Wisata Kuliner di Lisbon, Portugal

Selama jalan-jalan di Lisbon, Portugal, tentunya kami juga melakukan wisata kuliner.

Salah satu incaran kami adalah pastel de nata alias portuguese egg tart yang memang menjadi ciri khas Portugal.

Selain kue manis, kami juga mencari seafood di Time Out Market, di mana di Portugal yang berada di tepi Samudera Atlantik, tentunya memiliki seafood lezat, segar, dan murah.

Kami juga makan ayam piri-piri, masakan khas Portugis yang bumbunya berasal dari Afrika Selatan, terutama dari daerah koloni Portugis.

Kastanye panggang juga menjadi cemilan yang kami coba dan penjualnya bisa ditemui di hampir tempat wisata.

Pastel de Nata

Pastel de Nata
Pastel de Nata

Di Lisbon, banyak tersebar toko roti yang menjual pastel de nata atau portuguese egg tart, namun kami berkunjung ke tiga tempat yang mempunyai cerita dan sejarah.

Pastry khas Portugal ini lahir di Lisbon, tepatnya dari Mosteiro dos Jerónimos yang berada di daerah Belém, di mana para suster dan murid monasteri memanfaatkan sisa kuning telur untuk kemudian dibuat kue.

Para suster terbiasa menggunakan putih telur untuk membuat kaku pakaian-pakaian mereka, sehingga banyak kuning telur yang tersisa.

Sisa kuning telur ini kemudian diolah menjadi pastel de nata, yang memang sebagian besar bahannya terbuat dari kuning telur.

Dari sini lah kue khas Portugal ini berasal dan akhirnya menjadi jajanan khas.

Tak heran jika sebutannya egg tart, karena kuning telur memang menjadi bahan utamanya.

Pastéis de Belém

antrean panjang di Pastéis de Belém
antrean panjang di Pastéis de Belém

Tempat ini merupakan tempat lahirnya pastel de nata, di mana toko kue ini sangat ramai oleh turis yang rela antre demi bisa makan di dalam restorannya.

Kami sempat kaget dan hilang minat saat melihat antrean di tempat ini, namun untungnya ada antrean khusus untuk pembeli yang ingin membawa pulang.

Toko ini membuat pastel de nata sejak tahun 1837 mengikuti resep asli dari Mosteiro dos Jerónimos.

Dengan warna khas biru, toko yang berada tak jauh dari Mosteiro dos Jerónimos ini bisa dikenal dengan mudah dari panjangnya antrean di depan toko.

Pastel de nata dari toko ini sangat berasa telurnya dan kuenya berasa crunchy.

Terdapat taburan bubuk kayu manis dan gula terpisah yang bisa ditambahkan.

Setelah membeli 6 buah kue dalam satu wadah seharga 6,90€ (harga per satuannya 1,15€), kami memakannya sambil duduk-duduk di Taman Vasco da Gama yang terletak persis di seberangnya.

Artikel ini dipublikasikan pada 10 Februari 2020, sekitar 4 bulan yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Ada 6 tanggapan
morishige 10 Februari 2020 10:34 WIB

Keknya nyemil-nyemil aja cukup ya Mas buat sumber energi jalan sehari di sana. Hahaha..

Btw, menarik banget itu di pastel de nata ada taburan kayu manisnya. Makanan barat dengan sentuhan timur. 😀

Muhammad Zamroni 10 Februari 2020 13:04 WIB

bisa saja. porsi di Eropa memang besar-besar..

Eddy Fahmi 15 Februari 2020 11:23 WIB

Pastel de nata itu nampak seperti kue lumpur ya..

Berkunjung ke Lisbon, Portugal — matriphe! personal blog 16 Februari 2020 19:59 WIB

[…] lokasi Portugal yang menghadap Samudera Atlantik, menjadi tujuan kami untuk mencari seafood segar yang di Berlin cukup sulit […]

Menginap di Esqina Urban Lodge, Lisbon, Portugal — matriphe! personal blog 17 Februari 2020 00:41 WIB

[…] sempat bertanya kepada staf soal rekomendasi tempat makan seafood dan ayam piri-piri, dan mereka menyarankan Time Out Market dan Restoran […]

Wisata Kuliner di Brussel, Belgia — matriphe! personal blog 23 Maret 2020 01:56 WIB

[…] saya cukup puas makan kerang mussel saat di Lisbon, Portugal, namun Belgia juga memiliki hidangan kerang […]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.