Memasang Tempered Glass Omoton dan Casing Caseology Parallax ke Google Pixel 4a

10 minutes

Karena kejadian pecahnya kaca Xiaomi Mi 8 Lite terulang pada Google Pixel 4a saya tidak ingin terulang, saya akhirnya memutuskan untuk memasang tempered glass dan casing kepada ponsel saya tersebut.

menggenggam Google Pixel 4a tanpa casing

Saya sebenarnya bukan orang yang gemar menggunakan aksesoris semacam tempered glass atau casing karena merasa aksesoris tersebut mengaburkan desain awal si ponsel.

Sebuah ponsel tentu sudah dirancang dan diperkirakan segala risikonya, termasuk pemilihan material kaca yang digunakan untuk layar, atau badan ponsel.

Makanya saya mempercayakan desain ini dan menggunakan ponsel tanpa casing atau tempered glass.

Biasanya, layar ponsel justru lebih tahan dari goresan daripada badan ponsel, sehingga saya biasa menaruh ponsel dalam posisi tengkurap, dengan layar ponsel berada di bawah.

Memang ada pendapat yang mengatakan bahwa meski ponsel sudah dirancang untuk menghadapi segala risiko dan melalui pengujian kualitas, ada saja kejadian luar biasa yang tidak dapat ditangani oleh si ponsel, seperti misal terjatuh dari tempat yang sangat tinggi, atau terbanting di dalam bus seperti yang dialami ponsel Xiaomi Mi 8 Lite saya.

tempered glass Omoton dan casing Caseology Parallax

Saya pun akhirnya berpikir lebih realistis dan mulai menerima penggunaan aksesoris ponsel, apalagi warna ponsel saya dan istri saya sama-sama hitam, sama-sama Google Pixel meski beda seri, sehingga perlu ada pembeda.

Saya juga merasa bobot Google Pixel 4a terlalu ringan, karena mungkin saya sudah terbiasa dengan bobot Xiaomi Mi 8 Lite yang berat, sehingga merasa perlu menambah sedikit bobot agar genggaman makin mantap.

Untuk melindungi layar, meski Google Pixel 4a menggunakan kaca Corning Gorilla Glass 3, namun tidak ada salahnya menambah pertahanan dengan tempered glass.

Saya pun membuka situs Amazon dan berburu aksesoris ini, dan akhirnya memutuskan memboyong tempered glass bermerek Omoton dan casing bermerek Caseology.

Tempered Glass Omoton

kemasan tempered glass Omoton

Saya memilih tempered glass merek Omoton ini karena selain ulasannya cukup bagus, harganya termasuk murah.

Awalnya saya mencari merek JETech seperti yang digunakan pada iPad Pro 2020 milik istri saya, namun sayangnya JETech tidak memiliki tempered glass untuk Google Pixel 4a.

Di Amazon, produk ini masuk dalam kategori Amazon Choice seharga 8,99€ yang berisi 4 lembar tempered glass, template instalasi, dan berbagi aksesoris pendukung seperti lap pembersih.

Saya membeli produk ini pada 5 November 2020 dan menerima produk pada 10 November 2020.

Cara memasangnya juga sangat mudah, karena tersedia template instalasi, plus panduan instalasi yang sangat gampang diikuti.

Omoton juga menyediakan video tutorial pemasangannya di Youtube dengan kata kunci “omoton h001”.

Kemasan Omoton ini tebal, dengan sudut lipatan dan potongan rapih, berwarna putih, yang mengesankan premium.

isi kemasan tempered glass Omoton

Memegang kemasannya saja saya percaya tempered glass di dalamnya akan sangat terlindungi.

Setelah plastik pembungkus dibuka, langsung terlihat template instalasi, buku panduan dan perlengkapan seperti lap pembersih dan squeegee, serta tentunya 4 lembar tempered glass yang terbungkus kantung gabus.

Tempered glass Omoton ini termasuk dalam kelas self-adhesive, yang mana di satu sisi kacanya terdapat lapisan lem untuk menempel ke layar ponsel.

