Menyusuri Forest Walk, The Southern Ridges, Hingga ke Henderson Waves

9 minutes 605 0

Pada kunjungan ke Singapura pada 24 April 2018 lalu, saya dan istri berencana menuju ke kawasan yang jauh dari hiruk pikuk kota, menuju ke kawasan barat daya Singapura.

The Southern Ridges menjadi tujuan kami. Kawasan yang mencakup wilayah dari Mount Faber Park, Telok Blangah Hill Park, HortPark, Kent Ridge Park, dan Labrador Nature Reserve ini cocok digunakan untuk berolahraga dan bersantai menikmati suasan alam.

Kami berjalan kaki meniti jembatan Alexandra Arch Bridge, kemudian melintasi jembatan di atas pepohonan di Forest Walk yang menghubungkan Kent Ridge Park dengan Telok Blangah Hill Park, lalu disambung Henderson Waves menuju ke Mount Faber Park.

Melintasi Alexandra Arch Bridge

Alexandra Arch Bridge

Kami memulai perjalanan kami dari HortPark sekitar jam 14:30.

Kami naik bus dan turun di halte Opp SP Jain di Alexandra Rd, kemudian menyeberang jalan dan naik ke Alexandra Arch Bridge.

Alexandra Arch Bridge yang dibangun oleh biro arsitektur Buro Happold ini melintang di atas Alexandra Road yang menghubungkan HortPark dan Telok Blangah Hill Park.

Jembatan yang dibangun pada 2003 dan selesai pada 2008 ini berbentuk semacam daun yang sedang mekar. Alexandra Arch Bridge membentang sepanjang 80 meter dengan lebar jalan 4 meter dan berketinggian 17 meter dari permukaan jalan.

Kami naik dari HortPark melewati jalan landai dari beton dengan kemiringan 70° yang bisa dilintasi oleh sepeda atau bahkan kursi roda dan kereta bayi.

Kami bahkan sempat melihat beberapa sepeda sewaan Ofo dan Mobike berserakan di sekitar jembatan, bahkan di atas jembatan.

Namun, sepeda hanya boleh melintas sampai di atas jembatan, karena dari jembatan ke sisi Forest Walk, terdapat larangan menggunakan sepeda.

Jika malam, lampu LED warna-warni akan menerangi jembatan ini dari jam 19:00 hingga tengah malam.

Menyusuri Forest Walk

jembatan Forest Walk

Dari Alexandra Arch Bridge, kami melanjutkan penyusuran ke Forest Walk.

Forest Walk merupakan jembatan baja yang dibangun setinggi dari 3 meter hingga 18 meter sepanjang 1,3 KM yang menembus hutan sekunder Telok Blangah Hill Park.

Sepanjang perjalanan kami mendengar suara kicau burung dan melihat pemandangan dari atas pucuk-pucuk pepohonan.

Karena berada tak jauh dari laut, hawa lembab dan aroma lautnya masih terasa.

Terdapat papan peringatan jika bertemu dengan kera agar tidak memberi makan, namun sepanjang penyusuran kami, kami tidak bertemu seekor kera pun. Kami hanya melihat tupai yang bergerak cepat meloncat dari kaki jembatan ke pepohonan.

Yang menarik, dari jembatan ini, kami bisa melihat jalan raya, gedung yang seolah-olah menyembul dari rimbunan pepohonan, dan kapal-kapal yang berlayar di Selat Singapura.

jembatan baja Forest Walk di atas pohon

Di sepanjang jembatan, terdapat petunjuk-petunjuk ke arah pintu keluar dan ke arah Mount Faber Park. Selain itu juga terdapat papan informasi flora dan fauna yang ada di kawasan hutan ini.

Terdapat sebuah area bernama The Singing Forest, di mana area ini terdapat pepohonan yang menyediakan makanan khusus untuk beberapa spesies burung.

Mulai dari buah, biji, nektar, bahkan serangga, menarik perhatian burung-burung untuk singgah di area ini.

Kami beruntung, karena saat kami berada di kawasan ini, terdengar suara burung-burung berpadu dengan suara tongeret bernyanyi riuh sekali.

