Pengalaman Menggunakan Xiaomi Mi Pad

Artikel ini ditayangkan pada 24 Mei 2015, sekitar 2 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Saya awalnya tidak begitu tertarik untuk menggunakan tablet. Selama ini tablet kurang saya lirik karena saya masih belum menemukan keasyikan menggunakan tablet.

Ukuran layar yang besar menjadi kendala utama. Belum lagi saat digunakan untuk memotret atau menelepon, rasanya aneh menggunakan tablet.

Saat menghadiri acara peluncuran Xiaomi Redmi 2 dan Xiaomi Mi Pad, saya langsung terbelalak saat melihat spesifikasi yang ditanamkan pada Xiaomi Mi Pad. Apalagi harga yang ditawarkan, Rp 2.999.000 di Lazada membuat saya cukup tergiur.

Saya akhirnya mendapatkan Xiaomi Mi Pad yang merupakan tablet pertama buatan Xiaomi sekaligus tablet pertama saya. Berikut ini pengalaman saya setelah menggunakan Xiaomi Mi Pad.

Fisik dan Kemasan

Xiaomi Mi Pad Xiaomi Mi Pad

Seperti biasa, desain kemasan Xiaomi menggunakan kardus dari bahan daur ulang, membuat tampilannya cukup low profile namun tetap elegan. Hanya terdapat logo Mi di kanan atas kardus, dan di bagian bawah terdapat spesifikasi teknis. Tidak ada tulisan apa pun di bagian samping.

Pada informasi teknis yang terdapat di bagian bawah, tertulis Xiaomi Mi Pad mempunyai ruang penyimpan sebesar 16 GB dengan RAM 2 GB.

Kardus dibuka dengan mengangkat penutup bagian atasnya. Dengan sedikit goyangan, tutup pun perlahan terbuka.

Xiaomi Mi Pad langsung terlihat, mengisi penuh kardus kemasannya. Dengan mengangkat lidah plastik yang berada di bawah, Xiaomi Mi Pad langsung tercungkil dan bisa diangkat.

Xiaomi Mi Pad yang saya terima, warna penutup belakangnya putih. Bagian belakang ini tidak dapat dicopot. Xiaomi Mi Pad sebenarnya memiliki varian penutup warna belakang berwarna-warni, yaitu putih, merah muda, hitam, biru, hijau lemon, dan kuning.

Di bagian bawah kardus setelah Xiaomi Mi Pad dikeluarkan, terdapat adaptor pengisi daya standar Xiaomi berwarna hitam, sebuah kotak berisi buku panduan, kartu garansi, dan sebuah pin untuk membuka tray MicroSIM di sebelah kiri tablet.

Kabel USB 2.0 terletak di bagian bawah kardus yang berisi buku panduan dan kartu garansi.

isi kotak Xiaomi Mi Pad isi kotak Xiaomi Mi Pad

Setelah mencopot plastik lapisan pelindungnya, saya meraba bagian belakangnya. Penutup belakang Xiaomi Mi Pad terbuat dari bahan plastik glossy yang terasa cukup licin. Warnanya yang cerah dihasilkan oleh teknik Rapid Heat Cycle (RHCM).

Menurut saya jika bahannya menggunakan soft touch matte seperti pada Xiaomi Redmi 2 rasanya akan lebih mantab dan mencegah tablet merosot dari tangan. Apalagi ukuran layarnya yang besar membuatnya cukup sulit dioperasikan dengan satu tangan.

Sebelah kanan terdapat rangkaian tombol volume up, volume down, dan power khas Xiaomi. Desain yang konsisten seperti ini menurut saya cukup menguntungkan, apalagi jika hendak sudah terbiasa dengan perangkat Xiaomi lainnya.

Namun saya masih sering salah menekan tombol. Maksud hati menekan tombol power namun seringkali malah menekan tombol volume down.

Tombol soft button ala Xiaomi juga muncul d bagian bawah yang dapat menyala berwarna putih. Ini membantu mencari tombol saat gelap. Lampu indikator berada di bagian kiri atas, yang bisa diatur warna lampunya. Pilihan warna lampu indikator ini antara lain kuning, hijau, sian, putih, dan violet.

Lubang jack earphone 3,5 mm terdapat di kiri atas. Tray MicroSD dibuka dengan menusukkan pin yang disertakan ke dalam lubang. Konektor mikro USB terletak di bagian bawah tengah.

Di bagian belakang, terdapat logo Mi menempel di bagian tengah bawah. Letak logo ini juga menjadi ciri khas Xiaomi. Terdapat pula lubang-lubang pengeras suara stereo dengan jangkaun lebar di bagian kanan dan kiri bawah.

Kamera utama berada di ujung kiri atas tanpa lampu flash. Kamera yang ditanamkan di Xiaomi Mi Pad adalah kamera Sony BSI (back-side illuminated) 8 MP dengan diafragma f/2.0. Kamera depan berada di tengah, tanpa lampu flash dengan resolusi 5 MP. Di samping kiri atas, terdapat logo Mi.

