Mengintip Fitur Microsoft Windows 10

Artikel ini ditayangkan pada 12 Juli 2015, sekitar 2 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Pada 10 Juli 2015, bertempat di ruang Office 365 di kantor Microsoft Indonesia, gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, saya bersama beberapa blogger menghadiri acara perkenalan singkat tentang Windows 10 yang diakhiri dengan buka puasa bersama.

Windows 10 merupakan sistem operasi terbaru besutan Microsoft yang rencananya akan dirilis pada 29 Juli 2015.

keseruan testing Windows 10, foto dari Twitter Ario Pratomo @sheggario keseruan testing Windows 10, foto dari Twitter Ario Pratomo @sheggario

Pengalaman dengan Windows

acara mengenal fitur Windows 10 acara mengenal fitur Windows 10

Namun sebelum melangkah ke Windows 10, saya bercerita sedikit tentang pengalaman saya dengan sistem operasi Windows.

Saya sudah lama sekali tidak menggunakan Windows. Terakhir menggunakan Windows adalah saat kuliah, itu pun Windows XP.

Semenjak bekerja, berawal dari tuntutan pekerjaan, saya beralih ke Linux Ubuntu, dan tak terasa sudah lebih dari 5 tahun saya menggunakan Linux. Hingga sejak sekitar 2 tahun lalu, saya mulai menggunakan Mac OSX.

Namun bukan berarti saya tak bersentuhan dengan Windows. Saya sempat pengen punya Microsoft Surface yang saat itu menggunakan Windows 8. Tampilan kota-kotak live tiles-nya yang flat memberi nuansa baru pada tampilan antarmuka komputer.

Saya pernah punya Nokia Lumia 800 yang menggunakan OS Windows Phone 7.5 dan lebih lama lagi, sempat menggunakan HTC Kaiser TyTN II yang masih menggunakan Windows Mobile 6.0. Keduanya tak lagi digunakan karena faktor baterai.

Pacar saya menggunakan laptop dengan sistem operasi Windows 8 (sudah diperbarui ke Windows 8.1) yang mau tak mau akhirnya saya bersentuhan kembali dengan Windows. Terima kasih kepada pacar yang telah mempertemukan kembali saya dengan Windows.

Sependek pengalaman saya menggunakan Windows 8/8.1, saya suka dengan Windows 8. Hanya saja, saya merasa penyakit lama Windows masih ada, yaitu lemot dan terasa berat saat membuka banyak aplikasi.

Saya juga sempat merasa bingung dengan mode dualisme yang dianut Windows 8, menyediakan versi live tiles, namun masih mempertahankan model taskbar ala Windows sebelumnya.

Dan yang cukup bikin gemas, hilangnya tombol Start Menu yang sudah menjadi ciri khas Windows, yang menuai banyak kritik. Walau pada pembaruan Windows 8.1, tombol legendaris ini akhirnya dikembalikan ke titahnya semula.

Lalu, bagaimana dengan Windows 10? Apa yang membedakannya dengan Windows 8 dan yang terpenting, bagaimana performanya? Lucky Gani, Business Group Lead Windows, Microsoft Indonesia menjelaskan beberapa hal yang menarik di Windows 10.

Mengintip Windows 10

Saat tulisan ini dibuat, Windows 10 masih belum secara resmi dirilis. Versi yang beredar masih versi insider preview di mana pengguna yang menggunakan versi ini bisa memberikan masukan atau melaporkan temuan bug untuk pengembangan lebih lanjut. Jika tertarik, silakan mendaftar, mengunduh, dan memasangnya.

Saya mendapat kesempatan mencoba Windows 10 pada laptop Samsung Series 7 Ultra yang ditenagai prosesor Intel Core i5-3337U 1,8 GHz dengan RAM 4 GB (64 bit). Versi Windows 10 yang saya coba adalah Windows 10 Pro Insider Preview Evaluation Copy, build 10162.

Berikut ini beberapa fitur baru yang akan muncul di Windows 10 berdasar penjelasan dari Lucky Gani dan hasil mencoba sendiri beberapa fiturnya.

Start Menu Yang Diperkaya

Start Menu Windows 10 Start Menu Windows 10

Kesan pertama saya saat melihat tampilan desktop Windows 10 adalah, “inilah Windows seperti yang saya kenal!”

