Meriahnya Parade Budaya di Karneval der Kulturen 2019

Salah satu keinginan kami besar kami adalah menonton langsung parade atau karnaval budaya di Rio Carnival yang diselenggarakan setiap tahun di Rio de Janeiro, Brasil.

di Karneval der Kulturen 2019
di Karneval der Kulturen 2019

Selain itu, saat di Indonesia, keinginan kami menonton karnaval semacam Jember Fashion Carnaval atau Solo Batik Carnival juga belum terpenuhi.

Beruntung, keinginan kami menonton pawai budaya di jalan semacam ini malah terpenuhi di Berlin, yaitu pada puncak acara Karneval der Kulturen 2019 yang berlangsung 7-10 Juni 2019.

Paradenya sendiri diadakan pada Minggu, 9 Juni 2019 dengan rute dari Yorckstraße, Gneisenaustraße, Hasenheide, dan berakhir di Hermannplatz dan dijadwalkan mulai pada jam 12:30 dan selesai hingga jam 21:00.

Peta Google telah memberi informasi area dan jalan mana yang ditutup untuk keperluan ini, termasuk stasiun U-bahn dan halte bus terdekat.

Kami menggunakan U-bahn U6 untuk menuju ke sini, dan turun di Stasiun Hallesches Tor, karena stasiun yang lebih dekat, Stasiun Mehringdamm ditutup.

Karneval der Kulturen

suasana Karneval der Kulturen 2019 di depan Gereja Paroki Protestan
suasana Karneval der Kulturen 2019 di depan Gereja Paroki Protestan

Terinspirasi dari karnaval sejenis, yaitu Notting Hill Carnival di London, Inggris dan Summer Carnival di Rotterdam, Belanda, karnaval multibudaya di Berlin yang sudah ada sejak 1996 ini diadakan di area Kreuzberg.

Karnaval ini biasanya diadakan di Hari Pantekosta, yaitu 50 hari setelah Hari Raya Paskah pada hari Minggu, yang di Eropa dikenal dengan Minggu Putih (White Sunday).

Acara ini diadakan oleh badan kebudayaan Berlin, Werkstatt der Kulturen.

Karnaval berlangsung selama 4 hari, dimulai pada hari Jumat dan berakhir di hari Senin, yang mana pada hari Senin, merupakan hari libur White Monday di Berlin, sebagai bagian dari rangkaian Hari Pantekosta.

Di lokasi festival, yaitu di Blücherplatz, berbagai penjual makanan dari berbagai negara menggelar lapak.

Suasana begitu ramai, namun tetap tertib. Polisi dan petugas medis tampak wara-wiri berpatroli.

Beberapa tanda waspada terhadap copet juga dipasang oleh pihak kepolisian Berlin dengan menggunakan cat semprot pada beberapa ruas jalan.

Panggung-panggung hiburan yang diisi dengan DJ dan grup musik tampak meriah di mana orang-orang tak ragu untuk bergoyang, menari, dan menyanyi bersama.

Parade Budaya

peringatan polisi terhadap copet
peringatan polisi terhadap copet

Kami berjalan menuju ke arah lokasi karnaval dengan mengikuti arus orang-orang.

Beberapa jalan ditutup polisi dan kami diarahkan menuju ke rute yang disiapkan untuk menuju ke jalur parade.

Kami menonton dari Gneisenaustraße yang sudah penuh dengan orang berdiri di pinggir jalan.

Beruntung, kami masih bisa menonton parade dari kontingen pertama pada pukul 13:20.

Ada 76 peserta karnaval yang menampilkan berbagai komunitas di Berlin dan sekitarnya.

Berikut ini beberapa penampilan yang menurut saya menarik dan cantik.

Sapucaiu No Samba

salah satu penari dari Sapucaiu No Samba
salah satu penari dari Sapucaiu No Samba

Parade dibuka oleh Sapucaiu No Samba yang tampil dengan kostum warna-warni ala samba dan musik menghentak dari genderang dan dari mobil yang dihias meriah.

Sapucaiu No Samba adalah sekolah menari dan musik Samba, yang didirikan oleh komunitas Brasil yang berada di Berlin.

Mereka sudah rutin mengikuti festival ini sejak 2001.

Anggotanya terdiri dari sekitar seratusan penari dan pemain musik.

Saya merinding melihat tarian-tarian ini. Ini baru sebagian kecil, bagaimana jika nanti menonton langsung di Brasil?

Video penampilan kelompok ini juga saya unggah ke Twitter, yang bisa dilihat di tautan pertama, kedua, ketiga, dan keempat.

Artikel ini dipublikasikan pada 21 Juni 2019, sekitar 6 bulan yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Belum ada tanggapan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.