Mengenal Lumia 950, PC Dalam Genggaman

Artikel ini ditayangkan pada 25 November 2015, sekitar 2 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Pada acara Microsoft Tech Days 2015 yang lalu, saya menghadiri demo produk Lumia 950. Namun saat itu saya tidak sempat memegang langsung dan mencoba-coba beberapa fitur unggulannya.

Selasa, 24 November 2015, saya berkesempatan untuk mengenal lebih dekat dan mencoba-coba Lumia 950, perangkat terbaru Microsoft yang akan resmi diluncurkan beberapa waktu ke depan ini.

Bertempat di Game Room, Conclave co-working space, Jakarta Selatan, saya dan beberapa blogger ditemani Irwan Hermawan, Marketing Manager, Microsoft Mobile Devices Sales Indonesia dan Selvia Gofar, Senior Product Marketing Manager, Microsoft Mobile Devices Sales Indonesia, mengeksplorasi lebih lanjut fitur-fitur Lumia 950.

Sekilas Windows 10

demo WIndows 10 demo WIndows 10

Irwan membuka acara dengan bercerita secara umum tentang Windows 10. Microsoft kini fokus di Windows 10 yang merupakan sistem operasi universal untuk semua perangkat, mulai dari desktop, tablet, ponsel, dan perangkat embedded.

Universalitas Windows 10 ini memudahkan pengembang aplikasi untuk hanya sekali membuat satu aplikasi yang bisa digunakan di berbagai perangkat yang bersistem Windows 10. Hingga kini ada sekitar 150 juta pengguna Windows 10, yang tentunya akan menjadi pasar yang menggiurkan.

Untuk mendongkrak jumlah pengguna Windows 10, Microsoft menggratiskan upgrade untuk para pengguna Windows 7 dan Windows 8 dalam jangka waktu setahun.

Dengan model ini, Microsoft berharap bisa mengatasi ketersediaan aplikasi yang minim. Microsoft berharap dengan makin bertambahnya pengguna, akan merangsang bertambahnya aplikasi yang tersedia di Windows Store.

Windows 10 merupakan varian Windows yang baru, meski dari beberapa segi bisa dibilang mengakomodasi kebiasaan lama. Salah satu contohnya adalah tampilan yang kembali ke ciri khas Windows, yaitu taskbar di bawah dan tombol Start.

Jika dibandingkan dengan Windows 8 memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan untuk pengguna dengan layar sentuh, Windows 10 mencoba memberikan pengalaman dan kenyamanan yang sama, baik di desktop dan ponsel. Begitu juga dengan fitur, hampir semua fitur bisa dijalankan baik di desktop dan ponsel.

Lumia 950, PC Dalam Genggaman

menggenggam PC dalam Lumia 950 menggenggam PC dalam Lumia 950

Lumia 950 merupakan produk flagship pertama Microsoft bertenaga Windows 10. Lumia 950 menyasar kalangan atas yang sering berurusan dengan pekerjaan kapan pun dan di mana pun.

Layar Lumia 950 berukuran 5,2 inchi yang masih nyaman digenggam. Materialnya terbuat dari plastik matte khas Lumia dengan dua pilihan warna, hitam dan putih. Saya pribadi lebih suka yang warna putih.

Lapisan Corning Gorilla Glass 3 membuat pengguna tak perlu khawatir layar tergores. Saat layar mati, ClearBlack display melindungi layar dengan menampilkan warna hitam total yang menyatu dengan warna bodi.

Dengan sudut lengkung membuat Lumia 950 makin mantap di tangan dan membuatnya tak mudah terpeleset dari tangan.

Kamera beresolusi 20 MP tampil menonjol di bagian belakang. Sebuah lingkaran metal mengelilingi kamera ini yang dugaan saya, selain menambah kesan mewah juga berguna untuk menempelkan aksesori lensa tambahan yang menggunakan magnet.

