Selamat Datang, Mac Mini M1!

14 minutes 122 8

Setelah 8 tahun 10 bulan, MacBook Pro pertengahan 2021 menemani saya, akhirnya saya memensiunkan produk Apple kedua saya setelah iPhone 4S.

MacBook Pro 14 inchi 2021

Secara pribadi, saya memang hanya memiliki 2 produk Apple, yaitu iPhone 4S yang saat itu belum beredar resmi di Indonesia dan saya membeli lewat jastip dari Singapura, serta MacBook Pro tersebut.

Ponsel iPhone 4S tersebut sudah lama saya wariskan ke adik saya setelah saya menggunakan ponsel Xiaomi, dan kini iPhone 4S tersebut sudah tidak ada lagi.

Selain kedua barang itu, saya juga menggunakan iPad Pro 2020 milik istri saya, MacBook Pro 2017 yang kemudian diganti dengan MacBook Pro M1 (2020) base model milik kantor.

Saya memang bukan penggemar fanatik produk-produk Apple, karena selain tak ingin terjebak dalam ekosistem Apple yang memang makin lama makin menjerat dan ekslusif, faktor harga lah menjadi faktor utama kenapa produk Apple bukan menjadi pilihan utama saya.

Satu-satunya produk Apple yang membuat saya sulit berpaling adalah komputer Mac, karena once you go Mac, you’ll never go back!

Terima Kasih, MacBook Pro!

MacBook Pro mid 2012

MacBook Pro yang saya beli pada 26 Januari 2013 tersebut sebenarnya masih berfungsi dengan baik.

Saya bahkan sempat bimbang karena saya bukan tipe orang yang membeli baru jika barang sebelumnya masih bisa dipakai dan tidak rusak.

Namun setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya saya dengan berat hati memutuskan untuk memensiunkan MacBook Pro yang banyak berjasa tersebut.

Saya tentu akan menyimpan MacBook Pro tersebut dengan baik, meski saya tidak akan menggunakannya lagi.

Berikut ini adalah beberapa pertimbangan yang akhirnya membuat saya memensiunkannya.

Baterai

status baterai di MacBook Pro mid-2012

Pertimbangan pertama adalah kemampuan baterainya yang memang sudah tidak lagi kuat bertahan lama.

Indikator baterai pun sudah menampilkan peringatan untuk melakukan servis.

Baterai MacBook Pro ini merupakan baterai kedua yang saya gunakan, di mana usia baterai memang rata-rata 2 tahun pemakaian normal.

Sementara saya menggunakan MacBook Pro, bisa dibilang tidak normal dan lebih cenderung ke tindakan abuse karena hampir selalu menyala.

Pertama kali saya mengganti baterai MacBook Pro ini di MacArena, Mal Ambassador, juga setelah 5 tahun saya gunakan.

Kemudian setahun empat bulan kemudian, saya mengganti sendiri baterai tersebut dengan membeli baterai murah dari Amazon.

Namanya baterai murah, tentu saja kualitasnya tidak sebanding dengan baterai asli.

Baterai yang saya beli di Amazon ini sudah turun performanya dan MacOS menampilkan pesan untuk segera mengganti baterai meski siklus pengisian dayanya rendah, masih sekitar 100-an.

Performa

informasi sistem MacBook Pro mid-2012

Selain masalah baterai, saya merasa bahwa MacBook Pro saya tersebut sudah terlalu tua dan terasa kewalahan mengikuti perkembangan teknologi.

Sistem operasi yang saya gunakan pada MacBook Pro tersebut adalah macOS Catalina 10.15.7 yang mana merupakan sistem operasi terakhir yang didukung Apple untuk perangkat ini.

Tentu saja, sistem operasi modern dirancang untuk perangkat yang modern, sehingga perangkat lama seperti MacBook Pro saya tentu saja tidak mampu mengikuti.

Padahal MacBook Pro saya tersebut sudah saya modifikasi untuk menambah masa pakai, mulai dari meningkatkan kapasitas memori dari yang awalnya 4 GB menjadi 8 GB serta mengganti hard disk dengan SSD.

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana nasib MacBook Pro saya itu jika masih menggunakan spesifikasi awalnya.

Kemunculan lingkaran pelangi makin lama makin sering, membuat saya sering harus menghela nafas untuk meredam emosi.

Belum lagi suara kipas yang bising saat memproses beberapa hal untuk menghalau panas meski saya sempat mengganti thermal paste untuk mempercepat disipasi panas dari prosesor Dual-Core Inte Core i5 2,5 GHz tersebut.

Bagian trackpad-nya juga sudah tidak sesensitif sebelumnya, di mana tombolnya makin keras untuk ditekan.

Suara yang dihasilkan juga sudah cempreng, di mana saya pernah memperbaiki sendiri pengeras suara ini dengan menggunakan lem karena pengeras suaranya sobek dan saya tidak mau merogoh kocek untuk membeli pengeras suara pengganti yang harganya cukup lumayan.

Mikrofon utamanya juga sudah mati, membuat MacBook Pro ini tidak dapat menerima suara masuk dan sangat bergantung pada mikrofon eksternal.

Selebihnya, MacBook Pro tua ini masih berfungsi dengan baik.

Kenapa Mac Mini M1?

MacBook Air M1 Rose Gold 2020

Dari sekian produk Mac, pilihan saya akhirnya jatuh ke Mac Mini M1.

Saya langsung mengeliminasi produk Mac berbasis prosesor Intel karena saya sudah merasakan sendiri performa prosesor M1.

MacBook Pro dengan prosesor terbaru M1 Pro atau M1 Max memang sangat menggiurkan, namun harganya yang luar biasa membuat saya mengurungkan niat melirik mereka.

Fitur MagSafe dan kembalinya berbagai port ke laptop berlayar mulai dari 14 inchi memang menjadi salah satu daya tarik.

Prosesor Apple M1 sendiri sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan saya sehari-hari, bahkan saya yang menggunakan MacBook Pro M1 base model dengan RAM 8 GB dan media penyimpanan 256 GB untuk urusan kantor.

Saya sempat mempertimbangkan MacBook Air M1, karena menurut saya performanya sudah sangat menarik namun dengan bobot lebih ringan dan lebih ringkas.

Apalagi saya membenci Touchbar pada MacBook Pro M1 saya, membuat saya cenderung ke MacBook Air M1.

iMac M1 2020

Namun karena situasi saat ini yang membuat saya lebih banyak bekerja dari rumah, dan saya kini tidak lagi suka membawa-bawa laptop atau bekerja secara mobile, membuat saya memikirkan kembali untuk memiliki MacBook.

Apalagi MacBook Pro lama saya masih bisa dipakai, membuat saya merasa tidak ingin membeli MacBook.

Saya lalu melirik penggunaan desktop yang menurut saya lebih pas untuk masa sekarang, di mana saya sudah memiliki sudut meja sendiri.

Pilihan kini mengerucut ke iMac M1 dan Mac Mini M1.

Saya sempat kepincut dengan iMac M1 yang tipis dan warna-warni, apalagi dengan harga yang menurut saya menguntungkan, saya bisa mendapatkan layar monitor 4,5K, webcam beresolusi 1080p, serta speaker yang luar biasa, merupakan daya tarik.

Namun karena meja kerja saya yang tidak luas, plus keberadaan monitor Philips saya, papan ketik Keychron K6, mouse Logitech MX master, serta saya harus berbagi meja dengan MacBook Pro M1 kantor untuk bekerja, akhirnya memantapkan saya untuk memilih Mac Mini M1.

Mac Mini M1 merupakan perangkat paling murah dari jajaran perangkat Apple M1, plus dukungan port yang lumayan banyak.

Satu hal tambahan yang memantapkan saya memilih Mac Mini M1 adalah, papan ketik yang digunakan di seluruh perangkat komputer di Jerman menggunakan layout ISO yang membuat saya tidak nyaman karena terbiasa dengan layout ANSI yang umum digunakan di Indonesia.

Membeli Mac Mini M1

toko Cyberport di Mal Bikini Berlin

Saya membeli Mac Mini M1 pada masa promo Black Friday yang dimulai pada hari Jumat, 26 November 2021.

