Memasang Lineage OS di Xiaomi Redmi Note 3

Artikel ini ditayangkan pada 24 April 2017, sekitar 1 bulan yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Saya lelah harus menambal ROM Xiaomi Redmi Note 3 agar mendukung jaringan 4G/LTE. Setiap kali ada pembaruan, saya harus mencari cara agar jaringan 4G/LTE bekerja karena Xiaomi Redmi Note 3 mematuhi aturan TKDN.

Lineage OS di Xiaomi Redmi Note 3 Lineage OS di Xiaomi Redmi Note 3

Saya kemudian mencoba menggunakan sistem operasi (ROM) selain MIUI.

Saya sendiri suka dengan MIUI, namun ketiadaan dukungan 4G/LTE di Xiaomi Redmi Note 3 membuat saya frustasi.

Menggunakan ROM Cina yang mendukung jaringan 4G/LTE bukan solusi yang elegan menurut saya, karena banyak hal yang mengganggu.

Hal yang membuat saya kurang nyaman antara lain tidak ada Google Play (digantikan dengan Mi App Store), dipasangnya aplikasi bawaan MIUI tak penting berbahasa Cina, dan ketiadaan pilihan Bahasa Indonesia.

Sebisa mungkin saya menggunakan Bahasa Indonesia dalam berbagai layanan dan aplikasi, sehingga adanya dukungan terhadap Bahasa Indonesia pada sebuah aplikasi dan layanan menjadi nilai lebih di mata saya.

Dari beberapa pilihan OS, saya memutuskan mencoba Lineage OS. Lineage OS merupakan pengembangan dari Cyanogenmod yang resmi berhenti pengembangannya pada 31 Desember 2016.

Kemampuan dan fitur Cyanogenmod yang tenar itu tentu akan ada di Lineage OS. Cyanogenmod sendiri merupakan custom ROM terkenal yang menjadi basis bagi banyak custom ROM lainnya.

Xiaomi Redmi Note 3 saya sebelumnya menggunakan MIUI 8 yang berbasis Android 6.0.1 (Marshmallow). Versi MIUI sebelum akhirnya saya sikat adalah MIUI 8.1.6.0.

Saya tertarik menggunakan Lineage OS versi 14.1 yang telah menggunakan Android 7.1.2 (Nougat). Saya menggunakan versi nightly build tanggal 19 April 2017 yang masih belum begitu sempurna.

Memasang Lineage OS 14.1

informasi Lineage OS pada Xiaomi Redmi Note 3 informasi Lineage OS pada Xiaomi Redmi Note 3

Saya memasang Lineage OS melalui TWRP yang telah saya pasang sebelumnya.

Berkas lineage-14.1-20170419-nightly-kenzo-signed.zip saya unduh dari situs Lineage OS dan saya simpan ke media simpan internal Xiaomi Redmi Note 3.

Lineage OS tidak menyertakan aplikasi Google (Google Apps) seperti pada Android kebanyakan.

Aplikasi Google merupakan aplikasi ekslusif yang dimiliki oleh Google. Karena masalah lisensi, aplikasi Google yang meliputi aplikasi Play Store, Gmail, Maps, dan sebagainya, tidak terpasang di Lineage OS.

Sebagai gantinya, saya menggunakan aplikasi Open Gapps yang merupakan proyek open-source yang mempunyai fungsi yang sama dengan Google Apps.

Saya mengunduh Open Gapps untuk platform ARM 64 (64 bit), untuk sistem operasi Android 7.1, dan varian nano. Untuk root, saya mengunduh LineageOS SU add-on.

Setelah semua berkas terunduh, dengan ADB saya menyalin berkas ke Xiaomi Redmi Note 3 dengan perintah adb push namafile.zip /sdcard/.

mactriphe$ adb push lineage-14.1-20170419-nightly-kenzo-signed.zip /sdcard/
[100%] /sdcard/lineage-14.1-20170419-nightly-kenzo-signed.zip
mactriphe$ adb push open_gapps-arm64-7.1-nano-20170423.zip /sdcard/
[100%] /sdcard/open_gapps-arm64-7.1-nano-20170423.zip
mactriphe$ adb push addonsu-arm64-signed.zip /sdcard/
[100%] /sdcard/addonsu-arm64-signed.zip
mactriphe$

Cara lain menyalin berkas-berkas ini bisa dengan menggunakan Android explorer dengan mengeset mode USB ke MTP (media transfer protocol).