Pastikan membawa bekal air minum jika mengunjungi tempat ini, karena tidak terdapat stasiun air minum (tap water station) di lokasi ini.

Jika malam, jembatan ini juga diterangi oleh lampu LED untuk membantu pengunjung agar tidak tersesat pada jam 19:00 hingga tengah malam.

Menanjak di Telok Blangah Hill Park

jalan dari Forest Walk ke Henderson Waves di Telok Blangah Hill Park

Setelah sampai di ujung Forest Walk, kami berjalan menanjak menuju Henderson Waves di Telok Blangah Hill Park.

Kawasan seluas 34 hektar ini bisa dicapai dengan menggunakan mobil, bahkan terdapat lapangan parkir di sini yang cukup luas.

Daya tarik utama dari tempat ini adalah Terrace Garden yang berada di puncak bukit, di mana dari sini pengunjung bisa melihat pemandangan 360° ke seluruh penjuru Singapura.

Kami tidak mengunjungi Terrace Garden yang populer digunakan untuk lokasi foto pranikah ini, karena mengejar waktu untuk sampai ke Henderson Waves sebelum matahari terbenam.

Saat menuju ke Henderson Waves, kami menemukan stasiun air minum. Lumayan untuk mengguyur kerongkongan yang kering setelah menyusuri Forest Walk di bawah terik matahari.

membeli minuman lewat mesin

Saya sempat mampir ke toilet yang berada di dekat tangga masuk ke arah Henderson Waves. Sungguh toilet yang sangat bersih dan nyaman.

Di toilet ini pula, terdapat mesin penjual minuman dingin. Ah, pilihan minuman yang ditawarkan, yaitu merek Pokka, sungguh menggoda.

Kami pun mencoba membeli minuman seharga S$1 untuk minuman kaleng dan S$1,5 untuk minuman botol.

Mesin minuman menerima uang koin dan lembaran. Menariknya, mesin ini bisa memberikan kembalian jika uang yang dimasukkan melebihi harga minuman yang dijual.

Menikmati Senja di Henderson Waves

pengunjung dan warga Singapura melintasi Henderson Waves

Sampailah kami di ujung perjalanan, yaitu Henderson Waves, yang menghubungkan Telok Blangah Hill Park dan Mount Faber Park.

Jembatan sepanjang 274 meter yang melintang 36 meter di atas Henderson Rd, atau sekitar 67,22 meter di atas permukaan laut ini selesai dibangun pada 2008. Karenanya, Henderson Waves menjadi lokasi pejalan kaki tertinggi di Singapura.

Jembatan ini memiliki desain arsitektur yang unik, menggunakan baja melengkung berbentuk gelombang yang melintangi jembatan di bagian bawah dan bagian atas.

Berbeda dengan Alexandra Arch Bridge dan Forest Walk, Henderson Waves menggunakan bahan kayu besi yang kuat terhadap cuaca, sebagai bahan utamanya.

Di bagian tengah jembatan, terdapat tiga buah lengkungan yang merupakan bagian dari ornamen lengkungan jembatan yang bisa digunakan untuk berteduh atau sekadar duduk-duduk.

Henderson Waves dari Henderson Rd

Saya bisa melihat gedung-gedung bertingkat di sebelah utara dan pemandangan laut di sebelah selatan dari atas jembatan.

Banyak warga Singapura yang sore itu melakukan jogging di sepanjang jembatan ini. Wisatawan juga nampak terlihat menikmati suasana atau sekadar berfoto.

Saat kami sampai, matahari sedang condong ke barat dan kami sejenak menunggu untuk menikmati suasana senja di sini.

Saat malam, jembatan ini juga disinari oleh lampu LED mulai dari jam 19:00 hingga jam 02:00.

Setelah puas, kami turun dari Henderson Waves di sisi Mount Faber Park, menuju ke arah Henderson Rd untuk melihat jembatan dari bawah dan berjalan ke arah halte Bef Chr CC Chapel untuk naik bus dan kembali ke hotel.

2 responses
Tinggalkan Balasan

This article has been published on 1 Mei 2018 (3 tahun ago).

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.