Mencoba Xiaomi Redmi 2 Prime

Xiaomi sepertinya terus berusaha menguatkan pasar di kawasan Asia. Setelah sukses dengan penjualan Xiaomi Redmi 2 Prime di India, ponsel ini pun akhirnya masuk ke Indonesia. Di pasar Cina, Malaysia, dan Singapura, ponsel ini bernama Xiaomi Redmi 2 Enhanced.

Xiaomi Redmi 2 Prime
Xiaomi Redmi 2 Prime

Tantangan ini sepertinya dijawab oleh Xiaomi dengan meluncurkan Xiaomi Redmi 2 Prime, yang secara spesifikasi persis sama dengan saudaranya, Xiaomi Redmi 2, hanya perbedaan terletak pada RAM 2 GB dan media penyimpan internal sebesar 16 GB.

Secara resmi, Xiaomi Redmi 2 Prime dijual melalui 2 jalur, yaitu melalui situs mi.com/id yang dibuka sejak 22-28 September 2015 mulai pukul 11:00 WIB dengan menggunakan sistem F-code, dan melalui situs Lazada mulai 28 September 2015 pukul 11:00 WIB menggunakan metode flash sale.

Xiaomi Redmi 2 Prime dijual dengan harga Rp 1.799.000.

Berikut ini pengalaman saya menggunakan Xiaomi Redmi 2 Prime, yang bisa menjadi pertimbangan untuk membeli Xiaomi Redmi 2 Prime.

Fisik dan Kemasan

isi kardus Xiaomi Redmi 2 Prime
isi kardus Xiaomi Redmi 2 Prime

Setelah penutup kardus atas dibuka, di dalamnya berisi unit ponsel Xiaomi Redmi 2 Prime, baterai berkapasitas 2.200 mAh, kabel USB, pengisi daya, dan buku panduan.

Saat diangkat, bobotnya pun enteng, sama seperti saudaranya, Xiaomi Redmi 2 yang beratnya hanya 133 gram.

Jika Xiaomi Redmi 2 bagian penutup baterai belakang berwarna putih, Xiaomi Redmi 2 Prime penutup belakangnya berwarna dark grey dengan permukaan soft touch matte yang membuat Xiaomi Redmi 2 Prime mantab digenggam.

Letak 3 tombol khas Xiaomi juga tertanam di Xiaomi Redmi 2 Prime, yaitu di sebelah kanan, yang terdiri dari tombol volume up, volume down, dan power. Di bagian kanan atas terdapat lubang jack 3,5 mm untuk earphone.

Colokan mikro USB 2.0 terletak di bagian bawah kanan. Sebuah lubang kecil yang berfungsi sebagai microphone terletak di bagian bawah,

Xiaomi Redmi 2 Prime mendukung USB OTG (On The Go) di mana ponsel bisa bertindak sebagai host yang memungkinkan perangkat USB lainnya seperti USB flashdisk, mouse, atau keyboard dapat terpasang dan berfungsi layaknya dicolok ke PC atau laptop. Agar fitur USB OTG ini bisa digunakan, dibutuhkan kabel tambahan baru yang mengkonversi micro USB ke USB.

Kamera utama beresolusi 8 MP terletak di bagian atas tengah. Sebuah LED flash terletak di samping kirinya dan pengeras suara terdapat di samping kanan kamera utama.

Terdapat lubang kecil di atas kamera yang berfungsi sebagai microphone. Terakhir, terdapat tulisan Mi di bagian bawah menjadi ciri khas Xiaomi.

Bagian depan, kamera depan beresolusi 2 MP berada di sebelah kanan pengeras suara telepon. Di bagian bawah layar terdapat 3 soft buttons, yaitu tombol menu, tombol home, dan tombol kembali. Lampu LED yang akan menyala bila ada notifikasi berada di tengah, tepat di bawah tombol home.

Tombol soft buttons Xiaomi Redmi 2 Prime tidak memiliki lampu backlight, sehingga cukup merepotkan saat berada di daerah gelap untuk mencari tombol.

Xiaomi Redmi 2 Prime memiliki ujung-ujung yang membulat, sama dengan Xiaomi Redmi 2 dan Xiaomi Redmi Note.

Video Unboxing Xiaomi Redmi 2 Prime

Prosesor, Memori, dan Media Penyimpan Internal

Persis seperti saudaranya, Xiaomi Redmi 2 Prime menggunakan arsitektur 64 bit yang ditenagai prosesor Qualcomm Snapdragon 410 quad-core 1,2 GHz (Cortex A53).

Untuk grafis, Xiaomi Redmi 2 Prime menggunakan Adreno 306 yang mendukung berbagai pustaka grafis dan game. Bermain game dengan grafis yang berat semacam Asphalt 8 pun terbilang cukup lancar.

Berbeda dengan saudaranya, Xiaomi Redmi 2 Prime memiliki RAM dua kali lebih besar, yaitu 2 GB, berteknologi LPDDR3, yang merupakan teknologi terkini di dunia memori. LPDDR3 (low power DDR3) mengkonsumsi daya lebih rendah dan transfer rate lebih cepat.