Sebelum memasang, saya membersihkan layar ponsel dengan tisu basah yang tersedia, lalu mengeringkannya dengan lap fiber yang juga disertakan.

Jika sekiranya ada debu atau sisa fiber yang menempel di kaca, saya mengangkatnya dengan menggunakan sticker pengangkat debu dengan menempelkan sticker di bagian berdebu, lalu mengangkatnya.

Setelah bersih, template instalasi dipasangkan ke ponsel, mengikuti sesuai dengan arahan pada template.

template instalasi Omoton terpasang

Kemudian saya mengambil selembar kaca, lalu menyopot lapisan pelindung lem dengan hati-hati, lalu memasangkannya ke dalam template.

Kaca tersebut saya letakkan begitu saja sesuai template, lalu menekannya ke kaca agar lem menempel.

Tentu saja kaca langsung terpasang rapih dan pas tanpa ada yang melenceng.

Saya lalu menyopot template instalasi, lalu menekan bagian yang ada gelembung udaranya dengan squeegee yang terbuat dari kardus yang tersedia.

Setelah merapikan bagian pinggir, tempered glass pun terpasang rapih.

Tidak ada perbedaan respon antara layar yang tidak terpasang tempered glass dengan setelah terpasang.

Tempered glass menyisakan sedikit ruang di tepi bingkai yang sepertinya memang dirancang untuk memberi ruang untuk casing.

Casing Caseology Parallax

isi kemasan casing Caseology Parallax

Saya sempat bimbang memutuskan antara casing Caseology Parallax ini atau casing bermerek Cyrill, terutama yang berwarna abu-abu ini.

Keduanya harganya sama, 12,99€ namun bedanya casing Caseology punya lebih banyak pilihan warna dan mendapat predikat Amazon Choice.

Belakangan saya tahu bahwa rupanya kedua merek ini masih satu saudara dengan Spigen dan Gearlock.

Akhirnya saya memutuskan untuk memilih casing Caseology saja.

Selain seri Parallax, Caseology juga memiliki seri Vault dengan harga 8,99€, yang menurut saya modelnya biasa saja dan lebih tipis.

Caseology Parallax ini menarik karena ada 4 pilihan warna, yaitu classic blue, coral pink, matte black, dan purple-ish.

Saya langsung kepincut dengan warna ungu lalu segera memasukkannya ke keranjang belanja pada 5 November 2020 dan barang saya terima pada 10 November 2020.

lembar ucapan terima kasih dari Caseology

Kemasan casing juga sederhana, hanya kardus biasa berwarna abu-abu, namun terkesan mewah.

Saya membuka kemasan dengan menarik lidah yang ada di ujung atas, lalu dengan mudah mengeluarkan isinya yang terbungkus plastik.

Sebuah lembar ucapan terima kasih telah memilih Caseology menambah kesan istimewa.

Material casing ini juga terlihat kokoh dan premium, terbuat dari rangka plastik polikarbonat dan pembungkus yang terbuat dari plastik TPU (thermoplastic polyurethane).

Saya suka tekstur sarang lebah di bagian belakangnya, rasanya menyenangkan dan menambah daya cengkeram untuk mencegah ponsel selip.

Di bagian dalam, terdapat tekstur untuk memberi cengkeraman ponsel dan informasi bahwa casing ini dirancang di California, Amerika Serikat namun dibuat di Korea Selatan.

casing Caseology Parallax

Bagian tombolnya juga tertutup, melindungi tombol ponsel dari debu yang masuk, namun tetap clicky dan responsif.

Yang paling penting, casing ini memberi perlindungan layar dengan menambah ketinggian sebesar 1,5 mm sehingga saat ponsel diletakkan dalam posisi telungkup, layar tidak langsung menyentuh permukaan.

Begitu juga dengan kamera utamanya, di mana Caseology menambah ketinggian sebesar 2 mm sehingga saat ponsel diletakkan telentang, posisinya rata dan kamera yang menyembul itu tidak menyentuh permukaan.