Setelah semua berkas tersalin, saya masuk ke TWRP dengan mematikan ponsel dan menekan tombol volume up dan power secara bersamaan.

Pada TWRP, agar lebih bersih, saya membersihkan data sebelumnya di ponsel dengan memilih menu Wipe, lalu Advanced Wipe, dan mencentang Dalvik/ART Cache, System, Data, dan Cache, lalu swipe untuk mengeksekusi.

Dari menu utama TWRP, saya memilih Install, lalu memasang berkas zip Lineage OS terlebih dahulu, dilanjutkan dengan Open Gapps, dan Add-on SU satu persatu, kemudian reboot.

Setelah reboot, saya pun berharap-harap cemas. Tak lama kemudian muncul garis lengkung berwarna tosca dengan lingkarang berjalan menyusuri garis dari kegelapan layar. Saya sedikit lega.

Kemudian setelah menunggu beberapa menit, akhirnya logo yang diharapkan muncul. Tulisan Lineage berwarna tosca pada latar berwarna putih, membuat saya lega.

Mengatur Lineage OS Pertama Kali

Seperti halnya ponsel baru, saya pun melalui ritual pengaturan ponsel untuk pertama kali.

Yang menarik, Lineage menggunakan Bahasa Indonesia pada awal pengaturan. Saya tambah suka karena Lineage OS telah mendukung Bahasa Indonesia, bahkan sejak dari pertama digunakan.

Setelah saya menekan tombol Selanjutnya, dalam posisi kartu SIM sudah berada di dalam ponsel, urutan pengaturan ponsel adalah sebagai berikut.

  1. Memilih bahasa, saya memilih Bahasa Indonesia.
  2. Memilih lokasi, saya memilih Indonesia.
  3. Memilih apakah akan mengembalikan data dari cadangan atau menganggap ponsel baru, saya memilih menganggap ponsel baru.
  4. Menghubungkan ke jaringan wi-fi, saya menggunakan wi-fi.
  5. Memeriksa pembaruan sistem operasi.
  6. Masuk menggunakan akun Google.
  7. Menambah informasi keamanan, saya memilih pola dan sidik jari.
  8. Menambahkan informasi sidik jari setelah mengeset kunci keamanan.
  9. Menyetujui layanan Google mengakses beberapa informasi.
  10. Mengaktifkan beberapa layanan Lineage OS untuk mengakses informasi pengguna.
  11. Selesai.

Setelah selesai, tampilan Lineage akan muncul dengan informasi singkat tentang penggunaan.

Karena layanan Open Gapps yang saya gunakan adalah versi nano, maka aplikasi yang terpasang di Lineage OS saat pertama kali dinyalakan sangat sedikit. Saya menyukainya.

Saya memang jarang menggunakan layanan Google yang macam-macam. Yang paling penting adalah layanan pencarian Google, Google Play Store, dan Google Play Service.

Layanan Google lain semacam Gmail, Youtube, Maps, Chrome, bisa saya pasang sendiri dari Google Play Store.

Meski masih versi nightly build, Lineage OS berhasil mencuri hati saya. Dukungan 4G/LTE yang saya harapkan berfungsi baik. Konon, Lineage OS juga mendukung VoLTE.

Sensor sidik jari untuk membuka kunci juga berfungsi dengan baik. Ini penting, karena saya lebih suka meggunakan sensor sidik jari ini untuk membuka kunci Xiaomi Redmi Note 3 saya.

Saya menyukai Lineage OS ini karena ringan dan aplikasi yang dipasang sangat minim. Saya berencana menggunakan Lineage OS menjadi sistem operasi harian saya pada Xiaomi Redmi Note 3.

Saat saya melakukan pengujian performa dengan menggunakan Antutu Benchmark versi 6.2.7, skornya adalah 78.643. Skor ini jauh melesat dari skor saat Xiaomi Redmi Note 3 pertama dibuka dari kotak.

Saat pertama dibuka, skor Antutu Benchmark pada MIUI 7 (Android Lolipop 5.1.1) skornya 60.000-an. Sedangkan saat menggunakan MIUI 8 (Android Marshmallow 6.0.1), skor Antutu Benchmark mencapai 70.000-an.

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

0 komentar

Artikel ini ditayangkan pada 24 April 2017, sekitar 1 bulan yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Statistik

Telah dibaca 124 kali. Waktu baca rata-rata 7 menit. Ada 0 komentar.