Produk Apple memang biasanya tidak terpengaruh oleh promosi Black Friday, dan jika pun ada, potongan harganya juga tidak terlampau banyak.

Namun ini tidak menutup kemungkinan untuk mendapat diskon yang lumayan, karena promo biasanya diselenggarakan oleh toko.

Dari beberapa tempat yang menjual produk Apple, saya sudah mencatat beberapa lengkap dengan harga yang ditawarkan.

Saya bahkan membuat Google Sheet untuk membandingkan harga dari Apple, Amazon, Media Markt, Saturn, Cyberport, Galaxus, dan Conrad.

Dari semua situs terpercaya tersebut, hanya 3 tempat yang menjual Mac Mini M1 dengan spesifikasi yang saya inginkan, yaitu RAM 16 GB dan media simpan 512 GB.

Saya bisa saja memilih spesifikasi terendah dan termurah, namun karena saya hendak menggunakan Mac Mini M1 ini untuk jangka panjang, saya memilih spesifikasi yang agak tinggi.

Apalagi ke depannya saya tidak dapat menambah RAM atau media simpan sendiri, sehingga menurut saya ini alasan yang masuk akal.

Menurut pengalaman saya menggunakan MacBook Pro M1 base model, RAM 8 GB meski sudah jauh lebih baik daripada MacBook Pro 2017 berbasis Intel i5 dengan RAM 16 GB yang sebelumnya saya gunakan, saya merasa kinerja MacBook Pro M1 agak sedikit tersendat.

Untuk media simpan, bisa saja saya memilih untuk menggunakan media penyimpan eksternal, karena cenderung lebih murah, namun saya tidak ingin banyak mengandalkan media penyimpan eksternal.

Apalagi saya tidak banyak menyimpan video, kapasitas 512 GB sebenarnya sudah lebih dari cukup.

Mac Mini M1

Dari ketiga toko yang menjual Mac Mini M1 dengan RAM 16 GB dan media simpan 512 GB, hanya Apple, Cyberport, dan Conrad.

Harga resmi sesuai situs Apple adalah 1.259โ‚ฌ, sementara Cyberport menjual dengan harga 1.149โ‚ฌ, dan Conrad 1.199โ‚ฌ.

Karena Black Friday, harga di Cyberport turun lagi menjadi 1.099โ‚ฌ, yang langsung membuat saya segera berangkat ke toko Cyberport di Mal Bikini Berlin.

Karena kasus Covid-19 kembali meningkat, seluruh toko non-esensial mewajibkan pengunjungnya untuk menunjukkan sertifikat vaksin, hasil tes negatif, atau bukti telah sembuh dari Covid-19.

Hari Sabtu, 27 November 2021, saya memboyong Mac Mini M1.

Video Unboxing Mac Mini M1

Kemasan Mac Mini M1 yang saya beli dari Cyberport sangat menarik, yaitu hanya berupa kardus coklat tanpa tulisan apa pun.

Selengkapnya bisa dilihat pada video unboxing Mac Mini M1 dalam format ASMR alias apa adanya berikut.

Pengalaman Singkat Menggunakan Mac Mini M1

informasi sistem Mac Mini M1 menggunakan macOS Monterey 12.0.1

Setelah melakukan pemasangan dan konfigurasi, hal paling menjemukan adalah melakukan migrasi data.

Saya memang penggemar melakukan instalasi baru daripada memindahkan data dan environment.

Buat saya, komputer baru ya harus baru, biar segar!

Rupanya Mac Mini M1 memiliki sedikit masalah, yaitu koneksi Bluetooth-nya seringkali tidak stabil, apalagi saat saya menggunakan headphone Sony WH-1000XM4.

Dari laporan di internet, banyak juga yang mengalami masalah terutama dengan papan ketik, trackpad, dan mouse Apple.

Namun setelah saya melakukan pembaruan dari macOS Big Sur (11.6) bawaan ke macOS Monterey (12.0.1), saya tidak menemukan masalah ini lagi.

Saya sendiri belum memperbarui MacBook Pro M1 milik kantor karena khawatir dengan masalah kompatibilitas.

