Menggunakan Resurrection Remix OS di Xiaomi Redmi Note 3

Artikel ini ditayangkan pada 5 Juni 2017, sekitar 5 bulan yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Setelah menggunakan Nitrogen OS, saya kemudian mencoba Resurrection Remix OS di Xiaomi Redmi Note 3.

ROM ini menggunakan basis Lineage OS yang dipadukan dengan fitur yang ada di Omni ROM. Dengan konsep ini, Resurrection Remix OS diklaim sebagai ROM dengan kustomisasi terlengkap namun tetap mempertahankan performa.

Resurrection Remix OS saat ini mendukung 24 merek ponsel yang terdiri dari 141 perangkat, di mana salah satunya adalah Xiaomi Redmi Note 3 yang memiliki nama lain Kenzo.

Instalasi Resurrection Remix OS

instalasi Resurrection Remix OS instalasi Resurrection Remix OS

Saya memasang ROM ini menggunakan TWRP ZCX. Saya menggunakan ROM versi 5.8.3 (nightly build) pada tanggal 29 Mei 2017.

Selain berkas ROM, saya juga menggunakan berkas Gapps versi pico. Tidak perlu lagi melakukan rooting, karena secara default, Resurrection Remix OS sudah mendukung akses root menggunakan Magisk Manager.

Sebelum melakukan instalasi, saya membersihkan (wipe) seluruh data dan membuat cadangan ROM jika nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Saya memindahkan seluruh berkas zip ke flashdisk yang akan saya pasang menggunakan USB OTG.

Namun rupanya saya menemukan masalah saat melakukan instalasi. Saya mendapat pesan kesalahan yang berbunyi sebagai berikut.

assert failed: xiaomi.verify_modem("MSM8976.LA.1.0.c3-300410-STD.PROD-1.77504.1.83742.1") == "1"
Updater process ended with ERROR: 7
Error installing zip file: '/usb-otg/RR-N-v5.8.3-20170529-kenzo-Nightly.zip'

Setelah saya lacak, rupanya kesalahan ini terjadi karena ROM gagal melakukan pengecekan terhadap versi modem pada perangkat.

Kesalahan ini terjadi karena Resurrection Remix sebelum melakukan instalasi, akan melakukan pengecekan perangkat, agar ROM yang dipasang sesuai dengan perangkat yang akan ditanami.

Untuk mengatasi masalah ini, saya kemudian mengekstrak berkas RR-N-v5.8.3-20170529-kenzo-Nightly.zip di laptop, kemudian menyunting berkas META-INF/com/google/android/updater-script dengan aplikasi penyunting teks.

Saya kemudian menghapus baris pertama dan kedua yang berisi perintah pengecekan perangkat berikut ini.

assert(getprop("ro.product.device") == "kate" || getprop("ro.build.product") == "kate" || getprop("ro.product.device") == "kenzo" || getprop("ro.build.product") == "kenzo" || abort("E3004: This package is for device: kate,kenzo; this device is " + getprop("ro.product.device") + "."););
assert(xiaomi.verify_modem("MSM8976.LA.1.0.c3-30041-STD.PROD-1.77504.1.83742.1") == "1");

Simpan berkas lalu, zip kembali seluruh berkas dari direktori utama. Jika menggunakan WinZip, berkas bisa langsung disunting tanpa mengekstrak seluruh isi berkas.

Setelah mengunggah ulang berkas ROM yang telah disunting, proses instalasi berjalan dengan lancar dan hanya memakan waktu sekitar 10 menit.

Antarmuka

pilihan peluncur Resurrection Remix OS pilihan peluncur Resurrection Remix OS

Aroma Lineage OS langsung terasa setelah instalasi selesai dan Xiaomi Redmi Note 3 saya booting. Setelah menyelesaikan ritual pengaturan pertama, saya dihadapkan pada pilihan launcher, Trebuchet bawaan Lineage atau Pixel.

Saya memilih menggunakan Pixel untuk merasakan aroma Google Pixel di Xiaomi Redmi Note 3.

Launcher Pixel yang saya gunakan memiliki tampilan utama dan drawer.

Pada tampilan utama, saya bisa memasang gambar latar, memasang widget, dan menambahkan akses cepat ke aplikasi. Sebuah bar pencarian Google tidak saya temukan di halaman utama. Kemungkinan karena saya menggunakan Gapps versi pico yang memuat sangat sedikit aplikasi Google-nya.

Pada menu utama, pada aplikasi yang mendukung, saat ikon ditekan dan ditahan, akan muncul menu-menu pintasan untuk mengakses fitur aplikasi tersebut.

Misal pada aplikasi Twitter, saat ikon Twitter ditekan dan ditahan, muncul pintasan menu pencarian, membuat twit baru, membuat pesan baru, dan menampilkan kode QR.

Drawer yang berisi seluruh aplikasi terpasang dimunculkan dengan cara mengusap dari bawah layar ke atas.

Aplikasi pada Drawer ditampilkan urut sesuai abjad. Terdapat bar pencarian yang sangat membantu saya dalam menemukan aplikasi yang saya cari dengan mengetikkan namanya.

Jika aplikasi yang saya cari belum terpasang, dengan gampang saya bisa memasangnya dari Google Play Store dengan mengetuk tombol “Telusuri Aplikasi Lainnya”.

tampilan grid pada task manager Resurrection Remix OS tampilan grid pada task manager Resurrection Remix OS

Yang saya suka dari bar pencarian ini, saat saya mencari aplikasi OpenVPN yang sudah terpasang, saya mengetik “vpn”, Resurrection Remix OS menemukan aplikasi ini dan memunculkan di daftar pencarian.

Seluruh aplikasi ditampilkan dalam model 5 kolom ke bawah. Semakin banyak aplikasi yang dipasang, semakin banyak pula scroll yang dibutuhkan untuk menampilkan aplikasi.

Penggunaan bahasa pada antarmuka Resurrection Remix OS juga masih bercampur antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, meski bisa dibilang 90% bahasa sudah menggunakan Bahasa Indonesia.

Resurrection Remix OS tidak hanya bisa melakukan screenshot, namun juga bisa merekam aktivitas layar. Ini berguna misal untuk menunjukkan cara melakukan sesuatu di Resurrection Remix OS.

Personalisasi di Resurrection Remix OS ini sangat banyak. Saya suka dengan kemampuan kustomisasi di Resurrection Remix OS.

Saya menemukan fitur Omni Switch di Resurrection Remix OS. OmniSwitch merupakan peluncur aplikasi bawaan dari Omni ROM.

Personalisasi

Resurrection Remix OS menawarkan personalisasi menu dan fungsi yang berlimpah. Dengan masuk ke bagian menu Konfigurasi pada menu Pengaturan, ada 10 tab yang bisa saya ubah sesuai selera saya.

Mulai dari bilah (bar) status, panel, aplikasi terbaru yang diakses, pengaturan cepat, layar kunci, isyarat gerakan, tombol, animasi, antarmuka, dan pengaturan lainnya bisa diatur dengan mudah.

Yang pertama saya sesuaikan adalah memunculkan indikator lalu lintas jaringan. Menu ini bisa diakses dari tab bilah status pada menu lalu lintas jaringan.

Saya juga mengubah tampilan aplikasi terakhir yang diakses dari menu bawaan AOSP (Android Open Source Project) menjadi grid yang lebih ramping dan cantik.

Performa dan Kinerja

skor Antutu Resurrection Remix OS skor Antutu Resurrection Remix OS

Resurrection Remix OS dikembangkan berbasis pada Lineage OS dengan Android 7.1.2 (Nougat).

Resurrection Remix OS mendukung split screen di mana dua aplikasi bisa berjalan bersamaan dalam satu layar. Misal saat saya ingin menonton Youtube tapi tetap ingin membuka Twitter atau membaca blog, bisa dilakukan secara berbarengan dari satu layar.

Resurrection Remix OS juga mendukung mode tamu dan multiakun. Ini sangat berguna saat ponsel dipinjam oleh orang dan saya tidak ingin orang mengakses ke aplikasi dan segala hal yang ada di ponsel saya.

Untuk mengaktifkan mode tamu, saya tinggal menggulir dari bar status, menekan tombol akun, dan beralih ke mode Tamu.

Mode Tamu ini membuat seolah-olah ada dua ponsel namun berada dalam satu ponsel.

Selain mode Tamu, saya juga bisa menambah akun lain ke ponsel. Ini seperti konsep multi-desktop di komputer.

Resurrection Remix OS terasa sangat ringan. Dari posisi mati, Resurrection Remix OS memakan waktu sekitar 20 detik untuk menyala, setelah logo Mi hilang.

Dari informasi memori, Resurrection Remix OS rata-rata menggunakan memori RAM sebesar 1,5 GB dari total 1,8 GB, meski secara spesifikasi Xiaomi Redmi Note 3 mempunyai RAM 2 GB. Penggunaan memori paling besar adalah sistem operasi Android yang menghabiskan RAM sebesar sekitar 1 GB.

Dengan menggunakan Antutu Benchmark versi 6.2.7, nilai yang diraih oleh Xiaomi Redmi Note 3 dengan Resurrection Remix OS adalah 82.000-an.

