Pengalaman Mengirim Uang ke Luar Negeri (Jerman) Melalui BCA

Setelah mendapatkan apartemen, saya harus membayar uang sewa di muka setelah kontrak sewa ditandatangani.

teller BCA KCP Kalimalang
teller BCA KCP Kalimalang

Karena pemilik apartemen tidak menerima pembayaran tunai, saya harus membayar melalui transfer ke rekening pemilik apartemen.

Karena saya berada di Indonesia, saya harus mengirim uang ke rekening pemilik yang berada di Jerman.

Ada beberapa cara mengirim uang ke luar negeri dari Indonesia, namun caranya masih kurang nyaman dan biayanya mahal.

Beberapa alternatif yang bisa digunakan adalah melalui Western Union karena mudah dan murah, namun dengan cara ini si penerima harus mendatangi cabang Western Union untuk mengambil uang yang dikirim.

Saya sempat menemukan layanan TransferWise, namun layanan ini belum memungkinkan mengirim uang dari Rupiah ke Euro.

Menggunakan bank, dari beberapa bank yang menyediakan layanan transfer antarbank ke rekening luar negeri secara manual, saya memutuskan menggunakan BCA.

Bank selain BCA yang sempat saya periksa dan memiliki layanan transfer antarbank ke luar negeri secara manual adalah BNI, BRI, CIMB Niaga, dan Mandiri.

Jika memiliki akun KlikBCA Bisnis dan CIMB Clicks, namun sayangnya saya tidak memiliki kedua akun tersebut.

Proses dan Biaya

rangkuman percakapan dengan HaloBCA
rangkuman percakapan dengan HaloBCA

Walau sudah membaca informasi tentang outward remittance di situs BCA, untuk memastikan, saya menghubungi layanan pelanggan BCA melalui menu chat yang ada di situs BCA pada tanggal 20 November 2018 sekitar jam 23:00 WIB.

Pertanyaan saya dijawab dengan jawaban template yang kadang dijawab agak lama oleh petugas yang bernama Budi.

Dari percakapan saya dengan petugas layanan pelanggan ada beberapa informasi yang bisa saya dapatkan.

Mengirim uang ke luar negeri dinamakan dengan outward remittance (OR) atau transaksi transfer valas yang bisa dilakukan melaluki KlikBCA Bisnis dan cabang BCA.

Transaksi transfer valas yang melalui cabang BCA dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara membawa uang tunai alias demand draft (DD) atau dana ditransfer dari rekening alias telegraphic transfer (TT).

Uang tunai yang akan dikirim bisa berupa Rupiah atau langsung dalam bentuk mata uang tujuan, misalnya Euro, Dollar Amerika Serikat, dan sebagainya.

Biaya akan dikenakan untuk beberapa transaksi OR di cabang, yaitu biaya inquiry untuk transaksi DD atau TT sebesar Rp 125.000, pembatalan transaksi OR, stop payment draft, perubahan atau penambahan data OR, dan menanyakan status transaksi OR.

Khusus untuk pengiriman uang melalui OR, biaya yang dikenakan sebesar Rp 50.000 baik untuk transaksi melalui DD atau TT.

Sedangkan jika transaksi dilakukan dari rekening BCA Dollar melalui cabang BCA atau melalui KlikBCA Bisnis tidak dikenai biaya.

Jika menggunakan layanan khusus, terdapat biaya tambahan sebesar USD 25 untuk layanan full amount dan biaya value today sebesar Rp 30.000.

Maksud dari layanan full amount ini adalah uang yang dikirim akan sama besarnya dengan yang diterima, misal mengirim €1.000 maka yang diterima €1.000 tanpa dikenai potongan apa pun.

Layanan value today merupakan layanan pengiriman yang dilakukan dengan cepat, jika tidak menggunakan layanan value today proses akan memakan waktu sekitar 2-3 hari.

Layanan transaksi transfer valas hanya bisa dilakukan oleh nasabah BCA dengan mendatangi cabang BCA terdekat, lalu mengisi dan menyerahkan formulir Permohonan Pengiriman Uang (PPU) yang telah tersedia.

Dokumen yang dibutuhkan adalah buku rekening, kartu ATM, dan KTP asli.

