Menginap di CitiHub Hotel @Gejayan, Yogyakarta

Saat ke Yogyakarta pada 2-4 November 2018 lalu, saya bersama istri menginap di CitiHub Hotel @Gejayan, yang dipesan lewat aplikasi Pegipegi yang saat itu ada promo menarik.

bagian depan CitiHub Hotel @Gejayan, Yogyakarta
bagian depan CitiHub Hotel @Gejayan, Yogyakarta

Kami memilih hotel yang hanya akan kami gunakan untuk meletakkan tas, mandi dan bebersih badan, serta istirahat, sehingga kami memilih hotel budget.

Dari sekian banyak hotel budget di Yogyakarta, kami akhirnya memutuskan menginap di CitiHub Hotel @Gejayan karena selain harganya yang murah, lokasinya juga cukup strategis, bahkan bisa dijangkau dengan TransJogja.

Hotel yang dibuka sekitar tahun 2012 ini berada di Jalan Affandi yang dulunya bernama Jalan Gejayan, berada di seberang toko buku Toga Mas, yang tak jauh dari simpang Ringroad Utara.

Kami memesan kamar Diamond King Room Only untuk 2 malam dengan harga total Rp 552.500.

Yang namanya hotel budget, beberapa fasilitas dan layanannya juga dikurangi untuk menekan biaya.

Sayangnya tidak semua orang mengerti konsep hotel budget ini, sehingga banyak yang mengeluh, sehingga rating hotel ini tidak begitu bagus, meski menurut saya ya cukup baik.

Lokasi Strategis

lokasi CitiHub Hotel @Gejayan, Yogyakarta
lokasi CitiHub Hotel @Gejayan, Yogyakarta

Lokasi CitiHub Hotel @Gejayan bisa dibilang sangat strategis.

Kami datang dari Solo turun di Stasiun Maguwo (Bandara Adisucipto) kemudian naik TransJogja jalur 3A dan turun di Terminal Condong Catur, lalu jalan kaki sekitar 5 menit.

Di sekitar hotel banyak tempat makan yang bisa dijangkau dengan jalan kaki, meski trotoar di sepanjang Jalan Affandi sangat tidak layak, namun tetap bisa dijangkau.

Di ujung Terminal Condong Catur, saya mampir membeli lotek di warung Bu Bagyo yang merupakan cabang dari warung lotek Bu Bagyo di Jalan Moses Gatotkaca.

Jika malam, di sekitar Terminal Condong Catur ada penjual sate ayam yang sangat ramai.

Penjual gudeg yang sangat ramai bisa ditemui langsung di seberang hotel di pagi hari.

Saat kami datang di hari Jumat, kami tidak bisa langsung check-in karena kami tiba terlalu pagi, sekitar jam 10:00 WIB.

Sambil menunggu waktu check-in, saya sholat Jumat di Masjid Ash-Shobar yang berada seberang hotel.

Ojek online juga gampang menemukan lokasi ini, walau beberapa menanyakan untuk memastikan.

Sebuah minimarket 24 jam juga berada dalam jangkauan, sehingga tak perlu khawatir jika membutuhkan sesuatu.

Bagi pengunjung yang membawa kendaraan, terdapat ruang parkir untuk menginap yang berada di bagian basement dan ruang parkir sementara yang berada di depan yang cukup untuk menampung 3 mobil.

Kekurangan dari lokasi hotel ini adalah saat jam berangkat dan pulang kantor akan macet karena lokasinya dekat dengan perempatan besar.

Fasilitas dan Layanan

resepsionis dan minimarket CitiHub Hotel @Gejayan, Yogyakarta
resepsionis dan minimarket CitiHub Hotel @Gejayan, Yogyakarta

Untuk kelas hotel budget, CitiHub Hotel @Gejayan memiliki fasilitas yang menurut saya cukup.

Yang unik, di lobi ada semacam rak berisi berbagai barang yang dijual, mulai dari makanan ringan, minuman, hingga kebutuhan sanitasi, dengan harga yang masih wajar, walau sedikit lebih mahal dibandingkan membeli di minimarket.

Pembayaran langsung dilakukan di meja resepsionis.

