Serangan Terhadap Jaringan Listrik Terbesar di Berlin

4 minutes 0 1

Rabu, 7 Januari 2026, pukul 09.30, ponsel saya menjerit. Saya pun kaget dan segera melihat ke arah ponsel.

pesan notifikasi informasi pemadaman listrik melalui saluran darurat

Sebuah pesan darurat diterima ponsel saya, memberitahukan bahwa akan ada pemadaman listrik singkat.

Pesan darurat yang dikirim oleh Kantor Federal Perlindungan Warga Sipil dan Bantuan Darurat (Das Bundesamt für Bevölkerungsschutz und Katastrophenhilfe) melalui saluran darurat ini diterima oleh semua warga yang tinggal di Berlin.

Tiap tahun, pemerintah Jerman melakukan uji coba saluran darurat ini, yang dikenal dengan istilah Warntag.

Pesan ini merupakan tindak lanjut dari proses pemulihan listrik akibat serangan kelompok ekstrimis pada tanggal 3 Januari 2026 yang mengakibatkan 45-50 ribu rumah tidak dialiri listrik.

Kelompok ekstrim kiri Grup Vulkan mengklaim sebagai pelaku peledakan jaringan kabel di area Lichterfelde, barat daya Berlin, dengan motif protes terhadap penggunaan listrik berbahan bakar fosil.

Hal ini mengakibatkan distrik Nikolassee, Zehlendorf, Wannsee, dan Lichterfelde kehilangan aliran listrik.

Kejadian ini adalah kejadian pemadaman listrik terlama yang dialami Berlin setelah Perang Dunia Kedua.

Selama listrik padam, pemerintah Berlin membuka posko untuk warga berlindung dan mencari kehangatan, apalagi saat kejadian, Berlin sedang masuk musim dingin.

Selain tempat perlindungan, relawan juga membagikan berbagai bahan makanan, selimut, dan perangkat penghangat kepada warga terdampak yang tetap bertahan di rumah masing-masing.

Untungnya, 4 hari setelah kejadian, tanggal 7 Januari 2026, aliran listrik berhasil dipulihkan, dan notifikasi dikirim ke seluruh warga untuk antisipasi karena kemungkinan akan ada gangguan saat pemulihan.

Perbaikan membutuhkan waktu lama karena kerusakan kabel tegangan tinggi yang sangat kompleks.

Malam hari, sekitar pukul 22:00, notifikasi darurat kembali dikirimkan. Kali ini pesannya berupa pemberitahuan bahwa listrik sudah kembali pulih.

Selama tinggal di Berlin, rasanya saya tidak pernah mengalami yang namanya mati listrik. Makanya kejadian ini termasuk kejadian yang luar biasa, meski saya tidak terdampak, karena saya tidak tinggal di area tersebut.

Namun melihat bagaimana pemerintah bergerak dan mengatasi masalah, membuat saya bersyukur, bahwa negara hadir dan bisa diandalkan.

Saya merasa rela, bahwa pajak besar yang saya bayarkan benar-benar digunakan semestinya.

Kantor Kejaksaan Federal Jerman telah mengambil alih kasus ini dengan tuduhan terorisme, sabotase inkonstitusional, dan pembakaran (arson).

Pihak kepolisian masih terus memburu para pelaku dan hingga saat ini belum ada penangkapan resmi yang dilaporkan.

Wali Kota Berlin, Kai Wegner dari Partai CDU, langsung dihujani kritik keras dari oposisi setelah muncul laporan bahwa ia sedang bermain tenis saat krisis tersebut berlangsung.

 

1 response
  1. Gravatar of Nohirara Swadayana
    Nohirara Swadayana

    Salah satu tanda kemakmuran dari suatu negara menurut hemat saya, yakni hadir dalam berbagai situasi yang dialami oleh warga negaranya. Alhasil, mereka tidak segan untuk menunaikan kewajibannya (baca: membayar pajak). Sementara itu, ada sebuah negara yang justru memanfaatkan pajak untuk kepentingannya sendiri, alih-alih demi kemaslahatan masyarakatnya.

    Tidak perlu disebut nama negaranya, ya. 😉

Tinggalkan Balasan

This article has been published on 8 Januari 2026 (23 jam ago).

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses