Situasi Sudut Kerja 2021

21 minutes 0 7

Setelah sekitar setahun lebih saya bekerja dari rumah karena pandemi, di mana saya harus menata sudut kerja saya di apartemen mungil, beberapa pekan lalu bahkan sampai sekarang pun, saya memperbarui kondisi meja kerja saya.

meja kerja di tahun 2021

Meski di Berlin saat tulisan ini dibuat, pembatasan terkait pandemi sudah longgar, namun kantor saya tetap mempertahankan kebijakan bekerja dari rumah dan memperbolehkan karyawan bekerja dari rumah dan secara jarak jauh.

Akan tetapi, karyawan tetap harus berdomisili di Berlin, karena terkait dengan aturan administrasi dan ketenagakerjaan, terutama soal pajak, asuransi, dan lain sebagainya.

Untuk mendukung kebijakan ini, kantor saya memberikan anggaran sebesar 300€ kepada seluruh karyawan untuk mendukung pekerjaannya dari rumah, misal untuk membeli meja kerja, kursi, monitor, atau apa pun yang dianggap mendukung produktivitas.

Karena saya sudah memiliki meja kerja yang kecil, lengkap dengan monitor tambahan, dan lampu kerja, saya bingung menggunakan anggaran tersebut untuk apa.

belanjaan datang dari Amazon

Saya juga sudah membeli printer Epson Expression Home XP-3105 yang menurut saya merupakan investasi paling berguna selama kerja dari rumah, karena di Jerman, dokumen cetak masih sangat berguna.

Menurut informasi di badan printer, printer ini buatan Indonesia, namun saya tidak menemukan seri ini dijual di Indonesia.

Untuk mendukung rapat virtual dengan rekan kerja yang menggunakan layanan Google Meet, saya juga sudah membeli headphone Sony WH-1000XM4 karena fitur active noise cancelling-nya sangat bermanfaat.

Saya melimpahkan headphone Sony WH-CH510 saya kepada istri saya.

Setelah bingung mau membeli apa, saya akhirnya memutuskan untuk membeli beberapa printilan dan aksesoris pendukung meja kerja saya.

Hampir seluruh barang saya beli dari Amazon, namun ada juga beberapa item yang saya beli di situs resmi dan Aliexpress, serta datang ke toko lokal seperti Bauhaus dan Ikea.

Hal ini saya jadikan kegiatan selingan dan hiburan saya di antara pekerjaan.

Papan Ketik Mekanik Keychron K6

kibor Keychron K6 dan palm rest

Awalnya saya ingin membeli monitor lagi sehingga saya bisa mengunakan monitor ganda, namun karena meja saya yang mungil membuat keinginan saya tersebut mustahil terwujud.

Saya lalu memutuskan untuk membeli papan ketik mekanik (mechanical keyboard) saja, apalagi saya sudah terpapar tren ini namun belum ada kesempatan dan anggaran untuk mewujudkan.

Alasan pembenaran saya tentunya demi kenyamanan jari jemari saya karena kibor MacBook Pro 2017 dari kantor saya memang terkenal busuk.

Apalagi sejak menggunakan tetikus Logitech MX Master, saya merasa sangat nyaman di meja kecil saya daripada menggunakan trackpad.

Dari sekian banyak jenis kibor, saya memutuskan untuk memilih kibor dengan layout 65% yang mana kibor jenis ini memuat tombol utama dan menyatukan tombol fungsi di bagian atas.

papan ketik Keychron K6 dan mouse Logitech MX Master

Pilihan saya akhirnya jatuh ke Keychron K6, sebuah kibor mekanik untuk pemula namun bisa diutak-atik, dengan harga yang cukup ramah di kantong.

Saya memilih menggunakan switch Gateron berwarna coklat, di mana tombol ini termasuk jenis tactile namun senyap.

Karena saya kurang begitu suka dengan warna-warni RGB pada papan ketik, saya memilih warna LED putih standar saja.

Saya memilih yang saklarnya bisa diganti (hot swapable) karena siapa tahu saya ingin mengganti tombolnya dengan yang clicky atau yang linear.

Fitur nirkabel menjadi salah satu pertimbangan saya memilih Keychron dibanding dengan papan ketik kelas pemula lain dengan rentang harga yang sama.

tombol papan ketik berbentuk kucing

Tanpa kabel membuat meja saya jadi lebih rapi dan bersih karena tentu saja alasan keterbatasan ruang.

Karena papan ketik ini termasuk cukup tinggi, saya juga membeli tatakan telapak tangan (palm rest) dari Keychron yang terbuat dari kayu walnut yang terlihat elegan.

Untuk lengkapnya bisa membaca tulisan saya tentang papan ketik ini di tulisan tentang Membeli Papan Ketik Mekanik (Mechanical Keyboard) Keychron K6.

Saya juga mengganti salah satu tombol keycap standarnya dengan tombol custom berbentuk kucing seharga 2,64€ yang saya beli dari Aliexpress dia salah satu tombol yang jarang saya pakai namun sering salah pencet, yaitu tombol bagian mengaktifkan LED di ujung kanan atas papan ketik.

Tombol berbentuk kucing ini memang tidak sering saya gunakan dan hanya sebagai hiasan lucu-lucuan.

Lengan Monitor Bontec

lengan monitor Bontec

Karena meja saya kecil dan saya tidak dapat mengganti meja dengan yang baru karena keterbatasan ruang, kaki monitor menjadi salah satu yang menghabiskan ruang meja saya.

Kaki monitor Philips 245B1-00 yang bagian dasarnya menghabiskan ruang sebesar 20,5 cm × 20,5 cm.

Maksimal tinggi yang bisa diatur adalah 50 cm dan ini menurut saya masih kurang tinggi untuk kenyamanan mata saya saat duduk tegak.

Saya bisa saja menambahkan ketinggian monitor dengan ganjalan, namun lagi-lagi ini akan memakan ruang.

Belum lagi MacBook Pro yang saya letakkan di atas meja, meja makin sempit dan saya mengetik dengan agak kurang nyaman.

Saya lalu memutuskan untuk membeli lengan monitor untuk mengangkat monitor dari meja, dan MacBook bisa  saya letakkan di samping menggunakan lengan yang sama.

meja kerja dengan lengan monitor Bontec terpasang

Dengan cara ini, saya juga bisa memposisikan monitor MacBook Pro saya sejajar dengan mata untuk kenyamanan.

Pilihan saya jatuh ke lengan monitor Bontec yang saya beli dari Amazon seharga 49,99€.

Lengan monitor ini memiliki tatakan untuk laptop hingga 15 inchi yang cocok untuk MacBook Pro saya.

Selain itu, tiang monitor bisa dipasang pada lubang meja yang biasa digunakan untuk lubang kabel.

Karena saya tidak berencana banyak menggeser-geser monitor, lengan yang fixed seperti ini sesuai dengan kebutuhan saya.

Tentunya saya memastikan bahwa monitor saya mendukung pengait Vesa untuk bisa dipasang di lengan monitor ini.

Jika saya tidak ingin menggunakan tatakan monitor, saya bisa mengganti tatakan ini dengan monitor lain karena pengait Vesa yang digunakan di tatakan ini.

Lengan ini juga memiliki pengait untuk pengaturan kabel, namun saya tetap memasang beberapa pengikat kabel untuk merapikan kabel-kabel ini.

Lambaran Meja Aothia

lambaran meja Aothia

Saya juga membeli lambaran meja yang sekaligus menjadi mouse pad.

Dari berbagai pilihan yang ada lambaran meja yang ada, rata-rata bahannya terbuat dari semacam neopren yang biasa digunakan oleh gamer.

Saya sendiri kurang suka dengan bahan neoprene tersebut karena saya tipe orang yang suka ngemil di meja dan bahan neoprene tentu akan mudah kotor.

Belum lagi urusan ukuran, karena biasanya lambaran meja ini ukurannya panjang dan terlalu besar untuk meja saya yang mungil.

Saya kemudian menemukan lambaran meja Aothia yang terbuat dari kulit sintetis dan ukurannya pas dengan meja saya!

Selain itu, pilihan warnanya bermacam-macam, tidak melulu hitam, sehingga selain fungsional, lambaran meja ini bisa mempercantik meja kerja.

kemasan lembaran Aothia

Saya tentu saja membeli dari Amazon, dengan memilih warna abu-abu dengan panjanga 60 cm dan lebar 35 cm alias ukuran S.

Harga yang saya bayar saat itu adalah 14,69€ dari toko resminya di Amazon.

Kemasannya juga menarik dan jika mendaftarkan pembelian ke situs mereka, bisa mendapatkan gift card senilai 10€ di Amazon.

Saya sendiri puas dengan kualitas lambaran meja Aothia ini, karena selain durable, juga mudah dibersihkan.

Meski begitu, respon mouse Logitech MX Master saya terasa agak lambat saat digerakkan di atas lambaran meja ini, namun menurut saya ini bukan masalah yang besar.

Lambaran meja ini juga bisa menahan papan ketika Keychron K6 ini dari bergeser-geser dan sedikit meredam suara ketikan.

Tatakan Headphone Avantree

tatakan headphone Avantree HS102

Setelah menggunakan headphone, saya biasanya menyantolkannya ke penyangga lampu meja Ikea Tertial.

Saya pun berpikir untuk membeli cantelan headphone yang proper, sekaligus mempercantik meja saya.

Awalnya saya berpikir untuk membeli cantelan yang berada di samping meja yang dikaitkan dengan penjepit C, namun karena meja saya tidak mendukung hal tersebut, tidak memilih model ini, meski sebenarnya ini akan sangat menghemat ruang.

Setelah melihat-lihat pilihan yang ada di Amazon, saya akhirnya memutuskan membeli tatakan headphone Avantree HS102.

Tatakan ini juga memiliki wadah di bagian bawah dan tatakannya yang terbuat dari silikon, dengan gagang aluminium.

Saya membeli dari Amazon dengan harga 21,99€ yang harganya sedikit lebih murah dari harga yang muncul di situs Avantree.

Avantree sendiri merupakan merek perangkat audio nirkabel yang berbasis di San Jose, Amerika Serikat.

Pengaturan Kabel

pojokan kabel yang tidak rapih

Untuk mendapatkan meja yang rapih, urusan kabel tentu menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Teknologi nirkabel memang membuat segala hal jadi lebih rapih karena tidak ada kabel melintang ke sana-kemari, sayangnya tidak semua hal bisa terhubung secara nirkabel.

Dari soket listrik dan percabangannya hingga kabel-kabel USB, perlu dipikirkan alurnya supaya lebih rapih.

Meski menggunakan MacBook Pro, tapi saya jarang bekerja berpindah-pindah dan lebih suka menggunakan meja.

Itulah kenapa saya melakukan pengaturan meja dengan konsep semi permanen, di mana laptop tetap bisa diangkut ketika saya hendak mengganti antara MacBook Pro kantor untuk bekerja dan milik pribadi untuk menulis blog ini misalnya.

colokan kabel Tate Guard

Urusan kabel, andai semua perangkat menggunakan colokan USB-C, maka urusan kabel akan lebih mudah, sayangnya beberapa perangkat masih menggunakan colokan USB mikro seperti mouse Logitech MX Master dan USB-A, terutama MacBook Pro mid-2012 saya.

Saya juga masih suka mengisi daya perangkat di meja kerja saya, misalnya gelang Amazfit Band 5 saya dan ponsel Google Pixel 4a saya.

Oleh karena itu saya membeli colokan 8 lubang plus 4 pengisi daya USB-A bermerek Tate Guard.

Harga colokan kabel Tate Guard ini adalah 23,99€.

Tate Guard ini merupakan merek aksesoris meja kerja, mulai dari penyangga meja, tatakan headphone, hingga colokan.

Saya bahkan sempat tertarik dengan salah satu seri tatakan headphone merek Tate Guard ini sebelum memutuskan membeli merek Avantree.

pelindung kabel merek Vemigo

Urusan pengaturan kabel saya mulai dari bawah, dari sejak colokan listrik di dinding yang menyalurkan listrik ke meja.

Roda kursi kerja saya kerap menginjak kabel-kabel ini, dan ini membuat saya khawatir bahwa kabel-kabel ini akan rusak karena sering terinjak.

Untuk merapikan kabel-kabel di lantai, saya membeli saluran pelindung kabel bermerek Vemingo seharga 15,29€.

Saluran pelindung berbahan PVC ini memiliki perekat sehingga tidak mudah digunakan.

Panjang masing-masing saluran pelindung kabel ini adalah 40 cm dan terdiri dari 10 batang.

Meski saya hanya butuh sedikit, namun paket yang datang lumayan banyak, dan saya bias menyimpan sisanya untuk kebutuhan lain ke depannya.

Pelindung kabel ini juga menyediakan penutup sambungan dan berbagai macam bentuk siku agar kabel tertutup dengan rapih.

kotak pelindung sambungan kabel D-Line buatan Inggris

Saya juga membeli kotak pelindung sambungan kabel, di mana biasanya bagian ini tampak sangat berantakan.

Dua buah kotak pelindung sambungan kabel bermerek D-Line di Amazon seharga masing-masing 9,99€ ini sukses menutupi kesemrawutan sambungan kabel dan menjadikan lebih rapih.

Yang menarik, jika hampir semua perangkat yang saya beli ini dibuat di Cina, kotak kabel D-Line ini dibuat di Inggris.

Maklum saja, D-Line sendiri merupakan merek pengaturan kabel asal Newcastle di Inggris.

Sekilas, material plastiknya memang terlihat lebih baik.

D-Line sebenarnya juga memiliki produk saluran pelindung kabel, namun karena pertimbangan harga, saya memilih merek lain yang lebih murah.

Saya membeli kotak pelindung kabel ini karena sedang ada promo, di mana dengan rentang harga yang sama, saya bisa membeli merek lain, namun karena ini buatan Inggris, tentu saya memilih buatan Inggris.

kabel jadi lebih rapih dengan pelindung kabel dan kotak pelindung sambungan kabel

Di beberapa tempat, saya merapikan kabel dengan pelindung kabel (cable conduit) bermerek Mosotech yang saya beli seharga 10,98€ di Amazon, yang dilengkapi dengan alat untuk memasukkan kabel ke dalam selongsongnya.

D-Line juga punya produk ini, namun lagi-lagi karena harga, saya memilih yang paling murah saat itu.

Saya juga membeli beberapa pengikat kabel berperekat velcro yang berisi 120 buah bermerek Reelo seharga 7,99€ di Amazon.

Velcro sendiri sebenarnya sebuah merek yang menemukan teknoliogi perekat tersebut, namun sebutan velcro menjadi sebuah sebutan umum.

Untuk melabeli beberapa kabel untuk memudahkan pengurutan, saya juga membeli 2 pak pengikat kabel sekaligus label bermerek Label The Cable seri Mini Tags yang masing-masing berisi 10 buah, seharga 5,42€.

penyangga bingkai untuk wadah minuman dan cemilan

Merek Label The Cable juga mempunyai jajaran produk pelindung kabel, namun lagi-lagi karena perkara harga, saya memilih yang harganya paling murah.

Selain kabel, saya juga menambahkan sedikit ruang pada meja kerja untuk meletakkan gelas berisi kopi atau cemilan.

Biasanya cemilan dan mug ini berada di samping kiri saya, namun karena keberadaan gelas juga memakan ruang, saya berpikir untuk menambah sayap di meja.

Saya membeli penyangga bingkai foto di Ikea seri Malmbäck seharga 5,99€ yang kemudian saya pasang di samping meja.

Sebenarnya bisa saja saya membeli semacam penyangga gelas atau cup holder, namun menurut saya jadi kurang efektif.

Sayangnya, penyangga bingkai ini terlalu panjang 10 cm, di mana lebar meja saya adalah 50 cm sedangkan panjang penyangga bingkai tersebut adalah 60 cm.

Lumayan, saya mendapat tambahan ruang selebar 9 cm yang cukup untuk menyangga gelas dan cemilan saya.

Kursi Kerja Ikea Flintan

kursi kerja Songmics OBG56B

Setelah lebih dari setahun menggunakan kursi kerja Songmics OBG56B, saya merasakan kursi tersebut lama-lama kurang nyaman digunakan.

Pertama, meski sebutannya kursi kerja, namun desain kursi tersebut lebih condong ke kursi game yang posisi duduknya lebih santai.

Sementara jika digunakan untuk kerja, posisi yang baik untuk postur adalah yang tegak di bagian punggung.

Bagian dudukan kursinya juga sangat lebar, sehinga bagian pantat saya tidak dapat menempel pada punggung kursi.

Untuk duduk bersantai, kursi tersebut sangat nyaman dan empuk, namun jika untuk bekerja, saya kerap dudu tegak dan tidak bersandar pada kursi, membuat pingang saya terasa cepat lelah.

Bagian sandaran tangan juga rupanya cukup menggangu, karena jadi kursi jadi mentok ke meja.

Tinggi kursi juga mentok, yang mana siku saya tidak dapat membentuk sudut 90° sesuai dengan sudut ideal untuk mengetik.

Saya kemudian berencana mengganti kursi kerja saya tersebut dengan yang lebih cocok, namun saya tidak ingin membeli kursi yang mahal.

