Xiaomi Redmi 4A, Ponsel Xiaomi Buatan Indonesia

7 minutes 929 1

Aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 30% yang dikenakan kepada vendor ponsel 4G telah resmi diterapkan sejak 1 Januari 2017. Tingkat kandungan yang dimaksud tidak harus berupa perangkat keras (hardware) namun bisa juga dalam bentuk perangkat lunak (software) dan aplikasi.

Xiaomi, salah satu perusahaan penghasil ponsel 4G asal Tiongkok yang sejak Agustus 2014 telah memasuki pasar Indonesia dengan merilis ponsel Xiaomi Redmi 1S, menjawab aturan TKDN tersebut.

Pada tanggal 10 Februari 2017, bertempat di Dua Mutiara Ballroom, Hotel JW Mariott, Jakarta, Xiaomi meresmikan beroperasinya pabrik di Indonesia sekaligus dengan merilis ponsel pertamanya yang diproduksi di Indonesia, Xiaomi Redmi 4A.

KaMI Buatan Indonesia

Senior Vice President Xiaomi, Wang Xiang, menunjukkan foto pabrik Xiaomi di BatamTidak seperti biasanya, semenjak hengkangnya Hugo Barra dari Xiaomi bulan lalu, acara peluncuran produk Xiaomi terasa lebih formal. Wajar saja, rupanya acara ini dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, dan pejabat dari Kementerian Perindustrian.

Acara dibuka oleh sambutan dari Senior Vice President Xiaomi, Wang Xiang, yang menceritakan kesuksesan Xiaomi di Indonesia.

Pasar Indonesia, menurut Wang Xiang, merupakan pasar yang sangat potensial. Melihat antusiasme dan kesuksesan penjualan produk Xiaomi yang laku keras dalam waktu singkat, Xiaomi meningkatkan layanan dengan membuka pusat layanan pelanggan di Indonesia.

Xiaomi, melalui Wang Xiang, juga sangat berterima kasih pada dukungan komunitas Mi Fans yang selalu mendukung kehadiran Xiaomi dengan menggelar berbagai acara untuk memperkenalkan produk Xiaomi ke masyarakat.

Ingin terus bisa memuaskan konsumen dan meningkatkan penjualan di Indonesia, Xiaomi mematuhi aturan TKDN 30% yang ditetapkan pemerintah Indonesia dengan bekerja sama dengan PT Sat Nusa Persada Tbk dan TSM Technologies membuka pabrik di Batam. Xiaomi juga mengukuhkan kerja sama dengan PT Erajaya Swasembada Tbk selaku distributor untuk menjamin ketersediaan produk di pasar.

Wang Xiang kemudian memamerkan sekaligus merilis secara resmi ponsel Xiaomi Redmi 4A, ponsel 4G pertama Xiaomi yang diproduksi di Indonesia. Ponsel ini dijual dengan harga Rp 1.499.000 dan mulai tersedia di seluruh jaringan distribusi Erajaya pada akhir Februari 2017.

Sayangnya, Wang Xiang tidak menjelaskan lebih lanjut tentang ponsel Xiaomi Redmi 4A ini. Saya merindukan sosok Hugo Barra yang cukup atraktif saat membawakan presentasinya.

Menkominfo, Duta Besar Tiongkok, dan pejabat Kemenperin melihat produk XiaomiHasan Aulia, CEO PT Erajaya Swasembada Tbk, mengukuhkan komitmennya untuk mendukung Xiaomi dan menantikan produk-produk inovatif dari Xiaomi lainnya.

Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, H.E. Xie Feng, dalam sambutannya juga mendukung positif Xiaomi membuka pabrik di Indonesia. Langkah ini menurutnya bisa mempererat hubungan ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dan Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, menekankan kembali tentang aturan TKDN 30% ini. Menurutnya, aturan ini untuk melindungi pasar dan industri di Indonesia.

Dengan TKDN 30%, diharapkan sumber daya manusia di Indonesia juga ikut merasakan dampak positif dengan berpartisipasi pada produksi, tidak hanya sebagai konsumen.

Setelah acara, Menteri Komunikasi dan Informatika, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, dan jajaran pejabat Kementerian Perindustrian, ditemani Senior Vice President Xiaomi melihat berbagai produk Xiaomi lainnya yang dipajang di lokasi acara.

Selain ponsel Xiaomi Redmi 4A, ditampilkan pula produk rumah tangga mulai dari Mi Air Purifier, Mi Scale, Mi Drone, Mi Luggage, Mi WiFi, Mi Rice Cooker, Mi TV, Mi Robot Vacuum Cleaner hingga Mi Robot Builder.

Saya sangat berharap perangkat-perangkat Xiaomi ini juga akan dijual secara resmi di Indonesia.

Saya sempat mencoba iHealth, salah satu produk Xiaomi yang bisa mendeteksi tekanan darah dan langsung menampilkan hasilnya dengan warna dan angka.

Xiaomi Redmi 4A

Xiaomi Redmi 4AXiaomi Redmi 4A merupakan ponsel berbasis jaringan 4G pertama Xiaomi yang diproduksi di Indonesia dan memenuhi aturan TKDN 30%. Jika ponsel-ponsel sebelumnya yang berbasi 4G “dikunci” sehingga hanya bisa beroperasi pada jaringan 3G oleh Xiaomi karena tidak memenuhi aturan TKDN, ponsel Xiaomi Redmi 4A sudah sepenuhnya mendukung jaringan 4G.

Xiaomi Redmi 4A ditenagai prosesor Qualcomm quad-core Snapdragon 425 1,4 GHz. RAM yang ditanam sebesar 2 GB dan media penyimpan sebesar 16 GB.

Bentang layar Xiaomi Redmi 4A berukuran 5 inchi, cukup nyaman untuk digenggam. Materialnya terbuat dari plastik membuatnya yang cukup ringan, dengan bobot 131,5 gram saja.

Xiaomi Redmi 4A menggunakan kartu SIM ganda yang mendukung 4G-LTE yang didukung oleh operator besar GSM di Indonesia. Kartu micro SD bisa ditambahkan untuk memperluas kapasitas penyiman dengan menyelipkan pada slot kartu SIM kedua.

Kamera utama Xiaomi Redmi 4A beresolusi 13 MP dan kamera depannya beresolusi 5 MP, lebih dari cukup untuk kebutuhan memotret sehari-hari.

Baterai yang digunakan berkapasitas 3.120 mAh yang bisa bertahan cukup lama untuk pemakaian normal. Xiaomi Redmi 4A hadir dengan dua pilihan warna, yaitu Gold dan Rose Gold.

MIUI 8 dengan Android 6.0.1 Marshmallow yang ditanam ke dalam Xiaomi Redmi 4A mendukung fitur dual apps, di mana dua aplikasi bisa berjalan secara bersamaan dengan menggunakan dua akun berbeda. Misal pengguna bisa memasang aplikasi dua WhatsApp, satu menggunakan akun pribadi, satunya untuk pekerjaan.

Xiaomi Redmi 4A akan hadir di seluruh jaringan distribusi Erajaya pada akhir Februari 2017 dengan harga Rp 1.499.000.

Galeri Foto

3 responses
  1. Gravatar of Yunar
    Yunar

    Saya saat ini memakai Redmi 4, batere cukup lama rata2 charge 2 hari sekali. Hanya saja terkadang HP restart sendiri dan ketika switch dari WIFI ke data selular kadang2 tidak konek sehingga harus di restart. Menurut teman ini karena masih menggunakan ROM distributor, apakah benar ini masalahnya?