Membeli Papan Ketik Mekanik (Mechanical Keyboard) Keychron K6

18 minutes 0 3

Sudah lama sebenarnya saya ingin memiliki papan ketik mekanik (mechanical keybord), namun berbagai pertimbangan, terutama anggaran, membuat saya menunda dan hanya bisa memasukkannya ke dalam daftar impian (wishlist).

mencoba papan ketik Logitech MX Keys

Hingga kantor saya memberikan anggaran untuk mendukung bekerja dari rumah, sebesar 300€ per orang kepada seluruh karyawannya.

Awalnya saya ingin membeli monitor kedua untuk menemani monitor Philips saya, namun karena meja kerja saya yang mungil, saya mengurungkan niat saya tersebut.

Kemudian saya terpikir untuk mewujudkan keinginan saya untuk membeli papan ketik mekanik demi kesehatan jari jemari saya karena papan ketik bawaan MacBook Pro 2017 dari kantor sangat keras dan buruk.

Mekanisme kupu-kupu yang diterapkan Apple memang membuat papan ketiknya sering mendapat masalah.

Sebenarnya tidak harus papan ketik mekanik, karna saya mencari yang tombolnya menyenangkan untuk ditekan dan nyaman.

Selain papan ketik mekanik, saya sempat melihat-lihat papan ketik ergonomis hingga yang terpisah (split keyboard), yang mana papan ketik ini dirancang untuk kenyamanan.

Sayangnya harga papan ketik jenis ini cukup mahal, karena memang, kesehatan mahal  harganya, bukan?

Maka pencarian papan ketik mekanik pun dimulai.

Apa Itu Papan Ketik Mekanik?

saklar papan ketik mekanik Gateron Brown

Sebenarnya, apa itu papan ketik mekanik, bedanya apa dengan papan ketik yang beredar pada umumnya, dan kenapa papan ketik mekanik ini banyak diminati?

Sekilas papan ketik mekanik ini tidak terlihat beda dengan yang biasa digunakan pada komputer pada umumnya.

Bunyi tombolnya yang clicky dan berisik, ditambah lampu RGB warna-warni, dan umum digunakan oleh gamer, sering digambarkan sebagai papan ketik mekanik.

Padahal papan ketik mekanik tidak ditentukan dari bunyi atau lampu RGB warna-warni, tapi dari saklar (switch) tombol yang digunakan untuk menentukan menghantarkan sinyal listrik.

Karena saklar ini bergerak seperti pada prinsip saklar mekanik, maka disebutlah dengan papan ketik mekanik.

Dengan cara ini, saat tombol ditekan, ada semacam respon dari tombol yang bisa dirasakan, yang man respon semacam ini biasa didapat seperti saat mengetik menggunakan mesin ketik manual.

Papan ketik biasa yang digunakan pada komputer menggunakan membran untuk meneruskan sinyal-sinyal listrik sebagai tanda sebuah tombol ditekan.

Karena menggunakan membran, respon dari papan ketik ini cenderung mushy dan lembut namun responnya tidak secepat pada papan ketik mekanik.

Pada perkembangannya, saklar yang digunakan pada papan ketik mekanik ada yang menggunakan cahaya untuk menandakan sebuah tombol ditekan, yang mana saklar jenis ini disebut dengan saklar optikal.

Untuk lengkapnya bisa membaca penjelasan dari Business Insider tentang papan ketik mekanik.

Pertimbangan

papan ketik Logitech MX Keys

Ada beberapa pertimbangan sebelum saya memutuskan membeli papan ketik mekanik, tentunya setelah melihat perbagai ulasan yang ada.

Pertimbangan pertama tentunya anggaran, karena papan ketik mekanik berkualitas tidak lah murah.

Sebenarnya banyak papan ketik mekanik murah yang beredar, namun karena saya bertujuan menjadikan papan ketik ini alat kerja yang akan saya gunakan selama mungkin, tentu saya mencari papan ketik mekanik berkualitas namun ramah di kantong.

Rentang harga papan ketik mekanik kelas pemula adalah sekitar US$100, atau dalam bayangan saya berarti sekitar 100€ atau jika dirupiahkan menjadi sekitar Rp1.700.000.

Setelah menentukan anggaran, saya kemudian menentukan ukuran papan ketik yang saya butuhkan.