Harga kursi kerja rata-rata di atas 100€ sementara saya menginginkan harga kursi di bawah harga tersebut.

mencoba kursi Ikea Flintan di Ikea Berlin-Spandau

Ikea menjadi salah satu tujuan saya karena beberapa seri kursi kerjanya cukup baik dengan harga terjangkau.

Saya mendatangi Ikea Berlin-Spandau untuk melakukan survei dan mencoba kenyamanan kursi tersebut.

Dengan datang langsung ke gerai Ikea, saya bisa mencoba kenyamanan kursi dengan model meja Micke.

Dari anggaran saya di bawah 100€, ada dua seri yang masuk, yaitu seri Flintan baru seharga 70€, seri Flintan lama seharga 50€, dan seri Milberget seharga 69,99€.

Saya akhirnya memilih seri Flintan baru yang seharga 70€ karena menurut saya kursi ini cukup nyaman.

Bagian penyokong pinggangnya (lumbar support) cukup nyaman dan pas di pinggang saya, meski bagian ini tidak dapat diubah-ubah.

Warna kursi ini juga cukup cantik, yaitu warna beige yang menurut saya cantik dibandingkan warna kursi kerja yang biasanya berwarna hitam.

Perubahan Lain

Perubahan ini tidak berhenti sampai di sini.

Ada beberapa hal yang saya rencanakan untuk dipasang di meja mungil tersebut.

Misalnya saya ingin memasang pegboard di mana saya bisa menempelkan beberapa item di meja yang bisa menghemat ruang.

Atau saya ingi merapikan lagi kabel-kabel yang menurut saya masih terpasang sementara dan perlu dirapikan kembali.

Tentu saja, menuruti semua kemauan tidak akan selesai.

Menurut saya, jika meja kerjanya nyaman, ini akan berimbas pada produktivitas, jadi pembenaran saya adalah dengan mempernyaman meja kerja, akan meningkatkan produktivitas.

8 responses
  1. Gravatar of Antyo®
    Antyo®

    Asyik ya, ada anggaran dari kantor.
    Tapi kalo soal domisili diterapkan di Indonesia, kesian orang Bekasi yang bekerja remote buat kantor di Jakarta Timur.

  2. Gravatar of ainun
    ainun

    jadi keinget taun lalu, waktu awal awal WFH, dimana dikamarku sudah ada meja komputer yang ukuran standart. sampe kepikiran menata kamar plus dekor dengan pajangan pajangan biar terliat nyaman. Beberapa minggu rajin bener buka olshop hahaha, buat beli printilan printilan

    ini nih aku pengen beli wadah buat kabel kabel itu mas Zam.dimejaku ini udah kecil, ada colokan laptop terus ini printer ada 2, dimeja sama dibawah. Sempit juga hahahaha
    terus dulu saking pengennya kursi yang nyaman, sampe nabung buat kursi incaran di Informa. Dan keturutan akhirnya, seseneng itu

  3. Gravatar of Rudi Chandra
    Rudi Chandra

    Pengaturan meja kerjanya mantap juga Mas, terlihat efisien dan bisa bikin nyaman bekerja.
    Btw, hiasan kucingnya lucu juga. 👍

  4. Gravatar of vira
    vira

    hwaaa, ada si kucing pembawa bolpen ituuuu ^.^

  5. Gravatar of fanny_dcatqueen
    fanny_dcatqueen

    Mas, aku sukaaa ih headphone Sony dan tatakan headphonenyaaa :D.

    Jadi dpt ide beliin kado buat suami. Selama ini dia pake headphone yg biasa Mulu, dgn alasan murah. Tapi kan jadinya sering rusak dan kececer ntah di mana. Mending aku beliin yg bgs sekalian tp awet :D.

  6. Gravatar of syaifuddin sayuti
    syaifuddin sayuti

    tatakan headphone lucu juga. kepikiran punya juga buat di rumah. karena sekarang sembarangan naruhnya tuh headphone

  7. Gravatar of Zizy
    Zizy

    Enak ini, ada anggaran dari kantor untuk kebutuhan membuat positive working environment di rumah. Memang benar meskipun kerja di rumah, semua harus mendukung agar kita bisa konsentrasi dan fokus.

Tinggalkan Balasan

This article has been published on 26 Juli 2021 (4 bulan ago). The information provided here might not be accurate.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.