Keberadaan minimarket ini cocok untuk yang malas keluar ke minimarket yang berada tak jauh dari hotel.

Ruang makan berada di depan, berada di dekat pintu masuk. Karena saya memesan kamar tanpa sarapan, maka saya tidak dapat berkomentar banyak tentang makanan dan layanan restorannya.

Kami menempati kamar ber-AC dengan nomor kamar 207, yang lokasinya berada di lantai yang sama dengan lantai lobi.

Seperti halnya hotel modern, kunci kamar berupa kartu yang harus diselipkan kemudian dicabut setelah lampu kunci menyala hijau, untuk membuka kamar.

air minum dan larangan merokok di CitiHub Hotel @Gejayan, Yogyakarta
air minum dan larangan merokok di CitiHub Hotel @Gejayan, Yogyakarta

Seluruh area hotel menerapkan larangan merokok, di mana saat check-in, pun istri saya (karena kamar dipesan menggunakan nama istri), menandatangani surat pernyataan tidak merokok dan bersedia membayar denda sebesar Rp 500.000 jika melanggar ditambah membayar ganti rugi jika ada barang yang rusak akibat rokok.

Selain itu, uang deposit sebesar Rp 200.000 harus diserahkan secara tunai, yang mana nanti saat check-out, uang deposit ini akan dikembalikan.

Dua buah botol air minum berukuran 600 mL disediakan di sudut meja, namun tanpa pemanas air dan condiment lain macam teh dan kopi.

Jika ingin air panas bisa menggunakan mesin dispenser yang berada di lobi.

Begitu juga dengan pengering rambut, meski tertulis di daftar fasilitas gratis, namun istri saya harus meminta ke resepsionis untuk mendapatkan pengering rambut.

Sandal hotel yang biasanya tersedia juga tidak ada, namun jika membutuhkan bisa membeli sandal hotel ini sehargar Rp 3.000 di minimarket hotel yang ada di lobi.

Meski hotel budget, saya mendapatkan layanan wi-fi gratis. Sepertinya karena saya memesan kamar bertipe Diamond, sehingga saya mendapatkan layanan ini.

Namun sayangnya, sinyal wi-fi gratis ini kurang kuat saat saya berada di kamar dan sering putus-putus koneksi internetnya karena buruknya kualitas sinyal wi-fi yang ada.

tempat tidur King size di CitiHub Hotel @Gejayan, Yogyakarta
tempat tidur King size di CitiHub Hotel @Gejayan, Yogyakarta

Tersedia handuk dan shower kit berupa sikat gigi, odol, shampo, dan sabun cair.

Kamar mandi menggunakan tipe shower dan tersedia air panas.

Jendela kecil berada di ujung kamar, namun pemandangannya berupa beton tembok toko Barkas, tempat penjualan berbagai barang bekas dan baru, yang berada tepat di samping hotel.

Jendela ini bisa dibuka jika ingin mendapat udara luar, dan terdapat tirai untuk menutup pemandangan tembok tak sedap.

Ada petunjuk kiblat yang berada di bagian langit-langit, memudahkan tamu yang menginap jika ingin menunaikan sholat.

Kesan dan Penilaian

Kami merasa puas dengan layanan CitiHub Hotel @Gejayan.

Sebagai hotel budget, fasilitas yang ditawarkan sesuai dengan harga yang kami dapat.

Nilai lebih dari hotel ini menurut kami adalah akses lokasinya yang sangat strategis dan kemudahan akses ke berbagai fasilitas pendukung.

Saat kami datang di akhir pekan, hotel ini juga relatif sepi, cocok untuk yang ingin sekadar beristirahat dan membersihkan diri setelah lelah berkeliling Yogyakarta.

Galeri Foto

Artikel ini dipublikasikan pada 5 November 2018, sekitar 1 minggu yang lalu.

Ada 1 tanggapan
Menikmati Pagi di Turi Turi Coffee, Yogyakarta — matriphe! personal blog 13 November 2018 01:12 WIB

[…] saya belum sarapan sejak berangkat dari hotel, saya memesan menu prasmanan (buffet/all you can eat) berupa nasi dengan sayur dan lauk ala ndeso […]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.