Pengalaman Menggunakan Nitrogen OS di Xiaomi Redmi Note 3

Setelah Xenon HD, saya mencoba Nitrogen OS, ROM yang digadang-gadang sebagai ROM oke di Xiaomi Redmi Note 3.

Saya paling lama menggunakan ROM ini. ROM yang berasal dari Rusia dan berbasis di Rusia ini memiliki beberapa cita rasa dari ROM yang saya coba sebelumnya.

Merujuk dari situs pengembangnya, perangkat yang didukung oleh Nitrogen OS masih sedikit.

Instalasi Nitrogen OS

instalasi Nitrogen OS instalasi Nitrogen OS

Seperti biasa, instalasi dilakukan menggunakan TWRP ZCX dengan memuat berkas ROM Nitrogen OS yang sudah saya unduh.

Saya menggunakan ROM yang dirilis pada 30 April 2017 (20170430) dan memasang Open Gapps versi pico. Karena ROM ini masih dalam masa pengembangan, si pengembang hanya menyimpan berkas ROM versi terakhir saja.

Ada beberapa berkas yang saya unduh selain berkas ROM, yaitu berkas ResetScreenLockv2.zip, dan berkas fpc_fix.zip yang berguna untuk menambal bug sensor sidik jari FPC.

Nitrogen OS secara default sudah di-root. jika tidak ingin menggunakan root atau hendak menggunakan aplikasi root lainnya, unduh juga berkas unroot-nya.

Saya sempat tidak bisa masuk setelah melakukan flashing karena sensor sidik jari yang saya gunakan adalah seri FPC 102x. Jika perangkat Xiaomi Redmi Note 3 menggunakan sensor Goodix GF318M, seharusnya tidak ada masalah.

Setelah membersihkan (wipe) seluruh data dan membuat cadangan ROM jika nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, saya memasang berkas zip dari flashdisk melalui USB OTG dengan urutan berkas ROM Nitrogen OS, berkas fpc_fix, berkas Reset Screen Lock v2, baru kemudian berkas Gapps, kemudian reboot.

Proses instalasi memakan waktu tak sampai 10 menit dari proses flashing hingga booting.

Antarmuka

launcher Nitrogen OS launcher Nitrogen OS

Nitrogen OS menggunakan launcher standar yang terdiri dari layar utama dan Drawer. Tampilan launcher-nya sedikit lebih cantik dari tampilan launcher Lineage OS yang terkesan sangat datar.

Pada tampilan utama, saya bisa memasang gambar latar, memasang widget, dan menambahkan akses cepat ke aplikasi. Saya tidak menemukan bar pencarian Google di halaman utama seperti pada ROM lainnya.

Drawer yang berisi seluruh aplikasi terpasang dimunculkan dengan cara menekan tombol atau dengan mengusap dari bawah layar ke atas. Saya lebih suka menggunakan model mengusap dari bawah ke atas.

Aplikasi pada drawer ditampilkan urut sesuai abjad dalam model grid. Terdapat bar pencarian yang sangat membantu saya dalam menemukan aplikasi yang saya cari dengan mengetikkan namanya.

Jika aplikasi yang saya cari belum terpasang, dengan gampang saya bisa memasangnya dari Google Play Store dengan mengetuk tombol “Telusuri Aplikasi Lainnya”.

Yang saya suka dari bar pencarian ini, saat saya mencari aplikasi OpenVPN yang sudah terpasang, saya mengetik “vpn”, Nitrogen OS menemukan aplikasi ini dan memunculkan di daftar pencarian.

Seluruh aplikasi ditampilkan dalam model 5 kolom ke bawah. Semakin banyak aplikasi yang dipasang, semakin banyak pula scroll yang dibutuhkan untuk menampilkan aplikasi.

Penggunaan bahasa pada antarmuka Nitrogen OS juga masih bercampur antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, meski bisa dibilang 90% bahasa sudah menggunakan Bahasa Indonesia.

Bagian bar status dan notifikasi, tampilannya mirip dengan saat menggunakan Omni ROM, yaitu tampilan header pada bar status bisa dipercantik dengan menggunakan gambar.

Secara umum bar notifikasi Nitrogen OS menggunakan fitur dasar Android N, dengan beberapa tambahan fitur, misal tampilan kecepatan jaringan yang merupakan fitur yang penting.

Pada bagian pengaturan, terdapat menu tersendiri yang khusus untuk mengatur personalisasi Nitrogen OS.

Performa dan Kinerja

informasi sistem Nitrogen OS informasi sistem Nitrogen OS

Nitrogen OS dikembangkan berbasis pada Android 7.1.2 (Nougat) yang tentunya mewarisi semua kemampuan dari leluhurnya.

