Menginap di Esqina Urban Lodge, Lisbon, Portugal

Selama di Lisbon, kami menginap di Esqina Urban Lodge, sebuah hotel yang berada di jantung kota sekaligus kawasan komersial di Lisbon.

papan di pintu masuk Esqina Urban Lodge
papan di pintu masuk Esqina Urban Lodge

Istri saya memesan hotel ini melalui Booking.com dengan tipe classic double room.

Salah satu alasan istri saya memesan hotel ini adalah lokasinya yang sangat strategis, dengan harga yang cukup menarik, yaitu 160,80€ untuk 2 malam sudah termasuk pajak pertambahan nilai 6% dan pajak turis sebesar 2€ per orang per malam.

Hotel yang masuk dalam kelas guest house ini dibangun oleh beberapa artis dan pengusaha asal Lisbon yang memiliki pengalaman dalam seni desain interior dan pengusaha restoran dan kafe.

Pantas saja desain kamarnya sungguh unik dan memiliki sentuhan artistik.

Ketika kami check-in, kami mendapatkan upgrade kamar, dari tipe classic double room ke tipe classic double room with city view.

Saat kami tanya kenapa kami mendapat upgrade, staf hanya menjawab bahwa mereka senang memberikan upgrade kepada tamu yang beruntung.

Lokasi Strategis

pemandangan dari kamar Esqina Urban Lodge
pemandangan dari kamar Esqina Urban Lodge

Beralamat di Rua dos Sapateiros 92, Santa Maria Maior, 1100-054 Lisbon, Portugal, hotel ini berada sangat dekat dengan obyek wisata seperti Praça do Comércio, Elevador de Santa Justa, dan Praça da Figuera.

Akses kendaraan umum juga mudah, yaitu hanya 5 menit berjalan kaki ke Stasiun Metro Baixa-Chiado dan 10 menit jalan kaki ke halte tram dan bus di Praça do Comércio atau Praça da Figuera.

Karena berada di lokasi komersial, di sekitar hotel banyak toko-toko dengan merek terkenal, kafe-kafe, restoran, hingga mal.

Dari luar, hotel terlihat seperti apartemen pada umumnya, di mana yang terlihat dari luar hanya sebuah pintu kayu dengan papan kecil bertuliskan Esqina Urban Lodge.

Sebuah papan akrilik dengan tulisan where the restless go for a rest terpampang di samping pintu masuk.

Pintu depan dibekali dengan kunci yang hanya bisa dibuka dengan kode yang diberikan kepada tamu jika pintu hotel telah ditutup pada pukul 23:00.

Masuk ke dalam hotel berasa sangat klasik, dengan lift di tengah yang kolomnya terbuat dari baja dan tangga kayu yang sangat khas.

Di depan tangga masuk terdapat seni tali yang dililit pada paku bergambar kapal terpasang di dinding.

Fasilitas dan Layanan

air minum dan sabun cuci tangan di Esqina Urban Lodge
air minum dan sabun cuci tangan di Esqina Urban Lodge

Staf hotel sangat ramah dan membantu kami dengan memberikan berbagai macam informasi tentang Lisbon, mulai dari tempat wisata rekomendasi hingga berbagai tip.

Kami mendapatkan peta wisata Lisbon yang berisi titik-titik wisata yang direkomendasikan.

Setelah check-in, kami diberi kertas bertuliskan kode pintu depan dan kode pintu kamar, di mana untuk masuk kami hanya memasukkan kode ini.

Esqina Urban Lodge tidak menyediakan sarapan, bahkan restoran pun tidak ada.

Namun staf hotel menyarankan beberapa tempat yang bisa dituju untuk sarapan, yaitu di Pau de Canela yang berada tepat di samping hotel.

Jika ingin bergaul dan minum-minum, ada Ribeira das Naus yang berada di tepi Sungai Targus yang bisa dituju.

brosur I love Lisboa yang diberikan staf Esqina Urban Lodge
brosur I love Lisboa yang diberikan staf Esqina Urban Lodge

Kami sempat bertanya kepada staf soal rekomendasi tempat makan seafood dan ayam piri-piri, dan mereka menyarankan Time Out Market dan Restoran Bonjardim.

Saat masuk kamar, terdapat kartu yang berisi jadwal kegiatan asyik yang bisa dilakukan di esok hari.

Esqina Urban Lodge juga menyediakan sebuah kartu berisi informasi tentang layanan darurat yang bisa dihubungi, dengan bahasa yang asyik dan kasual.

Karena kami masuk pada hari Sabtu, kartu ini berisi informasi tentang LxMarket, semacam pasar dadakan yang muncul di hari Minggu.

