Pengalaman Menggunakan Headphone Sony WH-CH510

Beberapa pekan ini saya sudah kembali masuk ke kantor karena kasus penyebaran Covid-19 di Jerman sudah sangat terkendali.

pemandangan Fernsehturm (Menara TV Berlin) setiap berangkat dan pulang kantor
pemandangan Fernsehturm (Menara TV Berlin) setiap berangkat dan pulang kantor

Tentu saja protokol kesehatan seperti menjaga jarak, berkumpul tak boleh lebih dari 5 orang, dan harus melapor saat datang ke kantor, tetap dilakukan.

Meski begitu, ada saja orang-orang yang tidak sepakat penerapan protokol kesehatan ini dan menganggap Covid-19 hanyalah konspirasi dan melakukan demonstrasi besar-besaran di Berlin.

Kantor sebenarnya membolehkan karyawan untuk tetap bekerja dari rumah, namun buat saya, bekerja dari kantor rasanya berbeda dengan bekerja dari rumah.

Apalagi saya merindukan rutinitas berangkat dan pulang kantor serta dua monitor besar di meja kantor saya yang memudahkan pekerjaan saya.

Maklum saja, ruang dan meja kerja saya di rumah kecil, sehingga saya tidak bisa menambah layar monitor tambahan untuk bekerja dari rumah.

Karena itu saya pun mengemasi MacBook Pro 2017 kantor ke dalam tas kerja saya, serta memasukkan beberapa perangkat pendukung seperti charger dan earphone JBL Tune 110 by Harman yang biasa saya gunakan untuk rapat jarak jauh menggunakan Google Meet.

meja kantor dengan dua monitor
meja kantor dengan dua monitor

Saya lalu mengeluarkan kembali MacBook Pro Mid-2012 saya yang masih awet untuk saya gunakan untuk keperluan pribadi, seperti menulis blog, dan mengerjakan pet project.

Biasanya saya mendengarkan musik melalui earphone JBL Tune 110 by Harman, namun karena earphone tersebut sudah saya masukkan ke tas kerja, saya malas mengeluarkannya lagi untuk di rumah.

Sebenarnya ada juga earphone Audio Technica Sonic Fuel ATH-CLR100iS milik istri saya yang bisa saya pinjam, namun karena earphone tersebut sering ia gunakan, saya enggan tidak ingin mengganggunya.

Akhirnya, pada hari Sabtu, 25 Juli 2020, saya meluncur ke toko elektronik kesayangan saya, Media Markt untuk mencari earphone untuk keperluan di rumah.

Saya menganggarkan sekitar 10€ hingga 20€ untuk membeli earphone murah-murah saja, karena toh saya bukan seorang audiophile.

rak obral Sony WH-CH510 di MediaMarkt
rak obral Sony WH-CH510 di MediaMarkt

Namun memang, Media Markt ini toko yang tuyul-nya cukup banyak, di mana godaannya begitu besar apalagi hampir setiap pekan ada diskon.

Benar saja, begitu masuk, saya langsung disuguhi papan bertuliskan diskon yang menggiurkan, yang celakanya beberapa produk yang didiskon adalah headphone dan earphone.

Kepala saya langsung pening, karena harga diskonnya cukup menggiurkan dan membuat saya tergoda untuk merogoh kocek lebih dari anggaran awal saya.

Dari beberapa pilihan di rak diskon, saya akhirnya memutuskan untuk memboyong headphone Sony WH-CH510 berwarna biru.

Harga aslinya menurut situs Sony adalah 49,90€ sudah termasuk pajak.

headphone Sony WH-CH510 berwarna biru
headphone Sony WH-CH510 berwarna biru

Media Markt membandrol headphone ini menjadi 35,92€, dan jumlah stok yang ada di keranjang tinggal dua buah berwarna hitam dan sebuah berwarna biru.

Karena tertarik dengan warna biru, yang saat itu hanya tinggal satu selain barang pajangan, saya pun segera menentengnya ke kasir.

Rupanya saya kurang teliti, karena harga sebesar 35,92€ itu hanya berlaku untuk produk berwarna hitam, sementara headphone berwarna biru harganya 38,02€.

Entah siapa yang iseng menaruh produk yang bukan pada tempatnya ini, mungkin calon pembeli yang batal membeli lalu menaruhnya begitu saja tanpa mengembalikan ke tempat semula.

Tapi tidak apa-apa, karena produknya juga terbatas dan warna birunya saya suka.

memboyong Sony WH-CH510
memboyong Sony WH-CH510

Pertimbangan lainnya karena headphone bluetooth dengan merek cukup bagus dan harga di bawah 50€ cukup langka.

Selaih hitam dan biru, ada pilihan warna putih yang tak kalah cantik, tapi harga yang putih ini paling mahal dibanding yang hitam dan biru.

Di Amazon, harga headphone berwarna biru 36,47€ namun saya harus menunggu selama sekitar 3 hari dengan pengiriman standar bebas biaya.

Menurut situs Sony Indonesia, headphone Sony WH-CH510 ini harga normalnya Rp 699.000, sementara di Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak, harganya sekitar Rp 500.000 tergantung si penjual.

Atau jika ingin membeli langsung ke toko, bisa mengunjungi lokasi toko dari situs Sony Indonesia.

Fisik dan Kemasan

kemasan Sony WH-C510
kemasan Sony WH-C510

Kemasannya berupa kardus berdimensi 19,5 cm × 17 cm × 4 cm dengan desain yang sederhana namun terkesan mewah dengan latar belakang putih dan menonjolkan si produk.

Di kemasan, logo Sony dan klaim daya tahan baterai hingga 35 jam serta tulisan Bluetooth dan wireless begitu menonjol.

Bagian samping kardus berwarna biru, senada dengan warna produknya.

Informasi dan spesifikasi produk berada di bagian belakang, dengan keterangan dalam 3 bahasa utama, Inggris, Prancis, dan Italia.

Saya memilih headphone ini juga karena membaca spesifikasi produk ini mempunyai microphone.

Tentu saja microphone menjadi nilai lebih, karena tidak semua headphone menyediakan fasilitas ini yang bisa digunakan untuk menjawab telepon atau digunakan untuk rapat jarak jauh.

informasi produk di bagian belakang kardus
informasi produk di bagian belakang kardus

Masih menurut informasi dari bagian belakang produk, headphone Sony WH-C510 ini mampu bertahan hingga 90 menit hanya dengan mengisi daya selama 10 menit.

Fitur memberi perintah melalui aplikasi asisten seperti Google App dan Siri juga didukung oleh perangkat ini.

Media Markt menambah sebuah pita untuk mencegah pengunjung membuka dan melihat isi kemasan.

Selain itu ada alat pengaman tambahan untuk mendeteksi pencurian berupa sticker antena RFID yang ditempel di bagian belakang kardus.

Dari kemasannya pula, saya tahu bahwa produk ini dibuat di Vietnam dan diimpor oleh Sony Europe B.V., Belgia.

Isi Kardus

membuka kemasan Sony WH-CH510
membuka kemasan Sony WH-CH510

Kardus dibuka dengan membuka lidah di bagian atas, lalu menariknya, setelah saya merobek plastik tipis pembungkus dan memotong pita pengaman dari Media Markt.

Unit headphone dikemas dalam sebuah kardus lagi berwarna coklat.

Buku panduan, lembar penggunaan singkat, dan lembar berisi pusat garansi juga disertakan ke dalam kardus ini.

Lembar penggunaan singkat ini sangat berguna karena saya bisa dengan cepat mengoperasikan headphone ini.

Fungsi dasar seperti menyalakan, mematikan, menghubungkan (pairing), memilih lagu, mengatur volume, loncat ke lagu berikutnya, hingga mengaktifkan panggilan telepon, tertera di lembar panduan singkat.

Jika ingin membaca lebih lengkap cara penggunaan, peringatan, dan spesifikasi lengkapnya, bisa membuka buku panduannya.

isi kemasan Sony WH-CH510
isi kemasan Sony WH-CH510

Buku panduan di sini berupa kertas lebar yang dilipat sedemikian rupa, dalam berbagai bahasa, yaitu Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, Italia, Belanda, Portugis, Denmark, Finlandia, Norwegia, Swedia, Polandia, Hungaria, Ceko, Slovakia, Bulgaria, Romania, Slovenia, dan Yunani.

Karena saking banyaknya bahasa yang dimuat, buku panduan ini pun dipecah jadi dua, masing-masing buku berisi 10 bahasa dan sisanya 9 bahasa.

Sebuah kabel USB-C dengan kepala USB-A sepanjang 20 centimeter disertakan ke dalam plastik berisi panduan ini.

Tidak ada pengisi daya yang disertakan, sehingga untuk mengisi headphone ini bisa menggunakan pengisi daya ponsel dengan minimal arus 500 mA atau dengan menggunakan colokan USB pada komputer.

Baterai yang digunakan headphone Sony WH-CH510 ini bertipe lithium-ion yang kompatibel dengan berbagai pengisi daya ponsel yang beredar.

Unit headphone Sony WH-CH510 sendiri tidak terbungkus apa pun lagi, hanya lembaran gabus tipis di dalam kardus dan produk langsung terlihat.

Artikel ini dipublikasikan pada 8 Agustus 2020, sekitar 2 bulan yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Ada 6 tanggapan
Daeng Ipul 10 Agustus 2020 17:39 WIB

Lumayan ya, dengan harga di bawah sejuta rupiah kualitasnya kayaknya cukup mumpuni
tapi emang sih, saya punya 2 headphone Sony juga dan memang kualitasnya tidak mengecewakan
cuma belum pernah saya bandingkan dengan headphone seharga 7jtan sih hahaha

Mengganti Thermal Paste MacBook Pro Mid 2012 (A1278) Menggunakan Arctic MX-4 — matriphe! personal blog 16 Agustus 2020 04:48 WIB

[…] bahwa kerusakan berada pada sisi hardware, saya mencoba menghubungkan MacBook Pro dengan headphone Sony WH-CH510 melalui Bluetooth dan earphone JBL Tune T110 saya melalui colokan 3,5 MM untuk mengetes […]

morishige 17 Agustus 2020 11:56 WIB

Kayaknya kalau mau pakai perangkat yang terkoneksi lewat bluetooth, mesti dipastikan bener-bener cocok ya, Kang? Delay-nya itu nggak enak banget. Kalau dengerin musik sih nggak masalah. Tapi nonton film jadi persoalan karena mulut sama suara pemain filmnya jadi nggak sinkron. 😀

Zizy Damanik 23 Agustus 2020 09:34 WIB

Boleh juga nih, ada Sony dengan harga 600rb-an.
Kayaknya kalau saya mampir ke toko Sony yang dipajang yang dua jutaan semua. Duh gak berani beli.

iKurniawan 1 September 2020 14:44 WIB

Review om Matriphe selalu lengkap.
Kalau untuk denger musik masih betah pakai ‘bluetooth’ gini. Tapi pas main game jenis perang2an khususnya atau nonton film, kadang suka merasa ada delay antara gerakan di layar sama suara di telinga ya. Tetep wired headphone for best experience.

Uji Coba Sistem Peringatan Dini (Warntag) 2020 di Jerman — matriphe! personal blog 14 September 2020 01:18 WIB

[…] saya matikan, lalu melepas sebentar Sony WH-C510 dari kepala, namun sirene tidak […]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.