Nitrogen OS mendukung split screen di mana dua aplikasi bisa berjalan bersamaan dalam satu layar. Misal saat saya ingin menonton Youtube tapi tetap ingin membuka Twitter atau membaca blog, bisa dilakukan secara berbarengan dari satu layar.

Nitrogen OS juga mendukung mode tamu dan multiakun. Ini sangat berguna saat ponsel dipinjam oleh orang dan saya tidak ingin orang mengakses ke aplikasi dan segala hal yang ada di ponsel saya.

Untuk mengaktifkan mode tamu, saya tinggal menggulir dari bar status, menekan tombol akun, dan beralih ke mode Tamu.

Mode Tamu ini membuat seolah-olah ada dua ponsel namun berada dalam satu ponsel.

Selain mode Tamu, saya juga bisa menambah akun lain ke ponsel. Ini seperti konsep multi-desktop di komputer.

Nitrogen OS terasa sangat ringan. Dari posisi mati, Nitrogen OS memakan waktu sekitar 20 detik untuk menyala, setelah logo Mi hilang.

Dari informasi memori, Nitrogen rata-rata menggunakan memori RAM sebesar 1,4 GB dari total 1,8 GB, meski secara spesifikasi Xiaomi Redmi Note 3 mempunyai RAM 2 GB. Penggunaan memori paling besar adalah sistem operasi Android yang menghabiskan RAM sebesar sekitar 1 GB.

Dengan menggunakan Antutu Benchmark versi 6.2.7, nilai yang diraih oleh Xiaomi Redmi Note 3 dengan Nitrogen OS adalah 68.000-an.

Meski mendukung pembaruan sistem OTA (over the air) alias melakukan pembaruan langsung dari sistem operasi, saya fungsi ini tidak berjalan meski ada pembaruan pada situsnya.

Saya agak terganggu dengan fungsi shortcut kamera. Dengan menekan tombol power dua kali, ponsel akan membuka aplikasi kamera. Namun saya tidak menemukan cara untuk mematikan fitur ini.

Jaringan 4G/LTE

info jaringan LTE di Nitrogen OS info jaringan LTE di Nitrogen OS

Nitrogen OS langsung mengenali jaringan 4G/LTE. Kartu XL saya langsung dikenali dan muncul simbol LTE pada indikator sinyal di bar status.

Dugaan saya, Nitrogen OS juga mendukung VoLTE. VoLTE merupakan singkatan dari Voice over LTE, di mana secara singkat, jaringan 4G/LTE tidak hanya digunakan untuk data, namun juga untuk komunikasi suara (menelepon).

Saya belum mencoba fitur VoLTE, karena operator yang mendukung VoLTE di Indonesia hanya Smartfren.

Menurut spesifikasi, Xiaomi Redmi Note 3 mendukung frekuensi 4G/LTE 2.300 MHz (band 40) yang dipakai Smartfren dan Bolt, juga frekuensi 1.800 MHz (band 3) yang dipakai oleh operator Telkomsel, Indosat, XL, dan Tri.

Penghematan penggunaan data bisa dengan mudah diaktifkan dari menu seluler. Penggunaan data pun bisa dipantau dan memberikan peringatan jika penggunaan data mendekati batas yang ditetapkan.

Penghemat data ini berfungsi dengan cara mencegah beberapa aplikasi mengirimkan data saat berjalan di latar belakang. Konsekuensinya, beberapa fungsi notifikasi aplikasi mungkin tidak berfungsi secara sempurna.

Fitur status kecepatan pada bar status, didukung secara default di Nitrogen OS. Saya bisa memunculkan kecepatan jaringan ini dari menu Bar pada pengaturan.

Informasi yang ingin ditampilkan pun bisa dipilih apakah kecepatan unduh, unggah, atau keduanya.

Panggilan telepon bisa dilakukan pada Nitrogen OS. Nada sambung dan saat telepon diterima juga bisa dilakukan dengan lancar.

Pesan SMS dapat digunakan dan lancar baik dalam menerima dan mengirim.

Sensor Sidik Jari dan Keamanan

pengaturan sensor sidik jari pengaturan sensor sidik jari

Meski awalnya bermasalah dengan sensor sidik jari karena penggunaan sensor FPC 102x, setelah menanam patch, sensor sidik jari berfungsi dengan baik.

Ada lima pilihan penguncian layar, pertama tanpa penguncian, kedua dengan menggesek layar ke arah tertentu, menggunakan pola, menggunakan PIN, dan menggunakan kata sandi.

Fitur Smart Lock dari Google juga berjalan baik di Nitrogen OS.

Mengaktifkan Smart Lock, saya bisa membuka kunci dengan mode pendeteksian pada tubuh, berbasis lokasi, dan menggunakan perangkat lain.

Baterai

Salah satu fitur Android N adalah penggunaan baterai yang optimal. Fitur ini diadaptasi dengan baik oleh Nitrogen OS.