Lensa Lumia 950 terdiri dari 6 lapis lensa PureView keluaran Zeiss. Produsen lensa ternama, Zeiss, memang sudah menjadi rekanan Microsoft untuk urusan kamera pada ponsel-ponsel unggulan sejak masih bernama Nokia.

kamera Lumia 950 20 MP PureView Zeiss kamera Lumia 950 20 MP PureView Zeiss

Lampu kilat 3 warna RGB menjadi keistimewaan tersendiri. Lampu kilat ini berfungsi untuk menyeimbangkan warna dengan menembakkan cahaya dengan warna yang dibutuhkan. Misal pada saat mengambil foto, warna terlalu kuning dan butuh tambahan warna merah, lampu kilat warna merah akan ditembakkan.

Kamera depannya beresolusi 5 MP yang bisa merekam video 1080p. Kamera depan ini juga dilengkapi dengan teknologi inframerah yang digunakan untuk mendeteksi iris mata saat mengaktifkan Microsoft Hello. Tidak ada lampu kilat di bagian depan.

Terdapat 4 tombol di bagian kanan, yaitu volume up, volume down, tombol power, dan tombol rana saat digunakan untuk memotret. Colokan jack 3,5 mm terletak di bagian kiri atas, dan bagian bawah tengah terdapat lubang colokan USB tipe C.

Saya kemudian membuka penutup belakang Lumia 950 untuk melihat dalamannya. Di bagian penutup terdapat sebuah lapisan hitam yang merupakan chip NFC dan penerima daya nirkabel.

Lumia 950 menggunakan kartu nano-SIM yang telah mendukung konektivitas 4G-LTE. Baterainya berdaya 3.000 mAh yang bisa diisi dengan cara pengisian nirkabel (wireless charging). Pengisian dengan USB tipe C diklaim bisa meningkatkan kecepatan pengisian hingga 50%.

Meski media penyimpan di Lumia sudah cukup besar, yaitu 32 GB, namun kapasitasnya bisa ditambah dengan menyematkan microSD yang berkapasitas hingga 200 GB.

Lumia 950 menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 808 hexa-core di mana 2 prosesor berkecepatan 1,82 GHz dan 4 prosesor lainnya berkecepatan 1,44 GHz. Untuk grafis, Lumia 950 menggunakan Adreno 418 yang memiliki GPU ganda. RAM yang ditanam sebesar 3 GB membuat respon Lumia 950 terasa cepat.

Mengubah Lumia 950 Menjadi PC Dengan Continuum

Microsoft Display Dock Microsoft Display Dock

Salah satu keunggulan Lumia 950 adalah fitur Continuum. Fitur Continuum memungkinkan 950 bisa berlaku layaknya sebuah PC.

Sebuah alat bernama Microsoft Display Dock diperlukan untuk menghubungkan Lumia 950 dengan monitor melalui kabel HDMI atau DV.

Pada bagian belakang Microsoft Display Dock terdapat 2 port USB di Microsoft Display Dock yang digunakan untuk menancapkan keyboard dan mouse, serta sebuah USB bertenaga yang bisa digunakan untuk menancapkan hard disk eksternal.

Selain port USB, ada port HDMI dan DV untuk menghubungkan ke monitor. Microsoft Display Dock membutuhkan daya listrik yang dihubungkan melalui port USB tipe C.

Lumia 950 kemudian ditancapkan ke Microsoft Display Dock melalui sebuah port USB tipe C yang terletak di bagian depan. Selama menancap, Lumia 950 akan terisi daya yang disuplai dari Microsoft Display Dock.

Selain Microsoft Display Dock, ponsel Lumia 950 juga bisa terhubung ke monitor menggunakan Miracast untuk terkoneksi secara nirkabel.

Setelah Lumia 950 terhubung ke Microsoft Display Dock melalui port USB tipe C, mode Continuum secara otomatis akan aktif jika sudah pernah di-setup. Tampilan di monitor pun akan muncul seperti tampilan Windows 10 di PC, sedangkan di Lumia 950 tetap menampilkan mode Live Tiles.

