Salju

4 minutes 60 8

Dulu saat kecil, saya penasaran dengan salju. Dalam bayangan saya, dan tentu orang-orang Indonesia, salju ini semacam es serut yang jatuh dari langit. Setelah pindah ke Berlin, baru lah saya tahu bahwa salju bukan lah es serut.

berdiri di taman penuh salju

Setiap kaliย posting ke media sosial, pasti ada saja yang berkomentar, “tinggal tambahkan sirup Marjan”.

Selekat itu kesan orang-orang tentang salju seperti es serut, hingga orang mengira salju bisa ditambahkan sirup untuk dimakan, atau lebih tepatnya diminum?

Tidak seperti es serut yang basah, salju terasa lebih rapuh, kering, dan mudah dipadatkan. Meski begitu, dari kanal YouTube Outdoor Boys saya tahu bahwa salju bisa dicairkan untuk diminum saat berada di alam liar.

Menariknya, bulir salju (snowflake) terbentuk tidak pernah ada yang sama. Bahkan ada rumus matematika yang menjelaskan bagaimana bulir salju terbentuk.

Meski jika sendirian, salju tidak lah dingin, namun jika ia bersama teman-temannya, dinginnya bisa menusuk tulang.

salju yang kering dan mudah dipadatkan

Memegang salju dengan tangan kosong tidak disarankan, karena saat memegang memang tidak terasa, namun setelah itu jemari langsung mati rasa.

Saya sendiri suka salju, dan masih norak saat melihat salju. Namun saya tidak suka dinginnya.

Berlin sendiri bisa dibilang jarang sekali bersalju. Jika turun salju pun, paling hanya sebentar, yang biasanya terbentuk dari malam sebelumnya, yangย siangan dikit, sudah mencair.

Jika tidak salah ingat, pada Januari 2021, Berlin turun salju berturut-turut selama 3 hari. Menurut warga lokal, saat itu adalah pertama kalinya Berlin dihujani salju seperti itu setelah 10 tahun.

Di satu sisi, salju sangat menyenangkan, namun di sisi lain, salju juga membahayakan, karena salju yang mencair lalu membeku lagi menjadi lapisan es tipis yang licin.

salju yang membentuk lapisan es, licin jika diinjak

Lapisan es ini tidak terlihat, dan jika tidak berhati-hati, kita bisa tergelincir.ย Black ice menurut orang-orang.

Panggilan kepada layanan darurat biasanya juga ikut meningkat karena banyak orang terjatuh dan membutuhkan bantuan. Sering juga anak-anak yang bermain seluncur salju juga celaka entah terjatuh atau menabrak, membutuhkan pertolongan ambulans.

Paling aman justru malah berjalan di atas salju yang masih baru. Suaraย jret-jret saat diinjak juga memberikan genggaman yang aman untuk berjalan.

Awal 2026 ini Berlin kembali dihujani salju. Berawal dari malam pergantian tahun baru, 31 Desember 2025, lalu disambung pada 2 dan 3 Januari 2026.

Jika melihat kembali arsip-arsip unggahan saya di Instagram, salju di Berlin biasanya turun di bulan Januari hingga awal Februari.

Hari ini, salju kembali turun seharian penuh.

17 responses
  1. Gravatar of warm
    warm

    Salah satu daftar keinginan saya yg belum terwujud ya menyentuh salju hehe
    baru tau kalo ternyata “kering” gitu, bayangan saya ya benaran ky es serut

    Gravatar of Muhammad Zamroni
    Muhammad Zamroni

    kering tapi bisa dipadatkan. kalo salju tebal, yang di bawah bisa padat karena ketumpuk dari atas. makanya iglo itu bisa hangat karena salju sebenarnya bisa jadi isolator.

  2. Gravatar of Nohirara Swadayana
    Nohirara Swadayana

    Saya pernah ke luar negeri, tetapi kebetulan waktu itu sedang musim semi yang alhasil menjadikan saya belum pernah melihat sendiri salju. Namun, saya membayangkan betapa sulitnya untuk berjalan maupun berkendara ketika salju menumpuk. Terlebih lagi, hal tersebut berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain.

    Komentar ini ditulis ketika suhu di tempat saya tinggal mencapai 32 derajat. ๐Ÿ˜…

    Gravatar of Muhammad Zamroni
    Muhammad Zamroni

    benar. bahkan ada aturan untuk mengganti ban khusus musim dingin tiap masuk musim dingin. salju yang cair dan di jalan bisa sangat kotor.

