Menggunakan Layanan CloudKilat untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah UMKM

Beberapa waktu lalu, seorang teman menghubungi dan meminta bantuan saya terkait dengan sebuah proyek yang sedang ia kerjakan.

Meski di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, teman saya termasuk beruntung karena usahanya yang bergerak di bidang jasa layanan pihak ketiga, alias outsourcing ini masih bisa bertahan di tengah banyaknya usaha lain yang tumbang bahkan gulung tikar.

Sejak dulu, teman saya ini termasuk ulet dan tidak pilih-pilih bidang usaha, selama yang dikerjakan halal dan menghasilkan cuan, akan ia kerjakan.

dialog percakapan di WA
dialog percakapan di WA

Kali ini proyek yang sedang ia kerjakan kebetulan berhubungan dengan dunia teknologi dan meminta saya untuk membantunya dalam mengurusi hal-hal teknis.

Kantornya kebetulan mendapat tender dari sebuah lembaga keuangan untuk mengurusi aplikasi sistem informasi yang ia dapat pada awal tahun lalu.

Proyek tersebut rupanya tetap berjalan meski dalam situasi serba terbatas terkait dengan aturan yang diterapkan oleh pemerintah.

Salah satu kebutuhan yang sangat ditekankan dalam proyek ini adalah seluruh infrastruktur harus ada di Indonesia, mengikuti aturan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan terkait dengan penyediaan sarana teknologi informasi.

Meski proyek yang dikerjakan teman saya tersebut tidak terkait langsung dengan aktivitas keuangan, karena lebih banyak ke pencatatan data nasabah dan jurnal, teman saya tidak mau mengambil risiko dan memilih patuh pada Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

Apalagi aplikasi ini nantinya akan diakses oleh petugas administrasi dan nasabah di Indonesia, sehingga lokasi server diutamakan berada di Indonesia agar lebih cepat aksesnya.

Karena sumber daya yang terbatas, teman saya tidak mungkin membangun sendiri data center dan menginginkan menggunakan cloud, sebuah teknologi yang saat ini memang sedang booming, bukan hanya karena tren saja tapi karena banyak keuntungannya.

Dari beberapa layanan hosting dan penyedia jasa layanan cloud yang ada di Indonesia, saya menyarankan menggunakan CloudKilat yang memenuhi beberapa kriteria tersebut.

Saya merekomendasikan CloudKilat karena saya pernah menggunakan CloudKilat saat mengerjakan suatu proyek di masa lampau, dan menjadi salah satu pelanggan yang puas dengan layanan CloudKilat.

Mengapa Menggunakan CloudKilat?

situs CloudKilat
situs CloudKilat

CloudKilat merupakan bagian dan merek dagang dari PT Infinys System Indonesia.

PT Infinys System Indonesia merupakan perusahaan penyedia layanan teknologi informasi untuk bisnis dan perusahaan menengah yang sudah hadir sejak 2007.

Pada September 2013, CloudKilat diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur teknologi untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan dunia start-up digital yang saat itu mulai bermunculan.

Saya ingat betul, saat itu CloudKilat meluncurkan layanan Kilat Storage, yang menjadi penyedia layanan penyimpana data dengan protokol S3 pertama di Indonesia.

Pada September 2018, CloudKilat meluncurkan layanan VPS (Virtual Private Server) bernama Kilat VM 2.0, yang menurut saya merupakan langkah yang tepat, apalagi di tengah kompetisi layanan cloud sejenis dari luar negeri.

Dari sisi teknis, CloudKilat menggunakan arsitektur multiserver dari Parallels, Juniper Networks, dan Supermicro, yang mampu memberikan kestabilan, kemudahan pengaturan, dan performa berkecepatan tinggi.

CloudKilat juga menggunakan topologi ring network, di mana server saling terhubung dan saling back-up apabila salah satu mengalami gangguan atau mati.

Keamanan juga menjadi keunggulan CloudKilat, di mana berdasarkan pengalamannya menangani pelanggan bisnis, CloudKilat menerapkan keamanan dengan firewall kelas enterprise.

Layanan CloudKilat dibangun di pusat data IDC Duren Tiga, yang merupakan jantung peering internet terbesar Indonesia OpenIXP, sehingga urusan realibilitasnya tidak perlu dipertanyakan.

Jika menemui kendala, layanan pelanggannya sangat membantu dan dapat diandalkan.

Kilat VM 2.0

menu pemesanan Kilat VM 2.0
menu pemesanan Kilat VM 2.0

Untuk kebutuhan server aplikasi, saya menggunakan layanan Kilat VM 2.0.

Layanan Kilat VM 2.0 ini harganya lebih murah dari layanan Kilat VM sebelumnya, namun menggunakan teknologi terbaru dan performa yang lebih baik.

Dengan teknologi KVM (Kernel-based Virtual Machine) yang memanfaatkan fitur virtualisasi pada prosesor Intel VT atau AMD-V, membuat kinerja pemrosesan data jadi lebih efisien karena aktivitas sebuah virtual server tak akan memengaruhi virtual server yang lainnya dalam satu hypervisor.

