Pengalaman Menggunakan JBL T110 by Harman

Saya mendapatkan informasi dari grup Telegram bahwa sedang ada diskon earphone JBL T110 by Harman di Shopee. Awalnya saya tidak tertarik karena Xiaomi Mi In-Ear saya masih utuh dan bulan lalu membeli Audio Technica Sonic Fuel ATH-CLR100iS untuk istri saya.

Namun saat melihat harganya, yang dari harga jual Rp 149.000 menjadi Rp 59.000, siapa yang tidak tergoda.

Tak lama saya pun langsung memesan JBL T110 by Harman tersebut pada 7 November 2017. Shopee mengenakan ongkos kirim menggunakan kurir J&T sebesar Rp 10.000, sehingga total yang harus saya bayar adalah Rp 69.000.

Tanggal 9 November 2017, pesanan JBL T110 by Harman saya datang dengan selamat. Saya pun segera membuka kardus dan segera mencoba produk dari jenama yang cukup tenar ini.

Fisik dan Kemasan

isi kemasan JBL T110 by Harman
isi kemasan JBL T110 by Harman

JBL T110 dikemas dengan apik oleh Shopee, di mana produk dibungkus dengan bubble wrap sebelum dimasukkan ke dalam kardus yang disertai dengan stiker pengembalian.

Kemasan kardusnya berwarna putih dengan aksen warna oranye, warna jenama JBL. Kardus berukuran 15 × 6 × 3 cm. Kemasannya terasa mewah.

Pada kardus, terdapat stiker yang memberikan informasi tentang garansi 1 tahun dan tambahan 60 hari masa garansi jika mendaftarkan JBL T110 by Harman yang dibeli ke situs distributor, yaitu PT Inti Megah Swara (IMS) di halaman warranty.imsindo.co.id.

Berbagai informasi, mulai dari fitur, spesifikasi, dan isi kemasan tertulis lengkap di kardus kemasan. Saya suka sekali dengan desain kardus JBL T110 by Harman ini.

Saya pun segera membuka dan mengeluarkan isi kardus dengan menarik lidah plastik. Selain seperangkat earphone, JBL juga menyertakan 2 silikon eartip tambahan berukuran S dan L terbungkus plastik. Silikon eartop berukuran M sudah terpasang pada earphone.

Dua buah lembar berisi keterangan garansi dan peringatan dalam berbagai bahasa serta selembar kertas bertulisan Cina tersemat di bagian belakang kemasan.

Spesifikasi

glossy
glossy

Logo JBL terukir tipis di bagian earpiece sebelah kanan, sedangkan pada earpiece sebelah kiri bergambar logo JBL yang seperti tanda seru.

Aksen oranye hanya terlihat pada bagian silikon eartip di bagian dalam yang masuk ke telinga.

Penggunaan plastik pada JBL T110 by Harman membuat earphone ini terasa sangat ringan bahkan saat dipakai di telinga terasa seperti tidak menggunakan earphone.

JBL T110 by Harman menggunakan driver berdiameter 9 mm yang diklaim mampu memberikan suara nendang selayaknya sedang menonton konser.

Bagian silikon eartip masuk ke dalam sebesar 120° membuat JBL T110 by Harman nyaman digunakan di telinga.

Pengontrol dan Mikrofon

Tombolnya hanya satu namun bisa digunakan untuk berbagai fungsi, yaitu menjawab panggilan telepon atau memutar atau menghentikan lagu dengan menekan tombol sekali, beralih ke lagi selanjutnya dengan menekan tombol dua kali, dan beralih ke lagu sebelumnya dengan menekan tombol tiga kali.

Mikrofon terletak pada bagian earpice sebelah kanan, dan saat digunakan posisinya berada di pipi, dekat dengan mulut. Ini membuat suara yang diterima oleh mikrofon menjadi lebih jelas.

Pengontrol ini kompatibel dengan berbagai perangkat Android dan iOS, sehingga tombol-tombol fungsi playback dapat berfungsi dengan baik.

Saat ditekan, meskipun terasa kecil, namun pengontrol earphone JBL T110 by Harman sangat responsif.

Kabel dan Konektor

Kabel JBL T110 by Harman sepanjang 1,2 meter berbentuk pipih dengan material silikon yang nyaman dan tidak mudah kusut.

Meski tipis, bahan silikonnya terasa kokoh dan tidak mudah putus.

Konektor 3,5 mm berbalut silikon membentuk sudut 120° membuat JBL T110 by Harman lebih fleksibel dan terhindar dari risiko kabel tertekuk pada bagian konektor.

Menggunakan JBL T110 by Harman

earphone
earphone

JBL T110 by Harman cocok buat penggemar musik yang lebih nge-beat, menghentak, atau banyak menyuarakan dentuman semacam EDM atau hip-hop.

Saat saya memutar Enter Sandman dari Metallica, dentuman bas di pembuka lagu langsung terasa nendang sekali.

Bobotnya yang ringan, sekitar 13 gram, membuat saya seperti sedang tidak menggunakan earphone.

Silikon eartip-nya terasa lebih tipis, namun tetap nyaman dipakai. Karena tipis, suara yang bocor terdengar cukup kencang, meski volume yang digunakan tergolong menengah.

Begitu juga dengan suara dari luar, rasanya saya masih bisa mendengar suara dari luar masuk meski volume-nya sudah cukup kencang.

Saat digunakan untuk menelepon, suara yang didengar juga sangat jernih. Lawan bicara juga bisa mendengar suara saya dengan jelas dan jernih.

JBL T110 by Harman terasa kurang nyaman jika digunakan saat beraktivitas yang banyak bergerak, misal berolah raga.

Untuk sekadar berjalan kaki atau berdiri di TransJakarta atau KRL masih nyaman, asal tidak lupa untuk turun karena tidak mendengar suara pemberitahuan pemberhentian.

JBL T110 by Harman juga kurang nyaman jika digunakan sambil tiduran. Rasanya seperti mengganjal jika kepala miring dan telinga tertutup bantal.

Galeri

Artikel ini dipublikasikan pada 14 November 2017, sekitar 6 bulan yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat..

Belum ada komentar