Karena ini adalah Mac baru, saya tidak khawatir dengan masalah kompatibilitas, lagi pula ini komputer pribadi saya, bukan milik kantor.

Sejauh ini saya puas dan senang dengan Mac Mini M1 ini, bahkan tulisan blog pertama di bulan Desember ini pun ditulis dengan menggunakan Mac Mini M1.

Mac Mini M1 2020 dan MacBook Pro mid-2012
11 responses
  1. Gravatar of Phebie
    Phebie

    Desainnya cakep betul mas Zam. Selamat Mac Mini M1 barunya ya

  2. Gravatar of Sandalian
    Sandalian

    Wah, pakai Mac Mini apa nggak kehilangan fitur retina display?

    *kompor*

    Gravatar of Muhammad Zamroni
    Muhammad Zamroni

    buat apa, selama ini toh juga pake layar monitor eksternal yang 2K kok.. nanti malah bisa pake 4K tapi belum butuh untuk sekarang.. ๐Ÿ˜†

  3. Gravatar of Jauhari
    Jauhari

    nganu… itu saya malah tertarik MacBook Pro M1 nya.. Performa untuk kerja dan Baterainya gimana ZAM? mengingat ini MacBook Air 2013 BTO saya juga sudah emput2an dan nggak bisa JOIN THE FORCE dengan MacOS terbaru…

    Gravatar of Muhammad Zamroni
    Muhammad Zamroni

    seperti yang kubilang, kalo aku dengan RAM 8GB, di MacBook Pro M1 kerasa keteteran, dhe.. karena memang untuk development dan running banyak VM (Docker).. soal baterai, M1 memang luar biasa! aku kadang seharian pake lupa belum ngecas dan baru ngecas besoknya

  4. Gravatar of Si Bayuu
    Si Bayuu

    Ahhhhh aku suka.. tahan Bay, tahan bay.. wkwkw ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…
    Sukses teracuni nih berkat tulisan Mas Zam.

    Kemarin juga aku abis minang Ipad Pro M1 sama pulpennya.. ๐Ÿคฃ entah kemasukan setan apa kemarin bisa2nya minang Ipad Pro dari rencana awal mau minang Ipad air 4.. wkwk..

    Tapi emang bner sih.. jargon apple.. klaau udh coba sekali pasti ketagihan.. ekekekeke

  5. Gravatar of iKurniawan
    iKurniawan

    Selamat om Zam untuk Mac Mini barunya
    Saya juga setelah mention2an sama Om zam di twitter, akhirnya yakin ambil MBA M1 base model.
    Nanti pengalaman pertama belum sempat saya tulis di blog. Otewe new post ah!

  6. Gravatar of Antyoยฎ
    Antyoยฎ

    Untuk Mac Mini, kamu pake monitor apa Zam?

  7. Gravatar of Fanny_dcatqueen
    Fanny_dcatqueen

    Temenku yg pencinta Apple products, juga pernah bilang, sekali pake produk2nya Apple, ga akan mau berpaling ke produk lain. Aku penasaran, tapi untungnya msh sadar diri ๐Ÿคฃ. Krn aku toh bukan orang yg ngerti2 amat ama gadget. Buatku hp dan laptop ya hanya utk komunikasi lewat media chat, dan medsos. Udah selesai ๐Ÿ˜„.

    Jadi beli gagdet muahaaaaal hanya utk itu, sama aja mubazir kalo di aku. Beda Ama mas zam yg makenya bener2 buat kerjaan dan beneran ngerti fungsi2 nya ๐Ÿ‘๐Ÿ˜„. Ya pasti worth it. Kalo aku, udah pasti hanya utk gaya doang itu ๐Ÿคฃ

  8. Gravatar of ainun
    ainun

    imuttt bener mas Zam, ga perlu diragukan lagi soal performanya
    aku kalau soal update update IOS nggak begitu paham, dulu waktu masih pegang 5S, taunya ya asal make, dan IOS udah dari sononya, ga pernah dimacem-macemin

    kalau performa lancar begini, kerja makin semangat ya mas zam

Tinggalkan Balasan

This article has been published on 5 Desember 2021 (12 bulan ago). The information provided here might not be accurate.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.