Menggunakan JBL Tune 110 by Harman

Kebetulan earphone Mi In-Ear (Piston 3) saya hilang entah ke mana, dan earphone JBL T110 by Harman saya juga ketlisut entah di mana.

JBL Tune 110 by Harman
JBL Tune 110 by Harman

Karena saya suka mendengarkan musik sambil bekerja, kehilangan earphone rasanya bikin sesak di dada.

Hari Jumat, 22 November 2019 sepulang dari kantor, saya pun mampir ke MediaMarkt di Mal Alexa, Berlin, untuk mencari earphone pengganti.

Awalnya saya ingin membeli headphone, namun karena harganya yang luar biasa, saya pun mengurungkan niat dan mencari earphone saja.

Di MediaMarkt banyak sekali pilihan yang membuat saya bingung, mulai dari merek Sony, Sennheiser, Panasonic, JBL, Bose, Marshall, Beats, Apple, Audio-Technica, Skullcandy, hingga merek-merek lokal macam ISY.

Setelah bingung memilih antara warna hitam, putih, biru, dan merah, akhirnya saya memutuskan membeli JBL Tune 110 berwarna merah seharga 9,90€.

Saya sempat ragu apakah JBL Tune 110 ini sama dengan JBL T110 yang saya punya dulu, karena kemasannya berbeda dengan yang saya punya.

Rupanya benar, earphone JBL T110 by Harman saya dulu bernama JBL Pure Bass T110 by Harman, sangat mirip dengan JBL Tune 110 by Harman yang saya beli ini.

Dari situs web JBL, seri T110 merujuk ke JBL Tune 110 by Harman, yang menurut dugaan saya adalah seri terbaru dari seri JBL Pure Bass T110 by Harman.

Fisik dan Kemasan

isi kemasan JBL Tune 110 by Harman
isi kemasan JBL Tune 110 by Harman

Kemasan JBL Tune 110 by Harman sangat sederhana, yaitu berupa kardus berwarna dominan oranye dan bagian depan berwarna putih berukuran 15 × 6 × 3 cm.

Dari bagian depan, earphone langsung terlihat dari bagian plastik transparan.

Tulisan Dare to Listen berada di samping kiri dan informasi produk berada di sisi kanan dan belakang.

Di bagian bawah kemasan terdapat nomor seri dan barcode dalam berbagai format.

Karena saya membeli di toko, stiker RFID juga terpasang di bagian belakang untuk mencegah pencurian.

Saya pun segera membuka dan mengeluarkan isi kardus dengan menarik lidah plastik.

Selain seperangkat earphone, JBL juga menyertakan 2 silikon eartip berwarna merah tambahan berukuran S dan L terbungkus plastik, di mana silikon eartip berukuran M sudah terpasang pada earphone.

Lembar garansi, lembar panduan penggunaan dalam berbagai bahasa serta selembar kertas bertulisan Cina tersemat di bagian belakang kemasan.

Spesifikasi

earpiece JBL Tune 110 by Harman
earpiece JBL Tune 110 by Harman

Bahan yang digunakan untuk JBL Tune 110 by Harman adalah plastik dengan warna glossy. Desainnya cukup simpel tanpa menggunakan aksen yang mengganggu.

Logo JBL terukir tipis di bagian earpiece sebelah kanan, sedangkan pada earpiece sebelah kiri bergambar logo JBL yang seperti tanda seru.

Tidak ada warna lain selain merah, mulai dari sekat colokan 3,5 mm, kabel, earpiece, hingga silikon eartip.

Penggunaan plastik pada JBL Tune 110 by Harman membuat earphone ini terasa sangat ringan bahkan saat dipakai di telinga terasa seperti tidak menggunakan earphone.

Bagian silikon eartip masuk ke dalam sebesar 120° membuat JBL Tune 110 by Harman nyaman digunakan di telinga.

Ada tiga fitur yang digadang-gadang earphone ini, pertama adalah hentakan suara bas yang dalam dan bertenaga (pure bass sound), yang dihasilkan oleh driver berdiameter 9 mm yang mampu memberikan suara nendang selayaknya sedang menonton konser.

