Sepeda Lipat Elektrik Engwe L20 3.0 Pro

9 minutes 0 0

Setelah agak sedikit deg-degan karena telah merogoh kocek sebesar 1.529,10€ dan membayar ke situs online Cina, akhirnya sepeda yang ditunggu-tunggu datang!

kardus sepeda Engwe L20 3.0 Pro dengan kursi sebagai pembanding ukuran

Saya memesan sepeda pada 1 April 2026, sehari tepat sebelum libur panjang Paskah, jadi bisa maklum jika pengiriman bakal lebih lama dari janji 7-10 hari kerja.

Di Jerman, hari Minggu dan libur nasional, hampir semua bisnis tutup dan tidak beroperasi, termasuk kurir ekspedisi.

Namun rupanya, sepeda Engwe L20 3.0 Pro yang saya pesan datang lebih cepat dari perkiraan saya!

Di surel konfirmasi, saya mendapat kode pelacakan kurir GEL, yang saya belum pernah dengar.

Namun di aplikasi Shop, yang ternyata layanan dari Shopify, kode pelacakan tersebut disebut akan dikirim menggunakan DHL.

Dugaan saya, kurir GEL ini merupakan kurir Cina yang nanti akan menyerahkan ke DHL saat tiba di Eropa.

Kode pelacakan tersebut kemudian saya masukkan ke situs pelacakan DHL, namun dibilang bahwa kode tersebut tidak valid.

kode pelacakan DHL di aplikasi Shop

Memang sih, dari jumlah angkanya, kode ini bukan seperti kode pelacakan DHL yang biasanya saya terima.

Mungkin memang belum terdaftar saja di sistem, pikir saya.

Pada hari Selasa, 7 April 2026, saat saya berada di kantor setelah libur panjang, saya mendapat notifikasi berupa 2 panggilan telepon tak terjawab dari nomor asing.

Biasanya, saya memang membatasi nomor telepon yang masuk secara otomatis dengan mengatur profil pada ponsel, dengan hanya menerima nomor-nomor yang ada di daftar kontak saya.

Namun karena nomor yang masuk berasal dari Kremmen, Brandenburg, Jerman, dan nomornya bukan nomor ponsel, saya pun menelepon balik.

Rupanya nomor tersebut adalah nomor kurir GEL Express Logistik, yang melakukan konfirmasi pengiriman, karena paket yang dikirim membutuhkan tanda tangan penerima, karena nilai barang yang tinggi.

Untuk mengonfirmasi, saya hanya ditanya kode pos dan alamat pengiriman saja, dan saya memastikan bahwa saya ada di rumah untuk menerima.

Saya juga diberitahu bahwa barang nantinya akan ditaruh di depan gedung saja, karena berat, dan biasanya kurir begini tidak mau membawa barang berat masuk ke rumah.

Tanggal 8 April 2026, kurir akan datang dan akan menelepon sebelum pengantaran, untuk memastikan bahwa saya akan ada di rumah.

Baiklah. Untuk sementara, saya menonaktifkan profil di ponsel untuk menerima panggilan dari semua nomor.

kardus berisi sepeda Engwe L20 3.0 Pro

Sekitar pukul 10.40, telepon masuk dan kurir mengatakan bahwa ia sudah hampir sampai.

Saya pun dengan excited langsung turun ke bawah dan menunggu kurir datang.

Tak lama, ternyata ada truk besar warna putih tanpa logo telah parkir di depan.

Si kurir yang mengantar sendirian tengah menurunkan kardus coklat dengan menggunakan mesin dari truk.

Saya melongok ke dalam, dan di dalam ternyata banyak paket bergambar sepeda berbagai ukuran.

Rupanya kurir ini merupakan kurir yang khusus digunakan oleh situs online sepeda untuk mengirimkan pesanan.

Saya meminta bantuan si kurir untuk ikut menggotong sampe depan gedung dan kemudian saya harus menyeret kardus berat itu sendiri.

Kalo di Indonesia, si kurir mungkin sudah membantu membawakan sampai ke atas.

Untungnya di gedung saya ada lift, dan kardus berukuran 145 cm × 65 cm × 35 c0 itu muat masuk ke dalamnya.

Setelah bermanuver, saya akhirnya berhasil memasukkan kardus tersebut ke dalam rumah.

