terdapat kabel USB mikro dan buku panduan dan lembar garansi.

Unit mouse terbungkus lapisan gabus tipis, dan kabel dirancang untuk bisa menarik unit mouse dari dalam kardus.

Dari kemasan kardus, saya mengetahui bahwa produk ini berasal dari Logitech Europe S.A. yang bermarkas di Swiss dan diimpor dari kantor yang bermarkas di Belanda.

Di kemasan bagian bawah, terdapat informasi nomor seri yang saat saya periksa dengan nomor seri di yang tertulis di dekat sensor laser pada bagian bawah mouse, berbeda.

Biasanya pada kemasan elektronik, nomor seri yang tertera pada kardus dan yang tertera pada unit sama.

Meski begitu, kedua nomor seri tersebut saat saya periksa di situs Logitech, dapat dikenali sebagai seri MX Master.

Selain nomor seri yang berbeda, di kemasan dan di badan mouse pada bagian ujung dekat dengan colokan USB mikro, tertulis modelnya M-R0066 yang merupakan model untuk seri MX Master 2S, padahal MX Master menggunakan model M-R0052.

Nomor produk juga berbeda, di mana di situs Logitech, produk ini bernomor 910-005213 namun pada kardus kemasan, nomor produk adalah 910-005313.

Menggunakan Mouse Logitech MX Master AMZ

menggenggam mouse Logitech MX Master AMZ

Sesuai apa yang saya baca di berbagai ulasan, mouse Logitech MX Master AMZ ini sangat nyaman digenggam.

Maklum saja, Logitech melakukan riset untuk mendapatkan bentuk mouse unik yang memiliki dudukan untuk ibu jari ini.

Materialnya terbuat dari plastik namun rasanya seperti ada lapisan semacam karet membuat mouse ini tidak licin.

Beratnya juga menurut saya pas, tidak terlalu enteng dan tidak terlalu berat, yang mungkin untuk berat ini sangat relatif.

Untuk bermain game, mouse yang berat mungkin kurang cocok, namun saya pribadi kurang cocok dengan mouse yang terlalu enteng.

Ada dua tombol utama, sebuah scroll wheel yang juga berfungsi sebagai tombol tengah, tombol pengganti model scroll di bagian atas, sebuah scroll wheel dan dua buah tombol atas bawah di dekat ibu jari, dan sebuah tombol tersembunyi di bagian bawah dudukan ibu jari.

5 tombol mouse Logitech MX Master AMZ yang bisa diprogram

Menariknya, 5 tombol selain tombol klik kiri dan kanan ini bisa diprogram dan diberi fungsi khusus melalui aplikasi Logitech Options yang diunduh dari situs Logitech.

Fitur tombol yang bisa diprogram ini sangat menyenangkan dan saya merasa produktivitas saya meningkat.

Saya bisa mengatur tombol-tombol ini untuk mengaktifkan berbagai fitur hanya dengan sekali klik dari mouse.

Fitur paling menarik adalah free spinning scrolling-nya, yang mana saya bisa memutar sekali dan roda akan terus berputar yang sangat cocok untuk menggulir halaman yang sangat panjang.

Mode gulir roda juga bisa diatur, apakah menggunakah menggunakan mode ratchet yang patah-patah untuk menggulir satu persatu, atau mode free spin yang sangat halus.

scroll wheel dan horizontal scroll wheel mouse Logitech MX Master AMZ

Berpindah dari mode ratchet dan free spin juga gampang, dengan menekan tombol bagian atas, jika fungsi tombol secara default tidak diubah.

Jika tidak ingin melakukan penggantian mode secara manual, mengaktifkan fitur SmartShift akan sangat membantu, di mana roda bisa mendeteksi dari mode free spin ke mode ratchet tergantung dari cara memutar roda.

Logitech menggunakan teknologi magnet yang membuat putaran roda sangat halus dan akurat.

Saking sensitifnya, kadang saat menggunakan mode free spin agar tidak berisik dan menggulir halaman sedikit-demi sedikit, halaman seperti tergulir tidak stabil.

Untuk ini saya harus menggunakan mode ratchet yang cocok untuk keperluan ini, namun agak sedikit berisik saat harus menggulir banyak halaman.

Scrolling wheel horisontal di mouse ini juga sangat membantu, terutama untuk yang sering menyunting video.

horizontal scroll wheel mouse Logitech MX Master AMZ

Di samping scroll wheel horisontal, ada dua tombol atas-bawah yang bisa digunakan untuk berpindah dengan mudah.

Tombol di bagian bawah ibu jari juga sangat berguna untuk fungsi yang cukup sering saya akses.

Lokasi ketiga tombol ini sangat mudah saya akses dan menjadi bagian yang sering saya gunakan.

Saya bahkan merasa 5 tombol ini kurang dan berharap mempunyai lebih banyak tombol lagi.

Mouse ini berfungsi dengan baik di Windows 8, Windows 10, dan MacOS 10.10 jika menggunakan Bluetooth dan bila menggunakan USB dongle, Windows 7 juga bisa digunakan.

