5 Bacaan Favorit Dalam Perjalanan

Artikel ini ditayangkan pada 4 Juli 2012, sekitar 5 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Baca tulisannya Arya soal 5 Buku Terbaik buat di Perjalanan, saya pun jadi pengen ikutan nulis. Namun karena menurut saya buku terlalu berat bila dibawa dan dibaca di perjalanan, saya akan menulis soal bacaan saya kalo pas lagi dalam perjalanan.

Jujur, saya sebenarnya kurang suka membaca, apalagi dalam perjalanan. Saya lebih suka menikmati dan mengamati apa yang terjadi di sekitar saya ketika bepergian. Belum lagi ketika dalam kendaraan yang sedang bergerak dan terguncang, membaca justru malah menyiksa.

Kalo pun sedang bengong dan tidak ada ada yang bisa dinikmati lagi, misal perjalanan di malam hari atau di dalam pesawat terbang, saya cenderung lebih memilih tidur. Tapi kalo tidur juga tidak bisa, maka barulah saya (terpaksa) membaca.

Nah, berikut ini kira-kira lima bacaan saya ketika dalam perjalanan.

  1. Majalah Internal Penerbangan (inflight magazine) Ini bacaan favorit saya ketika naik pesawat terbang, kalo masih ada. Biasanya inflight magazine terbit setiap bulan dan berada di dalam saku bangku penumpang. Ada yang melarang majalah ini dibawa pulang, ada juga yang membolehkan penumpang membawa pulang (bahkan bisa meminta ke pramugari). Melalui majalah ini, saya bisa tahu informasi-informasi menarik dari suatu tujuan wisata yang biasanya dilayani oleh maskapai tersebut. Apalagi kalo misal tujuan yang hendak kita tuju diulas juga di dalam majalah itu. Selain majalah internal penerbangan, kita bisa membaca majalah internal bandara yang terdapat di beberapa bandara tertentu. Majalah-majalah penerbangan yang saya tahu dan pernah baca antara lain, Garuda Magazine, Lionmag, Travel3ixty, dan Travelounge.
  2. Majalah Wisata Kalo misal mampir ke lapak buku di bandara, yang saya tuju pertama kali adalah lapak majalah. Melihat-lihat majalah wisata, kalo tertarik ya membeli. Selain ringan, informasi di majalah wisata bisa menambah semangat bepergian, apalagi ketika kita sedang menunggu boarding pesawat dan ternyata pesawatnya delayed. Majalah wisata favorit saya adalah JalanJalan dan National Geographic Traveler.
  3. Komik Kalo ingin yang lebih ringan lagi, saya suka baca komik. Komik-komik Jepang karangan Masashi Ueda adalah favorit saya, antara lain Otoboke, Kariage-kun, Kobo-chan, hingga Detektif Conan karangan Aoyama Gosho. Komik Jepang saya suka karena ukurannya kecil dan ringan. Namun saking ringannya, saya pernah ketinggalan komik di bangku pesawat!
  4. Koran Beberapa maskapai menyediakan koran gratis yang bisa kita ambil untuk dibaca. Biasanya koran lokal tempat pesawat akan berangkat. Namun membaca koran di dalam pesawat (juga kendaraan lain) sedikit merepotkan, karena ukurannya yang lebar dan bisa mengganggu orang lain. Lebih sering lagi, saya membaca koran untuk mengundang kantuk datang, sehingga di perjalanan saya bisa tidur.
  5. Buku Panduan Perjalanan Buku panduan perjalanan biasanya saya bawa ketika bepergian ke luar negeri secara mandiri. Selain untuk bacaan, juga membantu saya mengingat-ingat itinerary atau tempat akomodasi dan moda transportasi apa yang harus saya ambil sesampai di tempat tujuan. Favorit saya, tentu adalah buku Lonely Planet. Kenapa saya memilih LP, karena dari beberapa buku panduan perjalanan yang lain, buku LP lebih praktis dan lengkap bila dibandingkan dengan buku-buku lain keluaran National Geographic atau Rough Guides. Saya membeli buku LP (meski punya juga softcopy-nya, untuk memberi gambaran isi dari buku lengkapnya), meski tidak semua tempat yang tertulis di buku saya baca dan kunjungi. Saya mengoleksinya dan menjadikan buku ini kenang-kenangan bahwa saya pernah mendatangi negara tersebut.

Kalo kalian?

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

6 komentar

Artikel ini ditayangkan pada 4 Juli 2012, sekitar 5 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

selebvi

5 Juli 2012 12:05

pada dasarnya aku emang suka baca
so, at least aku sudah persiapkan bawa majalah dan beberapa novel untuk dibaca di jalan nanti

arya

5 Juli 2012 12:34

komik aku jg suka baca. kalo ini harus bawa agak banyak soalnya baca komik cuma butuh waktu 30 menit. hehehe.
dari inflight magazine air asia, aku jadi kepingin pergi ke penang. trus, ada bbrp inflight magazine maskapai luar yg aku simpen.

kalau majalah wisata aku paling suka Travelogue gratisan di bandara sukarno hatta

Ceritaeka

9 Juli 2012 11:07

Hihi dibanding Suprie kayaknya selera buku kita lebih mirip ya Zam :D komik, koran dan majalah wisata hehe. Tos ah ;)

Greace

15 Juli 2012 08:46

entah mengapa saya seperti bercermin.
kita mengidap penyakit yang sama kakk!! pelarian kita juga sama semua! Ahaha, #tos

cara memakai jilbab

25 Februari 2015 16:56

hidup komikk.. klo dulu tiap jalan pasti bawa komik (baca d angkot hihi) krn skrg uda jaman gadget, bacanya online, lebih up2date :D

Statistik

Telah dibaca 714 kali. Waktu baca rata-rata 4 menit. Ada 6 komentar.