Level Up! PADI Advanced Open Water!

Artikel ini ditayangkan pada 3 September 2012, sekitar 5 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Tepat setahun setelah saya mengambil sertifikasi PADI Open Water, saya pun melanjutkan ke jenjang selanjutnya: PADI Advanced Open Water.

kartu PADI Advanced Open Water

Ini juga untuk memenuhi janji saya kalo sudah menembus 20 log penyelaman, maka saya akan mengambil sertifikasi Advanced Open Water, agar bisa melakukan beberapa tipe dab lokasi penyelaman yang hanya bisa dilakukan oleh yang bersertifikasi ini.

Masih berguru ke instruktur Open Water saya, Johannes Keioranto, saya, Diah, Febi, dan Bonang, menuju Tulamben, Bali, untuk ujian Advanced Open Water.

Tulamben merupakan lokasi penyelaman yang cukup bagus untuk ujian Advanced Open Water.

Kedalaman 30 meter tersedia untuk melakukan ujian deep dive, tanah lapang yang cocok untuk ujian underwater navigation, dan tentu saja berbagai jenis ikan dan udang cocok untuk ujian fish identification serta night diving.

Belum lagi, bangkai kapal USAT Liberty dan bumphead parrotfish menjadi daya tarik situs penyelaman ini. Saya sendiri pernah mendatangi situs ini sewaktu masih memegang lisensi Open Water. Bisa dibilang, lokasi ini adalah lokasi penyelaman pertama ssaya setelah memegang lisensi.

pemandangan di Puri Madha Bungalow

Kami menginap di Puri Madha Bungalow, yang berada tepat di depan situs USAT Liberty.

Keuntungan menginap di sini adalah murah (bisa sharing tempat) dan akses ke titik selam gampang (hanya berjalan sebentar dari bibir pantai).

Puri Madha juga memiliki pancake yang lezat untuk sarapan!

Begitu sampai di hotel dan beristirahat sejenak setelah menempuh 3 jam perjalanan dari Bandara Ngurah Rai, kami langsung melakukan penyelaman pertama, yaitu deep diving.

Kami turun ke kedalaman maksimal 30 meter sambil melakukan beberapa tugas pada tiap kedalaman 10 meter, antara lain memperhatikan perubahan warna dan menghitung berapa batas tangki. Kami pun tidak dapat berlama-lama di kedalaman 30 meter karena bahaya dekompresi.

menikmati penyelaman

Peneyelaman berikutnya adalah multilevel-dive. Penyelaman ini dilakukan untuk memperpanjang waktu tanpa dekompresi dengan melakukan penyelaman terdalam, kemudian naik ke permukaan yang lebih dangkal, dengan teratur.

Bila dibandingkan dengan penyelaman biasa yang hanya pada satu kedalaman, waktu penyelaman tanpa dekompresi pada multilevel-dive bisa lebih lama.

Malamnya, kami melakukan night diving. Menyelam di malam hari memberikan sensasi (dan bahaya) tersendiri. Penyelaman malam hari memberikan pemandangan yang sama sekali berbeda.

Melihat ikan-ikan tidur dan sebaliknya, mengamati makhluk-makhluk nokturnal bekeliaran. Menggunakan senter, kami sempat melihat beberapa udang yang sedang beraktivitas di malam hari.

Pagi hari kami hanya melakukan fun dive. Mengejar ikan bumphead parrotfish yang biasanya berkumpul di pagi hari. Saat saya ke sini, kami gagal bertemu dengan bumphead, dan kali ini saya bertemu banyak sekali bumphead. Sayangnya, icon lain Tulamben, school of jackfish sama sekali tidak terlihat.

Bumphead Parrotfish dan penyelam

Agak siang kami melakukan ujian underwater navigation. Sama seperti pada materi navigasi kegiatan luar ruangan lain, piranti utamanya adalah kompas yang khusus dirancang untuk tahan terhadap tekanan air laut.

Kami belajar menggunakan kompas untuk menyelam mengikuti arah dan pola yang telah ditentukan.

Selain berpatokan pada kompas, mengingat dan menghafalkan tanda-tanda alami suatu situs juga berguna untuk navigasi.

Penyelaman terakhir kami melakukan fish identification. Sebenarnya sejak awal penyelaman kami sudah melihat berbagai jenis ikan, sehingga di penyelaman terakhir ini kami hanya melakukan refreshment.

Tulamben memiliki keberagaman ikan. Saya sering melihat ikan berjenis surgeon fish (ikan dengan tulang tipis setajam pisau bedah di bagian ekor) berkeliaran. Butterfly fish, angel fish, dengan mudah ditemui.

ikan Moorish Idol

Saya sendiri masih kesulitan mengenali dan membedakan jenis-jenis ikan, meski dalam materi kita bisa menggolongkannya ke dalam 12 keluarga. Semua ikannya berwarna warni!

Selesai ujian, kami segera bertolak ke Nusa Penida. Setelah menginap semalam di Kuta, kami menyeberang ke titik penyelaman Crystal Bay berharap bias bertemu ikan mola-mola.

Di Crystal Bay ini lah saya mendapatkan pengalaman cukup menegangkan. Crystal Bay memang terkenal akan arusnya yang kuat, sehingga untuk menyelam di sini minimal harus bersertifikasi advanced open water dan pernah melakukan drift diving (menyelam dalam arus).

Kami sempat terseret arus kuat sesaat setelah masuk. Saya dan buddy saya, Diah, terpisah dari rombongan dan terpaksa berpegangan pada karang.

Untung pemandu kami, Bli Gede, segera menyusul dan memandu kami melawan arus dengan cara berenang melawan arus ketika sedikit reda.

Namun sayang, walau telah melakukan dua kali penyelaman di Crystal Bay, kami belum beruntung bisa melihat mola-mola. Kami malah mendapat kabar buruk seorang penyelam hilang terseret arus bawah dan akhirnya ditemukan meninggal.

Galeri Foto

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

2 komentar

Artikel ini ditayangkan pada 3 September 2012, sekitar 5 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Jack

16 Desember 2013 14:08

Tulamben adalah dive site yang bagus untuk semua level dari yang pemula hingga yang profesional. jadi bagi pemula janganlah takut untuk mencoba scuba diving in Bali karena dive sitenya sangat aman bagi pemula :D

dhanwicaksono

7 September 2016 14:08

boleh komentar ya.. saya sih sebenernya blom punya lisensi scuba, selama ini scuba hanya ikut intro scuba. Saya lebih sering untuk freediving. Spot USAT Liberty adalah spot idaman saya, blom kesampean untuk freedive di sana, walau pun sudah disuruh oleh para master di sana. Saya ada rencana untuk ambil lisensi scuba, terimakasih ya pengalamannya bisa untuk saya jadikan pelajaran untuk nanti saat ambil lisensi.

Statistik

Telah dibaca 849 kali. Waktu baca rata-rata 6 menit. Ada 2 komentar.