Pengalaman Menggunakan Xiaomi Mi In-Ear (Mi Piston 3)

Saya mendapatkan perangkat Xiaomi Mi In-Ear saat menghadiri acara peluncuran Xiaomi Mi 4i di The Lounge, Plasa Senayan, 19 Mei 2015 lalu. Perangkat ini beserta sebuah flashdisk berbentuk Mi Bunny menjadi goodie bag yang diberikan kepada para undangan.

goodie bag berisi Xiaomi Mi In-Ear dan flashdisk Mi Bunny
goodie bag berisi Xiaomi Mi In-Ear dan flashdisk Mi Bunny

Saat saya menerima, headphone Xiaomi Mi In-Ear ini belum secara resmi dijual, jadi saya beruntung saat memiliki perangkat yang harganya berkisar Rp 200.000 ini.

Rupanya Xiaomi Mi In-Ear ini merupakan nama lain dari Xiaomi Mi Piston 3, merupakan penyempurnaan dari seri Xiaomi Mi Piston 2 (versi 2.1) yang lebih dahulu populer.

Xiaomi Mi In-Ear alias Xiaomi Mi Piston 3 menjadi pemenang desain Red Dot Design Award 2015 yang diadakan di Jerman.

Red Dot Design Award adalah salah satu penghargaan yang paling berpengaruh di industri desain. Xiaomi merupakan salah satu pemenang di antara pemenang-pemenang sebelumnya beberapa di antaranya adalah, BMW, Sony, Apple, Siemens dan Adidas.

Fisik dan Kemasan

panduan penggunaan pada kardus Xiaomi Mi In-Ear
panduan penggunaan pada kardus Xiaomi Mi In-Ear

Xiaomi Mi In-Ear dikemas menggunakan wadah yang cantik dan terlihat eksklusif khas Xiaomi, yaitu kardus berwarna putih dengan tulisan Mi abu-abu di ujung kanan atas.

Begitu kardus berukuran 7 × 7 × 7 cm ini dibuka, rupanya bagian dalam kardus saat terbuka terdapat panduan penggunaan.

Pada bagian kiri terdapat panduan tentang fungsi tombol pada pengendali, penjelasan bahan yang digunakan pada kabel terdapat pada bagian atas, cara menyimpan kembali pada wadah di tengah, dan cara memasang silikon telinga ada di bagian sebelah kanan.

Di dalam kardus, sebuah wadah plastik berwarna hitam dengan tutup plastik kokoh transparan (semacam akrilik) langsung menampilkan earpieces terbenam dalam silikon berwarna abu-abu gelap.

Xiaomi Mi In-Ear dilengkapi karet telinga cadangan
Xiaomi Mi In-Ear dilengkapi karet telinga cadangan

Pada silicon tertulis logo Mi di bagian atas dan tulisan 1more design di bagian bawah. Xiaomi rupanya bekerja sama dengan 1more, perusahaan yang banyak membuat desain earphone untuk membuat Xiaomi Mi In-Ear.

Saat bagian silikon diangkat, di bagian dalam, terdapat silikon telinga cadangan dalam ukuran XS, S, dan L. Ukuran M sudah terpasang pada earpieces.

Pengemasannya terlihat sangat elegan, dengan cara yang dijelaskan di dalam panduan di dalam kardus, kabel tidak terjuntai ke mana-mana dan menjadikan kabel lebih awet.

Menyopot earphone dari kemasannya juga gampang. Tinggal menekan dari luar ke dalam, earphone pun langsung terlepas.

Spesifikasi

Xiaomi Mi In-Ear terbuat dari plastik dan aluminium
Xiaomi Mi In-Ear terbuat dari plastik dan aluminium

Desain earpiece-nya terlihat elegan meski terbuat dari campuran antara logam dan plastik.

Earpiece memiliki sudut 70° ke arah bawah untuk menghindari pergeseran, dan posisi silikon earbud masuk ke dalam sebesar 120° membuat Xiaomi Mi In-Ear nyaman dan pas masuk ke telinga.

Silikon yang menjadi bantalan antara earpiece dan telinga terasa empuk dan tidak membuat gatal.

Xiaomi Mi In-Ear menggunakan teknologi diafragma metal aerospace bertumpuk yang telah dipatenkan. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan suara yang optimal pada rentang frekuensi menengah dan rendah (bas).

Untuk mengoptimalkan performa frekuensi menengah dan bas, Xiaomi Mi In-Ear memodifikasi desain enclosure transmission line klasik dengan desain rongga suara yang dipatenkan.

Rongga suara ini menggunakan jalur-jalur airflow spiral dan lubang-lubang suara bas yang lebih panjang yan mamu meningkatkan kualitas suara dan efek stereo di rentang frekuensi menengah dan rendah.

Xiaomi Mi In-Ear menggunakan magnet permanen dengan peringkat N48, yang merupakan golongan magnet terkuat untuk menghasilkan kestabilan pada koil bergerak.

Pengontrol dan Mikrofon

pengendali Xiaomi Mi In-Ear
pengendali Xiaomi Mi In-Ear

Pengontrol yang sekaligus mikrofon pada Xiaomi Mi In-Ear berada pada bagian earpiece sebelah kanan.

