Mengunjungi Kastil Cinderella, Neuschwanstein, Bavaria, Jerman

12 minutes 0 4

Negara seribu kastil adalah salah satu sebutan yang sering disematkan kepada Jerman.

Kastil Neuschwanstein

Bahkan tidak hanya seribu, setidaknya ada 25.000 kastil yang tersebar di Jerman.

Ada dua jenis kastil yang menentukan jenis bangunan dan fungsinyanya, yaitu Schloss yang berarti istana dan Burg yang berarti benteng.

Schloss biasanya digunakanan untuk tempat tinggal dan biasanya bangunannya megah, sementara Burg biasanya digunakan untuk pertahanan dan tidak mementingkan keindahan.

Ini tentunya tak lepas dari sejarah di mana dulu wilayah Jerman terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil pada abad pertengahan (abad ke-5 hingga ke-16 Masehi).

Dari ribuan kastil, tentu saja ada beberapa yang terkenal dan menjadi tujuan wisata populer di Jerman.

Salah satu kastil yang paling terkenal adalah Kastil (Schloss) Neuschwanstein, yang berada di Desa Hohenschwangau, Bavaria.

Kami mengunjungi kastil di atas bukit yang berada di barat daya Bavaria, yang berada di dekat perbatasan Austria, di pinggir Pegunungan Alpen ini pada 16 Agustus 2021.

Penggemar Disney pasti langsung merasa tidak asing jika melihat kastil ini, karena kastil ini merupakan kastil yang menjadi inspirasi Walt Disney membangun kastil untuk cerita-ceritanya, bahkan bangunan di Disneyland.

Beberapa film keluaran Disney, yang salah satunya adalah kisah Cinderella, mengambil latar kastil ini.

Menuju ke Kastil

kereta BRB dari München ke Füssen di Stasiun Utama München

Perjalanan menuju ke kastil berawal dari München, tempat kami menginap di ibukota Bavaria.

Setelah sehari sebelumnya kami tiba di München dengan menggunakan kereta ICE, kali ini kami naik kereta BRB (Bayerische Regiobahn) kereta lokal Bavaria, yang berwarna biru-putih dari Stasiun Utama München.

Dari München, kami menuju ke kota Füssen, kota terdekat ke kastil, dengan waktu tempuh sekitar 2 jam menggunakan kereta.

Kami membeli tiket di pusat perjalanan (Reisenzentrum) Stasiun Utama München Deutsche Bahn pulang-pergi yang sudah termasuk dengan tiket bus dan transportasi umum menuju ke kastil seharga 35€ untuk dua orang.

Tidak ada jam khusus, sehingga kami bisa naik kereta pada jam berapa pun, di mana kereta tersedia setiap jam.

pemandangan bukit rumput jalur München-Füssen

Kami naik kereta bernomor RB 68 yang berangkat pukul 09.52 dari jalur nomor 28.

Setelah naik, kami boleh duduk di mana pun di dalam kereta karena tidak ada nomor tempat duduk.

Kereta berangkat tepat waktu, dan sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan pegunungan Alpen di kejauhan yang menyembul di antara hamparan bukit berumput hijau.

Pemandangan sepanjang perjalanan mengingatkan saya pada tampilan latar komputer Microsoft Windows XP bernama Bukit Bliss, yang lokasi sebenarnya ada di Amerika Serikat.

Beberapa rumah bata dengan arsitektur yang khas tampak sesekali terlihat saat kereta melewati area pemukiman.

Danau Hopfen (Hopfensee)

Beberapa lumbung kecil yang terbuat dari kayu nampak sesekali muncul beserta hewan ternak sapi yang tengah mrumput.

Kereta ini berhenti di 13 stasiun sebelum berakhir di Stasiun Füssen.

Stasiun-stasiun yang dilewati kereta ini merupakan stasiun-stasiun yang menjadi gerbang kota-kota kecil atau municipality (semacam kota administrasi kecil yang melayani beberapa kota atau desa kecil).

Saya beberapa kali melihat orang naik dan turun di beberapa stasiun ini, yang dugaan saya mereka memang tengah commuting.

Walau tentu saja banyak wisatawan yang memang bertujuan ke Füssen untuk mengunjungi Kastil Neuschwanstein.

Mendekati kota Füssen, saya melihat pemandangan Danau Hopfen (Hopfensee) di sebelah kiri yang nantinya danau ini terlihat dari bukit saat menuju kastil.

di Stasiun Füssen

Kereta masuk ke Stasiun Füssen pada pukul 11.53, lebih cepat 2 menit dari jadwal di peron nomor 3.

Lucunya, nama Füssen sendiri berarti banyak kaki, yang bahkan logonya bergambar 3 kaki yang mengingatkan saya akan logo minuman Larutan Cap Kaki Tiga.

Meski stasiunnya kecil, Stasiun Füssen fasilitasnya cukup lengkap dan baru, ungkin karena memang area turistik dan merupakan gerbang masuk area ini.

Keluar stasiun, kami menunggu bus nomor 78 yang akan membawa kami ke Desa Hohenschwangau lokasi kastil berada.

Kami tinggal menunjukkan tiket kereta yang sudah kami beli ke supir bus saat naik karena tiketnya sudah termasuk tiket bus yang dikelola oleh RVA (Regionalverkehr Allgäu) perusahaan transportasi lokal area Algäu.

bus RVA nomor 78 tujuan Hohenschwangau

Bus membawa kami keluar dari Füssen, melewati jembatan menyeberangi Sungai Lech yang bermuara di Danau Forggen (Forggensee).

Yang menarik, selepas jembatan ini, ada sebuah persimpangan yang menimbulkan antrean panjang kendaraan karena lampu lalu lintas.

Jika di Indonesia, antrean panjang, bahkan kemacetan seperti ini sudah menjadi hal biasa, menurut saya ini sebuah pemandangan langka.

Perjalanan dari Füssen ke Hohenschwangau ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit.

Saat mendekati halte tujuan, sayup-sayup terlihat kastil Neuschwanstein berwarna putih terlihat di atas bukit, menyembul dari sela-sela kabut yang menyelimuti.

Kastil Neuschanstein

Kastil Neuschwanstein terlihat dari halte bus Hohenschwangau

Bus berhenti dan seluruh penumpang turun dari bus di Halte Hohenschwangau yang berada tepat di pusat informasi Hohenschwangau.

Dari kejauhan, kastil sudah tampak tinggi menjulang, dan kami sempat bingung mencari jalan menuju ke kastil.

Di area ini, setidaknya ada 3 tempat selain kastil Neuschwanstein yang juga menjadi tujuan wisata, yaitu kastil (Schloss) Hohenschwangau, Danau Alp (Alpsee), dan Museum Raja-Raja Bavaria (Museum der Bayerischen Könige).

Untuk mencapai ke kastil Neuschwanstein, ada 2 cara, yaitu dengan trekking alias jalan kaki mendaki bukit di jalur yang tersedia yang menurut peta Google menempuh waktu 30 menit, atau naik shuttle bus karena mobil dilarang naik ke atas dan jalan raya hanya boleh dilewati shuttle bus.

Orang Jerman memang banyak yang menyukai trekking, sehingga hampir di setiap tempat selalu ada jalur trekking.

shuttle bus yang membawa ke Kastil Neuschwanstein

Kami tentu saja memilih naik shuttle bus, karena selain lebih cepat sampai, ongkosnya murah, dan tentu tidak lelah.

Bus ini dikelola oleh perusahaan swasta dan tidak termasuk dalam tiket yang kami beli.

Ongkosnya juga masih terjangkau, yaitu 2,5€ per orang untuk naik dan 1.5€ untuk turun dengan membeli tiket langsung di sopir bus.

Namun karena kendala bahasa, kami membeli tiket yang harusnya bisa digunakan untuk naik dan turun seharga 3€, namun kami justru membeli tiket untuk naik seharga 3€ dan turun seharga 2,5€.

Mungkin saat itu si sopir bus malas melayani dan memberikan tiket yang paling mahal.

Bus tidak bisa membawa kami ke atas bukit dalam waktu sekitar 5 menit.

Dari halte ini pengunjung bisa menuju ke Jembatan Maria (Marienbrücke) yang menjadi lokasi favorit wisatawan mengambil foto Kastil Neuschwanstein yang banyak beredar di internet.

tanda informasi penutupan Marienbrücke

Sayangnya karena ada perawatan dan pembangunan, jembatan sepanjang 90 meter yang melintasi Sungai Pöllat ini ditutup hingga tahun 2022.

Tidak heran karena jembatan yang dibangun pada tahun 1845 dan namanya diambil dari Ratu Maria ini membutuhkan perawatan dan membutuhkan waktu yang lama.

Ratu Maria adalah ibunda dari Raja Ludwig II yang memiliki Kastil Neuschwanstein.

Sayangnya, raja pemalu ini tidak sempat tinggal di istana ini karena meninggal sebelum kastil ini selesai.

Semasa kecil, Raja Ludwig II tinggal di Kastil Hohenschwangau yang tak jauh dari kastil ini.

Dari tempat kami turun, kami berjalan kaki menuju ke Kastil Neuschwanstein, melewati sebuah kelokan yang sekaligus menjadi titik pemandangan ke arah Kastil Hohenschwangau berwarna kuning, Danau Alp, Danau Forggen, dan Danau Hopfen.

Kastil Hohenschwangau terlihat dari atas bukti menuju Kastil Neuschwanstein

Bagian belakang Kastil Neuschwanstein langsung tampak menjulang dari sela-sela pepohonan dari kelokan ini, dan banyak orang yang berfoto di sini dengan latar belakang kastil.

Bentuk menaranya memang langsung mengingatkan akan bentuk menara pada kastil Disneyland.

Semakin mendekati kastil, kami semakin kagum dan bertanya-tanya bagaimana orang zaman dahulu bisa membangun kastil ini.

Bahkan saat pembangunan kastil ini pun sempat menuai kontroversi, karena Raja Ludwig II merogoh banyak uang bahkan meminjam sana-sini.

Kastil yang dibangun pada tahun 1869 ini bahkan sebenarnya belum selesai tuntas sesuai rencana, bahkan saat si pemilik dan si penggagas kastil, Raja Ludwig II meninggal pada tahun 1886.

Kastil Neuschwanstein

Meski begitu, kastil ini seperti mempunyai pesonanya sendiri, dan setelah kastil ini dibuka untuk publik tak lama setelah kematian sang raja, kastil ini menjadi salah satu kastil yang paling banyak dikunjungi.

Setiap tahun, kastil ini bisa menarik 1,6 juta pengunjung dengan rekor kunjungan 6.000 pengunjung per hari pada musim panas.

Kami tidak masuk ke dalam kastil karena untuk masuk harus memesan tiket terlebih dahulu secara online jauh-jauh hari.

Rencana kami memang hanya mengunjungi kastil ini dari luar, bahkan kami tidak mengunjungi kastil Hohenschwangau karena pertimbangan waktu.

Kami memang berencana untuk menghabiskan waktu sehari di kastil, lalu kembali ke München menggunakan kereta.

Galeri Foto

4 responses
  1. Gravatar of Zizy
    Zizy

    Ow, jadi kastil Cinderella itu beneran ada aslinya ya? Suka kagum sama castle2nya kalau nonton film Disney.
    Indah juga Jerman ini, moga2 nanti bisa jj ke sana.

  2. Gravatar of Qweepy
    Qweepy

    Gilaaa keren buanget. Iseng blogwalking dari situs ceritaeka.com/2011/08/24/teluk-kiluan, yang diposting 2011, di salah satu komentarnya ada situs matriphe wkwkwk.

    Dan sekarang udah ke jerman dong. keren banget karena aku tau susah dan mahal buat sertif B1, juga lagi kesusahan dalam dapetin beberapa persyaratan ke sana. Semoga bisa !! Danke !!

  3. Gravatar of ainun
    ainun

    hiks kenapa view dari atas cakepppp ya

    aku baru tau kalau kastil juga ada jenisnya ya. Mungkin kalau untuk pertahanan kayak tembok besar cina, apakah mungkin disebut kastil juga
    dan dominan bentuk bangunan kastil di eropa tinggi tingi menjulang gini ya.. pengen poto dengan latar kastil juga hahaha

  4. Gravatar of Fanny_dcatqueen
    Fanny_dcatqueen

    Samaa mas, akupun bingung gimana cara orang dulu bangun kastil Segede ini, dan areanya di pegunungan pula 😅. Hebat sih.

    Bavaria itu bucketlist ku bangetttt. Temen ada yg tinggal di sana, dan tiap kali dia posting foto2 ttg Bavaria seneeng aja ngeliatnya. Kayak masuk ke negeri dongeng. Apalagi pas winter.

Tinggalkan Balasan

This article has been published on 3 Oktober 2021 (3 minggu ago).

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.