Ramadan tahun ini bisa dibilang cukup istimewa, karena berbarengan dengan perayaan Imlek 2577 dan puasa menjelang Paskah.

Di Instagram, saya melihat kemeriahan yang terjadi di Indonesia, di mana banyak bersliweran konten perpaduan Ramadan dan Imlek.
Sementara di Berlin, kemeriahan tersebut tidak terasa. Maklum, jumlah warga Tionghoa dan keturunannya di Jerman sekitar 0,2% dari total populasi menurut data pada tahun 2024.
Data tersebut tidak secara spesifik membagi etnis Tionghoa karena Jerman tidak mengumpulkan data sensus berdasarkan etnis secara rinci, melainkan kewarganegaraan dan asal negara.
Sementara umat muslim di Jerman mencapai sekitar 6,5% dan menjadi komunitas agama terbesar kedua di Jerman, menurut studi Kehidupan Muslim di Jerman (Muslimisches Leben in Deutschland) yang dilakukan oleh Kantor Federal untuk Migrasi dan Pengungsi (Bundesamt für Migration und Flüchtlinge), Kementerian Dalam Negeri Federal Jerman (Bundesministerium des Innern) pada tahun 2020.
Tentu saja angka-angka tersebut tidak lagi akurat, namun bisa memberikan gambaran tentang populasi warga Tionghoa dan umat muslim di Jerman.
Meski kemeriahan Ramadan tidak semeriah di Indonesia, hawa-hawa Ramadan sedikit lebih terasa.
Di beberapa toko dan supermarket bahkan menjual beberapa pernak-pernik Ramadan.
Salah satu yang unik adalah adanya ide Kalendar Adven Ramadan, yang menggabungkan konsep kalender adven dengan Ramadan.
Kalender Adven adalah sebuah kalender tradisi yang berasal dari budaya Kristen di Jerman dan negara-negara berbahasa Jerman, yang digunakan untuk menghitung hari menjelang Hari Natal (25 Desember).
Tradisi ini berasal dari Jerman pada abad ke-19. Kata “Adven” (Advent) berasal dari bahasa Latin adventus yang berarti “kedatangan”, merujuk pada masa penantian kedatangan Yesus Kristus.
Kalender Adven biasanya dimulai pada 1 Desember dan berakhir pada 24 Desember (malam Natal). Setiap hari terdapat satu pintu kecil atau kotak yang dibuka, berisi hadiah kecil seperti cokelat, permen, mainan kecil, atau pesan dan gambar.
Nah, konsep Kalender Adven ini kemudian diadaptasi oleh komunitas muslim, di mana alih-alih menghitung mundur ke hari Natal, kalender ini digunakan untuk menghitung mundur selama 30 hari bulan Ramadan menuju Hari Raya Idul Fitri.
Yang menarik, puasa Ramadan tahun ini juga bertepatan dengan pelaksanaan puasa menjelang Paskah untuk umat kristiani.
Terakhir kalinya momen ini terjadi adalah pada tahun 1928, yaiut 78 tahun yang lalu!
Meski mulainya puasa hampir bersamaan (karena ada perbedaan awal puasa Ramadan) pada 18 Februari 2026, bertepatan dengan Rabu Abu.
Bedanya, jika puasa Ramadan hanya 29030 hari, puasa menjelang Paskah lebih lama, yaitu 40 hari sebelum kemudian perayaan Paskah, yang jatuh pada 5 April 2026.
Karena Ramadan tahun ini jatuh pada akhir musim dingin, kali ini saya hanya perlu berpuasa sekitar 10 jam, sekitar 4-5 jam lebih pendek dari puasa di Indonesia.
Pada tahun 2022, Hari Raya Paskah terjadi pada bulan Ramadan, dan saya sempat bercerita tentang itu.
Saya teringat saat awal-awal tinggal di Berlin, puasa jatuh pada musim panas, dan saya harus berpuasa sekitar 20 jam, dan merayakan Idulfitri di masa pandemi.
Di Berlin sendiri, sebagian memulai puasa Ramadan pada 18 Februari 2026, seperti komunitas Muhammadiyah di Jerman, komunitas Arab Saudi, dan Central Council of Muslim in Germany.
Sementara lainnya, yang sebagian besar adalah komunitas Turki, memulai pada tanggal 19 Februari 2026.
Ada tuduhan bahwa Arab Saudi menetapkan Ramadan dimulai pada 18 Februari 2026, meski “katanya” bulan (hilal) tidak mungkin tampak pada hari pemantauan (rukyatul hilal).
Tentu saja ini menghebohkan, karena ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa bulan memang tampak, yang juga dikonfirmasi oleh beberapa negara di Timur Tengah lain seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, Libanon, Irak, Palestina, Yaman, dan Sudan.
Beberapa negara Timur Tengah lain seperti Oman, Mesir, Yordania, dan Iran memang tidak mengikuti Arab Saudi, dan ini tentunya hal yang biasa.
Padahal di Indonesia, perbedaan semacam ini sudah sering terjadi, dan umat muslim Indonesia lebih terlihat slow menghadapi perbedaan ini.
Mungkin kali ini, Arab Saudi mengikuti Muhammadiyah, yang biasanya mendahului dari yang lain.
Komunitas muslim Indonesia, yang bernaung di bawah Masjid Al-Falah Berlin, IWKZ e.V., mengumumkan bahwa Ramadan 2026 dimulai pada 19 Februari 2026, sama dengan keputusan Pemerintah Indonesia.
Untuk jadwal imsakiyah, saya tentu menggunakan bot Telegram yang saya buat sektiar 5 tahun lalu, yaitu @imsakiyahbot.
Selamat berpuasa bagi yang berpuasa!