Pengalaman Menggunakan Lineage OS 14.1 Pada Xiaomi Redmi Note 3

Artikel ini ditayangkan pada 26 April 2017, sekitar 7 bulan yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Setelah selama 3 hari saya menggunakan Lineage OS versi 14.1 pada Xiaomi Redmi Note 3, kesan saya Lineage OS merupakan sistem operasi yang enteng, responsif, berfungsi dengan baik (saya tidak menemukan bug), dan cocok untuk digunakan sebagai sistem operasi harian.

Selesai memasang Lineage OS di Xiaomi Redmi Note 3, setelah boot pertama, saya langsung suka. Mungkin karena selama ini saya sudah terlalu nyaman dengan MIUI, jadi enggan membandingkan dengan sistem operasi lainnya.

Xiaomi Redmi Note 3 ini termasuk perangkat yang punya banyak pilihan custom ROM. Mungkin saya akan mencoba sistem operasi lainnya di Xiaomi Redmi Note 3.

Berikut ini pengalaman saya menggunakan Lineage OS yang berbasis pada Android 7.1.2 (Nougat). Saya menggunakan versi nightly build versi 14.1-20170419 (ROM tanggal 19 April 2017).

Sekilas Lineage OS

informasi Lineage OS informasi Lineage OS

Lineage OS merupakan sistem operasi berbasis Android terbuka dan gratis yang merupakan penerus Cyanogenmod yang berhenti pengembangannya pada 31 Desember 2016.

Lineage OS resmi dirilis ke publik pada tanggal 24 Desember 2016.

Meski terbilang baru, namun darah Cyanogenmod yang mengalir di dalamnya membuat sistem operasi ini bukan sistem operasi abal-abal.

Lineage OS memiliki dukungan terhadap 22 merek ponsel, beberapa di antaranya adalah Asus, Google, HTC, Huawei, LG, Lenovo, Motorola, Oppo, OnePlus, Samsung, Sony, Xiaomi, ZTE, dan Zuk.

Total perangkat yang didukung Lineage OS saat tulisan ini dibuat adalah 152 perangkat.

Ada 2 versi Lineage OS yang beredar, yaitu versi 13.1 yang berbasis Android 6.0.1 (Marshmallow) dan versi 14.1 yang berbasis Android 7.1 (Nougat).

Saya beruntung Lineage OS secara resmi mendukung perangkat Xiaomi Redmi Note 3 (Pro) yang punya nama lain Kenzo.

Ada beberapa ROM Lineage OS yang beredar, namun merupakan hasil porting dari pengembang-pengembang lainnya.

Lineage OS juga menyediakan Lineage Add-On SU yang digunakan untuk melakukan rooting.

Aplikasi Google secara default tidak disertakan di Lineage OS. Saya harus memasang sendiri menggunakan Open Gapps, di mana saya bisa memilih sendiri aplikasi Google apa saja yang bisa diinstal seperlunya di perangkat saya.

Antarmuka

tampilan Drawer Lineage OS tampilan Drawer Lineage OS

Lineage OS menggunakan antarmuka Trebuchet Launcher yang terdiri dari tampilan utama dan tampilan Drawer.

Pada tampilan utama, kita bisa memasang gambar latar, memasang widget, dan menambahkan akses cepat ke aplikasi. Sebuah bar pencarian Google secara default muncul di semua halaman pada layar utama.

Untuk mengatur menu utama, tekan dan tahan tombol soft-button Menu. Jika tidak ingin bar pencarian Google selalu muncul di halaman utama, tinggal nonaktifkan dari menu Settings.

Yang paling saya suka dari Lineage OS adalah tampilan aplikasi pada Drawer. Tidak seperti pada Android pada umumnya, tampilan aplikasi pada Lineage ditampilkan secara berurutan berdasar abjad.

Sebuah bar pencarian sangat membantu saya dalam menemukan aplikasi yang saya cari dengan mengetikkan namanya.

Jika aplikasi yang saya cari belum terpasang, dengan gampang saya bisa memasangnya dari Google Play Store.

Sayangnya pencarian ini hanya berfungsi jika mengikuti nama aplikasi yang dicari. Misal saat saya mencari aplikasi OpenVPN, saya mengharapkan aplikasi ini muncul pada hasil saat mengetik “vpn”, namun tidak muncul. Aplikasi muncul saat saya menulis “open”.

Di bagian bawah, ada urutan abjad yang memudahkan saya loncat ke huruf dari nama aplikasi yang ada. Misal saya hendak mengakses OpenVPN, saya bisa mengetikkan melalui bar pencarian, mencarinya dengan menggulir daftar aplikasi, atau mengakses huruf O dari bar abjad di bagian bawah.

Penggunaan bahasa pada antarmuka Lineage OS juga masih bercampur antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, meski bisa dibilang 95% bahasa sudah menggunakan Bahasa Indonesia.

Bar Status dan Notifikasi

Saya sering menggunakan menu dari bar status dalam mengoperasikan ponsel. Dengan menggulir dari bar status, saya bisa mengakses beberapa fungsi dan melihat notifikasi.

Saya suka dengan notifikasi yang digunakan Lineage OS yang merupakan fitur dasar Android N, yaitu merespon langsung dari notifikasi.

Misal ketika ada pesan masuk, saya bisa langsung membalas dari notifikasi tanpa harus masuk ke aplikasi notifikasi. Cepat, mudah, dan ringkas.

Jika ada beberapa notifikasi dari aplikasi yang sama, maka seluruh pesan akan digabung jadi satu tempat. Munculnya ikon dan nama aplikasi di notifikasi sangat meudahkan dalam mengidentifikasi,

Begitu juga dengan shortcut ke fungsi-fungsi semacam menyalakan wi-fi, menyalakan bluetooth, dan sebagainya.

Performa dan Kinerja

tampilan multi layar (split screen) pada Lineage OS tampilan multi layar (split screen) pada Lineage OS

Lineage OS 14.1 yang berbasis pada Cyanogenmod 14.1 dan Android 7.1.2 tentunya mewarisi semua kemampuan dari leluhurnya.

Lineage OS mendukung split screen di mana dua aplikasi bisa berjalan bersamaan dalam satu layar. Misal saat saya ingin menonton Youtube tapi tetap ingin membuka Twitter atau membaca blog, bisa dilakukan secara berbarengan dari satu layar.

Lineage OS juga mendukung mode tamu dan multiakun. Ini sangat berguna saat ponsel dipinjam oleh orang dan saya tidak ingin orang mengakses ke aplikasi dan segala hal yang ada di ponsel saya.

Untuk mengaktifkan mode tamu, saya tinggal menggulir dari bar status, menekan tombol akun, dan beralih ke mode Tamu.

Mode Tamu ini membuat seolah-olah ada dua ponsel namun berada dalam satu ponsel.

Selain mode Tamu, saya juga bisa menambah akun lain ke ponsel. Ini seperti konsep multi-desktop di komputer.

Lineage OS terasa sangat ringan. Dari posisi mati, Lineage OS memakan waktu sekitar 15 detik untuk menyala, setelah logo Mi hilang. Setelah menanyakan kunci, Lineage OS membutuhkan waktu sekitar 25 detik lagi untuk menyala.

Jika memilih mode muat ulang cepat, Lineage OS menyala kembali dalam waktu 15 detik saja.

Dari informasi memori, Lineage OS rata-rata menggunakan memori RAM sebesar 1,6 GB dari total 1,8 GB, meski secara spesifikasi Xiaomi Redmi Note 3 mempunyai RAM 2 GB. Penggunaan memori paling besar adalah sistem operasi Android yang menghabiskan RAM sebesar sekitar 1 GB.

Jika dibandingkan dengan saat menggunakan MIUI 8, penggunaan RAM di Lineage OS terasa lebih hemat.

Dengan menggunakan Antutu Benchmark versi 6.2.7, nilai yang diraih oleh Xiaomi Redmi Note 3 dengan Lineage OS adalah 78.000-an.

Lineage OS mendukung pembaruan sistem OTA (over the air) alias melakukan pembaruan langsung dari sistem operasi. Saya mendapat pemberitahuan pembaruan sistem ROM versi 29 April 2017.

Setelah mengunduh, ponsel akan masuk ke mode recovery untuk memasang pembaruan secara otomatis.

Jaringan 4G/LTE

dukungan 4G/LTE di Lineage OS dukungan 4G/LTE di Lineage OS

Salah satu alasan saya menggunakan custom ROM adalah karena ketiadaan jaringan 4G/LTE karena Xiaomi Note 3 mengikuti aturan TKDN.

Lineage OS dengan mudah langsung mengenali jaringan 4G/LTE. Kartu XL saya langsung dikenali dan muncul simbol LTE pada indikator sinyal di bar status.

Konon Lineage OS juga mendukung VoLTE. VoLTE merupakan singkatan dari Voice over LTE, di mana secara singkat, jaringan 4G/LTE tidak hanya digunakan untuk data, namun juga untuk komunikasi suara (menelepon).

Saya belum mencoba fitur VoLTE, karena operator yang mendukung VoLTE di Indonesia hanya Smartfren.

Saya meminjam ponsel Smartfren Andromax B yang mendukung VoLTE. Saat saya mencoba memindahkan kartu Smartfren ke Xiaomi Redmi Note 3, kartu Smartfren dikenali dan menunjukkan adanya sinyal.

Namun karena kartu SIM Smartfren dikunci dan hanya bisa digunakan di ponsel Andromax B, maka saya tidak bisa melakukan pengujian VoLTE di Xiaomi Redmi Note 3.

Secara spesifikasi, Xiaomi Redmi Note 3 mendukung frekuensi 4G/LTE 2.300 MHz (band 40) yang dipakai Smartfren dan Bolt, juga frekuensi 1.800 MHz (band 3) yang dipakai oleh operator Telkomsel, Indosat, XL, dan Tri.

Penghematan penggunaan data bisa dengan mudah diaktifkan dari menu seluler. Penggunaan data pun bisa dipantau dan memberikan peringatan jika penggunaan data mendekati batas yang ditetapkan.

Penghemat data ini berfungsi dengan cara mencegah beberapa aplikasi mengirimkan data saat berjalan di latar belakang. Konsekuensinya, beberapa fungsi notifikasi aplikasi mungkin tidak berfungsi secara sempurna.

Namun fitur yang tidak ada di Lineage OS, yaitu status kecepatan koneksi yang muncul di bar status. Buat saya ini penting untuk mengetahui apakah koneksi internet saya mendapat sambungan atau tidak.

Sensor Sidik Jari dan Keamanan

pengesetan sidik jari berhasil pengesetan sidik jari berhasil

Saya termasuk penggemar pengunci sidik jari. Buat saya, ini fitur penting yang harus didukung oleh sistem operasi ponsel.

Lineage OS dengan baik mampu mendeteksi dan menggunakan sensor sidik jari ini dengan baik. Pembuka kunci dengan sidik jari berlangsung cepat, seperti pada saat saya menggunakan MIUI.

Ada lima pilihan penguncian layar, pertama tanpa penguncian, kedua dengan menggesek layar ke arah tertentu, menggunakan pola, menggunakan PIN, dan menggunakan kata sandi.

Saya merupakan penggemar penguncian dengan pola. Yang menarik pada Lineage OS, pola yang dipilih tidak hanya 3×3, tapi ada 4×4, 5×5, hingga 6×6.

Fitur Smart Lock dari Google juga berjalan baik di Lineage OS.

Mengaktifkan Smart Lock, saya bisa membuka kunci dengan mode pengenalan wajah, berbasis lokasi, menggunakan perangkat lain, dan posisi ponsel.

Untuk keamanan lebih, Lineage OS secara default melakukan enkripsi terhadap isi ponsel.

Secara umum, fitur keamanan di Lineage OS berfungsi dengan baik.

Baterai

pemantauan penggunan baterai pemantauan penggunan baterai

Salah satu fitur Android N adalah penggunaan baterai yang optimal. Fitur ini diadaptasi dengan baik oleh Lineage OS.

Pada profil penggunaan normal, baterai berdaya 4.000 mAh mampu bertahan hingga sekitar 20 jam.

Penyedot daya paling besar adalah penggunaan layar dan jaringan seluler. Penggunaan daya bisa lebih dihemat lagi dengan mengaktifkan profil penghemat daya.

Pengalaman saya, setidaknya saya mengisi daya baterai sehari sekali saat akan tidur. Itu pun posisi baterai masih sekitar 15% hingga 20% setelah digunakan normal sehari-hari.

Jika tidak banyak digunakan, baterai bisa bertahan sehari semalam lebih seperempat hari.

Indikator baterai juga bisa diset tampilannya. Saya paling suka menggunakan indikator lingkaran dengan penunjuk persentase di bagian dalam.

Jika menengok bagian Pengaturan lalu melihat performa Baterai, ada indikator kira-kira berapa lama penggunaan ponsel bisa digunakan.

Grafik penggunaan daya juga berguna untuk memantau kesehatan baterai.

Kamera

pengaturan kamera Lineage OS pengaturan kamera Lineage OS

Saat menggunakan Lineage OS, Mas Jauhari memberi peringatan tentang kinerja kamera yang kurang oke.

Buat saya, kamera salah satu fitur yang penting di ponsel. Saya pun memberi perhatian lebih terhadap kamera di Lineage OS.

Dari segi aplikasi, aplikasi kamera bawaan Lineage OS memiliki fitur yang lebih lengkap dibanding dengan aplikasi kamera pada MIUI.

Gambar hasil kamera Lineage OS saya rasa memang tidak setajam saat menggunakan kamera bawaan MIUI, namun menurut saya hasilnya masih bagus.

Dengan mode otomatis, saya merasa warna yang dihasilkan memang tidak begitu keluar. Namun jika mengubah pengaturan terutama di keseimbangan warna putih, kompensasi warna yang dilakukan oleh kamera Lineage OS bisa dibilang cukup membantu.

Saya mencoba beberapa efek, beberapa pengaturan manual kamera seperti menyesuaikan ISO, pencahayaan, keseimbangan putih, semuanya bisa berfungsi dengan baik.

Tidak seperti kamera MIUI yang mempunyai fitur Beautify, kamera depan Lineage OS tidak memiliki fitur untuk mempermak muka.

Saya yang jarang berswafoto juga tidak berkeberatan jika fitur pemercantik diri ini hilang.

Jika membaca dari berbagai sumber, bug kamera crash di Lineage OS sepertinya sudah diperbaiki di versi yang saya gunakan.

Kamera berfungsi dengan baik dan lancar. Lampu kilat, HDR, semua mode bisa berfungsi dengan normal.

Kamera Video

pengaturan kamera video pada Lineage OS pengaturan kamera video pada Lineage OS

Kamera video Lineage OS mampu merekam gambar dengan resolusi 4K UHD. Pengaturan video di Lineage OS juga lebih lengkap.

Pengaturan keseimbangan putih, pengaturan pencahayaan, bahkan pengaturan jumlah frame untuk gerakan lambat atau gerakan cepat, bisa diatur dengan lebih leluasa.

Saat mengambil gambar video, saya juga bisa mengambil foto dengan mudah, hanya dengan menyentuh layar saat pada frame yang ingin saya potret.

Saya mencoba mengambil video dengan format 4K UHD dan 1080p HD. Secara kasat mata, kualitas video antara kedua resolusi ini tidak begitu terlihat jelas. Kemungkinan karena saya melihatnya di layar Xiaomi Redmi Note 3 yang terbatas resolusinya di 1920×1280 piksel saja.

Saat saya lihat di layar Macbook Pro, saya juga tidak bisa melihat perbedaan signifikan antara kedua video. Kemungkinan lagi-lagi layar Macbook Pro saya yang belum mendukung format 4K.

Satu-satunya perbedaan yang bisa saya lihat dengan jelas adalah pada ukuran berkas. Berkas video berdurasi 30 detik pada format 4K menghabiskan ruang sebesar 160 MB, sedangkan untuk video berdurasi yang sama, pada format 1080p menghabiskan 75 MB.

Kualitas gambarnya walau tidak terlihat tajam sekali, tapi masih jelas dan jernih. Pada situasi minim cahaya, muncul noise yang menurut saya masih dalam batas wajar. Respon perpindahan dari situasi gelap ke terang dan sebaliknya juga cukup cepat.

Buat saya yang suka membuat vlog dengan menggunakan ponsel, hasil videonya masih bisa ditolerir. Sya juga sadar betul keterbatasan perangkat keras di ponsel.

Yang menarik, kamera video Lineage OS menyediakan pengaturan manual dan efek-efek yang bisa dipakai. Pengaturan ini tidak saya temukan di kamera video MIUI 8.

Rangkuman

Versi ROM 14.1-20170419
Tanggal Rilis 19 April 2017
Versi Android 7.1.2
Skor Antutu Benchmark Rata-Rata 78.000
Waktu Booting Rata-Rata 15 detik
Penggunaan Memori Rata-Rata 1,6 GB
Dukungan Pembaruan OTA Ya
Dukungan 4G/LTE Ya
Dukungan VoLTE Ya
Dukungan Kamera Video 4K Ya
Dukungan Kamera Panorama Ya

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

7 komentar

Artikel ini ditayangkan pada 26 April 2017, sekitar 7 bulan yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

go2n

26 April 2017 11:21

Waini! Menarik buat dicoba ini.

Luthfi Loeth

27 Mei 2017 20:29

Review Lineage OS untuk redmi note 3 pro (Kenzo) yang saya cari2 nih. keraguan saya tentang LTE di lineage OS jadi HILANG. THANKS SO MUCH INFONYA!!

aditya

14 Juni 2017 23:02

Om kalo dr lineage mau balik kemiui8 gmana? Lupa backup nih

zi

16 Juli 2017 06:02

mas cara biar bisa update via OTA gimana? saya gagal terus..

1Kobe

25 Juli 2017 15:48

bro cara make kamera depan di lineage os gimana?video call dr watsap jg gk bs pake kamera depan.

Wahyu Prasetyo

3 Agustus 2017 11:56

saya baru kemaren mendarat di ROM lineage gan, malemnya dapet pembaruan, cara instal pembaruannya gimana ya gan???

arsha

28 September 2017 21:27

Saya pake costum rom lineage yg mskin ktnya ahli root tp ketika sy hendak mencopot aplikasi permainan eh gak bs malah tetap ada ya ada malah restart ulang stiap klik copot aplikasi..

Statistik

Telah dibaca 14.286 kali. Waktu baca rata-rata 16 menit. Ada 7 komentar.