Mudahnya Mendapat Makanan Indonesia di Berlin, Jerman

Saat pertama kali kami datang ke Berlin, setahun lalu, kami sempat khawatir, apakah kami bisa bertahan tanpa Indomie, sambal, atau bahan-bahan makanan khas Asia lainnya?

Go Asia Turmstraße
Go Asia Turmstraße

Beruntung, di Berlin banyak tersebar supermarket dan toko yang menjual barang-barang khusus dari Asia, bahkan ada toko khusus menjual barang khas Indonesia.

Sebagai kota yang memiliki jumlah populasi 20% warga asing, membuat Berlin menjadi kota multikultural dan multinasional.

Tentu saja karena keberagamannya ini, di Berlin banyak ditemukan toko dan restoran dari berbagai negara dan budaya.

Untuk Asia, terutama Asia Tenggara dan Asia Timur, setidaknya ada 3 jaringan toko Asia yang menjual barang-barang khas Asia (Cina, Thailand, Vietnam, Korea, Jepang, India, dan Indonesia) di Berlin yang pernah saya kunjungi.

Ketiga toko tersebut adalah Go Asia, Asia Mekong, Asia Markt Lee, dan Indomarkt yang khusus menjual barang-barang Indonesia.

Pemilik jaringan toko tersebut pun berbeda-beda. Go Asia dimiliki pengusaha asal Cina, Asia Mekong dari Vietnam, dan Asia Markt Lee dari Korea.

Go Asia menjadi favorit kami karena selain lokasinya dekat dari apartemen kami dan barang-barangnya lebih lengkap, setiap Sabtu minggu pertama awal bulan ada diskon 10% untuk seluruh pembelian.

rak berisi Indomie di Go Asia
rak berisi Indomie di Go Asia

Kami bisa dengan mudah menemukan Indomie, kecap Bango, saus ABC, kerupuk udang, emping melinjo, hingga bumbu pecel Karangsari serta tempe dan tahu di Go Asia.

Selain diimpor dari Indonesia, beberapa barang-barang diproduksi dan diimpor dari Belanda.

Bisa dimaklumi karena di Belanda, komunitas orang Indonesia lebih banyak dan adanya hubungan khusus antara Belanda dan Indonesia.

Jika kami tidak menemukan barang-barang khas Indonesia di toko Asia, kami mencari ke Indomarkt, toko yang khusus menjual barang khas Indonesia.

Di Indomarkt, barang-barangnya lebih spesifik, misal daging baso, petai, biji melinjo, TolakAngin, hingga batu ulekan ada di sini.

Istri saya membeli ulekan batu di Indomarkt supaya bisa mengulek sambal.

Selain bahan makanan, setidaknya ada empat restoran yang menjual makanan Indonesia.

Salah satu yang terbesar dan otentik adalah Resto Nusantara, di mana restoran ini menjual menu nasi padang, sate ayam, pecel, gado-gado, dan makanan siap saji dalam kemasan seperti Gudeg Bu Tjitro kalengan dan Maicih.

Restoran Nusantara sering menjadi tempat nongkrong mahasiswa Indonesia dan ramai dengan bule-bule yang doyan dengan makanan Indonesia.

Saya juga pernah berkunjung ke restoran Handoyo’s Sate & Coffee dan Tuk-Tuk Indonesian Restaurant yang menjual makanan Indonesia namun sudah disesuaikan dengan lidah Jerman.

Kekhawatiran kami pudar dan rasa kangen kami akan makanan dan bahan-bahan dari Indonesia cukup terobati dengan adanya toko-toko Asia dan restoran Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan pada 5 Januari 2020, sekitar 3 bulan yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Ada 4 tanggapan
untari 2 Februari 2020 09:42 WIB

pasti bahagia ya kalau dah liat bahan makanan Indonesia di luar negara kita. Apalagi sejauh jerman gitu.Tapi soal harga pasti dah berlipat-lipat ya

Muhammad Zamroni 3 Februari 2020 03:15 WIB

soal harga jangan di-kurs ke Rupiah. tapi kalo dibanding dengan Euro, ternyata ngga begitu mahal sebenernya. 😆

lenny 19 Februari 2020 04:41 WIB

Aku di Arizona, USA juga belanjanya di Mekong keknya..

Ini jaringan franchise sepertinya wkwk tapi tempenya tah napa ga seenak di Indonesia jadi jarang beli.

Muhammad Zamroni 19 Februari 2020 14:30 WIB

di Berlin juga sama, kemungkinan besar penggunaan ragi yang berbeda jenis dan kondisinya berbeda antara di Indonesia yang tropis dan daerah subtropis.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.