Melakukan pairing juga sangat mudah dan cepat, yang mana cara tergampang adalah dengan USB dongle yang mana saat ditancapkan, mouse langsung mengenali dan bisa dipakai.

sensor laser Darkfield, switch power, dan tombol pairing Bluetooth mouse Logitech MX Master AMZ

Proses pairing menggunakan Bluetooth juga mudah, yang mana perangkat langsung dikenali sebagai mouse dan bukan dikenali sebagai perangkat lainnya.

Mouse Logitech MX Master AMZ juga mendukung koneksi ke 3 perangkat berbeda yang mana untuk berpindah ke perangkat lain, cukup dengan menekan tombol di bagian bawah.

Sensor laser yang digunakan adalah Darkfield beresolusi 1000 dpi yang bisa digunakan di berbagai permukaan, termasuk kaca.

Namun saya sendiri belum mencoba menggunakan mouse ini di atas kaca.

Saya menggunakan Bluetooth untuk terhubung ke MacBook Pro saya dan menyimpan USB dongle.

Menurut saya menggunakan Bluetooth jauh lebih praktis karena tidak mengurangi jumlah colokan di MacBook Pro yang sudah sedikit dan saya bisa berpindah dengan cepat antara MacBook Pro kantor dan milik pribadi.

USB dongle Unifiying receiver Logitech MX Master AMZ

Selain itu, Bluetooth yang digunakan mouse ini merupakan Bluetooth Low Energy yang secara teori cukup hemat daya.

USB dongle menurut saya sangat berguna untuk PC atau perangkat yang tidak memiliki Bluetooth.

Meski begitu, setiap kali saya selesai menggunakan, mouse selalu saya matikan dengan menggeser switch yang berada di bagian bawah.

Baterainya sendiri diklaim bisa bertahan selama 40 hari, namun setelah saya pakai dengan rutin, sejak menerima dan menggunakan mouse ini pertama kali pada 13 Oktober 2020, saya perlu melakukan pengisian ulang pada 26 Oktober 2020 atau sekitar 13 hari.

Saat menerima perangkat, memang mouse tidak terisi penuh dan indikator baterai hanya menyala dua.

lampu indikator baterai mouse Logitecah MX Master AMZ

Saya mengetahui bahwa baterai perlu diisi ulang setelah mendapat notifikasi dari aplikasi Logitech Options dan lampu indikator pada mouse berwarna merah.

Proses pengisian daya baterai Li-Po mouse sebesar 500 mAh yang terintegrasi ini saya lakukan dengan menancapkan ke colokan USB MacBook Pro saya.

Meski diklaim pengisian satu menit bisa membuat mouse digunakan selama sejam, saya mengisi penuh baterai selama sekitar 2 jam hingga indikator yang berada di badan mouse menyala semua dan tidak berkedip.

Saya sendiri belum mencoba mengisi dengan USB fast charging atau charger ponsel yang secara teori bisa membuat pengisian daya lebih cepat.

Selama diisi, mouse tetap bisa digunakan, namun jadinya seperti mouse biasa yang memiliki kabel, namun tetap harus terkoneksi melalui Bluetooth atau USB dongle.

Kesimpulan

colokan mikro USB mouse Logitech MX Master AMZ

Meski puas dan sangat menyukai mouse Logitech MX Master AMZ ini, ada beberapa hal yang saya rasa hilang dari kenyamanan trackpad.

Dengan mouse, saya tidak bisa mengusap dengan jari, meski fitur ini bisa diset dengan menggunakan gesture button, yang mana harus menekan tombol lalu menggeser mouse.

Menurut saya, cara ini tetap kurang nyaman dan tidak sehalus menggunakan trackpad atau mengusap menggunakan magic mouse milik Apple.

Selain itu, penggunaan USB mikro juga menurut saya kurang praktis, yang bisa dimaklumi karena mouse ini dirilis di tahun 2015 yang mana penggunaan USB-C belum banyak.

Kekurangan lainnya, mouse ini hanya diperuntukkan untuk yang bukan kidal, karena hingga saat ini tidak ada mouse yang dikhususkan untuk yang kidal.

Meski begitu, aplikasi Logi Options tetap menyediakan fitur untuk menukar posisi antara klik kiri dan kanan, yang menurut saya adalah fitur sia-sia.

Bagi sebagian orang, penggunaan baterai terintegrasi tidak disukai karena saat darurat, baterai tidak bisa diganti dengan baterai berukuran AAA atau AA, namun menurut saya justru penggunaan baterai terpisah sangat tidak praktis.

Mouse ini juga rasanya kurang cocok untuk gamer karena berat dan respons serta resolusi sensor lasernya kurang tinggi, karena memang dirancang untuk perkantoran.

1 response
  1. Gravatar of morishige
    morishige

    Duh… Jadi pengen ganti mouse juga. 😀 Yang vertikal kayaknya menarik juga itu buat dicoba.

Tinggalkan Balasan

This article has been published on 27 Oktober 2020 (4 minggu ago).

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.