Meski mendukung pembaruan sistem OTA (over the air) alias melakukan pembaruan langsung dari sistem operasi, saya fungsi ini tidak berjalan meski ada notifikasi pembaruan.

Jika mengetuk pembaruan, Resurrection Remix OS akan mengunduh berkas ROM berupa zip secara keseluruhan. Setelah selesai diunduh, berkas dipasang melalui mode recovery.

Namun saat saya mencoba, lagi-lagi saya mengalami masalah dengan pengecekan modem pada perangkat Xiaomi Redmi Note 3.

Saya agak terganggu dengan fungsi shortcut untuk melakukan tangkapan layar (screenshot). Dengan menekan tombol power dan volume down, menangkap tampilan layar terasa keras sekali dan seringkali tidak berhasil.

Jaringan 4G/LTE

dukungan 4G/LTE di Resurrection Remix OS dukungan 4G/LTE di Resurrection Remix OS

Resurrection Remix OS langsung mengenali jaringan 4G/LTE. Kartu XL saya langsung dikenali dan muncul simbol LTE pada indikator sinyal di bar status.

Dugaan saya, Resurrection Remix OS juga mendukung VoLTE. VoLTE merupakan singkatan dari Voice over LTE, di mana secara singkat, jaringan 4G/LTE tidak hanya digunakan untuk data, namun juga untuk komunikasi suara (menelepon).

Saya belum mencoba fitur VoLTE, karena operator yang mendukung VoLTE di Indonesia hanya Smartfren.

Menurut spesifikasi, Xiaomi Redmi Note 3 mendukung frekuensi 4G/LTE 2.300 MHz (band 40) yang dipakai Smartfren dan Bolt, juga frekuensi 1.800 MHz (band 3) yang dipakai oleh operator Telkomsel, Indosat, XL, dan Tri.

Penghematan penggunaan data bisa dengan mudah diaktifkan dari menu seluler. Penggunaan data pun bisa dipantau dan memberikan peringatan jika penggunaan data mendekati batas yang ditetapkan.

Penghemat data ini berfungsi dengan cara mencegah beberapa aplikasi mengirimkan data saat berjalan di latar belakang. Konsekuensinya, beberapa fungsi notifikasi aplikasi mungkin tidak berfungsi secara sempurna.

Fitur status kecepatan pada bar status, didukung secara default di Resurrection Remix OS. Saya bisa memunculkan kecepatan jaringan ini dari menu Bar pada pengaturan.

Informasi yang ingin ditampilkan pun bisa dipilih apakah kecepatan unduh, unggah, atau keduanya.

Panggilan telepon bisa dilakukan pada Resurrection Remix OS. Nada sambung dan saat telepon diterima juga bisa dilakukan dengan lancar.

Pesan SMS dapat digunakan dan lancar baik dalam menerima dan mengirim.

Sensor Sidik Jari dan Keamanan

Sebagai penggemar kunci sidik jari, ini fitur penting yang harus didukung oleh sistem operasi ponsel.

Resurrection Remix OS mampu mendeteksi dan menggunakan sensor sidik jari ini dengan baik. Pembuka kunci dengan sidik jari berlangsung cepat.

Ada lima pilihan penguncian layar, pertama tanpa penguncian, kedua dengan menggesek layar ke arah tertentu, menggunakan pola, menggunakan PIN, dan menggunakan kata sandi.

Fitur Smart Lock dari Google juga berjalan baik di Resurrection Remix OS.

Mengaktifkan Smart Lock, saya bisa membuka kunci dengan mode pendeteksian pada tubuh, berbasis lokasi, dan menggunakan perangkat lain.

Baterai

performa baterai di Resurrection Remix OS performa baterai di Resurrection Remix OS

Salah satu fitur Android N adalah penggunaan baterai yang optimal. Fitur ini diadaptasi dengan baik oleh Resurrection Remix OS.

Pada profil penggunaan normal, baterai berdaya 4.000 mAh mampu bertahan hingga sekitar 20 jam.

Penyedot daya paling besar adalah penggunaan layar dan jaringan seluler. Penggunaan daya bisa lebih dihemat lagi dengan mengaktifkan profil penghemat daya.

Pengalaman saya, setidaknya saya mengisi daya baterai sehari sekali saat akan tidur. Itu pun posisi baterai masih sekitar 15% hingga 20% setelah digunakan normal sehari-hari.

Jika tidak banyak digunakan, baterai bisa bertahan hampir 2 hari tanpa mengisi.

Indikator baterai juga bisa diset tampilannya. Saya paling suka menggunakan indikator lingkaran dengan penunjuk persentase di bagian dalam.