Mengirim Uang ke Jerman

formulir permohonan pengiriman uang dan slip penarikan
formulir permohonan pengiriman uang dan slip penarikan

Esoknya pada 21 November 2019, saya mendatangi kantor BCA KCP Kalimalang untuk melakukan tranfer uang ke nomor rekening di Jerman.

Sesuai informasi dari Halo BCA, saya membawa buku tabungan karena uang yang dikirim ada di rekening BCA, KTP, dan kartu Paspor BCA Gold saya.

Satpam menanyakan keperluan saya dan ketika saya mengatakan akan mengirim uang ke luar negeri, dia kemudian mengarahkan saya ke loket layanan khusus.

Teller yang melayani saya sepertinya belum pernah melayani urusan pengiriman uang ke luar negeri, namun ada supervisor yang memandu teller tersebut.

Saya diberikan formulir permohonan pengiriman uang dan formulir slip penarikan.

Karena nomor rekening yang akan saya kirimi hanya menyantumkan IBAN, BIC (SWIFT Code), nama pemilik rekening, dan nama bank, saya mengisi formulir permohonan pengiriman uang sesuai dengan panduan teller.

Slip penarikan digunakan oleh BCA sebagai bukti bahwa saya, melakukan penarikan uang dari rekening saya yang kemudian dikirimkan dengan formulir terpisah.

Besaran uang yang akan ditarik dari rekening tergantung dari kurs valas saat itu, yaitu €1 senilai Rp 16.747,65.

surat pernyataan transaksi valas
surat pernyataan transaksi valas

Saya kemudian diminta mengisi dan menandatangani surat pernyataan transaksi valas yang memerlukan materai 6.000.

KTP saya juga diminta untuk difotokopi sebagai dokumen pendukung oleh pihak BCA.

Karena saya ingin agar uang yang saya kirim tetap utuh, saya dikenakan biaya full amount sebesar €30.

Saya juga meminta agar transaksi bisa cepat sampai, maka saya dikenai biaya value today sebesar Rp 30.00.

Biaya transaksi sebesar Rp 50.000 yang dikatakan oleh Budi pada percakapan saya melalui chat tidak dikenakan.

Saat saya bertanya kenapa uang yang dikirim bisa berkurang saat sampai di pihak penerima, supervisor mengatakan bahwa uang tersebut akan dipotong biaya-biaya pengiriman, karena BCA tidak memiliki relasi langsung dengan bank Sparkasse Nördlingen, bank yang menjadi tujuan transfer saya.

BCA akan mengirim ke bank rekanan lain yang memiliki relasi ke bank tersebut dan harus membayar biaya transfer tersebut.

Oleh karena itu, ada biaya tambahan sebesar €30 yang digunakan untuk menutupi biaya-biaya transfer antarbank yang dilakukan BCA hingga ke bank tujuan jika tidak ingin biaya tersebut diambil dari dana yang dikirim.

Setelah seluruh urusan dokumen selesai, saya kemudian diminta memasukkan PIN ke mesin EDC di teller setelah kartu Paspor BCA Gold saya dimasukkan ke dalam mesin untuk melakukan eksekusi transaksi.

Seluruh biaya diambil dari rekening, termasuk biaya materai, sehingga saya tidak perlu mengeluarkan uang tunai sepeser pun.

Artikel ini dipublikasikan pada 4 Desember 2018, sekitar 8 bulan yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Ada 3 tanggapan
Audi 7 Januari 2019 11:44 WIB

Besar juga biayanya ya. Kalau pakai Paypal/Skrill/Payoneer gimana?

Fris Ardelia 24 Januari 2019 07:22 WIB

Dulu saya hampir menggunakan cara ini, cuma terlalu ribet, dan terlalu banyak biaya. Akhirnya saya kirim ke rekening Indonesia milik teman saya yang sedang di luar, suruh dia mengambil di ATM (kalau ga salah kena biaya 75rb karena 3x narik), lalu kasih secara cash/transfer dari akun bank lokal dia ke rekening tujuan.

Pengalaman Mengirim Uang ke Indonesia Menggunakan TransferWise — matriphe! personal blog 25 Mei 2019 22:41 WIB

[…] Sayangnya layanan ini tidak mendukung pengiriman dari rupiah (IDR), sehingga saya akhirnya mengurungkan niat dan akhirnya mengirim uang melalui BCA. […]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.