Universal Foldable Keyboard Universal Foldable Keyboard

Dengan mode ini, pengguna bisa bekerja layaknya pada PC. Mengetik, menonton film, hingga bermain game bisa dilakukan seperti saat bekerja di PC, padahal “hanya” bertenaga sebuah Lumia 950.

Pengguna tetap bisa melakukan aktivitas di Lumia 950 sambil bekerja menggunakan layar yang lebih lebar. Ini karena Continuum bekerja seolah-olah melakukan dua hal berbeda. Misalnya jika sedang mengerjakan dokumen di monitor, tiba-tiba ada panggilan masuk ke ponsel, ponsel tetap bisa digunakan tanpa mengganggu proses yang sedang terjadi di monitor.

Lumia 950 saat dalam mode Continuum, bisa difungsikan sebagai trackpad, di mana pergerakan kursor di monitor digerakkan dengan menyentuh layar Lumia 950 dan menggerakkan jari. Tentu jika ingin lebih nyaman bisa menambahkan keyboard dan mouse melalui port USB di Microsoft Display Dock.

Yang lebih menggiurkan lagi, Microsoft memiliki Universal Foldable Keyboard di mana sebuah keyboard bisa dilipat dan terhubung secara nirkabel melalui Bluetooth. Universal Foldable Keyboard ini bisa dihubungkan ke berbagai perangkat mobile, sehingga mengetik menjadi lebih nyaman daripada melalui layar.

Selain Universal Foldable Keyboard, Arc Touch Mouse Bluetooth ini bisa dijadikan pilihan sehingga saat menggunakan Lumia 950 dalam mode Continuum bisa lebih nyaman seperti saat menggunakan PC.

Saya membayangkan, saat meeting ke tempat klien, tak perlu lagi membawa laptop. Cukup membawa Lumia 950, Microsoft Display Dock, Universal Foldable Keyboard, dan Arc Touch Mouse, saya bisa menampilkan presentasi yang ciamik dan bisa langsung dikerjakan di sana saat terhubung dengan monitor di ruang meeting.

Penguncian Iris Mata Dengan Microsoft Hello

mengeset penguncian dengan iris mata Lumia 950 mengeset penguncian dengan iris mata Lumia 950

Selain Continuum, yang menarik perhatian saya adalah fungsi Microsoft Hello. Dengan fitur ini, saya bisa mengaktifkan penguncian dengan identifikasi iris mata.

Microsoft Hello sendiri bisa menggunakan berbagai macam metode penguncian, mulai dari sidik jari, pengenalan wajah, dan iris mata, tergantung dari perangkat apa yang terpasang. Di Lumia 950, kamera depan mendukung pengenalan iris mata.

Saya lalu mencoba mengaktifkan fitur ini. Melalui menu Settings, lalu ke Account, saya mengeset penguncian menggunakan iris mata. Saya hanya perlu melakukan pengesetan pertama dan kemudian Microsoft Hello akan menyimpan informasi iris mata saya.

Tidak seperti informasi biometrik lainnya, iris mata dianggap sebagai bagian tubuh yang tidak bisa ditiru, sehingga tak perlu diragukan lagi soal keamanannya. Penguncian dengan iris mata ini bisa sebagai tambahan, jika ternyata karena suatu hal penguncian tidak terbuka, membuka layar terkunci dengan PIN tetap bisa dilakukan.

Setelah mengeset penguncian iris mata, saya hanya perlu memandang ke arah kamera depan dan jika berhasil teridentifikasi, layar kunci akan terbuka. Jarak yang cukup untuk pengenalan ini adalah sekitar sejengkal. Jika terlalu dekat atau terlalu jauh, Lumia 950 akan menginstruksikan untuk sedikit memajukan atau memundurkan ponsel hingga jarak tertentu.

Kendala yang biasa dialami saat penggunaan penguncian dengan iris mata ini adalah jika pengguna menggunakan lensa kontak dengan corak tertentu. Pembacaan iris mata mungkin akan terganggu oleh corak pada lensa kontak. Namun secara umum, lensa kontak tidak mengganggu pembacaan iris mata.

Begitu pula dengan pemakai kaca mata seperti saya. Saat pengesetan, Lumia 950 akan menyarankan saya melepas kaca mata sebelum melakukan identifikasi. Namun begitu selesai, iris mata saya tetap bisa dikenali meski saya menggunakan kaca mata.

Mencoba Kamera Lumia 950

tampilan kamera Lumia 950 tampilan kamera Lumia 950

Saya penasaran dengan hasil kamera Lumia 950. Saya menggunakan kamera utama sebesar 20 MP untuk memotret makanan di dalam ruangan, dengan menggunakan lampu kilat dan tanpa menggunakan lampu kilat.

Saya pribadi, cenderung lebih suka memotret tanpa lampu kilat untuk mengetahui seberapa kuat sensor kamera bisa menangkap cahaya. Hasil dari kamera Lumia 950 bisa dibilang cukup jernih dan tajam. Hasil foto Lumia 950 selain berformat JPEG, bisa juga diset untuk menghasilkan format mentah dengan format DNG.

Terdapat berbagai fitur yang memudahkan saya berkreasi dengan sisi teknis, misal mengatur ISO, white balance, dan sebagainya. Tersedia pula fitur HDR, panorama, dan berbagai mode pengaturan.

Untuk video, kamera utama Lumia 950 mampu menghasilkan video beresolusi 4K. Yang saya suka dari kamera video Lumia 950 adalah mode slow motion-nya. Kita bisa dengan mudah membuat video slow motion dengan menekan sebuah tombol.

Video bisa disunting di bagian tertentu saja yang ingin dibuat slow motion dan bagian lainnya tidak, sehingga menimbulkan efek dramatis. Teknik slow motion pada Lumia 950 dibuat dengan menambah frame per second, bukan dengan mengurangi waktu playback pada beberapa mode video pada ponsel lainnya.

Berikut ini beberapa contoh hasil foto kamera Lumia 950.

Performa Lumia 950

Saya menggunakan aplikasi Antutu Benchmark versi 0.8.0 beta untuk melakukan pengukuran performa Lumia 950. Aplikasi ini akan mengukur performa CPU, memori, dan GPU, untuk kemudian diberikan skor dan dibandingkan dengan skor dari perangkat lainnya.

Namun ada keterbatasan yang membuat Antutu Benchmark versi Windows sedikit berbeda dengan versi Android, sehingga hasilnya mungkin tidak sebagus yang sebenarnya, meski cukup untuk dijadikan pegangan.

Antutu Benchmark memberikan skor 22.924 untuk Lumia 950. Skor ini diperoleh dengan menggunakan Windows 10 versi 1511. Antutu Benchmark mengenali Lumia 950 sebagai perangkat Microsoft RM-1104.

Harga Lumia 950

Lumia 950 dijual di Indonesia dengan harga Rp 8.999.000 dengan cara melakukan pre-order yang bekerja sama dengan Erafone.com. Masa pre-order ini dimulai sejak 27 November 2015 dan berakhir pada 11 Desember 2015.

Selama masa pre-order, pembeli Lumia 950 akan mendapatkan Microsoft Display Dock senilai Rp 1.200.000), Universal Foldable Keyboard senilai Rp 1.600.000, dan beragam bonus lainnya.

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

1 komentar

Artikel ini ditayangkan pada 25 November 2015, sekitar 2 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

cloud storage indonesia

27 Oktober 2016 12:59

makasih bang infonya sangat bermanfaat.. :):)

Statistik

Telah dibaca 814 kali. Waktu baca rata-rata 14 menit. Ada 1 komentar.