Jika menengok bagian Pengaturan lalu melihat performa Baterai, ada indikator kira-kira berapa lama penggunaan ponsel bisa digunakan.

Grafik penggunaan daya juga berguna untuk memantau kesehatan baterai.

Kamera

menu kamera Resurrection Remix OS menu kamera Resurrection Remix OS

Aplikasi kamera bawaan Resurrection Remix OS memiliki fitur yang lebih lengkap dibanding dengan aplikasi kamera pada MIUI.

Gambar hasil kamera Resurrection Remix OS saya rasa memang tidak setajam saat menggunakan kamera bawaan MIUI, namun menurut saya hasilnya masih bagus.

Dengan mode otomatis, saya merasa warna yang dihasilkan memang tidak begitu keluar. Namun jika mengubah pengaturan terutama di keseimbangan warna putih, kompensasi warna yang dilakukan oleh kamera Resurrection Remix OS bisa dibilang cukup membantu.

Saya mencoba beberapa efek, beberapa pengaturan manual kamera seperti menyesuaikan ISO, pencahayaan, keseimbangan putih, semuanya bisa berfungsi dengan baik.

Tidak seperti kamera MIUI yang mempunyai fitur Beautify, kamera depan Resurrection Remix OS tidak memiliki fitur untuk mempermak muka.

Saya yang jarang berswafoto juga tidak berkeberatan jika fitur pemercantik diri ini hilang.

Kamera berfungsi dengan baik dan lancar. Lampu kilat, HDR, semua mode bisa berfungsi dengan normal.

Resurrection Remix OS juga mendukung mode foto panorama.

Kamera Video

menu kamera video Resurrection Remix OS menu kamera video Resurrection Remix OS

Kamera video Resurrection Remix OS mampu merekam gambar dengan resolusi 4K UHD. Pengaturan video di Resurrection Remix OS sama lengkapnya seperti pada Lineage OS.

Saya mencoba mengambil video dengan format 4K UHD dan 1080p HD. Secara kasat mata, kualitas video antara kedua resolusi ini tidak begitu terlihat jelas. Kemungkinan karena saya melihatnya di layar Xiaomi Redmi Note 3 yang terbatas resolusinya di 1920×1280 piksel saja.

Saat saya lihat di layar Macbook Pro, saya juga tidak bisa melihat perbedaan signifikan antara kedua video. Kemungkinan lagi-lagi layar Macbook Pro saya yang belum mendukung format 4K.

Satu-satunya perbedaan yang bisa saya lihat dengan jelas adalah pada ukuran berkas. Berkas video berdurasi 30 detik pada format 4K menghabiskan ruang sebesar 150 MB, sedangkan untuk video berdurasi yang sama, pada format 1080p menghabiskan 70 MB.

Kualitas gambarnya walau tidak terlihat tajam sekali, tapi masih jelas dan jernih. Pada situasi minim cahaya, muncul noise yang menurut saya masih dalam batas wajar. Respon perpindahan dari situasi gelap ke terang dan sebaliknya juga cukup cepat.

Buat saya yang suka membuat vlog dengan menggunakan ponsel, hasil videonya masih bisa ditolerir. Sya juga sadar betul keterbatasan perangkat keras di ponsel.

Yang menarik, kamera video Resurrection Remix OS menyediakan pengaturan manual dan efek-efek yang bisa dipakai. Pengaturan ini tidak saya temukan di kamera video MIUI 8.

Rangkuman

Versi ROM 5.8.3-20170529
Tanggal Rilis 29 Mei 2017
Versi Android 7.1.2
Skor Antutu Benchmark Rata-Rata 82.000
Waktu Booting Rata-Rata 20 detik
Penggunaan Memori Rata-Rata 1,5 GB
Dukungan Pembaruan OTA Ya
Dukungan 4G/LTE Ya
Dukungan VoLTE Ya
Dukungan Kamera Video 4K Ya
Dukungan Kamera Panorama Ya

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

3 komentar

Artikel ini ditayangkan pada 5 Juni 2017, sekitar 5 bulan yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

ajat

9 Juni 2017 15:04

dari ke-4 itu, mana yang paling baik ya ?

nikolas

3 September 2017 21:13

jossssssssssss gan kpan kapan coba deh hheheeh

Muhammad Aji Pratama

17 September 2017 19:32

Assalamualaikum bang zamroni , setelah saya memakai Rom RR ini mode kamera depan kok gak ada yah ? Solusi nya gimana bang zamroni ? Tolong dibantu , atau saya minta contact nya? Ataupun akun sosmednya agar enak komunikasiannya , terima kasih

Statistik

Telah dibaca 3.144 kali. Waktu baca rata-rata 16 menit. Ada 3 komentar.