Pertama Kali Mengalami Waktu Musim Panas

Tanggal 31 Maret 2019, menjadi tanggal perubahan waktu musim panas di Eropa, Amerika Utara, dan sebagian Australia, Asia, dan Amerika selatan di tahun 2019.

World Clock Berlin di Alexanderplatz
World Clock Berlin di Alexanderplatz

Ini pertama kalinya saya mengalami yang namanya perubahan waktu semacam ini, di mana pada masa ini di Jerman, waktu dimajukan satu jam lebih cepat.

Perubahan waktu musim panas dimulai pada saat matahari condong ke utara, memasuki musim semi dan berakhir pada akhir musim panas.

Salah satu alasan kenapa ada pengubahan waktu ini adalah agar kegiatan sekolah dan bekerja bisa mulai dan selesai lebih awal, sehingga orang-orang bisa menikmati masa-masa siang yang lebih lama.

Tentu saja ada beberapa masalah yang muncul karena penerapan waktu musim panas ini, misalnya perubahan berbagai jadwal karena adanya perbedaan waktu.

Saya yang selama hidup berada di daerah katulistiwa, tentu tidak pernah mengalami masa-masa Summerzeit seperti ini, sehingga banyak penyesuaian yang harus saya lakukan.

Sekilas Sejarah Waktu Musim Panas

suasana musim panas di Berlin, Jerman
suasana musim panas di Berlin, Jerman

Jika merujuk pada sejarah, pengubahan waktu musim panas ini diusulkan oleh Benjamin Franklin melalui surat yang ditujukan ke editor Journal of Paris, yang menyarankan orang-orang untuk bangun lebih awal dan tidur lebih cepat.

George Vernon Hudson, seorang entomologist dari Selandia Baru yang kemudian secara resmi mengusulkan waktu musim panas ini pada tahun 1895, dengan usulan pergeseran 2 jam.

Namun penerapan waktu musim panas pertama kali diterapkan oleh Jerman pada waktu Perang Dunia pertama, pada 30 April 1916 dengan alasan untuk menghemat penggunaan batu bara pada masa perang.

Inggris dan sekutu yang awalnya tidak menerapkan waktu musim panas ini, kemudian menyusul mengikuti Jerman menerapkan waktu musim panas.

Kini sekitar kurang dari 40% negara-negara di dunia menerapkan waktu musim panas, dan sedikit demi sedikit mulai meninggalkan penerapan ini.

Bahkan mulai tahun 2021, waktu musim panas kemungkinan tidak akan diterapkan kembali karena pada survei publik pada tahun 2018, hasilnya 80% dari 4,6 juta responden menginginkan penerapan waktu musim panas berakhir.

Uni Eropa sendiri masih membahas soal mengakhiri waktu musim panas ini.

Penyesuaian Waktu Musim Panas

bunga sakura mekar
bunga sakura mekar

Sejak penerapan waktu musim panas, yang pertama harus dilakukan adalah mengubah jam dinding dan arloji untuk maju satu jam.

Untuk ponsel, komputer dan perangkat yang terhubung ke internet, waktu akan menyesuaikan secara otomatis.

Saat pertama kali masuk kantor, saya merasa agak ngantuk karena biasa bangun awal sekitar jam 06:00, jadi merasa lebih siang karena waktunya lebih cepat, tiba-tiba sudah jam 07:00 saja.

Alhasil, di kantor agak sering mengantuk, bahkan sudah hampir seminggu badan masih menyesuaikan karena harus bangun lebih pagi, walah, rasanya sudah sangat siang.

Namun asyiknya, pulang pun jadi terasa lebih cepat. Pulang jam 19:00, langit masih terang, sampai di rumah jam 20:00 dan masuk waktu Maghrib.

Apalagi bulan Mei hingga Juni 2019 ini, Ramadan tiba di saat musim panas.

Saya yang awalnya membayangkan bagaimana rasanya berbuka pada jam 21:00 mulai bisa membayangkan.

Saya pun mulai menikmati suasana musim semi dengan jalan-jalan di taman dan piknik menikmati bunga sakura Jepang yang mekar bermandikan sinar matahari di hawa yang masih dingin.

Artikel ini dipublikasikan pada 7 April 2019, sekitar 2 bulan yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Belum ada tanggapan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.