Saat dipakai, posisi mikrofon berada di sekitar pipi, dekat dengan posisi mulut. Ini membuat suara yang diterima oleh mikrofon menjadi lebih jelas.

Xiaomi menggunakan mikrofon MEMS (Micro Electro Mechanical Systems) pada Xiaomi Mi In-Ear yang dibuat oleh Knowles, salah satu produsen mikrofon MEMS terbesar di dunia.

Pengontrol Xiaomi Mi In-Ear menggunakan kabel yang terhubung secara langsung tanpa solderan untuk menjamin kejernihan maksimal dengan interferensi minimal.

Ada 3 tombol pada pengontrol Xiaomi Mi In-Ear, yaitu tombol volume up, tombol tengah untuk menerima telepon, menghentikan musik, dan membisukan suara, serta tombol volume down.

Pengontrol Xiaomi Mi In-Ear kompatibel sepenuhnya dengan ponsel Xiaomi dan Android pada umumnya, namun pada iOS, fungsi volume up dan volume down tidak didukung.

Tombol-tombol ini terasa kecil sehingga saya sering salah menekan tombol saat menggunakan Xiaomi Mi In-Ear. Namun untuk pengoperasian, tombolnya empuk dan responsif saat ditekan.

Kabel dan Konektor

konektor 3,5 mm berlapis emas (gildd)
konektor 3,5 mm berlapis emas (gildd)

Panjang kabel Xiaomi Mi In-Ear secara keseluruhan 1,25 meter. Kabel Xiaomi Mi In-Ear terbuat dari tembaga berlapis enamel.

Serat kevlar yang sering digunakan untuk pelindung anti peluru digunakan untuk melindungi kabel.

Yang saya suka, kabel Xiaomi Mi In-Ear menggunakan selubung rajut yang membuat kabel ini tidak mudah kusut. Selubung rajut ini melindungi kabel sejak dari konektor hinga ke persimpangan kabel yang menuju ke telinga.

Kabel yang menuju ke earpieces terbuat dari bahan TPE (Thermo Plastic Elastomer) yang mengurangi gesekan dengan pakaian untuk menghindari interferensi dan efek stethoscope yang menggangu.

Konektor Xiaomi Mi In-Ear berbahan aluminium berukuran 3,5 mm membuat konektor terasa kokoh. Untuk meningkatkan kualitas suara yang masuk, konektor Xiaomi Mi In-Ear menggunakan bahan konektor berlapis emas (gilded) yang mampu menghantarkan sinyal elektronik dengan lebih baik.

Menggunakan Xiaomi Mi In-Ear

menggunakan Xiaomi Mi In-Ear
menggunakan Xiaomi Mi In-Ear

Saya menguji dengan memutar lagu Enter Sandman dari Metallica, lagu favorit saya karena memiliki rentang frekuensi dari yang tinggi hingga rendah menggunakan iTunes.

Suara bas saat pembuka lagu langsung terasa menghentak bersama dengan desing simbal. Suara gitar listrik yang masuk pada saat melodi juga terasa sekali.

Silikon earbuds membuat earphone yang memiliki bobot sekitar 14 gram ini membuat saya seperti sedang tidak menggunakan earphone. Meski tidak ada teknologi noise cancelling aktif, suara dari luar tidak terdengar saat musik dimainkan.

Saat digunakan untuk menelepon, suara yang didengar juga sangat jernih. Lawan bicara juga bisa mendengar suara saya dengan jelas dan jernih.

Hanya saja, Xiaomi Mi In-Ear kurang nyaman jika digunakan saat beraktivitas yang banyak bergerak, misal berolah raga.

Untuk sekadar berjalan kaki atau berdiri di TransJakarta atau KRL masih nyaman, asal tidak lupa untuk turun karena tidak mendengar suara pemberitahuan pemberhentian.

Xiaomi In-Ear juga kurang nyaman jika digunakan sambil tiduran. Rasanya seperti mengganjal jika kepala miring dan telinga tertutup bantal.

Galeri

Artikel ini dipublikasikan pada 25 Mei 2015, sekitar 3 tahun yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat..

Ada 3 komentar
Pengalaman Menggunakan Audio Technica Sonic Fuel ATH-CLR100iS — matriphe! personal blog 13 Januari 2018 22:21 UTC

[…] Namun sepertinya ukuran silikon earbud pada Audio Technica Sonic Fuel ATH-CLR100iS ini sedikit berbeda dengan ukuran yang biasa saya paki di Xiaomi Mi In-Ear. […]

Pengalaman Menggunakan JBL T110 by Harman — matriphe! personal blog 14 Januari 2018 01:06 UTC

[…] bahwa sedang ada diskon earphone JBL T110 by Harman di Shopee. Awalnya saya tidak tertarik karena Xiaomi Mi In-Ear saya masih utuh dan bulan lalu membeli Audio Technica Sonic Fuel ATH-CLR100iS untuk istri […]

Memperbaiki Speaker MacBook Pro Mid 2012 (A1278) yang Sobek — matriphe! personal blog 30 Maret 2018 12:55 UTC

[…] menggunakan earphone, suara yang dihasilkan jernih dan enak didengar. Sudah cukup jelas yang bermasalah adalah speaker […]