Pengalaman Pertama Berbelanja di Amazon

Saat di Indonesia, saya dan istri gemar berbelanja secara online baik melalui marketplace Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, Blibli, JD, dan Zalora, hingga berbelanja melalui sis-sis Instagram.

paket dari Amazon
paket dari Amazon

Namun sejak pindah ke Berlin, Jerman, kami jarang berbelanja online dan lebih menyukai berbelanja di toko offline.

Berbelanja langsung ke toko memang menyenangkan, karena kami juga sekaligus jalan-jalan mendatangi tempat-tempat yang belum pernah kami kunjungi.

Namun tidak semua barang yang ingin kami beli tersedia di toko, sehingga kami pun mempertimbangkan membeli barang secara online.

Pertanyaan selanjutnya adalah berbelanja di mana, karena di Jerman, toko online tidak semasif di Indonesia.

Teman-teman kantor saya banyak yang menggunakan Amazon, salah satu pionir situs belanja online, membuat saya penasaran dan ingin mencoba.

Apalagi banyak juga yang menggunakan layanan Amazon Prime, di mana selain menikmati layanan gratis ongkos kirim juga bisa menikmati layanan Prime Video dan Prime Music.

Saya awalnya ragu karena belum pernah berbelanja di Amazon, akhirnya tergiur juga. Apalagi saya ingin mengganti baterai MacBook Pro 13 inchi keluaran pertengahan 2012 saya yang sudah mulai gembung setelah terakhir kali saya ganti baterai di Mac Arena Mal Ambasador, Jakarta.

Selain membeli baterai, saya juga membeli perkakas untuk membongkar MacBook Pro saya dan beberapa pernak-pernik lainnya.

Membeli Barang di Amazon

membeli barang dari Amazon
membeli barang dari Amazon

Setelah memilih dari sekian banyak pilihan, awalnya saya ingin membeli baterai merek BRTONG, namun karena saat itu barang tidak tersedia, saya akhirnya memutuskan membeli baterai MacBook Pro yang dijual oleh JQSPower.

Saya juga membeli peralatan untuk membongkar MacBook Pro saya merek ZACRO yang berisi 21 alat serta alas kaki MacBook dan sekrup.

Asyiknya lagi, hampir sebagian besar barang dikemas dan dikirim oleh Amazon, sehingga barang yang dipesan bisa cepat sampai, termasuk barang-barang yang saya beli.

Menariknya, ulasan dari para pembeli di Jerman begitu detail dan membantu saya menentukan pilihan.

Berbeda dengan ulasan yang sering saya temui di toko online di Indonesia, pembeli dari Jerman di Amazon mengulas barangnya, bukan mengulas soal kemasan atau pengiriman yang cepat sampai.

Metode pembayarannya menggunakan kartu kredit dan debit (MasterCard, Visa, dan American Express), debit rekening bank Jerman, Amazon Gift Card, dan menggunakan tagihan.

Menerima Paket

kemasan Amazo yang gampang dibuka
kemasan Amazo yang gampang dibuka

Saya mendapatkan promo gratis biaya pengiriman karena ini adalah pembelian pertama saya.

Setelah pesanan saya diproses, saya pun menunggu. Amazon akan mengabarkan setiap tahap saat pesanan saya.

Pesanan bisa saya pantau melalui situs, aplikasi Android, bahkan widget yang dipasang di peramban Firefox.

Saya mengalamatkan paket saya ke kantor, karena alamatnya sudah dikenal sehingga dipastikan sampai, yang dibuktikan dengan seringnya teman-teman kantor saya menerima paket.

Sebenarnya ada pilihan lain untuk menerima paket, yaitu menggunakan Amazon Hub Locker, di mana paket akan dikirimkan ke kotak layanan khusus yang mana menerima perlu datang dan mengambil paket tersebut.

Metode ini cocok untuk yang alamatnya tidak ingin dikenali oleh Amazon, atau tidak dapat menerima barang pada saat barang sampai karena waktunya tidak pas.

Saya awalnya ingin mencoba Amazon Hub Locker ini, namun karena lokasinya jauh dari rumah, saya mengurungkan niat dan memilih mengirimkan paket ke kantor saya.

Sistem pelacakan paketnya pun realtime, karena di Jerman, Amazon menggunakan armada logistiknya sendiri.

Karena saya mengunduh aplikasinya, saya mendapat notifikasi saat paket saya sedang dikirim atau sudah sampai dan diterima oleh resepsionis kantor.

Kemasan dari Amazon desainnya sederhana namun fungsional, mudah dibuka, terbuat dari karton yang bisa didaur ulang.

Saya sangat puas dengan layanan Amazon, dan mulai berpikir untuk berlangganan Amazon Prime.

Artikel ini dipublikasikan pada 22 November 2019, sekitar 2 minggu yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Belum ada tanggapan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.