Ennichisai 2012: Arigato Kokoro No Tomo

Artikel ini ditayangkan pada 30 Juni 2012, sekitar 5 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Lampion-lampion yang berjumlah ratusan menghiasi langit. Suasana begitu ramai di seputar Little Tokyo, kawasan terpadu Blok M Square, 31 Juni 2012. Saat itu sedang diadakan acara Ennichisai 2012, festival tahunan yang diadakan oleh komunitas Jepang di Jakarta.

Ennichisai 2012: Arigato Kokoro no Tomo

“Soi ya! Soi ya! Soi ya!” teriak orang-orang berpakaian ala Jepang sembari memanggul mikoshi. Di atas mikoshi, berdiri perempuan dengan ikat kepala terpilin membawa kipas yang juga berteriak, “soi ya!”

Mikoshi adalah tandu Shinto yang menjadi wujud persembahan kepada dewa. Mikoshi diarak berkeliling dengan harapan mengusir pengaruh jahat dan membawa berkah ke daerah yang dikelilingi.

Mikoshi yang pertama dipanggul para perempuan yang “ditunggangi” oleh seorang perempuan di atasnya. Mikoshi yang dipanggul para pria, lebih besar dan di atasnya berdiri dua orang perempuan. Di belakangnya, terdapat kereta berisi genderang yang ditabuh oleh anak-anak. Uniknya, tahun ini ada rombongan anak-anak kecil yang berada di barisan depan arak-arakan.

Semua mikoshi dipanggul dan ditarik oleh manusia. Tak lupa ada juga tim pendukung yaitu orang-orang yang memberi semangat dengan meniup peluit, memukul-mukul kentongan Jepang (yang terbuat dari dua bilah kayu yang ditepukkan bersama), para pembawa kipas raksasa berwarna merah, dan para pembawa landasan mikoshi ketika rombongan berhenti untuk beristirahat sejenak.

Ini kali ketiganya saya mendatangi festival Ennichisai. Sebelumnya saya pernah menunjungi dan membuat postingan foto pada Ennichisahi 2010 yang menyimpulkan bahwa kita “dijajah Jepang secara budaya”. Namun, setelah saya pikir ulang, kesimpulan saya kurang tepat, karena budaya Jepang masuk ke Indonesia justru makin memperkaya budaya Indonesia.

Tema festival Ennichisai tahun ini adalah “Arigato kokoro no tomo” yang berarti, “terima kasih sahabat”, sebagai ucapan terima kasih atas gerakan donasi “Pray for Japan” setelah Jepang dilanda gempa dan tsunami Maret 2011.

Selain arak-arakan mikoshi, festival yang pertama kali diadakan pada tahun 2010 setiap awal Juli ini, terdapat 150 booth yang menjual berbagai pernak-pernik ala Jepang, mulai dari makanan hingga pakaian dan 2 panggung (tradisional dan modern). Tak hanya itu, puluhan cosplayer juga ikut memeriahkan dan menambah kesan Jepang.

Festival Ennichisai 2012 diselenggarakan pada 31 Juni hingga 1 Juli 2012.

Informasi Tentang Ennichisai

Galeri Foto

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

0 komentar

Artikel ini ditayangkan pada 30 Juni 2012, sekitar 5 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Statistik

Telah dibaca 204 kali. Waktu baca rata-rata 3 menit. Ada 0 komentar.