Kilat VM 2.0 juga menggunakan SSD (Solid Sate Drive) tipe SM 863a yang dilengkapi dengan fitur write-intensive yang sangat mampu beroperasi 24/7 penuh dengan beban kerja berat seperti mail server, data warehousing, high performance computing.

SSD tipe ini juga dirancang untuk kinerja berkelanjutan dengan konsistensi IOPS yang kuat sehingga memberikan tingkat performa yang luar biasa di atas 99% dalam random read, serta kinerja superior dalam random write.

Harga yang ditawarkan CloudKilat terbilang cukup murah, hanya dengan Rp 90.000 per bulan untuk paket XXS saya bisa mendapatkan VPS dengan memori sebesar 1 GB, 1 core CPU, dan 20 GB media penyimpan.

Jika ingin lebih murah, gunakan opsi berlangganan secara tahunan, seperti saat menggunakan hosting biasa.

Spesifikasi ini sangat lebih dari cukup untuk melayani sebuah blog yang ramai, namun untuk aplikasi yang spesifik seperti proyek yang akan saya kerjakan, saya memilih paket S yang merupakan paket favorit dari para pelanggan CloudKilat.

Mengaktifkan VPS Kilat VM 2.0 ini sangat mudah, hanya dengan beberapa klik, kurang dari 5 menit setelah pembayaran, server pun siap.

Untuk pilihan sistem operasi, Kilat VM 2.0 menawarkan CentOS 6, CentOS 7, Ubuntu 16.04 (LTS), Ubuntu 18.04 (LTS), Debian 8, dan Debian 9.

Kilat Storage

menu pemesanan Kilat Storage
menu pemesanan Kilat Storage

Untuk penyimpanan data, saya tidak menyimpan berkas ke Kilat VM 2.0, namun saya menggunakan layanan Kilat Storage.

Layanan Kilat Storage merupakan layanan penyimpanan data berbasis obyek (object storage), di mana data dibungkus dan dikumpulkan menjadi sebuah obyek.

Berbeda dengan media penyimpanan biasa, object storage mempunyai identitas obyek (OID) yang menjadikan struktur penyimpanannya menjadi lebih sederhana dan pengaksesan berkas dapat menjadi lebih cepat.

Dengan memanfaatkan keunggulan object storage, saya memisahkan media penyimpanan data menggunakan Kilat Storage agar data-data penting terpisah dari aplikasi utama.

Ini penting karena ketika ada upgrade atau masalah dengan server utama, data-data penting tetap aman.

Karena protokol yang digunakan oleh Kilat Storage adalah protokol S3, mengunggah berkas, melihat berkas, dan mengunduh berkas bisa dilakukan dengan mudah.

Beberapa aplikasi yang mendukung protokol S3 seperti Cyberduck atau DragonDisk bisa digunakan untuk mengakses data tanpa harus log in ke server.

Harganya pun murah, mulai dari Rp 30.000 per bulan, saya mendapatkan kapasitas penyimpanan sebesar 25 GB per bulan dan jika ada kelebihan data, biayanya Rp 900 per GB per bulan.

Kilat Domain

menu pemesanan Kilat Domain
menu pemesanan Kilat Domain

Untuk mengakses aplikasi, sebuah nama domain dibutuhkan untuk memudahkan akses petugas administrasi atau nasabah.

Harga domain yang ditawarkan oleh Kilat Domain juga termasuk paling murah jika dibandingkan dengan harga domain yang ditawarkan oleh penyedia domain yang lain.

Nama domain umum (gTLD) semacam .com, .net, .org, dan tentunya domain kebanggan Indonesia, .id bisa dibeli di Kilat Domain.

Sejak Agustus 2019, CloudKilat menambahkan beberapa pilihan gTLD baru, yaitu .store, .travel, .click, .site, .tech, .website, .shop, .design, dan .trade.

Kilat Domain juga memberikan akses pengelolaan nama domain, mulai dari pengaturan DNS, proteksi WHOIS, hingga domain/URL forwarding.

Karena proyek ini merupakan proyek yang nantinya akan menampilkan identitas institusi klien, saya menggunakan domain .id yang merupakan domain kebanggan Indonesia.

Cara membeli domain di Kilat Domain juga mudah, hanya dengan memasukkan nama domain beserta TLD-nya ke dalam kolom pencarian, dan jika nama domain tersebut belum ada yang menggunakan, tinggal klik tombol pembelian.

Jika ternyata nama domain tersebut sudah ada yang menggunakan, bisa dicoba dengan TLD lain.

Kilat Backup

menu pemesanan Kilat Backup
menu pemesanan Kilat Backup

Membuat cadangan sistem atau back-up, menjadi sangat penting apalagi jika data tersebut terkait dengan bisnis yang penting.

CloudKilat menyediakan layanan Kilat Backup yang merupakan layanan backup as a service untuk melindungi data penting.

Dengan Kilat Backup, saya tak perlu lagi pusing memikirkan strategi back-up dan recovery jika dibutuhkan.

Kilat Backup melindungi data secara menyeluruh, mulai dari server virtual dan semua data yang ada di dalamnya seperti website atau aplikasi.

Selain itu, Kilat Backup juga dapat melindungi data e-mail dan data penting lainnya yang ada pada PC, tablet, dan perangkat mobile.

Kilat Backup menggunakan tekonlogi Acronis yang sudah terbukti sebagai teknologi back-up paling mutakhir dan memiliki sejumlah sertifikasi keamanan, termasuk SSAE-16, HIPAA, dan PCI DSS.

Harga yang ditawarkan terhitung murah jika melihat kemudahan dan pentingnya data, yaitu mulai dari Rp 50,000 untuk data yang di-back-up sebesar 20 GB per bulan.

Kilat Iron

Kilat Iron
Kilat Iron

Meski spesifikasi teknis yang dibutuhkan untuk proyek teman saya tersebut sudah terpenuhi oleh layanan Kilat VM 2.0, saya sudah merencanakan skenario lain jika misalnya aplikasi tersebut membutuhkan scaling yang cepat.

Kilat Iron menjadi pilihan jika membutuhkan layanan Platform as a Service, di mana dengan menggunakan layanan ini, urusan scaling aplikasi bisa dilakukan dengan cepat dan otomatis.

Saya sangat tergiur untuk mencoba layanan ini, namun karena untuk saat ini aplikasi masih cukup dilayani oleh Kilat VM 2.0, saya tetap mempersiapkan skenario menggunakan Kilat Iron jika suatu saat dibutuhkan.

Kilat Iron mendukung beberapa bahasa pemrograma populer seperti PHP, Java, NodeJS, Ruby, Go, dan Python.

Layanan ini lebih cocok digunakan oleh pengembang aplikasi yang tidak ingin dipusingkan dengan urusan server, hanya dengan mengirim kode aplikasi ke repositori Git, yang otomatis akan terpasang tanpa harus melakukan pengunggahan secara manual.

Kilat Iron juga mendukung beberapa stack yang umum digunakan, seperti Apache, Tomcat, NginX, GlassFish, WildFly, TomEE, mod_php, PHP-FPM, Passenger, Puma, Unicorn, dan Docker.

Untuk urusan database, Kilat Iron mendukung MariaDB, PostgreSQL, MongoDB, Neo4j, dan OrientDB.

Seluruh antarmuka pengaturan menggunakan web, sehingga mudah untuk digunakan dan jelas penggunaannya.

Harga berlangganan yang ditawarkan Kilat Iron terhitung cukup murah, yaitu Rp 45.000 per bulan.

Setelah aktif, akan ada biaya lain yang hanya akan dikenakan sesuai dengan penggunaan, seperti running time, penggunaan storage, dan traffic.

Biaya-biaya penggunaan ini bisa dikontrol dan dipantau sehingga anggaran penggunaan bisa disesuaikan.

Kesimpulan

CloudKilat merupakan layanan cloud yang memuaskan, dengan keunggulan utama yaitu berada di Indonesia dan cocok untuk layanan digital, mulai dari blog sederhana hingga aplikasi sekelas perusahaan.

Selain keunggulan teknis, yang patut diacungi jempol adalah harga yang ditawarkan cukup murah dan kompetitif.

Secara performa pun sangat memuaskan, selain karena dukungan teknologi yang digunakan juga lokasi server yang berada di Indonesia, membuat akses menjadi cepat.

CloudKilat menerima pembayaran berupa transfer dana melalui rekening yang mendukung ATM Bersama, pembayaran menggunakan kartu kredit melalui Midtrans, atau melalui transfer rekening antarbank.

Teman saya pun puas dan senang, karena proyeknya bisa berjalan tanpa perlu khawatir dengan urusan teknis dan ia bias fokus dengan strategi bisnisnya.

Saya pun tenang karena kemudahan pengaturan server membuat saya bisa fokus membantu teman saya mengembangkan aplikasi untuk mendukung proyek teman saya tersebut.

Terima kasih, CloudKilat!

Artikel ini dipublikasikan pada 20 April 2020, sekitar 3 bulan yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Ada 5 tanggapan
gojeg 20 April 2020 04:40 WIB

Tahun 2013 pernah pakai juga.
Kayaknya makin oke nih.
Eh, btw support-nya oke jg gak mas? Responsif?

Muhammad Zamroni 21 April 2020 00:05 WIB

biasane aku lewat ticketing saja sudah cukup sih. hampir jarang bermasalah juga. 😆

morishige 21 April 2020 09:15 WIB

Keren juga ternyata, Kang. Paket lengkap. Baca soal CloudKilat ini juga jadi tergiur buat beli domain sendiri hahaha… 😀

Robi Setiawan 21 April 2020 14:53 WIB

Klaau pakai kilat iron itu berarti tidak perlu lagi menggunakan Cpanel ya mas?

Muhammad Zamroni 25 April 2020 19:01 WIB

tidak, Kilat Iron menggunakan repositori kode (Git, SVN) untuk melakukan deployment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.