Pengalaman Menggunakan Xiaomi Mi Pad

Saya awalnya tidak begitu tertarik untuk menggunakan tablet. Selama ini tablet kurang saya lirik karena saya masih belum menemukan keasyikan menggunakan tablet.

Ukuran layar yang besar menjadi kendala utama. Belum lagi saat digunakan untuk memotret atau menelepon, rasanya aneh menggunakan tablet.

Saat menghadiri acara peluncuran Xiaomi Redmi 2 dan Xiaomi Mi Pad, saya langsung terbelalak saat melihat spesifikasi yang ditanamkan pada Xiaomi Mi Pad. Apalagi harga yang ditawarkan, Rp 2.999.000 di Lazada membuat saya cukup tergiur.

Saya akhirnya mendapatkan Xiaomi Mi Pad yang merupakan tablet pertama buatan Xiaomi sekaligus tablet pertama saya. Berikut ini pengalaman saya setelah menggunakan Xiaomi Mi Pad.

Fisik dan Kemasan

low profile
low profile

Pada informasi teknis yang terdapat di bagian bawah, tertulis Xiaomi Mi Pad mempunyai ruang penyimpan sebesar 16 GB dengan RAM 2 GB.

Kardus dibuka dengan mengangkat penutup bagian atasnya. Dengan sedikit goyangan, tutup pun perlahan terbuka.

Xiaomi Mi Pad langsung terlihat, mengisi penuh kardus kemasannya. Dengan mengangkat lidah plastik yang berada di bawah, Xiaomi Mi Pad langsung tercungkil dan bisa diangkat.

Xiaomi Mi Pad yang saya terima, warna penutup belakangnya putih. Bagian belakang ini tidak dapat dicopot. Xiaomi Mi Pad sebenarnya memiliki varian penutup warna belakang berwarna-warni, yaitu putih, merah muda, hitam, biru, hijau lemon, dan kuning.

Di bagian bawah kardus setelah Xiaomi Mi Pad dikeluarkan, terdapat adaptor pengisi daya standar Xiaomi berwarna hitam, sebuah kotak berisi buku panduan, kartu garansi, dan sebuah pin untuk membuka tray MicroSIM di sebelah kiri tablet.

Kabel USB 2.0 terletak di bagian bawah kardus yang berisi buku panduan dan kartu garansi.

glossy
glossy

Menurut saya jika bahannya menggunakan soft touch matte seperti pada Xiaomi Redmi 2 rasanya akan lebih mantab dan mencegah tablet merosot dari tangan. Apalagi ukuran layarnya yang besar membuatnya cukup sulit dioperasikan dengan satu tangan.

Sebelah kanan terdapat rangkaian tombol volume up, volume down, dan power khas Xiaomi. Desain yang konsisten seperti ini menurut saya cukup menguntungkan, apalagi jika hendak sudah terbiasa dengan perangkat Xiaomi lainnya.

Namun saya masih sering salah menekan tombol. Maksud hati menekan tombol power namun seringkali malah menekan tombol volume down.

Tombol soft button ala Xiaomi juga muncul d bagian bawah yang dapat menyala berwarna putih. Ini membantu mencari tombol saat gelap. Lampu indikator berada di bagian kiri atas, yang bisa diatur warna lampunya. Pilihan warna lampu indikator ini antara lain kuning, hijau, sian, putih, dan violet.

Lubang jack earphone 3,5 mm terdapat di kiri atas. Tray MicroSD dibuka dengan menusukkan pin yang disertakan ke dalam lubang. Konektor mikro USB terletak di bagian bawah tengah.

Di bagian belakang, terdapat logo Mi menempel di bagian tengah bawah. Letak logo ini juga menjadi ciri khas Xiaomi. Terdapat pula lubang-lubang pengeras suara stereo dengan jangkaun lebar di bagian kanan dan kiri bawah.

Kamera utama berada di ujung kiri atas tanpa lampu flash. Kamera yang ditanamkan di Xiaomi Mi Pad adalah kamera Sony BSI (back-side illuminated) 8 MP dengan diafragma f/2.0. Kamera depan berada di tengah, tanpa lampu flash dengan resolusi 5 MP. Di samping kiri atas, terdapat logo Mi.

Secara fisik, ukuran Xiaomi Mi Pad hampir sama dengan Apple iPad Mini, namun Xiaomi Mi Pad sedikit lebih luas beberapa milimeter dan lebih berat beberapa gram.

Rangkanya terbuat dari magnesium alloy yang ringan namun kuat. Material ini kerap digunakan di dunia aviasi dan industri.

Sayangnya, Xiaomi Mi Pad tidak dilengkapi jaringan seluler, sehingga Xiaomi Mi Pad hanya bertumpu pada Wi-Fi untuk terkoneksi dengan internet.

Artikel ini dipublikasikan pada 24 Mei 2015, sekitar 3 tahun yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat..

Ada 4 komentar
Yoga Purnama Putra 26 Mei 2015 15:12 UTC

Yang tak sukai dari Xiaomi itu interfacenya.,,, enak di mata :D,

iKurniawan 27 Mei 2015 22:14 UTC

Saya baru tau kalau ada simTray nya.. tapi kan ini WiFi only, buat apa SimTray itu om?

daffa hisyam 31 Oktober 2015 21:19 UTC

Gan kok klo mau ngirim app pake bluetooth ato superbeam gk bisa terus ya??.

Pengalaman Menggunakan Xiaomi Redmi Note 4 — matriphe! personal blog 21 April 2017 19:37 UTC

[…] peluncuran produk Xiaomi di Indonesia adalah Xiaomi Redmi 1S, Xiaomi Redmi Note, Xiaomi Redmi 2, Xiaomi Mi Pad, Xiaomi Mi4i, Xiaomi Redmi 2 Prime, Xiaomi Redmi Note 3, Xiaomi Redmi 3S, Xiaomi Redmi 4A, Xiaomi […]