Pada profil penggunaan normal, baterai berdaya 4.000 mAh mampu bertahan hingga sekitar 18 jam.

Penyedot daya paling besar adalah penggunaan layar dan jaringan seluler. Penggunaan daya bisa lebih dihemat lagi dengan mengaktifkan profil penghemat daya.

Pengalaman saya, setidaknya saya mengisi daya baterai sehari sekali saat akan tidur. Itu pun posisi baterai masih sekitar 15% hingga 20% setelah digunakan normal sehari-hari.

Jika tidak banyak digunakan, baterai bisa bertahan hampir 2 hari tanpa mengisi.

Indikator baterai juga bisa diset tampilannya. Saya paling suka menggunakan indikator lingkaran dengan penunjuk persentase di bagian dalam.

Jika menengok bagian Pengaturan lalu melihat performa Baterai, ada indikator kira-kira berapa lama penggunaan ponsel bisa digunakan.

Grafik penggunaan daya juga berguna untuk memantau kesehatan baterai.

Kamera

menu kamera Nitrogen OS menu kamera Nitrogen OS

Aplikasi kamera bawaan Nitrogen OS memiliki fitur yang lebih lengkap dibanding dengan aplikasi kamera pada MIUI.

Gambar hasil kamera Nitrogen OS saya rasa memang tidak setajam saat menggunakan kamera bawaan MIUI, namun menurut saya hasilnya masih bagus.

Dengan mode otomatis, saya merasa warna yang dihasilkan memang tidak begitu keluar. Namun jika mengubah pengaturan terutama di keseimbangan warna putih, kompensasi warna yang dilakukan oleh kamera Nitrogen OS bisa dibilang cukup membantu.

Saya mencoba beberapa efek, beberapa pengaturan manual kamera seperti menyesuaikan ISO, pencahayaan, keseimbangan putih, semuanya bisa berfungsi dengan baik.

Tidak seperti kamera MIUI yang mempunyai fitur Beautify, kamera depan Nitrogen OS tidak memiliki fitur untuk mempermak muka.

Saya yang jarang berswafoto juga tidak berkeberatan jika fitur pemercantik diri ini hilang.

Kamera berfungsi dengan baik dan lancar. Lampu kilat, HDR, semua mode bisa berfungsi dengan normal.

Nitrogen OS juga mendukung mode foto panorama.

Kamera Video

menu kamera video Nitrogen OS menu kamera video Nitrogen OS

Kamera video Nitrogen OS mampu merekam gambar dengan resolusi 4K UHD. Pengaturan video di Nitrogen OS sama lengkapnya seperti pada Lineage OS.

Saya mencoba mengambil video dengan format 4K UHD dan 1080p HD. Secara kasat mata, kualitas video antara kedua resolusi ini tidak begitu terlihat jelas. Kemungkinan karena saya melihatnya di layar Xiaomi Redmi Note 3 yang terbatas resolusinya di 1920×1280 piksel saja.

Saat saya lihat di layar Macbook Pro, saya juga tidak bisa melihat perbedaan signifikan antara kedua video. Kemungkinan lagi-lagi layar Macbook Pro saya yang belum mendukung format 4K.

Satu-satunya perbedaan yang bisa saya lihat dengan jelas adalah pada ukuran berkas. Berkas video berdurasi 30 detik pada format 4K menghabiskan ruang sebesar 150 MB, sedangkan untuk video berdurasi yang sama, pada format 1080p menghabiskan 70 MB.

Kualitas gambarnya walau tidak terlihat tajam sekali, tapi masih jelas dan jernih. Pada situasi minim cahaya, muncul noise yang menurut saya masih dalam batas wajar. Respon perpindahan dari situasi gelap ke terang dan sebaliknya juga cukup cepat.

Buat saya yang suka membuat vlog dengan menggunakan ponsel, hasil videonya masih bisa ditolerir. Sya juga sadar betul keterbatasan perangkat keras di ponsel.

Yang menarik, kamera video Nitrogen OS menyediakan pengaturan manual dan efek-efek yang bisa dipakai. Pengaturan ini tidak saya temukan di kamera video MIUI 8.

Rangkuman

Versi ROM 20170430
Tanggal Rilis 30 April 2017
Versi Android 7.1.2
Skor Antutu Benchmark Rata-Rata 68.000
Waktu Booting Rata-Rata 20 detik
Penggunaan Memori Rata-Rata 1,4 GB
Dukungan Pembaruan OTA Ya
Dukungan 4G/LTE Ya
Dukungan VoLTE Ya
Dukungan Kamera Video 4K Ya
Dukungan Kamera Panorama Ya

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

0 komentar

Statistik

Telah dibaca 181 kali. Waktu baca rata-rata 13 menit. Ada 0 komentar.