AI Membangun Blog Ini

·
5 menit
· 921 kata · 0 dilihat · komentar ·

Saya akhirnya merombak blog saya dengan menggunakan Laravel, Docker, dan TailwindCSS untuk tampilan depan, namun tetap mempertahankan WordPress sebagai backend publikasi. Proses pengerjaan ini saya lakukan dengan bantuan berbagai agen AI, mulai dari model berbayar hingga gratisan seperti DeepSeek V4 Flash melalui OpenCode, bahkan menerapkan teknik Ralph Wiggum Loop untuk efisiensi. Meskipun belum sempurna, saya memutuskan untuk merilis versi baru ini secara iteratif dan terbuka terhadap masukan dari pembaca.

Muhammad Zamroni

Muhammad Zamroni

Berlin, DE

Akhirnya keinginan saya untuk merombak blog ini yang tertunda sejak lama terlaksana juga!

Diawali dengan memindahkan hosting blog ini di awal tahun lalu, akhirnya saya berhasil mengganti mesin utama blog ini.

Meski masih menggunakan WordPress untuk mempublikasikan tulisan, namun di bagian depan, saya menggunakan Laravel yang berjalan menggunakan Docker.

Saya mempertahankan menggunakan WordPress untuk backend publikasi karena saya suka menulis lewat aplikasi Jetpack lewat ponsel yang nyaman dan mudah digunakan.

Selama belum ada cara lain yang bisa menggantikan Jetpack tersebut, saya akan terus terjebak menggunakan WordPress.

Di versi peramban, saya menggunakan plug-in untuk menonaktifkan Gutenberg, mode editor penulisan baru WordPress yang diluncurkan pada akhir 2018 berbarengan dengan rilis WordPress 5.0 "Bebo", karena saya lebih menyukai mode editor klasik WordPress.

Laravel saya pilih sebagai framework mesin karena ia merupakan salah satu framework terbesar dan terpopuler saat ini.

Saya ingat saat pertama kali berkenalan dengan Laravel saat versinya masih versi 3, saat berpindah dari CodeIgniter.

Meski sehari-hari saya sudah jarang menyentuh bahasa pemrograman PHP, Laravel membuat saya merasakan nostalgia karena bahasa pemrograman ini dan Laravel lah yang berperan cukup banyak membawa saya ke posisi sekarang.

Tampilan menggunakan TailwindCSS yang dikompilasi menggunakan Vite.

Blog ini kini juga memiliki dua mode tampilan, gelap atau terang, yang akan menyesuaikan dengan pengaturan standar perangkat yang digunakan.

Jika tampilan perangkat menggunakan versi gelap, blog ini akan menampilkan versi gelap, begitu juga sebaliknya.

tampilan gelap dan terang dari blog
tampilan gelap dan terang dari blog

Awalnya, saya memenulis sendiri semua kode untuk mesin ini.

Itulah sebabnya, prosesnya cukup lama karena saya memang menyentuh kode ini di kala senggang dan sempat saja.

Namun sejak era kecerdasan buatan alias AI muncul, saya akhirnya menyerahkan tugas-tugas koding ini ke agen AI.

Meski kesannya gampang, ternyata mengalihkan hal-hal yang biasanya saya lakukan secara manual ke agen AI tidak lah mudah.

Alur kerja saya yang juga berubah drastis, apalagi sejak kantor menerapkan penggunaan AI, akhirnya saya terapkan juga saat menulis ulang mesin blog ini.

Saya juga menggunakan kesempatan ini untuk belajar dan mencoba-coba menggunakan berbagai macam model AI hingga tools yang makin banyak berkembang.

Dari mulai yang gratisan, hingga yang berbayar.

Saya sempat mencoba berlangganan Claude Pro dengan biaya $20 per bulan selama 2 bulan, dan kemudian saya membatalkan langganan tersebut dan kembali menggunakan layanan gratis.

Alasannya adalah ternyata saya sering kena batasan penggunaan, plus saya tidak setiap hari menggunakan layanan berbayar tersebut, sehingga rasanya cukup sayang kalo tidak menggunakannya secara maksimal.

Memang, meski konon hasil dari model berbayar lebih bagus, tapi makin ke sini model-model gratisan juga kualitasnya tidak kalah bagusnya.

Itulah yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk berhenti berlangganan dan menggunakan yang gratisan saja.

tampilan OpenCode TUI
tampilan OpenCode TUI

Yang gratisan pun ternyata juga sudah cukup baik untuk memenuhi kebutuhan saya merombak blog ini.

Bagian utama untuk melalukan perombakan sempat dikerjakan oleh model berbayar Opus dan Sonnet saat masih berlangganan Claude Pro.

Sementara yang gratisan hanya melanjutkan dan melakukan perombakan kecil-kecil saja.

Apalagi karena saya hanya menyentuh proyek ini di kala senggang, menggunakan yang gratis membuat saya tenang dan tidak merasa terbebani rasa bersalah karena sudah bayar.

Claude Code, Cursor, Google Antigravity, Windsurf, Codex, dan beberapa yang lain saya coba dan gunakan untuk memerintah AI mengerjakan blog saya ini.

Namun akhir-akhir ini, saya banyak menggunakan OpenCode, karena selain gratis, ia juga mendukung integrasi dengan banyak provider dan model.

Saya juga menggunakan OpenCode Zen, yang menyediakan model gratis seperti Big Pickle (model utama dan bawaan OpenCode), MiMo V2.5 Free, North Mini Code Free, Nemotron 3 Ultra Free, dan DeepSeek V4 Flash Free.

OpenCode juga menyediakan model-model lain dari provider lain seperti Opus 4.8 dari Anthropic, GPT 5.5 dari OpenAI, dan lain-lain, yang tentunya berbayar.

Dari sekian model gratisan yang saya coba, favorit saya adalah DeepSeek V4 Flash Free, yang ditawarkan secara gratis oleh OpenCode Zen.

Alasannya karena model ini sangat cepat merespon, akurasinya juga cukup lumayan untuk model kelas terendah dari keluarga DeepSeek V4 dari Cina ini.

Perkembangan model dari Cina memang luar biasa pesat, bahkan bisa bersaing dengan model-model keluaran Amerika seperti Anthropic, OpenAI, dan xAI.

Jika melihat riwayat perkembangan Git commit blog ini, akan terlihat banyak sekali model-model yang berkontribusi terhadap blog ini.

Selain blog, AI juga membantu saya melakukan migrasi dengan memberikan akses tools penting agar agen AI bisa melakukan tugasnya.

Saya bahkan menjalankan teknik Ralph Wiggum Loop, di mana saya memberikan tujuan yang ingin saya capai melalui prompt, dan si agen AI akan melakukan pekerjaannya, memeriksa hasil, dan selama tujuan belum tercapai, ia tidak akan berhenti.

Istilah Ralph ini dipopulerkan oleh pengembang open source Geoffrey Huntley, yang menggambarkan teknik ini seperti karakter Ralph Wiggum dari serial The Simpsons yang digambarkan gigih menjalankan tugasnya hingga selesai.

Dengan melakukan cara ini, saya bisa mengerjakan hal-hal lain sembari menunggu AI selesai melakukan tugasnya tanpa intervensi saya.

Luar biasa sekali teknologi AI ini.

Dan akhirnya, meski belum secara 100% selesai, saya memutuskan untuk merilis tampilan dan blog baru ini.

Jika misal nanti ada masalah di sana-sini, harap dimaklumi, namun saya berusaha bahwa blog ini akan terus berkembang dan diperbaiki.

Dengan merilis versi baru ini, saya juga berharap akan ada masukan atau temuan masalah yang mungkin lolos dari pengujian saya.

Memang, saya memperlakukan blog ini selayaknya saya merilis produk aplikasi, yang akan terus ditingkatkan dengan iterasi.

Jika ada masalah atau masukan, silakan kontak saya melalui berbagai kanal, baik surel hinggal pesan pribadi di akun media sosial saya.

Oiya, tulisan di blog ini juga akan ditulis oleh saya sendiri, tidak ditulis oleh AI, walau ada beberapa hal, terutama urusan riset dan pemeriksaan fakta, serta membuat rangkuman tulisan, dibantu oleh AI.

Artikel Terkait

Komentar

0

Tinggalkan Komentar