Unboxing dan Merakit

merakit sepeda Engwe L20 3.0 Pro

Saya pun segera membuka kardus tersebut dan tidak sabar mengeluarkan dan merakitnya.

Sepeda sudah setengah dirakit, di mana saya hanya perlu memasang bagian depan sepeda, yaitu setang, pelindung lumpur, dan roda depan.

Untungnya, buku panduan menggunakan Bahasa Inggris, dan gambar instruksi perakitannya cukup sederhana, mengikuti gaya panduan perakitan Ikea.

Namun kadang saya bingung juga harus bagaimana karena kurang jelas instruksinya.

Untungnya ada video panduan resmi dari Engwe di YouTube yang bisa saya ikuti.

Ada juga beberapa video perakitan dari kanal lain yang memberi sudut pandang lain, mempermudah perakitan.

Sepeda juga dilindungi dengan berbagai jenis busa mulai dari yang keras dan empuk.

Bagian-bagian yang bisa bergerak diikat erat menggunakan cable ties.

Proses merakit membutuhkan waktu sekitar 3 jam, yang saya nikmati betul, karena saya suka dengan proses rakit-merakit.

Begitu selesai, amboy, cantiknya sepeda Engwe L20 3.0 Pro ini!

Halo, Sepeda Baru!

sepeda lipat elektrik Engwe L20 3.0 Pro selesai dirakit

Akhirnya, sepeda lipat elektrik Engwe L20 3.0 Pro saya selesai dirakit!

Saya tidak menyangka, ternyata sepedanya lebih besar dari yang saya bayangkan.

Selain itu, bobotnya juga lebih berat, 35 kilogram setelah semua terakit dan baterai terpasang.

Sadelnya juga cukup tinggi, namun saya masih bisa menjangkau pedal setelah melakukan bike fitting dasar.

Padahal posisi sadel saya pasang di nomor 10, posisi terendah dari sadel, dan posisi setang juga sudah mentok ke bawah.

Saat duduk di atas sadel dan menjangkau setang, saya bisa duduk tegak dan santai.

Metode bike fitting yang saya gunakan adalah dengan menjulurkan kaki lurus dengan tumit menempel pada pedal di titik terendah.

Saat bersepeda, bagian kaki yang menempel pada pedal bukanlah tumit, melainkan bagian depan kaki (ball of the foot).

Maka, ketika posisi kaki bergeser dari tumit ke bagian depan, lutut akan memiliki sedikit tekukan sekitar 25-35 derajat saat mengayuh.

Ini adalah posisi mekanis paling efisien untuk otot paha dan paling aman untuk sendi lutut, menurut video yang saya tonton.

Meski begitu, jika duduk di atas sadel, saya harus jinjit dengan salah satu kaki saat menapak ke tanah.

Rupanya ini memang normal, karena banyak orang salah kaprah mengira bahwa saat duduk di sadel, kedua kaki harus bisa menapak rata ke tanah.

Padahal, jika kaki bisa menapak rata saat duduk, biasanya posisi sadel tersebut terlalu rendah untuk kesehatan lutut dan efisiensi kayuhan

Lagipula, jika sadel cukup tinggi untuk memberikan ekstensi kaki yang optimal saat mengayuh, maka secara otomatis sadel tersebut akan terlalu tinggi untuk menapak rata ke tanah sambil tetap duduk.

sepeda Engwe L20 3.0 Pro terlipat

Meski sepeda lipat, rupanya untuk melipat sepeda ini tidak segampang yang saya bayangkan.

Bobotnya yang berat dan rangkanya yang kokoh, membuat proses melipat tidak terlalu mudah.

Sepertinya sepeda ini akan jarang terlipat, karena proses melipatnya yang tidak mudah, membuat saya mungkin malas untuk melipat sepeda ini untuk disimpan, yang mana tidak memenuhi tujuan saya membeli sepeda lipat.

Namun setidaknya, jika saya butuh melipat, misal untuk proses penyimpanan yang lama, saya tetap bisa melipatnya.

Ah, saya tidak sabar ingin segera mencoba sepeda ini di jalanan!

Tinggalkan Balasan

This article has been published on 15 April 2026 (2 jam ago).

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses