Tema 2020: VXN

6 minutes

Setelah hampir dua tahun saya menggunakan tema Meng, di penghujung 2020 ini akhirnya saya mengganti tema blog ini.

tema VXN ramah di semua tampilan

Niat memang sudah ada sejak awal 2020 lalu, namun apa daya saya yang tidak punya waktu.

Saya mengerjakan tema ini juga di saat senggang, di akhir pekan, di sela kesibukan lain seperti jalan-jalan atau hanya sekadar rebahan.

Sudah lama sebenarnya saya tidak bermain-main dengan tema WordPress, yang ternyata sudah banyak perubahan signifikan yang tidak saya ikuti.

Namun karena niatnya memang untuk memperbarui pengetahuan saya tentang teknologi web, saya pun menganggap ini sebagai cara untuk terus up to date.

Tidak seperti tema Meng yang menggunakan framework yang sudah jadi seperti Bootstrap atau Bulma untuk CSS-nya, kali ini saya menggunakan Tailwind CSS, yang kini cukup naik daun di kalangan pengembang web.

Tailwind CSS sendiri bukan sebuah framework yang komponennya bisa langsung dipakai, namun berupa tools yang sangat fleksibel sehingga saya bisa lebih bebas untuk berkreasi.

Karena keleluasaan ini lah yang membuat saya ingin mencoba, saya cukup puas dengan hasilnya, meski ke depannya saya akan utak-atik lagi agar lebih memuaskan.

tampilan VXN di ponsel

Dengan tema ini, saya bisa mengutamakan tampilan untuk mobile, karena dari statistik blog, pengunjung blog ini dari ponsel cukup banyak yaitu sekitar 40% dan yang mengakses dari desktop atau laptop sekitar 60%.

Saya juga menyatukan tema blog ini dengan tema profil dan agregator blog saya.

Untuk warna tema, saya mengambil palet warna Classic Blue (Pantone 19-4052) yang ditetapkan menjadi warna 2020 oleh Pantone.

Nama VXN sendiri saya ambil dari vaccine yang mana tema ini lahir di tengah pandemi Covid-19 yang membuat dunia berubah.

Semoga vaksin Covid-19 bisa segera ditemukan dan secara efektif menanggulangi pagebluk ini.

Tema ini sebenarnya belum 100% selesai dan masih ada kekurangan di sana-sini yang nantinya ke depan akan saya perbaiki dan perbarui.

Saya sendiri sudah gatal untuk mengganti tema, dengan meninggalkan gaya magazine dan kembali ke gaya blog klasik.

Meski begitu, saya tetap mempertahankan gambar sampul tiap postingan, dan terus bertahan dengan foto berbentuk persegi.

Saya juga mengurangi jumlah iklan Google di blog ini, yang menurut saya sedikit merusak tampilan karena beberapa iklan tidak dapat saya kontrol tampilannya yang menyesuaikan dengan ukuran layar.

Iklan memang saya pasang di blog ini, yang meski hasilnya tidak seberapa, namun lumayan untuk membiayai ongkos server dan perpanjangan domain blog ini.

Bisa dibilang blog ini bisa membiayai dirinya sendiri.

Sebagai gantinya, saya memasang tautan afiliasi di sidebar yang menurut pengalaman sebagai pengguna layanan tersebut, saya sangat puas.

tampilan VXN versi desktop

Pertama adalah tautan afiliasi dari Transferwise yang sering saya gunakan untuk mengirim uang ke Indonesia, lalu ada tautan afiliasi dari Transfez untuk mengirim uang dari Indonesia ke luar negeri, dan terakhir afiliasi tautan lokasi hosting blog ini di Linode.

Saya juga berencana memberikan tanda khusus untuk beberapa tulisan pesanan berbayar, yang mana lagi-lagi hasilnya saya gunakan untuk membiayai blog ini.

Hasil dari tulisan pesanan tersebut memang cukup lumayan, dan selama isinya tidak melanggar hukum dan sesuai dengan blog ini, yaitu ulasan atau informasi umum, saya tetap menerima.

Saya bahkan menyediakan halaman khusus untuk menampilkan klien serta tulisan yang merupakan tulisan berbayar di halaman kerja sama.

Blog ini juga masih menggunakan campuran bahasa antara Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, di mana saya lebih suka menggunakan Bahasa Indonesia untuk seluruh tampilan.

Saya memanfaatkan fitur internationalization yang ada di WordPress untuk menerjemahkan antarmuka di blog ini, namun sayangnya aplikasi untuk melakukan penerjemahan tersebut tidak lagi gratis.

Walau sebenarnya harganya juga tidak terlalu mahal, saya belum berminat membeli karena selain saya jarang mengutak-atik tema WordPress, saya yakin ada cara lain yang gratis, walau tentu saja tidak semudah menggunakan aplikasi tersebut.

Tema untuk AMP juga belum siap, yang mana fitur ini menjadi semacam fitur wajib untuk blog yang banyak diakses melalui perangkat bergerak.

Jika menemukan kerusakan atau hal-hal yang tidak diharapkan, mohon laporkan kepada saya.

8 responses
  1. Gravatar of Lia The Dreamer
    Lia The Dreamer

    Hi Kak Zam, tema barunya udah oke. Sejauh ini tidak ada problem ketika aku akses melalui hp.
    Tetap simple, rapih dan nyaman di mata, seperti tema sebelumnya 😀

  2. Gravatar of CREAMENO
    CREAMENO

    Suka sama tema yang ini mas Zam, lebih minimalis yaaah 😍

    Cakep deh warnanya, dan UX lebih mantapppp. Hehehe. By the way nama temanya keren ugha, dari vaksin jadi VXN 😆 Saya pribadi nggak ada kendala apa-apa saat komentar sekarang, mas 😁✌ (ini saya pakai laptop)

  3. Gravatar of warm
    warm

    wah menyenangkan euy kalo bisa utak atik theme sendiri, ini sih seger, loadingnya cepet dan warna biru di header bener2 khas warnanya wordpress.

    apalagi saya penggemar theme yg clean minimalist, apik kang

  4. Gravatar of Yeni Setiawan
    Yeni Setiawan

    Cakep, Kang, rapi (y).

  5. Gravatar of riuusa
    riuusa

    Selamat untuk tema barunya mas, rasanya lebih segar dan ringan dibuka mas!

  6. Gravatar of Ihsan
    Ihsan

    Tema barunya oke nih om Zam. Btw, tema blog ku juga kemarin terinspirasi tema om Zam pas 2018
    hahaha

    mau ubah tampilan, masih menunggu mood
    😀

  7. Gravatar of grubik
    grubik

    Tema memang bukan sesuatu yang kita harus selalu setia bersamanya… 😀

  8. Gravatar of morishige
    morishige

    Tema baru ini segar, Kang. Agak beda tapi tetep kelihatan ada benang merahnya dengan tema-tema sebelumnya. 🙂

Tinggalkan Balasan

This article has been published on 26 Oktober 2020 (4 minggu ago).

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.