Mencoba Layanan Hostinger

Sebagai pengembang web, layanan hosting menjadi kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi.

Kesulitan yang saya alami adalah menemukan layanan hosting murah Indonesia yang cepat dan terpercaya.

Dari beberapa nama penyedia layanan hosting, saya mencoba Hostinger, sebuah perusahaan layanan hosting yang baru saja memiliki 29 juta pelanggan pada Januari 2017 lalu.

Tentang Hostinger

web Hostinger
web Hostinger

Hostinger sendiri berdiri pada November 2004, berawal dari sebuah perusahaan rintisan hosting mandiri di Kaunas, Lithuania.

Pada 2007, perusahaan ini kemudian meluncurkan 000webhost, sebuah layanan hosting gratis yang cukup terkenal waktu itu.

Saya sendiri pernah menggunakan layanan ini saat masih kuliah.

Pada 2011, Hostinger lahir, dan kemudian memindahkan operasional perusahaan dan markas besarnya ke Cyprus pada 2012.

Beberapa cabang Hostinger tersebar di beberapa negara, yang sebagian besar berada di Eropa.

Hostinger masuk ke Indonesia pada tahun 2013 dan meluncurkan Niagahoster. Saya juga menggunakan layanan Niagahoster untuk proyek kecil-kecilan saya.

Di Indonesia, kantor Hostinger berada di Sleman, Yogyakarta dengan nama PT Web Media Technology Indonesia.

Mencoba Layanan Web Hosting Premium Hostinger

harga paket Web Hosting Premium Hostinger
harga paket Web Hosting Premium Hostinger

Hostinger menawarkan 3 layanan hosting yang bisa digunakan, yaitu web hosting biasa, web hosting bisnis, dan VPS (virtual private server).

Saya memilih layanan web hosting premium, karena layanan ini merupakan layanan terpopuler, hanya dengan biaya Rp 9.995 per bulan (promo diskon Agustus 2018, dari harga Rp 99.950 per bulan), saya bisa mendapatkan jumlah situs, kapasitas penyimpan SSD, dan bandwidth tak terbatas (unlimited).

Selain itu, saya bisa mendapatkan fitur SSH yang buat saya penting karena saya bisa dengan mudah mengakses server saya tanpa melalui cPanel, yang juga disertakan dalam seluruh layanan hosting.

Jika saya menggunakan paket ini selama setahun, saya akan mendapat gratis nama domain selama setahun.

Saya memilih paket 3 bulan dulu untuk mencoba layanan ini. Keuntungan dari program paketan 3 bulan ini adalah jika misal ternyata kebutuhan paket yang sekarang dirasa kurang, bisa dengan mudah melakukan upgrade ke paket yang lebih tinggi.

program 30 hari uang kembali Hostinger
program 30 hari uang kembali Hostinger

Jika merasa tidak cocok dengan layanan yang ditawarkan, pelanggan tak perlu memperpanjang, sehingga bisa menghemat biaya.

Hostinger bahkan menawarkan program 30 hari uang kembali jika merasa tidak puas dengan layanannya dengan membatalkan seluruh layanannya dan akan mengembalikan uang yang dibayar.

Cara mendaftarnya juga mudah. Setelah memilih paket yang diinginkan dan melakukan check out, saya diarahkan ke halaman pembayaran.

Ada 5 metode pembayaran yang bisa dipilih, yaitu melalui transfer rekening ke BCA, Mandiri, BNI, atau BRI; atau menggunakan kartu kredit berlogo VISA, MasterCard, Discover, dan AmericanExpress; PayPal; Doku Wallet; dan membayar melalui ATM Bersama, Alto, atau Prima.

Saya memilih metode transfer rekening bank, dan kemudian saya mendapat tagihan untuk menjadi nomor referensi saat melakukan transfer.

Saya memesan hosting selama 3 bulan terlebih dulu, kemudian membeli sebuah nama domain, dan membeli sebuah sertifikat SSL agar bisa menggunakan HTTPS.

Pengaturan Layanan

Setelah paket saya aktif, situs saya tidak bisa langsung digunakan. Saya harus melakukan pengaturan terhadap ketiga layanan tersebut secara manual.

Pengaturan Hosting dan Domain

menu pengaturan Hostinger
menu pengaturan Hostinger

Yang saya atur pertama kali adalah layanan hosting-nya terlebih dulu.

Karena saya juga membeli domain di Hostinger, saya bisa langsung memilih domain yang sudah saya beli tersebut.

Saya juga bisa memasang domain yang saya beli dari pihak lain ke hosting ini dengan memilih opsi yang ada.

Jika belum punya domain, membeli atau bahkan melakukan transfer domain juga bisa dilakukan.

Di halaman pengaturan ini, saya bisa memilih lokasi server yang akan saya gunakan. Ada 3 tempat yang bisa saya pilih, yaitu di Eropa (Belanda), Amerika (Amerika Serikat), dan Asia (Singapura).

Saya memilih Singapura karena lokasinya yang cenderung lebih dekat, di mana tentunya akan membuat aksesnya lebih cepat bila diakses dari Indonesia.

Berikutnya adalah mengatur nama domain. Di halaman ini, saya diminta mengisi data diri untuk pendaftaran domain.

Langkah terakhir adalah mengelola hosting. Saya diberikan 6 pilihan untuk melakukan pengaturan awal hosting saya.

pilihan pengaturan hosting di Hostinger
pilihan pengaturan hosting di Hostinger

Jika ingin membuat blog, tinggal pilih menu instal WordPress. Pilihan ini akan memasang WordPress tanpa perlu repot dan pengguna bisa langsung menulis.

Auto installer menyediakan lebih dari 100 tools untuk membangun situs yang diinginkan, misalnya membuat layana forum, galeri foto, hingga toko online.

Website builder memberikan opsi untuk mendesain sendiri tampilan situs yang diinginkan. Pengguna bisa dengan mudah melakukan drag and drop elemen-elemen tampilan situs untuk mendapatkan tampilan yang diinginkan.

tampilan setelah hosting disiapkan
tampilan setelah hosting disiapkan

Untuk pengembang aplikasi web, jika sudah memiliki aplikasi web dalam bahasa pemrograman PHP dan ingin memasang di situs, pilih menu file manager.

Pilihan ini juga bisa digunakan untuk mengunggah berkas yang ingin dibagi melalui sebuah situs.

Pilihan access manager yang merupakan layanan baru dari Hostinger, memungkinkan pengguna untuk berbagi tugas dalam mengelola situsnya.

Pemilik hosting bisa memberikan akses ke pengembang untuk melakukan pengaturan situs, atau sebaliknya, pengguna bisa mendapatkan akses ke hosting lain milik pengguna yang memberikan izin.

Yang menarik, layanan access manager ini bisa memberikan keuntungan berupa komisi sebesar 15% bila berhasil mengajak 3 klien untuk mengakses layanan ini, saat klien tersebut membeli layanan di Hostinger.

Karena saya ingin mengelola hosting dengan cara lain, saya memilih opsi lain kali, dan tidak menggunakan 5 opsi layanan yang ditawarkan di atas.

Setelah selesai, saya akan diarahkan ke halaman cPanel yang tampilannya sudah dimodifikasi, sehingga tidak tampak seperti tampilan cPanel biasa. Saya suka dengan tampilan cPanel Hostinger ini.

Secara default, situs akan menampilkan halaman default.php yang harus dihapus dari server dan diganti dengan aplikasi atau berkas file yang lain.

Pengaturan SSL

aktivasi SSL Hostinger
aktivasi SSL Hostinger

Karena saya ingin situs saya menggunakan HTTPS, saya perlu mengaktifkan sertifikat SSL, di mana saya diminta memilih domain mana yang hendak saya pasang SSL-nya.

Sebagai informasi, sertifikat SSL menempel pada nama domain, sebagai bukti bahwa benar domain tersebut layak dipercaya karena sudah diberi sertifikat SSL.

SSL dibutuhkan, selain untuk bisa menggunakan protokol HTTPS, juga supaya bisa lebih dipercaya oleh Google.

Bahkan sejak Juli 2018, peramban Chrome versi 68 akan menandai situs-situs yang tidak menggunakan HTTPS sebagai situs yang tidak aman dan akan menurunkan peringkat di halaman pencarian Google.

Dengan HTTPS, sebuah situs bisa dengan aman melakukan transaksi keuangan di situsnya karena koneksi dari pengguna ke server akan dienkripsi, sehingga sulit diintip oleh pihak lain.

Dengan sekali klik, sertifikat SSL saya langsung aktif. Tak perlu lagi secara manual membuat kunci privat, meminta tanda tangan dari certificate authority (CSR atau certificate signing request), dan melakukan pemasangan sertifikat di server yang cukup teknis.

sertifikat SSL oleh Let’s Encrypt Authority X3
sertifikat SSL oleh Let’s Encrypt Authority X3

SSL yang digunakan Hostinger ditandatangani oleh Let’s Encrypt Authority X3, sebuah certificate authority yang memberikan layanan sertifikat SSL gratis selamanya, namun perlu melakukan pembaruan sertifikat setiap 90 hari.

Hostinger mengenakan biaya sebesar Rp 132.800 sekali bayar untuk biaya mengurus penerbitan sertifikat ini dan melakukan pembaruan setiap 90 hari secara otomatis.

Untuk pengguna awam, tentu ini sangat murah dan mudah, bila dibandingkan harus membeli sertifikat SSL yang harus diperbarui setiap tahun, belum waktu dan tenaga untuk memasangnya.

Jika memiliki sertifikat SSL sendiri yang dibeli di tempat lain atau sekadar ingin memasangnya, bisa juga dilakukan lewat halaman cPanel dengan menyertakan sertifikat dan kunci privat dari domain tersebut.