  3. Gravatar of Mohammad Sani Suprayogi
    Mohammad Sani Suprayogi

    Saya membayangkan konstruksi rumah di negara 4 musim itu pasti berbeda dengan negara 2 musim ya mas? Sebab kalau musim dingin pastinya salju bisa menyumbat saluran air. Iya kah?

    Gravatar of Muhammad Zamroni
    Muhammad Zamroni

    beda, material dan desainnya dibuat kedap untuk memperangkap panas. jendel juga biasanya double wall, lengkap dengan sealant, jadi juga kedap suara juga.

    salju yang udah mengeras dan lambat cair yang menimbulkan masalah. kalo cair sih aman.

  4. Gravatar of Ajeng Lembayung
    Ajeng Lembayung

    Aku beruntung dah pernah liat saljuuu, walaupun cuma untuk satu hari ajaa. Pas ke Nanjing tahun 2022 dulu, beruntung banget di tahun itu turun salju. Menurut warlok, di sana belum tentu setiap tahun turun salju soalnya.

    Suka, bagus. Gak suka, DINGIN! T__T

    Gravatar of Muhammad Zamroni
    Muhammad Zamroni

    ku juga. suka saljunya, gak suka dinginnya!

  5. Gravatar of Iqbal
    Iqbal

    Saat berada di musim dingin di Jepang, saya sesekali berpikir:

    (1) Bagaimana caranya mereka dulu bisa hidup ketika bangunan-bangunannya belum modern, jaket musim berbahan khusus, penghangat ruangan, bagaimana bisa, ternyata banyak sekali di dunia ini yang saya belum mengerti..

    (2) Betapa orang-orang di negara 4 musim harus bergerak, ngga bisa berdiam di rumah. Misal, kalo lapar tapi ngga punya makanan, kayanya ngga bisa “ah, saya tidur dulu aja deh,” karena bisa-bisa mati kedinginan. Maka mereka terus dipaksa berpikir dan dipaksa berkreasi, jadilah heater dan peralatan elektronik lainnya.

    Salju bisa membuat saya berpikir.

    Gravatar of Muhammad Zamroni
    Muhammad Zamroni
    1. justru bangunan dibuat untuk menyesuaikan tempat.
    2. benar, karena matahari membuat badan lebih santai. sementara di negara dingin, ada konsep untuk mempersiapkan saat nanti matahari tidak ada. kesantaian ini juga terasa kalo berkunjung ke negara Eropa selatan macam Spanyol dan Italia, yang cenderung lebih hangat.
  6. Gravatar of Zizy
    Zizy

    Saya baru sekali merasakan salju saat ke Jepang. Nanti mau lagi, semoga ada rezeki bisa pergi dengan Vay!
    Oh ya dan tentu saja kita gak bawa sirup marjan ya hahaha…

    Gravatar of Muhammad Zamroni
    Muhammad Zamroni

    amiin! lain kali jika ada kesempatan, coba bikin boneka salju!

  7. Gravatar of fanny Nila - dcatqueen.com
    fanny Nila - dcatqueen.com

    mungkin krn aku ga kuat panas, buatku bisa tinggal di negara yg bersalju, itu impian bangetttt… makanya kalau traveling ke negara 4 musim, pasti saat winter. ga tertarik utk dtg di musim lainnya, walau kata orang spring bagus banget, buatku winter tetap yg terbaik :D.

    pengeeeen banget bisa ngerasain winter yg bener2 tebel saljunya… sebenernya pernah sih pas di jepang… tapi aku pengen dari negara2 yg winternya lebih ekstreme, makanya tahun ini aku bakal ngetrip ke mongolia dan rusia yg winternya bisa sampe -30an… udah ga sabaaar mas ๐Ÿ˜€ .

    Gravatar of Muhammad Zamroni
    Muhammad Zamroni

    kalo untuk jalan-jalan sebentar, salju menyenangkan.. tapi kalo tinggal dan tiap hari ketemu salju, repot banget.. ๐Ÿ˜…

  8. Gravatar of iKurniawan
    iKurniawan

    Salah satu impian ini, ke negara yang ada saljunya. Tiduran di salju bikin kipas kayak film kartun.

    Gravatar of Muhammad Zamroni
    Muhammad Zamroni

    amiin! kudu pas saljunya tebal biar enak!

Tinggalkan Balasan

This article has been published on 3 Januari 2026 (3 bulan ago). The information provided here might not be accurate.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses