Dulu saat kecil, saya penasaran dengan salju. Dalam bayangan saya, dan tentu orang-orang Indonesia, salju ini semacam es serut yang jatuh dari langit. Setelah pindah ke Berlin, baru lah saya tahu bahwa salju bukan lah es serut.

Setiap kali posting ke media sosial, pasti ada saja yang berkomentar, “tinggal tambahkan sirup Marjan”.
Selekat itu kesan orang-orang tentang salju seperti es serut, hingga orang mengira salju bisa ditambahkan sirup untuk dimakan, atau lebih tepatnya diminum?
Tidak seperti es serut yang basah, salju terasa lebih rapuh, kering, dan mudah dipadatkan. Meski begitu, dari kanal YouTube Outdoor Boys saya tahu bahwa salju bisa dicairkan untuk diminum saat berada di alam liar.
Menariknya, bulir salju (snowflake) terbentuk tidak pernah ada yang sama. Bahkan ada rumus matematika yang menjelaskan bagaimana bulir salju terbentuk.
Meski jika sendirian, salju tidak lah dingin, namun jika ia bersama teman-temannya, dinginnya bisa menusuk tulang.

Memegang salju dengan tangan kosong tidak disarankan, karena saat memegang memang tidak terasa, namun setelah itu jemari langsung mati rasa.
Saya sendiri suka salju, dan masih norak saat melihat salju. Namun saya tidak suka dinginnya.
Berlin sendiri bisa dibilang jarang sekali bersalju. Jika turun salju pun, paling hanya sebentar, yang biasanya terbentuk dari malam sebelumnya, yang siangan dikit, sudah mencair.
Jika tidak salah ingat, pada Januari 2021, Berlin turun salju berturut-turut selama 3 hari. Menurut warga lokal, saat itu adalah pertama kalinya Berlin dihujani salju seperti itu setelah 10 tahun.
Di satu sisi, salju sangat menyenangkan, namun di sisi lain, salju juga membahayakan, karena salju yang mencair lalu membeku lagi menjadi lapisan es tipis yang licin.

Lapisan es ini tidak terlihat, dan jika tidak berhati-hati, kita bisa tergelincir. Black ice menurut orang-orang.
Panggilan kepada layanan darurat biasanya juga ikut meningkat karena banyak orang terjatuh dan membutuhkan bantuan. Sering juga anak-anak yang bermain seluncur salju juga celaka entah terjatuh atau menabrak, membutuhkan pertolongan ambulans.
Paling aman justru malah berjalan di atas salju yang masih baru. Suara jret-jret saat diinjak juga memberikan genggaman yang aman untuk berjalan.
Awal 2026 ini Berlin kembali dihujani salju. Berawal dari malam pergantian tahun baru, 31 Desember 2025, lalu disambung pada 2 dan 3 Januari 2026.
Jika melihat kembali arsip-arsip unggahan saya di Instagram, salju di Berlin biasanya turun di bulan Januari hingga awal Februari.
Hari ini, salju kembali turun seharian penuh.
Salah satu daftar keinginan saya yg belum terwujud ya menyentuh salju hehe
baru tau kalo ternyata “kering” gitu, bayangan saya ya benaran ky es serut