Spesifikasi Teknis

Sebagai pengembang web, spesifikasi server menjadi salah satu pertimbangan saya memilih hosting.

Berikut ini beberapa hal teknis yang saya suka dari Hostinger, yang menurut saya akan sangat mudah bagi pengembang web seperti saya.

Pengaturan PHP

konfigurasi PHP Hostinger
konfigurasi PHP Hostinger

Paket web hosting premium menyediakan beberapa pilihan versi PHP, mulai dari versi 5.2 yang sudah sangat usang hingga PHP versi 7.2 yang terbaru.

Secara default, PHP yang digunakan adalah versi 7.0.

Beberapa ekstensi PHP bisa diaktifkan atau dinonaktifkan dari halaman cPanel.

Selain itu, mengatur variabel konfigurasi juga bisa dengan mudah dilakukan tanpa perlu menyunting berkas php.ini.

Saya kemudian mengubah versi PHP yang saya gunakan ke versi 7.2 dan menyesuaikan ekstensi dan berkas konfigurasi yang saya gunakan.

Hanya dengan sekali klik, versi PHP yang digunakan langsung aktif dengan cepat.

Akses SSH dan Alat Pengembangan

akses SSH Hostinger
akses SSH Hostinger

SSH merupakan cara favorit saya untuk mengakses server. Pada paket web hosting premium, fitur ini secara default nonaktif, namun bisa diaktifkan dengan mudah dari halaman cPanel.

Shell yang digunakan adalah bash versi 4.2, dan yang menyenangkan lagi adalah, alat pengembangan composer sudah terpasang.

Git juga sudah tersedia, dan jika ingin melakukan deployment dengan mudah, dari cPanel saya bisa memasukkan URL repositori saya dan deployment bisa diset dari sana.

Jika menggunakan Github, Bitbucket, atau Gitlab yang membutuhkan akses kunci publik untuk mengakses repositori, bisa juga dilakukan dari cPanel.

Untuk menransfer berkas, Hostinger menyediakan FTP yang dienkripsi menggunakan SSL. Menurut saya ini penting untuk melindungi berkas yang ditransfer diintip oleh pihak lain.

Web server yang digunakan, meski di cPanel tertulis Apache 2.4, namun saat saya lihat dari header situs, menggunakan OpenResty, sebuah web server berbasis Nginx yang diperkuat dengan LuaJIT, yang menjamin situs lebih ringan dan cepat terbuka.

Untuk database, Hostinger menggunakan MariaDB versi 10.2, sebuah database pengembangan dari MySQL yang memang sudah cukup tenar dengan performanya yang lebih unggul bila dibandingkan dengan MySQL biasa.

Tipe tabel yang digunakan menggunakan InnoDB, di mana tipe tabel ini merupakan salah satu tipe tabel terbaik.

Hostinger juga menyediakan fasilitas cache untuk mempercepat akses situs, yang bisa diaktifkan dari halaman cPanel.

Spesifikasi Server

lokasi server Hostinger Singapura
lokasi server Hostinger Singapura

Dari shell, saya bisa melihat informasi server yang saya gunakan, misalnya memori RAM yang digunakan totalnya 250 GB (shared resources) dan menggunakan CPU Intel Xeon Silver 2.2 GHz.

Untuk kapasitas media penyimpan, seperti yang dijanjikan, kapasitasnya tidak terbatas.

Sebagai pengembang saya senang sekali dengan fasilitas yang ditawarkan Hostinger.

Saya melakukan tracing alamat IP yang saya gunakan.

Dengan menggunakan layanan DB-IP, saya menemukan bahwa alamat IP saya terdeteksi berada di Singapura, dengan nama organisasi yang terdaftar adalah Hostinger Sg. Ini sesuai dengan lokasi server yang saya minta saat melakukan aktivasi hosting.

Meski demikian, dari beberapa layanan pencari lokasi berdasarkan alamat IP, saya juga menemukan alamat IP saya terdeteksi berada di Cyprus atau di Amerika Serikat, yang kemungkinan database alamat IP yang saya gunakan menggunakan data lokasi perusahaan.

Kesan

Layanan web hosting premium Hostinger menawarkan kemudahan shared hosting melalui cPanel namun fasilitasnya selayaknya VPS cloud.

Saya puas dengan layanan Hostinger, mulai dari proses pembelian, konfigurasi, hingga performa hosting-nya yang baik.

Selain cocok untuk pengguna pemula dan awam, Hostinger juga cocok digunakan oleh pengembang web.

Harganya yang cukup masuk akal sesuai dengan fasilitas yang sangat baik menjadikan Hostinger bisa dijadikan pilihan saat memilih hosting apalagi saat ada promo.

Artikel ini dipublikasikan pada 12 Agustus 2018, sekitar 7 hari yang lalu.

Belum ada tanggapan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.