Tombol Kontrol dan Mikrofon

tombol kontrol dan mikrofon JBL Tune 110 by Harman
tombol kontrol dan mikrofon JBL Tune 110 by Harman

Fitur kedua adalah satu tombol untuk berbagai fungsi, mulai dari memainkan lagu hingga menjawab panggilan telepon, di mana tombol ini juga menjadi mikrofon.

Tombol kontrol dan mikrofon JBL Tune 110 by Harman terbuat dari plastik dan berukuran relatif mungil.

Untuk menjawab panggilan telepon, memutar atau menghentikan lagu dengan menekan tombol sekali, beralih ke lagi selanjutnya dengan menekan tombol dua kali, dan beralih ke lagu sebelumnya dengan menekan tombol tiga kali.

Mikrofon terletak pada bagian earpice sebelah kanan, dan saat digunakan posisinya berada di pipi, dekat dengan mulut. Ini membuat suara yang diterima oleh mikrofon menjadi lebih jelas.

Pengontrol ini kompatibel dengan berbagai perangkat Android dan iOS, sehingga tombol-tombol fungsi playback dapat berfungsi dengan baik.

Saat ditekan, meskipun terasa kecil, namun pengontrol earphone JBL Tune 110 by Harman sangat responsif.

Kabel dan Konektor

konektor 3,5 mm JBL Tune 110 by Harman
konektor 3,5 mm JBL Tune 110 by Harman

Kabel JBL Tune 110 by Harman sepanjang 1,2 meter berbentuk pipih dengan material silikon yang nyaman dan tidak mudah kusut saat disimpan.

Meski tipis, bahan silikonnya terasa kokoh dan tidak mudah putus.

JBL Tune 110 by Harman menggunakan standar 4 konektor AHJ/CTIA dan OMTP sehingga bisa digunakan di hampir seluruh ponsel dan komputer.

Standar AHJ (American Headset Jack)/CTIA (Cellular Telecommunications Industry Association) digunakan oleh hampir seluruh ponsel terbaru dan Apple, sedangkant OMTP (Open Mobile Terminal Platform) digunakan oleh ponsel seri lama.

Konektor 3,5 mm berbalut silikon membentuk sudut 120° membuat JBL Tune 110 by Harman lebih fleksibel dan terhindar dari risiko kabel tertekuk pada bagian konektor.

Menggunakan JBL Tune 110 by Harman

menggunakan JBL Tune 110 by Harman
menggunakan JBL Tune 110 by Harman

Jika dibandingkan dengan JBL Pure Bass T110 by Harman saya terdahulu, JBL Tune 110 by Harman ini suara di bagian frekuensi tingginya jauh lebih baik, dan mampu mengimbangi suara dentuman bas.

Namun menurut saya, JBL Tune 110 by Harman cocok buat penggemar musik yang lebih nge-beat, menghentak, atau banyak menyuarakan dentuman semacam EDM atau hip-hop, seperti saya.

Saat saya memutar Enter Sandman dari Metallica, dentuman bas di pembuka lagu langsung terasa nendang sekali dan suara lengkingan gitarnya pun terasa kuat.

Bobotnya yang ringan, sekitar 13 gram, membuat saya seperti sedang tidak menggunakan earphone.

Silikon eartip-nya terasa lebih tipis, namun tetap nyaman dipakai. Karena tipis, suara yang bocor terdengar cukup kencang, meski volume yang digunakan tergolong menengah.

Namun berbeda dengan suara dari luar, rasanya saya tidak bisa mendengar suara dari luar masuk meski volume-nya sudah cukup menengah.

Ini merupakan peningkatan yang berarti dibanding versi JBL Pure Bass T110 by Harman terdahulu.

Saat digunakan untuk menelepon, suara yang didengar juga sangat jernih. Lawan bicara juga bisa mendengar suara saya dengan jelas dan jernih.

JBL Tune 110 by Harman terasa kurang nyaman jika digunakan saat beraktivitas yang banyak bergerak, misal berolah raga, meski silikon eartip-nya cukup menempel di lubang telinga.

Galeri

Artikel ini dipublikasikan pada 25 November 2019, sekitar 2 minggu yang lalu.

Ada 1 tanggapan
Yeni Setiawan 30 November 2019 12:54 WIB

Wah wah di sini juga ada #mulutmanis..
Alex mana Alex? =))

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.