Menggunakan Xiaomi Mi 8 Lite

12 minutes

Ponsel Xiaomi Redmi Note 3 yang sudah menemani selama hampir 3 tahun, pada 15 September 2018, akhirnya tumbang, mati total, dan tidak bisa di-charge.

Xiaomi Mi 8 Lite

Untung saya masih menyimpan Samsung Galaxy K Zoom yang meski sudah tua namun tetap tangguh, terutama kameranya.

Namun menggunakan ponsel tua yang sistem operasi Androidnya mentok di versi 4.4.2 Kitkat, membuat saya cukup kesulitan.

Beberapa aplikasi sudah tidak kompatibel dengan sistem operasi tua tersebut.

Pada 17 November 2018, saya mengunjungi Mi Store Summarecon Bekasi.

Awalnya hanya lihat-lihat, namun akhirnya malah memboyong Xiaomi Mi 8 Lite yang baru saja diluncurkan pada 6 November 2018 lalu bareng dengan Xiaomi Redmi Note 6 Pro.

Saya membeli Xiaomi Mi 8 Lite seharga Rp 3.699.000 yang harganya sama dengan Xiaomi Mi A2.

Xiaomi Mi 8 Lite

kemasan Xiaomi Mi 8 Lite

Awalnya saya tidak melirik Xiaomi Mi 8 Lite ini karena pertimbangan budget. Saya berusaha untuk berada di rentang maksimal Rp 3.000.000 untuk membeli ponsel.

Namun godaan mas sales yang cukup konsisten, dan saya sudah mencoba beberapa seri ponsel yang dipajang di Mi Store Summarecon Bekasi, akhirnya pilihan jatuh ke Xiaomi Mi 8 Lite.

Memang overbudget, namun rupanya saya tidak menyesal dengan ponsel yang saya beli ini.

Saya sempat galau memilih antara Xiaomi Mi A2 atau Xiaomi Mi 8 Lite, karena keduanya memiliki spesifikasi yang setara dan harganya sama.

Menimbang dari desain dan fitur kameranya, akhirnya saya memilih Xiaomi Mi 8 Lite.

Sayangnya warna yang tersedia hanyalah warna midnight black, sedangkan saya sebenarnya suka dengan warna aurora blue-nya.

Fisik dan Kemasan

unboxing Xiaomi Mi 8 Lite

Karena saya membeli di Mi Store Summarecon Bekasi, proses unboxing dilakukan oleh petugas untuk memastikan seluruh fungsi ponsel bekerja dengan baik.

Desain kardusnya cukup menarik, menampilkan warna pelangi.

Kardus dibuka dengan mengangkat tutup atasnya, setelah melucuti plastik pembungkus.

Logo TAM tertempel di sudut kiri atas, menunjukkan bahwa ponsel yang diproduksi di Indonesia ini merupakan ponsel resmi yang didistribusikan oleh Erajaya.

Bagian belakang kardus tertempel informasi dan spesifikasi perangkat Xiaomi Mi 8 Lite.

Di bagian atas, terdapat kardus berisi lembar petunjuk penggunaan, pembuka kunci SIM, dan jelly case gratis untuk melindungi ponsel.

konektor tambahan USB-C dengan jack 3,5 mm

Kabel koneksi tambahan konektor jack 3,5 mm juga berada di dalam kardus ini.

Setelah kardus ini diangkat, unit ponsel langsung terlihat memenuhi luasan kardus.

Petugas mengetes seluruh fungsi, dengan menyalakan, menjalankan fungsi kamera depan, kamera belakang, dan fungsi pemutar video.

Pengisi daya dan kabel USB-C dicoba apakah bisa mengisi daya dan ponsel bisa menerima daya dari charger.

Seluruh proses pengecekan berlangsung cepat, dan setelah selesai, ponsel dimasukkan kembali ke dalam kardus dan diserahkan kepada saya.

Xiaomi Mi 8 Lite terasa lebih panjang saat digenggam, karena Xiaomi Mi 8 Lite menggunakan rasio layar 19:9 dengan lebar layar 6,26 inchi yang memang cenderung lebih panjang.

menggenggam Xiaomi Mi 8 Lite

Baterai terintegrasi menjadikan Xiaomi Mi 8 Lite terasa lebih tipis namun lebih berat berat, bila dibandingkan dengan Xiaomi Redmi Note 3.

Bodinya terbuat dari kaca dengan rangka membulat yang terbuat dari aluminium.

Kaca inilah yang membuat saya menyukai desain Xiaomi Mi 8 Lite yang terkesan elegan dan cantik.

Bodi kaca membuat ponsel ini licin dan rentan tergelincir, namun untungnya Xiaomi menyertakan jelly case untuk melindungi ponsel ini dan mencegah tergelincir.

Satu-satunya colokan di Xiaomi Mi 8 Lite adalah colokan USB-C yang menggunakan USB 2.0 yang berada di bagian bawah tengah untuk mengisi daya dan melakukan transfer data.

Tombol volume dan daya berada di sisi kanan, khas Xiaomi dan slot kartu nano-SIM ganda dan micro SD hybrid (menggunakan slot nano-SIM kedua) berada di sisi kiri.

kamera ganda Xiaomi Mi 8 Lite

Kamera ganda yang sekaligus menjadi kamera utama berada di sisi belakang kanan.

Resolusi kameranya adalah 12 MP, dengan aperture f/1.9 serta 5 MP dengan aperture f/2.0 yang memiliki sensor kedalaman.

Kamera utama dilengkapi dengan lampu kilat tunggal yang berada di samping kanan.

Sensor sidik jari berada di bagian belakang tengah, yang posisinya sangat pas dan nyaman saat membuka kunci ponsel dengan jari telunjuk.

