Berpindah ke Linode dan Tema Baru 2017: Upus

Setelah cukup lama saya menggunakan layanan cloud Digital Ocean sejak Februari 2014, saya memutuskan untuk pindah ke layanan cloud Linode.

Selama ini saya tidak mengalami masalah selama menggunakan Digital Ocean, hanya saja, godaan harga yang lebih murah, membuat saya memutuskan untuk berpindah. Selain itu, promo gratis kredit sebesar $20 saat mendaftar melalui tautan ini membuat saya memutuskan untuk mencoba.

Membandingkan kedua layanan ini, tentu akan selalu ada kelebihan dan kekurangannya. Saya coba bagikan beberapa berdasar pada pengalaman pribadi saya.

Digital Ocean

cloud
cloud

Digital Ocean menjanjikan kinerja cepat karena berbasis SSD (Solid State Disk), murah, dan mudah pengelolaan hanya dengan beberapa klik saja.

Paket yang ditawarkan cukup menggiurkan, dengan $5, VPS dengan spesifikasi RAM 512 MB, CPU 1 core, media simpan 20 GB, dan jatah transfer 1 TB/bulan, cukup menggiurkan. Selain itu ketersediaan node di Singapura, menambah nilai lebih.

Antarmuka di situsnya juga memudahkan dan cukup informatif. Membuat droplet (sebutan sebuah server di Digital Ocean) hanya membutuhkan beberapa kali klik. Digital Ocean juga menyediakan statistik sederhana droplet yang berisi informasi bandwidth, kinerja CPU, dan kinerja disk I/O.

Namun ada beberapa kejadian tidak mengenakkan yang menimpa beberapa pengguna Digital Ocean, di mana karena kegagalan infrastruktur, data dan server pengguna hilang begitu saja. Jika pengguna mengaktifkan layanan pencadangan, di mana ada biaya terpisah untuk ini, masih bisa bernafas lega.

Salah satu yang membuat sesak adalah cerita mbak Istofani berikut ini.

Jika ingin mencoba layanan Digital Ocean, coba mendaftar dan dapatkan kredit $10. Jika berencana menggunakannya untuk produksi, pastikan untuk mengaktifkan cadangan, baik dengan cara snapshot atau menggunakan cara lain.

Linode

hosting
hosting

Tak mau kalah bersaing, Linode juga menawarkan paket VPS berbasis SSD murah.

Yang membuat saya goyah dan memilih pindah, sejak 14 Februari 2017, Linode menawarkan paket $5 untuk mendapatkan spesifikasi RAM 1 GB, CPU 1 core, media simpan 20 GB, dan jatah transfer 1 TB/bulan. Paket yang hampir sama dengan yang ditawarkan Digital Ocean, bedanya hanya di ukuran RAM.

Seperti halnya Digital Ocean, Linode juga menyediakan node di Singapura.

Meski tampilan antarmuka Linode tidak secantik Digital Ocean, namun sebagai pengembang, tampilan Linode ini merupakan tampilan yang lengkap dan informatif. Ditambah, Linode mempunyai aplikasi Android untuk memudahkan pemantauan instance yang dimiliki.

Yang lebih asyik, Linode menyediakan Longview, sebuah aplikasi untuk melakukan monitoring dan analisis performa dari instance yang digunakan.

Jika ingin mencoba layanan Linode, coba mendaftar melalui tautan ini untuk mendapatkan $20 yang bisa digunakan secara gratis.

Tampilan Baru 2017: Upus

tampilan tema Upus
tampilan tema Upus

Tampilan ini saya buat ringkas, responsif, dan cepat untuk dimuat. Saya menghilangkan beberapa plugin dan hal-hal tidak penting bawaan dari WordPress pada tampilan ini.

Dengan berbasis pada Bootstrap 3, icon dari Simple Line Icons, dan Font Awesome, saya membuat tema ini dengan memanfaatkan SASS dan Webpack.

Menggunakan SASS dan Webpack merupakan sebuah pengalaman baru bagi saya dalam pengembangan frontend.

Seperti tema sebelumnya, tema ini masih menggunakan warna dominan teal berpadu dengan deep orange yang saya ambil dari palet warna Material Design.