Ruang penyimpan internal pun dibuat dua kali lebih lega dari saudaranya. Xiaomi Redmi 2 Prime mempunyai ruang penyimpan internal sebesar 16 GB yang bisa ditambah dengan menyematkan microSD dengan kapasitas maksimal 32 GB.

Baterai Lithium-Polymer (Li-Po) Xiaomi Redmi 2 berkapasitas 2.200 mAh yang mendukung teknologi Quick Charge 1.0, sehingga pengisian daya bisa lebih cepat.

Layar

bagian depan Xiaomi Redmi 2 Prime
bagian depan Xiaomi Redmi 2 Prime

Xiaomi Redmi 2 Prime begitu pas saat digenggam dan setiap sudut layar bisa diakses dengan satu tangan. Bila dikantongi pun, Xiaomi Redmi 2 Prime tidak memakan banyak tempat.

Xiaomi Redmi 2 Prime menggunakan Sharp/AUO/EBBG IPS HD fully laminated display. Layar laminated menghilangkan celah antara layar sentuh dengan sensor tekanan. Hasilnya, layar menjadi lebih tipis dan responsif.

Selain tipis, penggunaan laminated display membuat warna pada layar konsisten pada hampir semua sudut pandang. Layar masih bisa dibaca hingga sudut 178°.

Layarnya beresolusi 1280×720 312 ppi. Resolusi ini merupakan resolusi paling optimum yang paling nyaman digunakan di ponsel. Resolusi ini pun masih bisa dilihat dengan tajam pada layar komputer standar.

Xiaomi Redmi 2 Prime menggunakan NTSC warna gamut 70%, yang membuat warna merah tampak lebih merah, warna biru tampak lebih biru, dan sebagainya. Perbandingan kontrasnya 1000:1 membuat gambar tampak lebih tajam.

Layar Xiaomi Redmi 2 Prime dilapisi dengan kaca AGC Dragontrail yang membuat layarnya kebal goresan.

Jaringan 4G/LTE

Xiaomi Redmi 2 Prime menggunakan mikro SIM ganda yang mendukung 4G pada kedua slot. 4G yang didukung Xiaomi Redmi 2 adalah CAT4 4G LTE yang kecepatannya bisa mencapai 150 Mbps download dan 50 Mbps upload. Jaringan 4G LTE yang didukung adalah FDD (Frequency Divison Duplex) yang mana jalur upload dan download dibedakan berdasar frekuensi.

Frekuensi FDD-LTE yang didukung Xiaomi Redmi 2 Prime adalah 900 MHz dan 1800 MHz. Operator telekomunikasi Indonesia, Telkomsel, XL Axiata, Indosat, dan Tri, akan menggunakan frekuensi 4G LTE 1800 MHz yang bisa digunakan di Xiaomi Redmi 2 Prime.

Artikel ini dipublikasikan pada 25 September 2015, sekitar 3 tahun yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Ada 11 tanggapan
aad 27 September 2015 17:42 WIB

Nunggu Redmi 2 Galvatron aja, aku cah decepticon og….

Gugum 10 Oktober 2015 06:56 WIB

Mau tanya untuk display protection sudah fix AGC dragontrail ya mas??soalnya saya googling di official site ga nemu spek untuk display protectionnya.. T_T, terima kasih untuk responnya

Review Film 10 Oktober 2015 21:25 WIB

Sepertinya untuk kategori ponsel kurang dari 2 jutaan, ini pilihan yang bagus ya mas. Quad-core, ram 2gb dan sudah 4G pula. Boleh juga nih…

KYU 18 Oktober 2015 08:06 WIB

Review anda sejauh ini yg saya suka dari berbagai situs yg mereview remid 2 prime. Bermanfaat sekali… THX!

Hendry 9 Desember 2015 10:10 WIB

Mau tanya , kenap akses lokasi untuk aplikasi weather selalu gagal dan sering muncul iklan ad..padahal sudah di wipe / hard reset..??? terima kasih

Neng saiyah 2 Mei 2016 14:16 WIB

Knp kartu sim nya gk bsa padahal kartu sim nya ada… Terus gk bs buat tlp sama panggilan masuk prtma x pak xiaomi resmi 2 binggung

Danang Sapriya 9 Juni 2016 13:16 WIB

Emg redmi 2 prime blm support sensor gyro (VR) ?

andika 11 Juli 2016 20:28 WIB

jangan di beli guys,ini produk gagal.
gue yg udah nyesal beli ni hp,notifikasi nya sering hilang sendiri,terus main dream leagua soccer pun gak bisa.
percuma ram nya 2gb

Dimas Aldama 13 Juli 2016 17:56 WIB

Cara mengaktifkan otg nya gimana ya?

Pengalaman Menggunakan Xiaomi Redmi Note 3 | matriphe! 22 Maret 2017 18:48 WIB

[…] vakum cukup lama semenjak masuknya Xiaomi Redmi 2 Prime ke Indonesia, akhirnya pada awal Juni 2016 Xiaomi secara resmi menjual perangkat Xiaomi Redmi Note […]

asepprisnto 10 Juli 2017 22:49 WIB

kartu sim bentar2 ilang sinyalnya…solusinya gmn gan?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.