Sebagai informasi, papan ketik memiliki beberapa ukuran, yang ditentukan dari jumlah tombolnya.

ukuran papan ketik 75% pada MacBook Pro 2017

Ukuran yang pertama adalah ukuran penuh (full size) yang terdiri dari 104 tombol menurut standar Amerika (US-ANSI) yang dipakai di banyak negara, termasuk Indonesia.

Kemudian ada ukuran kompak (compact) atau 96%, di mana jumlah tombolnya sama dengan ukuran penuh namun seluruh tombol dimampatkan.

Lalu ada tenkeyless (TKL) yang memiliki 86 tombol, di mana tombol angka (num pad) di sebelah kanan dihilangkan.

Ukuran 75% merupakan ukuran yang banyak digunakan pada laptop, termasuk MacBook dan MacBook Pro.

Kini banyak papan ketik mekanik yang menggunakan ukuran 65% dan 60%, di mana tombol fungsi dihilangkan, menjadikan papan ketik ini terkesan ringkas.

Ada juga ukuran yang langka, yaitu ukuran 40% yang hanya menampilkan tombol dasar huruf dan angka saja.

papan ketik Keychron K6 berukuran 65%

Karena ukuran meja saya yang kecil, saya memutuskan untuk menggunakan ukuran 65%, apalagi saya jarang menggunakan tombol fungsi dan num pad.

Rupanya ukuran 65% termasuk ukuran yang banyak diminati, di mana banyak merek dan tipe papan ketik di rentang harga yang sama.

Beberapa seri yang masuk radar saya adalah Keychron K6, Epomaker GK68XS, Ducky One 2 SF, dan NovelKeys NK65.

Namun sayangnya tidak semua produk tersebut tersedia dan bisa dibeli secara langsung melalui online.

NovelKeys_ NK65 misalnya, hingga tulisan ini dibuat, status stoknya masih kosong.

Demikian juga dengan Ducky One 2 SF yang saat saya cek di situs resmi penjualan, seri yang saya incar tidak tersedia, sementara situs utama merek Taiwan ini tidak menjual papan ketik ini secara langsung.

Pilihan lalu mengerucut menjadi dua, antara Epomaker GK68XS dan Keychron K6, di mana kedua papan ketik bisa dibeli langsung dari masing-masing situs dan bisa mengirim hingga ke Jerman.

fitur hot swapable pada Keychron K6

Kedua papan ketik secara spesifikasi juga mirip, yaitu sama-sama mendukung sistem operasi MacOS atau Windows, koneksi nirkabel menggunakan Bluetooth, dan konektor kabel USB-C.

Keychron K6 dan Epomaker GK68XS juga sama-sama berangkat dari kampanye Kickstarter yang sukses.

Meski harga Epomaker GK68XS sedikit lebih mahal, karena penggunaan material keycap dari plastik PBT (Polybutylene terephthalate) yang lebih awet dan lebih baik kualitasnya dibanding material keycap Keychron K6 yang terbuat dari plstik ABS (Acrylonitrile butadiene styrene).

Keychron K6 akhirnya memenangkan hati saya, karena selain harganya lebih murah, Keychron K6 mendukung penggantian tombol dengan gampang (hot swapable) yang mana pada papan ketik Epomaker GK68XS, seluruh saklar tombolnya disolder.

Ini menjadi nilai sangat lebih, karena saya berencana untuk memodifikasi, atau minimal mengganti saklar atau mengutak-atik dan terjebak lebih dalam di hobi ini.

Pembelian dan Pengiriman

membeli papan ketik Keychron K6 dari situs keychron.com

Saya membeli papan ketik Keychron K6 dari situs resmi Keychron di keychron.com yang menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat.

Sebenarnya Keychron memiliki rekanan penjual resmi di Jerman, namun setelah saya bandingkan harganya, membeli dari situs Keychron dengan pengiriman internasional ke Jerman, termasuk pajak dan bea masuk dan nilai tukar dolar Amerika ke euro, masih lebih murah.

Itu pun tata letak papan ketik yang dijual pada situs rekanan di Jerman tidak menggunakan tata letak (layout) Amerika (ANSI) seperti yang biasa kita gunakan, tapi menggunakan tata letak ISO.

Saya memilih Keychron K6 dengan dengan LED berwarna putih karena selain seri yang menggunakan LED RGB lebih mahal, saya tidak terlalu menyukai papan ketik dengan lampu warna-warni.

Untuk saklar, saya memilih saklar Gateron Brown yang bersifat tactile namun relatif tidak berisik (clicky) karena saya menginginkan respon saat tombol ditekan.

Karena ketebalan Keychron K6 termasuk tinggi, maka saya menambahkan sandaran tangan (palm rest) ke keranjang belanja agar tangan tidak terlalu capek saat mengetik, meski menurut teori, sebaiknya tangan tidak bersandar pada meja saat mengetik.

Total harga yang saya bayar adalah US$119 atau sekitar 101,95€, dengan rincian US$79 untuk papan ketik dengan lampu LED putih dan saklar hot swapable, sandaran tangan yang terbuat dari kayu walnut seharga US$25, plus biaya pengiriman standar yang sudah termasuk pajak dan bea masuk sebesar US$15.

papan ketik Keychron K6 dan sandaran tangan terbungkus pelindung guncangan

Saya membeli pada tanggal 12 Juni 2021 dan paket saya terima setelah 5 hari dari tanggal pembelian, yaitu pada 17 Juni 2021.

Dari informasi pelacakan pengiriman, meski Keychron adalah perusahaan Amerika, namun barang ternyata dikirim dari Shenzen, Cina, menggunakan kurir YunExpress.

Saya tidak menyangka pengirimannya akan secepat itu, karena saya menduga pengirimannya akan memakan waktu sekitar 2 pekan.

Sampai di Jerman, paket diantar dengan menggunakan kurir DHL dan saya tidak dikenai ongkos apa pun lagi.

Paket dikemas dengan sangat baik, dengan hanya terbungkus plastik namun di dalamnya, papan ketik dan sandaran tangan dibalut dengan plastik berongga udara dengan sangat baik untuk melindungi dari benturan dan tindihan.

Membuka Kemasan

kemasan papan ketik Keychron K6 dan sandaran tangan

Pertama yang saya buka adalah kemasan sandaran tangan, yang kemasannya sangat sederhana, hanya kardus berwarna putih yang di dalamnya terdapat sandaran tangan terbungkus selaput pembungkus.

Sandaran tangannya terlihat sangat elegan dan pengerjaannya rapi dan halus.

Di bagian atas di sudut kanan bawah terdapat emblem dari logam bertuliskan Keychron.

Dua buah lembaran karet berwarna hitam tertempel di bagian bawah untuk mencegah sandaran tangan ini bergeser.

Tidak ada sudut lancip atau permukaan kasar yang bisa melukai tangan.

Kemasan papan ketik Keychron K6 terlihat begitu elegan dengan warna hitam terbungkus lapisan plastik.

Gambar papan ketik terlihat samar-samar di permukaan bagian atas.

isi kemasan papan ketik Keychron K6

Informasi nomor seri bisa dilihat di bagian samping kemasan dan fitur bisa dilihat pada bagian belakang.

Kemasan dibuka dengan mengangkat penutup ke atas setelah lapisan plastik pelindung dibuka.

Sebuah busa pelindung terliat menutupi seluruh unit, dan setelah busa penutup ini dibuka, sebuah lembar berisi petunjuk singkat langsung terlihat di atas papan ketik yang terbungkus lapisan pelindung.

Lembar petunjuk ini sangat bermanfaat untuk saya yang baru pertama kali memiliki papan ketik mekanik nirkabel.

Di bagian kanan terdapat sebuah kantong yang berisi keycap penganti jika ingin mengganti tata letak papan ketik untuk digunakan pada Windows, alat pencabut keycap dan saklar, serta kabel USB-C/USB-A untuk mengisi daya atau menggunakan mode kabel yang terbungkus benang pelindung (braided).

kabel USB-C Keychron K6

Colokan USB-C ini membentuk sudut 90° atau berbentuk L yang menurut saya sangat pas untuk dipasang di sebelah kiri saat menggunakan papan ketik dengan kabel.

Saya lalu mengangkat unit papan ketik yang beratnya sekitar setengah kilogram dan mengeluarkannya dari pembungkus.

Setelah papan ketik diangkat, saya melihat ada buku petunjuk yang berisi informasi lebih detail tentang cara penggunaan papan ketik, terutama tombol pintasan (shortcut) untuk melakukan fungsi tertentu.

Tombol untuk MacOS terpasang pada papan ketik, dan jika menggunakan Windows, maka perlu mengganti tombol di samping tombol spasi dengan menggunakan alat yang disertakan.

