PADI Open Water, Setahun Lalu

Artikel ini ditayangkan pada 8 Agustus 2012, sekitar 5 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Awalnya saya ragu apakah saya bisa menyelam. Saya tidak bisa berenang. Bahkan untuk mengapung pun tidak mampu. Dus, menyelam itu sering terkait dengan “olah raga mahal”.

Hingga akhirnya saya diperkenalkan teman dengan Johannes Keioranto, PADI open water scuba instructor yang menawarkan pelatihan dengan “harga teman”. Akhirnya saya dan beberapa kawan pun memutuskan untuk ikut pelatihannya.

lisensi PADI Open Water

Saya masih ingat, Sabtu pagi (saya tak ingat tanggalnya) kami bertemu di kolam renang Senayan. Dengan berbekal badan doang (dan membayar biaya masuk kolam renang) saya pun memulai latihan SCUBA pertama saya.

Saya langsung diberi materi pengenalan alat dan teknik dasar menggunakan peralatan SCUBA. Di kolam sedalam kurang lebih 2 meter, saya pertama kali merasakan bagaimana rasanya bernafas di dalam air!

Latihan berlangsung cukup singkat. Dengan dua kali pertemuan, plus mendapat materi teori berupa buku dan video, saya akhirnya menjalani ujian di laut terbuka.

Di pinggir dermaga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, saya menjalani ujian saya. Materi yang diajarkan di kolam, kali ini harus dipraktekkan di laut, di lingkungan yang akan saya selami nantinya.

Payah, gara-gara malam sebelumnya saya begadang, kondisi badan saya kurang fit. Di materi ujian mask clearing, saya mimisan. Kejadian berlangsung cepat dan saya tak menyadarinya. Jo, memberitahukan kepada saya melalui isyarat tangan, namun saya mengira masker saya belum bersih dan saya mengulang teknik mask clearing beberapa kali.

ascending..

Jo akhirnya menginstruksikan saya naik ke permukaan. Begitu membuka masker, barulah saya menyadari ada darah segar mengucur dari hidung.

Jo menyarankan saya untuk mengulangi ujian minggu depannya dan berpesan agar menjaga kondisi tubuh sebelum menyelam.

Ujian kedua berlangsung di lokasi yang sama. Kali ini saya sudah tidur cukup. Namun perasaan was-was masih menyelimuti karena saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Saya hanya berdoa semoga tidak mimisan lagi.

Semua materi ujian akhirnya berhasil saya selesaikan. Saat itu tanggal 8 Agustus 2011. Saya dinyatakan lulus dan resmi menyandang predikat open water diver.

Setelah mengirim foto dan data diri untuk dicetak di kartu lisensi, dua minggu kemudian saya mendapat kartu lisensi sementara dari kantor PADI Asia Pasifik yang berkedudukan di Australia. Dua minggu berikutnya, barulah kartu lisensi saya sampai ke tangan saya dan modal saya untuk melihat dunia bawah laut telah saya genggam!

Saya telah jatuh cinta kepada laut. Saya ingin terus menyelam dan melihat berbagai kehidupan dan mengalami pengalaman indah bersama ikan-ikan!

Saat ini saya sedang mengambil pelatihan PADI Advanced Open Water, untuk meningkatkan kemampuan menyelam saya. Dengan kemampuan AOW, sebuah gerbang untuk melangkah lebih masuk ke dunia yang tak habis dieksplorasi ini akan terbuka.

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

2 komentar

Artikel ini ditayangkan pada 8 Agustus 2012, sekitar 5 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Ceritaeka

15 Agustus 2012 05:59

Zam KEREEEEN!
*kepslok keinjek* hihi

Pikooy

23 Februari 2014 20:10

Wah instruktur kita sama, JOE!

Salam kenal.
Fiqy

Statistik

Telah dibaca 407 kali. Waktu baca rata-rata 3 menit. Ada 2 komentar.