Memasang Dudukan WC Poseidon Tampa

Pada tanggal 17 Agustus 2020, tepat pada hari kemerdekaan RI, penutup WC di kamar mandi saya patah.

tutup dudukan WC yang patah
tutup dudukan WC yang patah

Saya hampir terjungkal karena sedang duduk menyandar saat melakukan kontemplasi sambil melakukan aktivitas pagi.

Bagian penutup yang bisa diangkat dan bisa dijadikan sandaran tersebut sepertinya sudah cukup lapuk, meski terbuat dari bahan plastik polikarbonat yang tebal dan kuat.

WC di apartemen kami tidak menggunakan model bak penampung, namun air langsung masuk dari pipa yang terpusat dan menjadi satu dengan pipa instalasi gedung.

Sejenak saya menghela nafas, haduh, berapa ini ongkos untuk perbaikannya?

Saya tentu saja tidak ingin menggunakan jasa tukang, karena biayanya bisa sangat mahal.

WC ini juga dulu sempat bocor bagian sambungan pipanya, dan saya menambalnya sendiri dengan menggunakan silikon, kini dudukan WC-nya.

Membeli Dudukan WC

pilihan dudukan WC di Bauhaus
pilihan dudukan WC di Bauhaus

Setelah menyelesaikan hajat, saya langsung browsing harga dudukan WC di situs toko perkakas dan bangunan favorit saya, Bauhaus, dan menuju halaman dudukan WC.

Rupanya harganya tidak terlalu mahal, sekitar 20€ hingga 30€.

Di Jerman, saya bisa dengan mudah mengecek harga barang di toko, karena setiap produk yang dipajang bisa dipastikan ada harganya, dan sesuai dengan harga yang ditawarkan, termasuk pajak PPn.

Ada undang-undang yang mengatur hal ini, di mana ada selisih harga antara yang ditampilkan dan yang dibayar tanpa pemberitahuan atau kesadaran pelanggan, bisa berujung ke urusan hukum.

memilih dudukan WC di Bauhaus
memilih dudukan WC di Bauhaus

Setelah tahu rentang harga yang ada, saya pun meluncur ke Bauhaus dan langsung menuju ke area kamar mandi.

Saya langsung pusing melihat banyaknya pilihan, mulai dari warna, fasilitas, hingga material yang digunakan.

Ada yang menggunakan engsel model otomatis, dimana dengan engsel penutup bisa menutup dengan lebih pelan karena semacam ada pegas yang menahan penutup jatuh tanpa suara.

Material bahan juga ada yang plastik murah, polikarbonat, hingga MDF (kayu serut yang dijadikan satu biasa digunakan untuk perabot).

Ukurannya hampir seragam, namun agar aman, saya mengukur dudukan yang lama agar tidak salah beli.

dudukan WC Poseidon Tampa dibuat di Kroasia
dudukan WC Poseidon Tampa dibuat di Kroasia

Saya juga membawa pita penggaris yang saya dapat gratis dari IKEA, untuk mengukur dudukan WC, terutama bagian jarak engselnya.

Setelah menemukan dudukan WC yang cocok, baik dari material, jenis engsel (saya memilih yang biasa, karena murah), dan bentuk engsel pengait ke WC, saya mengambil sendiri kardus sesuai dengan model yang saya pilih.

Saya memilih dudukan WC model Tampa dari jenama Poseidon seharga 19,45€ dan membawanya ke kasir, dan menentengnya pulang dengan naik bus.

Di Berlin, sudah biasa orang membawa barang apa pun ke dalam angkutan umum, termasuk bus.

Saya pernah membawa tangga ke dalam bus setelah membelinya dari toko Bauhaus yang sama.

Semua produk dudukan WC ini, terutama merek Poseidon, dibuat di negara-negara Uni Eropa.

Dari kardusnya, dudukan WC Poseidon seri Tampa ini dibuat di Kroasia.

Memasang Dudukan WC

instruksi pemasangan dudukan WC Poseidon Tampa
instruksi pemasangan dudukan WC Poseidon Tampa

Sesampai di rumah, saya langsung membongkar dan melakukan unboxing.

Dengan membuka salah satu sisi, saya langsung bisa mengakses dudukan WC ini dengan menariknya keluar.

Di bagian belakang kardus, terdapat petunjuk pemasangan yang berupa gambar bernomor, tanpa instruksi apa pun.

Engsel yang berupa pengait dari logam dan pengunci yang terbuat dari plastik disertakan di dalamnya.

Rupanya engsel pengait ini agak sedikit berbeda dengan engsel pengait duduk WC lama saya, namun karena saya sudah mengukur jarak engselnya, saya yakin akan pas.

Saat saya menengok model engsel pengait lama saya, bentuknya sudah sangat tidak layak pandang.

pengait dudukan WC lama yang berkarat
pengait dudukan WC lama yang berkarat

Tidak seperti model pengait dudukan WC Poseidon Tampa yang baru yang terbuat dari plastik, dudukan WC lama saya menggunakan baut nomor 10 yang sudah berkarat.

Saya sempat mengalami kesulitan menyopot baut ini karena baut terkunci ke sekrup oleh karat.

Untungnya saya punya WD-40, cairan ajaib yang sering digunakan untuk melunturkan karat dan memudahkan melepas sekrup dan baut ini saya semprotkan dan saya diamkan beberapa menit.

Namun rupanya karatnya sudah sangat membandel, sehingga saya harus menyemprotkan WD-40 ini beberapa kali dan memastikan cairan masuk ke sela-sela karat.

Akhirnya saya bisa menyopot engsel-engsel lama penuh karat dan kotoran menjijikkan ini.

pengunci dudukan WC Poseidon Tampa yang terbuat dari plastik
pengunci dudukan WC Poseidon Tampa yang terbuat dari plastik

Saya sempat mencari tahu cara menyopot engsel ini di Youtube, namun ternyata model pengaitnya berbeda, karena dari tutorial di Youtube, semuanya berlokasi di Amerika Serikat, yang mungkin bentuk engselnya berbeda.

Untungnya, sebagai engineer, sehingga saya bisa menyelesaikan masalah engsel WC ini dengan mengamati.

Setelah copot, memasang dudukan WC yang baru jauh lebih mudah.

Satu hal yang membuat saya kagum adalah model sekrup penguncinya, terdiri dari sebuah cincin dengan sekrup pengait dari plastik yang menyambung jadi satu.

Menurut saya menarik, karena plastik tidak akan berkarat, namun di satu sisi ia bisa getas dan hancur.

pengait engsel dudukan WC Poseidon Tampa
pengait engsel dudukan WC Poseidon Tampa

Namun setidaknya jika plastiknya hancur, pengunci ini bisa diganti dengan baut.

Pengait engsel dudukan WC Poseidon Tampa ini jauh lebih sederhana dari pengait engsel dudukan WC yang lama saya.

Hanya saja jika dudukan WC yang lama, posisi pengait bisa digeser-geser dan disesuaikan, dudukan WC Poseidon Tampa ini sudah fixed, tidak bisa digeser-geser.

Material logam dudukan WC yang lama juga terasa lebih tebal dan kuat, dibandingkan dengan material logam pengait yang baru.

Dugaan saya, dudukan WC yang lama saya harganya lebih mahal dari dudukan WC saya yang baru, namun karena saya tidak mengetahui tipe dan merek dudukan WC yang lama tersebut, saya mencari yang cocok dan lebih murah.

Artikel ini dipublikasikan pada 22 Agustus 2020, sekitar 1 bulan yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Ada 4 tanggapan
Antyo® 22 Agustus 2020 17:46 WIB

Orang digiring melakukan DIY krn ongkos tukang di negeri makmur mahal ya, Zam?

Muhammad Zamroni 22 Agustus 2020 18:56 WIB

begitulah, paman. dan biasanya hatus bikin termin (janjian) dulu, yang mana juga jadwalnya ngga gampang.

bara anggara 31 Agustus 2020 22:01 WIB

hidup di Eropa “mewajibkan” kita untuk cekatan melakukan DIY ya mas?? lumayan bisa menghemat biaya pasang, sekaligus menambah keterampilan 😀

morishige 10 September 2020 15:58 WIB

Itu yang kasih nama produknya tengil juga, Mas Zam. Nama dewa lautan dijadiin dudukan WC. 😀

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.