Keluhan saya untuk menemukan lokasi sensor sidik jari di Google Pixel 4a juga teratasi, karena casing memberikan ketinggian yang membuat ceruk sensor lebih terasa.

Beberapa lubang penting seperti lubang jack 3,5 mm dan mikrofon di bagian atas serta tiga lubang di bagian bawah tidak tertutup casing.

Saat dipasang, casing terasa sangat ketat, namun ini artinya menandakan ponsel terlindungi dengan aman.

Saya merasa dengan casing ini, ponsel saya terasa lebih berat, yang mana bobot ini yang saya cari.

Tentu saja, ponsel saya jadi lebih menonjol dan mudah dikenali.

5 responses
  1. Gravatar of CREAMENO
    CREAMENO

    Cakeppp banget warnanyaaa 😍
    Hape mas Zam jadi terlihat mevvah 😆

    By the way, saya nggak bisa pasang tempered glass sendiri mas hahahaha. Pernah coba tapi mencong. Akhirnya minta dibantu pasang sama orang counter hapenya. Capek deh bolak balik hahahahahaha 😂

  2. Gravatar of iKurniawan
    iKurniawan

    sebenernya ndak pernah suka pake tempered glass atau casing tebal2. tapi lebih ndak suka lagi ganti hape gegara layar lecet2 atau pecah 😀

    Tapi, ku tak pernah bisa juga masang tempered glass dengan mulus. semakin besar layar, semakin besar resiko tak berhasil. Terakhir pasang di iPad ku, buble eperiwer
    hahaha

  3. Gravatar of Antyo®
    Antyo®

    Sekian kali ganti hape, tersebab rusak maupun hilang, saya termasuk penganut aliran polos. Tanpa cangkang, tanpa pelapis layar. Lalu berubah karena hape, yang kemudian pecah layar, sering jatuh, sehingga memasang case.

    Dua bulan ini saya pakai ponsel baru. Karena saya sudah tidak bekerja, berat untuk beli ponsel, saya pasang case dan pelindung layar. Pasang yang gel, gak mulus. Pasang yang tempered glass, meleset dikit. Kalo gak ada Covid-19 mending ke toko sekalian minta dipasangkan. 😀

  4. Gravatar of fanny_dcatqueen
    fanny_dcatqueen

    Aku tuh masang tempered glass pasti ga rapi. Masalahnya selalu ada gelembung udaranya. Akhirnya mnding ke toko aksesoris hp, trus minta pasangin hahahaha. Gpplah bayar lagi. Tempered glass kalo aku wajib, Krn hp2 sblmnya pada retak2 kalo udh sering jatuh :p. Hp yg skr, berkali2 jatuh, tp Krn dilindungi tempered glass, jd masih aman 🙂

    Naah iya, pake casing gini, mudah nemuin utk finger print ya mas. Kalo casing dilepas, udhlah licin bikin ga kokoh genggaman, trus susah ngeraba2 fingerprintnya :p

  5. Gravatar of Zizy Damanik
    Zizy Damanik

    Saya sama kayak Mb Fanny, gak bisa pasang sendiri. Yang ada banyak bekas sidik jadi, meskipun sudah dicoba pakai selotip.
    Tapi benar sih, memang dulu di awal saya gak mau pakai temper karena alasannnya ini screen jg aman2 aja, tapi kemudian temper ini akan jadi penolong pertama kalau jatuh. Kejadian deh, hape saya sering dijatuhin Vay dan kemudian tempernya retak. Udah 2x ganti… dannn sekarang ga pernah pake lagi. Cuma khusus yg dipakai Vay itu tetep pake temper, dan hard case di belakang. Meski udah retak2 itu temper krn pernah jatuh juga LOL, tapi kalau dibuka hapenya masih mulus…

    **lah kok panjang ya komennya

Tinggalkan Balasan

This article has been published on 16 November 2020 (1 minggu ago).

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.