Windows 10 tidak seperti Windows 8 yang dipenuhi kotak-kotak. Tampilannya bersih dengan taskbar di bagian bawah dan tentu saja, tombol Start Menu di bagian kiri bawah langsung mengingatkan saya akan tampilan Windows lama.

Lalu ke mana tampilan live tiles yang digunakan di Windows 8? Rupanya saat tombol Start ditekan, kotak-kotak cantik ini menempel di daftar menu. Me gusta!

Kolom Pencarian dan Cortana

Di samping Start Menu, terdapat sebuah search bar yang terintegrasi dengan Cortana, personal digital assistant yang awalnya hanya ada di Windows Phone.

Kolom pencarian ini bisa mencari apa pun, mulai dari aplikasi, berkas, hingga berita. Jika malas mengetik, tinggal berteriak, “hi Cortana”, dan Cortana siap membantu. Namun, tidak semua wilayah tersedia Cortana, dan semoga Indonesia merupakan wilayah yang tercakup oleh layanan Cortana.

Cortana sekilas mirip dengan antara Siri pada iOS dan Google Now. Hanya saja, Cortana yang awalnya hanya tersedia di Windows Phone, kini juga tersedia di Windows 10. Bagaimana jika ketiga personal assistant ini diadu?

Action Center

Menu geser yang berada di sebelah kanan, Charms, digantikan dengan Action Center, di mana saat mencolek dari sebelah kanan layar, akan muncul menu yang berisi notifikasi dan tiles sebagai pintasan untuk menu pengaturan.

Untuk menghapus notifikasi yang telah dibaca, cukup usap notifikasi ke kanan dan notifikasi akan hilang dari menu Action Center.

Ini sekilas mirip dengan notification center pada Mac OSX, yang menurut saya ini merupakan fitur yang menarik.

Multi Desktop

Seperti pada sistem operasi modern lainnya, Windows 10 kini mendukung fitur multi desktop. Ini sangat berguna, saat misal laptop digunakan untuk keperluan pekerjaan dan keperluan pribadi. Agar aplikasi tidak tercampur, pindahkan saja aplikasi yang berhubungan dengan pekerjaan di desktop satu dan aplikasi yang bukan pekerjaan di desktop berikutnya.

Tidak ada batasan jumlah desktop yang bisa dimuat. Memindah aplikasi ke desktop dan berpindah desktop juga bisa dengan mudah dilakukan.

Mode Tablet dan Mode Keyboard

Keunggulan Windows 8/8.1 adalah pada tampilan antarmukanya. Windows 8/8.1 bisa digunakan pada tablet, laptop, atau hybrid dari keduanya.

Begitu pula dengan Windows 10. Hanya saja, di Windows 10, mode ini bisa diatur, terutama pada perangkat hybrid macam Acer One 10, di mana layar pada laptop bisa dicopot dan difungsikan sebagai tablet.

Dari Action Center, cukup tekan tombol mode tablet, dan tampilan antarmuka Windows 10 pun berubah menjadi tampilan live tiles seperti pada Windows 8. Fitur ini disebut dengan Continuum.

Saya mencoba langsung mencopot layar pada laptop Samsung Series 7 Ultra yang saya gunakan, dan layar langsung freeze. Semua tombol tak merespon saat saya sentuh di layar. Saat layar kembali saya tancapkan ke keyboard, fungsi semua tombol pun kembali normal. Sepertinya, Continuum belum berfungsi dengan baik di perangkat yang saya gunakan.

Windows Hello dan Microsoft Passport

Selain dari sisi tampilan, Windows 10 juga meningkatkan sisi keamanan dan privasi penggunanya. Keamanan dan privasi merupakan hal yang sangat sensitif, terutama di era teknologi yang serba mudah.

Windows Hello, merupakan sistem keamanan menggunakan pola pengenalan wajah. Menggunakan kamera, perangkat bisa mengenali struktur biometrik penggunanya. Untuk mengaktifkan Windows Hello, perangkat harus memiliki sensor tertentu, semacam sensor sidik jari, infra merah, dan biometrik.