Di bagian depan terdapat kamera dengan resolusi 24 MP berada di samping kiri pengeras suara. Posisi kamera depan, pengeras suara, dan sensor proximitas berada di bagian notch atau poni yang sedang ngetren.

Xiaomi Mi 8 Lite tidak memiliki soft button, dan menggantikan tombol soft button ini dengan on screen key yang bisa tersembunyi saat tampilan layar penuh.

Layar Xiaomi Mi 8 Lite menggunakan layar IPS LCD capacitive touchscreen dengan ketajaman warna 16 juta warna memenuhi permukaan layar.

Logo Mi tertulis di bagian bawah belakang. Terdapat sticker yang menempel di bagian belakang menampilkan peringatan dan nomor IMEI.

Charger berdaya 2 A dengan fitur Quick Charge 3.0 membuat pengisian daya baterai Li-Po berkapasitas 3.350 mAh berlangsung dengan cepat.

MIUI

aplikasi tambahan MIUI

Salah satu alasan saya memilih Xiaomi Mi 8 Lite dibandingkan dengan Xiaomi Mi A2 yang secara spesifikasi setara, adalah penggunaan MIUI sebagai sistem operasinya.

Xiaomi Mi 8 Lite menggunakan sistem operasi MIUI Global 9.6.5.0 (ODTMIFD) yang berbasis pada Android Oreo 8.1.0.

Namun sistem operasi MIUI Global 9.6 ini kemudian mendapatkan pembaruan MIUI Global 10.0 yang juga berbasis pada Android 8.1.

Karena aturan TKDN, meski perangkat Xiaomi Mi 8 Lite ini merupakan perangkat produksi Indonesia, ada beberapa aplikasi yang disertakan di sistem di luar MIUI dan Google, yaitu UC Browser, PicMix, Amazon Shopping, Facebook, Lazada, digbank by DBS, PegiPegi, dan Caping, yang untungnya bisa dengan mudah dihapus.

Yang menyebalkan dari MIUI adalah adanya iklan yang muncul di beberapa aplikasi mereka, yang meski tidak mengganggu namun tetap membuat kurang nyaman.

Saya yang awalnya kurang suka dengan App Shortcuts, kini merasa sangat terbantu saat saya ingin menengok jadwal melalui kalender.

Mi Roaming merupakan fitur menarik dari MIUI yang sangat membantu saya saat berada di Jerman. Cukup dengan $1 saya bisa seharian menggunakan paket data tanpa ribet.

Saya akan menuliskan fitur Mi Roaming ini secara terpisah.

Simak pengalaman saya menggunakan Mi Roaming di Jerman.

Performa Xiaomi Mi 8 Lite

Selama saya di berangkat ke Jerman dan tinggal di Jerman, saya tidak menemukan masalah.

Xiaomi Mi 8 Lite bisa berfungsi dengan baik pada jaringan 4G/LTE Vodafone dan kartu XL saya yang berada di slot kedua bisa terdaftar dengan jaringan 4G/LTE Vodafone dengan baik saat saya menggunakan roaming internasional.

Prosesor delapan inti Qualcomm Snapdragon 660 2,2 GHz yang berpadu dengan RAM 4 GB bekerja dengan sangat baik memberikan performa yang cepat dan lancar.

GPU Adreno 512 juga berfungsi dengan baik menghasilkan grafis 3D yang rumit tampak halus dan tajam.

Skor yang dihasilkan oleh Antutu Benchmark pada saat menggunakan MIUI 9.6.5.0 adalah 144.116. Sedangkan saat menggunakan MIUI 10.0, skornya adalah 143.133.

Baterai

Baterai Li-Po berdaya 3.350 mAh lebih dari cukup untuk penggunaan saya sehari-hari.

Saya hanya mengisi daya sehari sekali pada saat malam meski baterai tidak sampai habis (sekitar 20%), dan baterai ponsel tahan seharian.

Pengisian daya juga sangat cepat, terima kasih kepada Quick Charge 3.0 yang ditanam pada pengisi daya Xiaomi Mi 8 Lite.

Kamera

fitur kamera depan Xiaomi Mi 8 Lite

Pertimbangan utama saya saat memilih Xiaomi Mi 8 Lite tentu saja karena faktor kamera.

Kamera ganda mampu memberikan gambar yang tajam terutama saat menggunakan fitur Potret pada aplikasi Kamera.

Fitur AI pada kamera Xiaomi Mi 8 Lite juga mampu memberikan hasil yang paling optimal.

Antarmuka kamera juga mudah digunakan saat memilih mode, dari Video Singkat (10 detik), Video, Foto, Potret, Kotak, Panorama, hingga model Manual, bisa dilakukan dengan usapan  jempol.

Menu lain semacam aktivasi lampu kilat, HDR, AI, efek, dan menu berada di bagian atas kamera yang juga bisa dengan cepat dapat diakses.

Berganti kamera depan juga mudah sekali dilakukan, di mana pada saat menggunakan kamera depan, terdapat menu tambahan yaitu Beautify yang bisa dipilih tingkat penerapannya.

Fitur kamera depan ini bahkan mampu “merombak” obyek foto pada bagian-bagian tertentu dari wajah.

Yang menarik, fitur Galeri foto pada MIUI 10, bisa menyunting foto dengan memberikan efek yang dramatis, tanpa perlu memasang aplikasi lain.

Begitu juga dengan kamera video, fitur-fitur yang ada di kamera untuk memotret juga sebagian bisa digunakan di kamera video.

Beberapa hasil foto dan video saya bagikan di Instagram saya yang saya unggah mulai dari tanggal 18 November 2018.

4 responses
Tinggalkan Balasan

This article has been published on 1 Desember 2018 (2 tahun ago).

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.