Mengintip Fitur Continuum Windows 10 Mobile di Lumia 950

Artikel ini ditayangkan pada 11 Oktober 2015, sekitar 2 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Pada gelaran Tech Days 2015 yang berlangsung di Balai Kartini, 7-8 Oktober 2015, saya menghadiri demo produk Lumia 950 yang bertempat di Ruang Anggrek.

Haesun Tak dan Juha Werkkala dari tim marketing Lumia memperagakan dan menjelaskan secara langsung fitur-fitur Windows 10 Mobile, khususnya di Lumia 950, di depan para blogger dan media yang hadir.

Dalam acara ini juga diperkenalkan Lumia 950 dan Lumia 950 XL yang rencananya akan masuk ke Indonesia.

Continuum, Mengubah Ponsel Jadi PC

Juha Werkkala, Lumia Product Marketing Juha Werkkala, Lumia Product Marketing

Seperti yang kita ketahui, Windows 10 merupakan sistem operasi yang mampu berjalan di berbagai perangkat, mulai dari PC, tablet, hingga ponsel.

Ini memberikan kemudahan yang menguntungkan, karena dengan menggunakan sebuah sistem operasi, pengguna bisa berpindah perangkat namun tetap bisa mengerjakan hal yang sama. Fitur Continuum menjadikan kemudahan ini terwujud.

Pengalaman pengguna pun seragam, meski perangkat yang digunakan beragam. Pengguna yang terbiasa bekerja di PC, bisa dengan cepat mengenali dan bekerja di ponsel karena tampilan antarmuka yang serupa.

Juha Werkkala menunjukkan tampilan menu Start di tablet Surface-nya yang memiliki kesamaan antarmuka menu Start yang muncul di ponsel Lumia 950.

Begitu pun saat menjalankan aplikasi, meski ukuran layar berbeda-beda, tampilan antarmuka akan memberikan kesan yang sama.

Ini dimungkinkan karena Microsoft memberi kemudahan kepada pengembang untuk membuat sebuah aplikasi yang otomatis bisa berjalan di berbagai perangkat, dalam berbagai ukuran layar.

Lumia 950, PC dalam Genggaman

Haesun Tak, Lumia Product Marketing Haesun Tak, Lumia Product Marketing

Haesun Tak kemudian memperagakan kekuatan Lumia 950 yang didukung oleh Windows 10. Fitur Continuum memungkinkan sebuah ponsel Lumia 950 bisa berlaku layaknya sebuah PC.

Sebuah alat bernama Microsoft Display Dock diperlukan untuk menghubungkan ponsel Lumia dengan monitor melalui HDMI. Terdapat pula port USB di Microsoft Display Dock yang digunakan untuk menancapkan keyboard dan mouse.

Selain Microsoft Display Docking, ponsel Lumia 950 juga bisa terhubung ke monitor menggunakan Miracast untuk terkoneksi secara nirkabel.

Setelah Lumia 950 terhubung ke Microsoft Display Dock melalui port USB-C, mode Continuum secara otomatis akan aktif. Tampilan di monitor pun akan muncul seperti tampilan Windows 10 di PC, sedangkan di Lumia 950 akan menampilkan mode Live Tiles.

Dengan mode ini, pengguna bisa bekerja layaknya pada PC. Mengetik, menonton film, hingga bermain game bisa dilakukan seperti saat bekerja di PC, padahal “hanya” bertenaga sebuah Lumia 950.

Yang menarik, saat pengguna menemukan hal menarik saat menggunakan Lumia 950, kemudian menyalin dari Lumia 950, lalu ia berpindah ke monitor untuk melihat tampilan yang lebih besar, dengan klik pada keyboard, materi yang disalin dari Lumia 950 bisa langsung ditempel melalui klik pad keyboard atau mouse.

Pengguna juga tetap bisa melakukan aktivitas di ponsel sambil bekerja menggunakan layar yang lebih lebar. Ini karena Continuum bekerja seolah-olah melakukan dua hal berbeda.

Bukan berarti pula layar di monitor merupakan hasil salinan (mirroring) atau layar tambahan di ponsel, sehingga pengguna bisa melakukan drag and drop dari ponsel ke layar monitor atau sebaliknya.

Misalnya jika pengguna ingin membaca surel di monitor, gunakan menu Start lalu buka aplikasi Mail. Dan jika ingin membaca surel di ponsel, gunakan Live Tiles lalu buka aplikasi Mail.

Sayangnya, fitur Snap di mana dalam satu layar bisa tampil bareng dua aplikasi berbeda, tidak bisa berjalan di Continuum. Pengguna hanya bisa menjalankan masing-masing satu aplikasi, satu aplikasi di monitor dan satu lagi di ponsel.

Lumia 950 dan Lumia 950 XL

Lumia 950 Lumia 950

Untuk menjalankan Continuum, setidaknya dibutuhkan ponsel dengan RAM minimal 2 GB, konektivitas USB-C, dan prosesor yang memiliki GPU ganda.

Lumia 950 dan Lumia 950 XL memiliki spesifikasi yang memungkinkan. Secara desain, keduanya hampir sama, yang membedakan hanyalah jeroan dan bentang layar.

Lumia 950 mempunyai bentang layar 5,2 inchi yang diperkuat oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 808 dan bertenaga 3.000 mAh. Sedangkan Lumia 950 XL mempunyai bentang layar 5,7 inchi, berprosesor Qualcomm Snapdragon 810, dengan daya baterai 3.340 mAh.

Keduanya memiliki prosesor 3 GB, media penyimpan internal sebesar 32 GB, kamera utama 20 MP berlensa Carl Zeiss, dan mendukung koneksi 4G/LTE.

Lumia 950 dan Lumia 950 XL rencananya akan dipasarkan pada Desember 2015 dengan perkiraan harga sekitar 7 juta rupiah untuk Lumia 950 dan 9 juta rupiah untuk Lumia 950 XL.

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

1 komentar

Artikel ini ditayangkan pada 11 Oktober 2015, sekitar 2 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

fisto

28 Oktober 2015 21:06

waktu disambungkan ke display, Lumia-nya tercharge juga atau malah kesedot batereinya ya?

Statistik

Telah dibaca 1.009 kali. Waktu baca rata-rata 5 menit. Ada 1 komentar.