Saat demo, Windows Hello tidak bisa dikadali dengan menggunakan foto pengguna, sehingga jika laptop hilang dicuri, laptop tidak bisa dibuka kecuali dengan menggunakan wajah si pemilik.

Microsoft Passport, menyimpan semua informasi kredensial si pemilik, sehingga tak perlu lagi menggunakan kata sandi. Sekali terbuka menggunakan Windows Hello, pengguna secara otomatis akan terhubung menggunakan Microsoft Passport.

Microsoft Passport bisa terhubung dengan akun Microsoft Connect, Microsoft Azzure Active Directory, Dropbox, dan berbagai layanan lainnya.

Windows Store

Windows Store memudahkan pengguna saat melakukan instalasi aplikasi. Tidak hanya di laptop, aplikasi pada ponsel hingga game Xbox pun bisa diatur dari satu akun Windows Store.

Selain aplikasi, musik dan video bisa dibeli melalui Windows Store.

Microsoft Edge

Di Windows 10, peramban Internet Explorer ditiadakan, dan diganti dengan Microsoft Edge. Microsoft Edge tidak seperti peramban biasa, ia terintegrasi dengan Bing, layanan pencarian milik Microsoft, dan Cortana, Microsoft Edge selain ringan juga memiliki fitur menarik.

Melalui Microsoft Edge, saya bisa dengan cepat mengambil tangkapan layar, memberikan coretan atau tambahan informasi, kemudian membagikannya ke orang lain.

Satu Sistem Operasi Untuk Semua Perangkat

Yang membuat saya kagum adalah dengan Windows 10, semua perangkat mulai dari ponsel, tablet, laptop, hingga Xbox bisa terhubung.

Misal saat asyik main game di Xbox, bisa dilanjutkan sambil rebahan bermain game tadi di tablet atau bahkan ponsel.

Ini bisa terjadi karena Windows 10 adalah sistem operasi yang bisa dipasang pada berbagai perangkat! Tidak ada lagi “windows phone”, “windows desktop”. semuanya cuma satu: Windows 10.

Menurut saya ini ide gila, sekaligus luar biasa. Menurut Lucky Gani, Microsoft kini mengarah ke IoT (Internet of Things) di mana banyak perangkat kecil bisa saling terhubung dan berkomunikasi.

Spesifikasi yang diperlukan pun minimal, hanya prosesor berkecepatan 1 GHz, RAM 1 GB, dan media penyimpan sebesar 16 GB, bisa menjalankan Windows 10! Bahkan Windows 10 bisa dijalankan pada perangkat Raspberry Pi 2 dan perangkat embedded lainnya!

Jika dulu Windows terkenal rakus akan memori dan sumber daya, Windows 10 sepertinya ingin mematahkan mitos tersebut. Dan memang saya merasakan, dengan komputer bermemori 4 GB, rasanya sudah sangat ringan dan kencang.

Pembaruan Windows 10 Gratis

Setelah dirilis pada 29 Juli 2015, pengguna Windows 7 dan Windows 8 akan mendapat notifikasi untuk melakukan pembaruan ke Windows 10 secara gratis.

Teman saya, Aad, yang menggunakan Windows 8 bahkan sudah tidak sabar. Ia kemudian melakukan trik agar Windows 8 yang ia gunakan siap menerima pembaruan Windows 10 tanpa perlu melakukan pembaruan menyeluruh yang menyedot banyak data.

Pembaruan gatis ini berlaku selama 1 tahun, artinya, selama periode 1 tahun, pembaruan bisa didapat dengan gratis. Setelah lewat setahun, Microsoft akan menarik biaya untuk pembaruannya.

Saya penasaran, apakah setelah nanti melakukan pembaruan ke Windows 10, laptop yang terasa lambat saat menjalanan Windows 7 atau Windows 8 akan terasa lebih ringan?

Mari kita tunggu!

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

1 komentar

Artikel ini ditayangkan pada 12 Juli 2015, sekitar 2 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Aad

14 Juli 2015 14:34

Konsep satu OS untuk semua perangkat ini yang menarik, udah dimulai dari Windows 8 tapi nampaknya secara teknologi belum mapan

Statistik

Telah dibaca 1.082 kali. Waktu baca rata-rata 12 menit. Ada 1 komentar.