Pohon Natal di Pinggir Jalan

3 minutes

Sekitar dua minggu setelah Hari Raya Natal, pohon-pohon natal terlihat mulai dibuang dengan diletakkan di pinggir jalan.

pohon cemara dibuang di pinggir jalan

Pohon cemara ini terlihat masih hijau meski sudah ditebang jauh-jauh hari sebelum natal.

Beberapa orang di Jerman bahkan masih memilih dan menebang sendiri pohon yang akan menghiasi rumah mereka, atau membeli pohon asli daripada yang terbuat dari plastik.

Aroma dari pohon cemara asli menjadi salah satu alasan kenapa orang lebih suka menggunakan pohon asli daripada yang imitasi.

Kebiasaan memasang pohon cemara sebagai dekorasi natal memang berasal dari Jerman, yang dimulai pada abad ke-16.

Saat orang-orang Jerman menyebar ke berbagai wilayah, mereka kerap memasang cemara yang dianggap kekal (evergreen) untuk dekorasi natal di dalam rumah.

Pohon natal sebenarnya hanya simbol agar kehidupan rohani selalu tumbuh dan kekal (evergreen) seperti pohon cemara yang kokoh bertahan di saat musim dingin bersalju di mana pohon lainnya rontok.

pohon cemara di HelloFresh

Ada beberapa jenis cemara yang saya lihat digunakan untuk pohon natal, antara lain cemara balsam, cemara douglas, cemara fraser, cemara noble, dan pinus putih.

Saya bahkan melihat pohon cemara douglas hidup di halaman salah satu apartemen di lingkungan saya tinggal yang kemudian dihiasi dengan lampu-lampu saat natal lalu.

Saat mengunjungi Pasar Natal di Spandau, cemara douglas juga tampak berdiri kokoh menyangga berbagai macam lampu hiasan.

Di kantor saya, HelloFresh, juga memasang pohon cemara berjenis noble yang ukurannya cukup besar di lobi.

Kini, pohon-pohon cemara yang sudah menyelesaikan tugasnya diletakkan begitu saja di pinggir jalan, menunggu untuk rontok atau berwarna kecoklatan, sebelum diangkut oleh petugas khusus.

Sampah pohon begini memang tidak bisa dibuang sembarangan di tempat sampah, karena Jerman memiliki aturan pemilahan sampah.

1 response
  1. Gravatar of Anggie
    Anggie

    Loh, kirain di Belanda doang orang buang pohon natal di pinggir jalan, haha..

Tinggalkan Balasan

This article has been published on 8 Januari 2020 (10 bulan ago). The information provided here might not be accurate.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.