Keychron menyertakan 6 tombol pengganti untuk mengubah tata letak ke mode Windows.

Unit Papan Ketik

saklar dan colokan USB-C di sebelah kiri Keychron K6

Karena saya membeli yang versi plastik, maka rangka papan ketik terbuat dari plastik.

Di bagian samping kiri, terdapat colokan USB-C, saklar geser untuk memilih mode nirkabel atau kabel, serta saklar geser untuk memilih mode MacOS, Windows, atau mematikan papan ketik.

Papan ketik memiliki kaki karet di empat sudutnya, dan pada bagian bawah atas, ada kaki ganda yang bisa dinaikkan hingga membentuk sudut maksimal 9°.

Tombol atau keycap yang digunakan menggunakan profil OEM yang sedikit cekung di bagian tengah, di mana ketinggian tombol di baris bawah berbeda dengan ketinggian tombol di baris tengah dan baris atas.

Panjang papan ketik ini 313 mm dengan lebar 104 mm, sesuai dengan keinginan saya yang membutuhkan papan ketik yang tidak menghabiskan tempat.

lampu LED berwarna putih menyala

Lampu RGB berwarna putihnya cukup menarik, dengan pilihan 18 efek yang dipilih, namun saya pribadi lebih suka mematikannya.

Saya suka sekali dengan aksen tombol berwarna oranye untuk tombol Esc dan saya pun mengganti tombol lampu yang berada di sebelah kanan atas dengan tombol berwarna oranye juga.

Saat mengetik dengan tombol ini, saya merasa senang sekali dan rasanya jauh berbeda dengan tombol MacBook Pro 2017 yang keras tersebut.

Meski saya memilih saklar Gateron Brown yang tactile, tombol ini bisa dibilang cukup senyap meski tetap terasa responnya.

Namun rupanya suara tombolnya tidak sesenyap yang saya bayangkan, karena material tombolnya yang terbuat dari ABS cukup menggaungkan bunyi saat bagian dasar tombol menyentuh bagian dasar.

papan ketik Keychron K6 dan tetikus Logitech MX Master

Suatu saat mungkin saya akan memodifikasi papan ketik ini agar lebih senyap.

Kapasitas baterai sebesar 4.000 mAh membuat papan ketik ini mampu bertahan selama 72 jam dengan lampu LED menyala terus menerus dan jika tidak menggunakan LED, bisa bertahan hingga 240 jam dengan menggunakan Bluetooth 5.1.

Yang saya suka adalah ada mode menghemat baterai, yang mana bila tidak ada aktivitas, Keychron K6 akan mematikan koneksinya.

Untuk membangunkan, cukup dengan menekan sembarang tombol, dan papan ketika membutuhkan waktu sekitar 3 detik untuk terhubung kembali dengan perangkat.

Papan ketik ini mendukung koneksi dengan 3 perangkat secara bergantian, dengan menekan tombol fn1 dan huruf q, w, atau e.

Ini sangat memudahkan dan nyaman sekali untuk berganti perangkat, seperti yang saya lakukan saat berpindah dari MacBook Pro kantor dengan milik pribadi.

Ukurannya yang mungil membuat saya dengan gampang meraih tetikus Logitech MX Master saya yang berada di sebelah kanan.

Satu hal yang membuat saya harus membiasakan diri adalah tombol Esc yang menjadi satu dengan tombol ` dan ~ membuat saya harus menekan tombol kombinasi fn1 dan fn2.

Galeri Foto

4 responses
  1. Gravatar of Antyo®
    Antyo®

    Baru tahu saya ada kibor mekanis.
    Soal tatakan tangan ternyata bisa dari kayu ya. Kalo diganti talenan kegedean ya Zam.

  2. Gravatar of Ihsan
    Ihsan

    Ganteng yaa keyboardnya… hhaha

    saya sendiri sekarang pakai 2 keyboard mekanik. enak memang, sensasinya terasa beda pas ngetik. Padahal, keyboard mekanik sendiri termasuk teknologi yang ‘jadul’ kalau tidak salah
    😀

  3. Gravatar of snydez
    snydez

    entah kenapa, gue merasa ini hype sesa(a)t aja 😀

Tinggalkan Balasan

This article has been published on 29 Juni 2021 (4 bulan ago). The information provided here might not be accurate.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.