Secara fisik, ukuran Xiaomi Mi Pad hampir sama dengan Apple iPad Mini, namun Xiaomi Mi Pad sedikit lebih luas beberapa milimeter dan lebih berat beberapa gram.

Rangkanya terbuat dari magnesium alloy yang ringan namun kuat. Material ini kerap digunakan di dunia aviasi dan industri.

Sayangnya, Xiaomi Mi Pad tidak dilengkapi jaringan seluler, sehingga Xiaomi Mi Pad hanya bertumpu pada Wi-Fi untuk terkoneksi dengan internet.

Layar

Xiaomi Mi Pad menggunakan layar berukuran IPS fully laminated 7,9 inchi berlapis Corning Gorilla Glass 3. Layar laminated menghilangkan celah antara layar sentuh dengan sensor tekanan, membuat Xiaomi Mi Pad tipis dan ringan.

Resolusi layar Xiaomi Mi Pad tinggi, yaiut 2048×1536 piksel dengan ketajaman 326 ppi (piksel per inchi) yang setara dengan retina display yang diusung Apple iPad Mini 2. Aspek rasio 4:3 membuat Xiaomi Mi Pad optimal dalam posisi portrait maupun landscape.

Tablet pertama besutan Xiaomi ini juga menggunakan dengan teknologi in-plane switching (IPS) 178° yang konsisten menampilkan warna-warna indah dari segala sudut.

Prosesor dan Memori

Xiaomi Mi Pad didukung oleh prosesor NVIDIA Tegra K1 quad-core 2.2-GHz ARM Cortex-A15 dan GPU Kepler 192 core CUDA. Memori RAM 2 GB LPDDR3 membuat Xiaomi Mi Pad kuat untuk menjalankan game dengan animasi berat.

Apalagi didukung layar yang cemerlang, memainkan game dengan grafis berat seperti Asphalt 8: Airborne dan Modern Combat 5: Blackout bisa dimainkan dengan mulus.

Dukungan USB OTG memungkinkan Xiaomi Mi Pad bisa dimainkan menggunakan keyboard tambahan atau joystick. Pengalaman bermain game pun jadi lebih menyenangkan.

MIUI 6 Kitkat

Xiaomi Mi Pad sudah menggunakan MIUI 6 yang dikhususkan untuk tablet. Saat menyalakan pertama kali, Xiaomi Mi Pad akan meminta konfigurasi awal yang harus diisi.

  1. Memilih bahasa, saya memilih Bahasa Indonesia.
  2. Memilih lokasi, tentu saja saya memilih Indonesia.
  3. Memilih zona waktu, saya memilih zona waktu Bangkok/Jakarta (GMT+7).
  4. Terhubung ke jaringan Wi-Fi. Pengaturan ini bisa dilewati jika tidak ingin terhubung ke Wi-Fi. Karena nanti akan saya gunakan untuk masuk menggunakan akun Mi, saya mengaktifkan dan menghubungkan ke jaringan Wi-Fi.
  5. Menyetujui syarat dan ketentuan layanan. Saya setuju saja, mau apalagi?
  6. Masuk ke akun Mi jika sudah punya. Jika belum bisa membuat akun Mi terlebih dahulu. Atau bisa juga melewati langkah ini. Akun Mi berguna untuk mengaktifkan layanan cloud, misal mengembalikan pengaturan perangkat yang ada di ponsel Xiaomi yang lain. Saya mengaktifkan akun Mi untuk mengembalikan dan mensinkronisasi kontak dan pengaturan dari perangkat Xiaomi saya yang lain.
  7. Masuk ke akun Google untuk mengaktifkan layanan Google Play.
  8. Setelan tambahan, misal mengaktifkan pengaksesan lokasi dan pengiriman info pengalaman pengguna yang dikirim ke MIUI secara anonim untuk meningkatkan kinerja perangkat ke depannya.
  9. Anda sudah siap!

Setelah selesai melakukan konfigurasi awal, akan muncul beberapa panduan penggunaan, seperti mencubit layar untuk melakukan pengaturan aplikasi, dan sebagainya.

Layar utama MIUI 6 di tablet sedikit berbeda dengan di ponsel. Beberapa fungsi yang biasanya muncul di ponsel tidak ditemukan di Xiaomi Mi Pad.

Pada layar utama, terdapat layar yang berisi berbagai widget dan di sampingnya layar berisi ikon aplikasi.

Saya langsung memeriksa versi MIUI yang digunakan. Pada saat menyalakan pertama kali, versi MIUI yang digunakan adalah versi 6.3.3.0 (KXFMIBL). Terdapat pembaruan MIUI ke versi 6.5.1.0 (KXFMICD) yang bisa langsung diunduh.

Performa Xiaomi Mi Pad

Asphalt 8: Airborne Asphalt 8: Airborne

Saya mengunduh beberapa aplikasi benchmark, yaitu Antutu Benchmark versi 5.7.

Pada saat peluncuran, Hugo Barra mengklaim skor Antutu Benchmark-nya mencapai 45.631. Saat saya melakukan pengetesan, hasilnya adalah 49.466. Namun ini saya lakukan pada MIUI versi 6.3.3.0 dan belum dilakukan pembaruan.

