Kartu Pos Dari Penang, Malaysia

Artikel ini ditayangkan pada 31 Juli 2012, sekitar 5 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Pertengahan Juli 2012 lalu, Vennie dan Fame pergi ke Penang, Malaysia, untuk melihat George Town Festival. Mereka berdua mengaku impulsif membeli tiket murah dan berangkat tanpa rencana (ndoyok).

kereta rel Penang Hill

Vennie memang sering mengirimi saya kartu pos karena dia sering bepergian ke luar (bila dibandingkan dengan saya). Karena sering minta kiriman kartu pos, sepertinya dia sudah hafal dan dengan sukarela mengirimi saya kartu pos. Hanya saja, saya baru sekali mengirimi dia kartu pos. Maaf ya, Ven.. 😀

Dengan prangko bergambar “bunga tiga bulan” (Hydrangea macrophylla) bernominal 50 sen ringgit (sekitar 1.500 rupiah), kartu pos bercap tanggal 19 Juli 2012 itu saya terima pada tanggal 30 Juli 2012.

Kartu pos yang dikirimkan bergambar kereta rel Penang Hill. Kereta buatan Swiss berwarna biru yang dilengkapi dengan pendingin ruangan ini mampu mengangkut 100 orang ke atas bukit untuk menikmati pemandangan kota George Town dari ketinggian.

Berikut cerita Vennie yang dia tulis di kartu pos.

Penang, 16 Juli 2012

Penjelajah impulsif, disodorin tiket murah langsung buru-buru beli. Tanpa sadar sudah tiga dan sekarang empat kali mampir ke pulau UNESCO Heritage ini.

Tiket pesawat berdua PP Jakarta-Penang tuk berdua total 1,2 juta. Kamar AC + kamar mandi dalam, 48 RM/malam. Sisanya jalan kaki + naik angkutan umum.

Menyenangkan. Tapi pertanyaannya, kapan Zam ngajak doyok bareng? =)

Vnie

Haha! Kapan-kapan semoga kita bisa ndoyok bareng ya, Ven! Tengkyu kartu posnya! Maaf belum bisa ngirimin kartu pos ke dirimu!

Galeri Foto

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

1 komentar

Artikel ini ditayangkan pada 31 Juli 2012, sekitar 5 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Ceritaeka

4 Agustus 2012 21:08

aku juga dapat dari Venniem dooonk ;) Yeay

Statistik

Telah dibaca 114 kali. Waktu baca rata-rata 2 menit. Ada 1 komentar.