Hotel ini mengusung konsep ramah lingkungan, di mana terdapat beberapa pesan kepada tamu untuk melakukan penghematan, mulai dari cara meletakkan handuk jika tidak ingin dicuci untuk menghemat pemakaian air dan sabun.

suasana kamar classic double room with city view
suasana kamar classic double room with city view

Tidak ada amenities semacam sikat gigi yang disediakan kepada tamu, tidak ada kopi dan teh yang biasanya disediakan, namun ada sebuah botol kaca berbentuk unik yang berisi air minum.

Tersedia jubah mandi yang bisa digunakan, sebuah pengering rambut, dan brankas untuk menyimpan barang-barang berharga.

Kamar mandinya menggunakan model shower yang tersedia air panas untuk mandi.

Toiletnya menggunakan model toilet duduk dan tidak tersedia flusher atau bidet, namun karena saya sudah terbiasa dengan menggunakan tisu untuk cebok, saya tidak masalah.

Tisu yang digunakan pun terbuat dari kertas daur ulang, berwarna agak kecoklatan yang mana kertas ini tidak menggunakan pemutih untuk mengurangi efek buruk lingkungan.

wastafel di dalam kamar Esqina Urban Lodge
wastafel di dalam kamar Esqina Urban Lodge

Wastafel berada di luar kamar mandi, dengan sebuah cermin besar, dan keran unik bertema steam-punk yang berbahan tembaga untuk air panas dan dingin, yang mana airnya tidak dapat diminum.

Tersedia wi-fi gratis yang kecepatannya lumayan kencang dan sebuah ponsel yang dipinjamkan.

Ponsel pinjaman ini bisa digunakan dan dibawa untuk mengakses internet secara gratis dan digunakan untuk menelpon selama 30 menit ke nomor lokal dan internasional.

Sebuah televisi tertempel di dinding, namun selama kami menginap kami tidak menyalakan televisi sama sekali.

Kasurnya pun empuk dan nyaman, lengkap dengan selimut hangat serta sebuah penghangat ruangan berada di bawah jendela.

Kesan dan Penilaian

ponsel pinjaman untuk tamu Esqina Urban Lodge
ponsel pinjaman untuk tamu Esqina Urban Lodge

Kami sangat puas dengan pelayanan Esqina Urban Lodge, di mana keunggulan hotel ini adalah lokasi yang strategis.

Untuk harga, jika dibandingkan dengan hotel sejenis yang berada di lokasi yang sama, Esqina Urban Lodge terasa lebih hemat.

Konsep ramah lingkungan yang diusung Esqina Urban Lodge juga menarik meurut saya, meski jika dilihat dari sisi lain, konsep ini merupakan penghematan yang cukup besar dari sisi hotel.

Namun saya yang juga jarang memanfaatkan seluruh fasilitas hotel justru senang karena bisa menghemat sumber daya dan membantu menyelamatkan lingkungan.

Fasilitas lain yang patut dipuji adalah adanya ponsel yang dipinjamkan untuk digunakan menjelajah Lisbon, yang tentunya akan sangat berguna bagi tamu yang tidak ingin menggunakan paket data roaming atau membeli kartu SIM lokal.

Karena kami menggunakan kartu SIM Jerman yang mendapatkan fasilitas bebas roaming di seluruh Eropa, kami tidak memanfaatkan fasilitasn ponsel pinjaman ini.

Hotel ini sangat cocok untuk pasangan yang memang hanya ingin istirahat setelah lelah berkeliling Lisbon.

Galeri Foto

Artikel ini dipublikasikan pada 17 February 2020, sekitar 6 months yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Ada 5 tanggapan
morishige 17 February 2020 09:06 WIB

Kang, itu beneran hp bisa dipakai buat keliling-keliling? Unik banget amenity-nya. Di hotel lain dirimu pernah nemu yang serupa?

Muhammad Zamroni 19 February 2020 03:27 WIB

bisa. boleh dibawa keliling. untuk hotel lain punya keunikan masing-masing, sih. tergantung kelas hotelnya juga.

Anggie 20 February 2020 16:51 WIB

Upgrade kamar ini biasanya lazim diberikan kalau tamunya merupakan pasangan, saya yang sendirian seumur-umur ga pernah dapat upgrade kayak gitu, :))
Lain halnya dengan beberapa maskapai penerbangan, mereka yang sendiri – kalau beruntung selalu dapat free upgrade ke business class.

Muhammad Zamroni 23 February 2020 03:08 WIB

aku baru kali ini dapat upgrade kamar 😆

morishige 24 February 2020 07:38 WIB

Saya malah pernah dapet downgrade kamar, Kang. Pesannya satu tempat tidur buat dua orang, dapetnya dipan tingkat. Bah! Ternyata kamarnya lagi penuh dan kami check in telat banget. Besoknya baru dipindah ke kamar sesuai pesanan. Hahaha

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.