Informasi statistik artikel saya ambil dari hasil statistik WordPress. Informasi ini tersedia jika telah terhubung ke layanan WordPress.com melalui plug-in Jetpack.

Saya menggunakan font Roboto dan Ubuntu yang saya ambil dari Google Fonts.

Tema Upus juga telah mendukung AMP (Accelerated Mobile Pages) di mana halaman blog akan dikemas ulang oleh Google untuk meningkatkan kecepatan buka. Tampilan AMP juga akan membuat halaman lebih mudah dibaca.

Artikel ini dipublikasikan pada 1 April 2017, sekitar 2 tahun yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Ada 13 tanggapan
Faizal 1 April 2017 15:00 WIB

Sudah pernah intip vultr.com pak? dengan $5 media simpan nya lebih besar dan ada yang cuma $2.5 juga

Muhammad Zamroni 13 April 2017 14:57 WIB

saya pernah coba Vultr. waktu itu dapat promo juga. Vultr tidak ada keluhan juga sebenarnya. Saat saya sudah dalam proses pindah ke Linode, eh si Vultr bikin promo $2.5 itu. tapi karena saya ingin RAM bertambah, tetep pindah ke Linode.

Jauhari 3 April 2017 16:33 WIB

Apik ZAM, iki bisa di RE GUNAKAN si UPUS? nek iso minat nganggo :)))

Muhammad Zamroni 13 April 2017 14:58 WIB

duh apalah theme ini bila dibandingkan dengan legenda theme WordPress Indonesia..

Jauhari 6 April 2017 17:23 WIB

Nampilin Angka dibaca, di bagikan etc2 itu make JETPAK Zam? with plugin atau KUSTOM kode? Share dong how to how nya 🙂

Muhammad Zamroni 13 April 2017 14:59 WIB

pake cara tersendiri. kalau sempat nanti coba saya tuliskan saja caranya, ya..

snydez 15 April 2017 14:27 WIB

belom pernah hosting di luar , masih belum pede hehhe

Riko 18 Mei 2017 19:27 WIB

Om, kalau tanpa promo kan Vultr dan Linode harga sama dapat spec kurang lebih sama.

Nah mendingan mana menurut om?

Saya ingin coba Linode 4GB karena ngetest support mereka mantap dan sepertinya lebih terpercaya dibandingkan Vultr karena EV SSL.

Cuma koq di beberapa test speed Linode paling lambat dibanding DO dan Vultr… hahaha

Oiya om sekarang pakai paket apa? saya pakai wordpress, theme emang agak fancy scriptnya, dan high graphic, banyak image resolusi besar disana dan plugin yang berat, walau blog post paling cuma 20 post doang, konsultasi sama orang server katanya saya butuh VPS 4GB, cuma koq feeling saya agak overpowered ya? secara UV saya sebulan paling 5000 doang.

Menurut om gimana nih? Apakah 2GB sudah cukup powerfull?

Muhammad Zamroni 18 Mei 2017 19:33 WIB

kalo untuk speed, ini tergantung juga dengan route ISP yang digunakan. jadi ngga bisa dijadikan patokan.

untuk spek, tergantung kebutuhan dan setting server juga. ini aku pake Nginx dan PHP7 untuk WordPress dan beberapa situs mainan, dengan RAM 1 GB masih lumayan. untuk RAM 4 GB sih harusnya lebih dari cukup.

karena ini basisnya cloud VPS, bisa start di 2 GB, dan jika tidak cukup, tinggal upgrade saja dengan mudah.

acha achep 10 Juni 2017 00:00 WIB

untuk paymentnya kagak bisa pake paypal ya gan?

Yahya 15 Juni 2017 08:37 WIB

Kalo layanan lokal yang mirip-mirip DigitalOcean atau Linode apa ya?

matriphe! personal blog — Tema 2018: Meng 21 Januari 2018 14:07 WIB

[…] tahun kemarin saya menggunakan tema blog Upus, kini saya mengganti tema blog saya di tahun 2018 ini dengan tema […]

Mencoba Layanan Niagahoster — matriphe! personal blog 13 April 2018 17:37 WIB

[…] Proyek iseng tersebut akhirnya terhenti karena waktu itu saya melakukan migrasi server. […]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.