Namun saat saya menggunakan MIUI versi 6.5.1.0, saya selalu gagal menyelesaikan pengukuran Antutu. Proses selalu berhenti pada 76% pada saat pengukuran grafis. Dugaan saya, ada bug di MIUI versi ini.

Saat saya gunakan untuk bermain game Asphalt 8: Airborne, grafisnya ter-render dengan cukup baik. Detail-detailnya muncul tanpa ada lag. Jujur saja, bermain game di Xiaomi Mi Pad sungguh menyenangkan.

Namun, bagian belakang, terutama di area dekat dengan kamera belakang, terasa panas. Ini dikarenakan prosesor Tegra K1 bekerja dengan keras untuk menghasilkan performa grafis terbaik.

RAM 2 GB sepertinya masih keteteran untuk menggunakan MIUI 6. Dari pantauan aplikasi, Android-nya saja sudah menghabiskan rata-rata 1,3 GB. Beberapa kali saat hendak berpindah aplikasi, sering muncul pesan “sedang memuat peluncur”.

Pemakaian baterainya pun bisa dibilang cukup irit meski dengan kapasitas besar, 6.700 mAh. Mengisi daya biasanya saya lakukan pada malam hari, dengan menggunakan adaptor bawaan berdaya 2.000 mAh selama 3-4 jam.

Kamera

Kamera Xiaomi Mi Pad meski telah diperkuat dengan resolusi 8 MP untuk kamera depan dan 5 MP untuk kamera belakang, rupanya kinerjanya tidak terlalu memuaskan. Xiaomi Mi Pad tidak memiliki lampu flash, sehingga kurang oke untuk digunakan memotret di malam hari.

Hasilnya fotonya bisa dibilang biasa saja. Saat saya gunakan untuk memotret pada acara peluncuran Xiaomi Mi 4i, memotret di dalam ruangan banyak sekali noise-nya. Memotret dengan menggunakan tablet pun rupanya tidak senyaman menggunakan ponsel. Fokusnya dan shutter lag-nya cukup lama membuat saya sering kehilangan momen.

Pengaturan deep of field-nya cukup lumayan. Hanya dengan mengetuk daerah yang hendak difokuskan, daerah lainnya bisa langsung blur.

Yang menarik, ada pengaturan eksposur yang muncul dengan menekan pada layar lalu membuat gerakan lingkaran. Memutar searah jarum jam akan menambah eksposur, dan sebaliknya, memutar berlawana jarum jam akan mengurangi eksposur.

Fitur Beautify-nya juga menarik. Fitur ini bisa dinyala-matikan melalui menu. Saya mencoba menu ini menggunakan kamera depan, dan rupanya fitur Beautify ini melakukan penebakan secara real-time. Saat saya menengok sedikit atau tersenyum, tebakan usianya berubah-ubah.

Beberapa fitur pengaturan yang biasanya ada di ponsel MIUI 6, di Xiaomi Mi Pad tidak ada. Hanya ada menu untuk mempercantik saja tanpa bisa dieksplorasi lebih lanjut.

Hasil Foto

Berikut ini contoh foto-foto yang saya ambil dengan menggunakan Xiaomi Mi Pad di dalam ruangan.

Spesifikasi Xiaomi Mi Pad

Berikut ini spesifikasi teknis Xiaomi Mi Pad yang saya kutip dari kardusnya.

CPU NVIDIA Tegra K1 Quad-core 2,2 GHz
GPU ULP GeForce Kepler (192 cores)
RAM 2 GB LPDDR3
Memori Internal 16 GB EMMC
Memori Eksternal MicroSD™ hingga 128 GB
Layar 7,9 inchi Full HD IPS (2048×1536) Corning Gorilla Glass 3
Kamera Utama 8 MP BSI mendukung video 1080p HD
Kamera Depan 5 MP BSI mendukung video 1080p HD
Seluler Tidak Ada
Bluetooth v4.0
GPS Tidak Ada
Nirkabel/Wi-Fi WLAN (802.11b/g/n/ac)
USB 2.0 OTG
Microphone Dual-Microphone Noise Suppression
Audio 3,5 mm jack stereo
Baterai 6.700 mAh Li-Po
Sensor Giroskop, Akselerometer, Kompas Digital, Sensor Cahaya
Android 4.4.4 Kitkat MIUI 6

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

3 komentar

Artikel ini ditayangkan pada 24 Mei 2015, sekitar 2 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Yoga Purnama Putra

26 Mei 2015 15:12

Yang tak sukai dari Xiaomi itu interfacenya.,,, enak di mata :D,

iKurniawan

27 Mei 2015 22:14

Saya baru tau kalau ada simTray nya.. tapi kan ini WiFi only, buat apa SimTray itu om?

daffa hisyam

31 Oktober 2015 21:19

Gan kok klo mau ngirim app pake bluetooth ato superbeam gk bisa terus ya??.

Statistik

Telah dibaca 6.364 kali. Waktu baca rata-rata 13 menit. Ada 3 komentar.